Calon Suamiku Teman Idolaku

Calon Suamiku Teman Idolaku
Idola Tampan dan Kucing Manyun


__ADS_3

Beberapa menit kemudian David kembali masuk ke kamar dengan membawa semangkuk bubur dan segelas air untuk Eve.


"Ayo makan buburnya." Ucap David menaruhnya di meja kecil yang ada di sebelah tempat tidur.


"Terima kasih..maaf aku sudah merepotkanmu." Jawab Eve dengan nada penuh rasa bersalah.


"Berikan ponselmu." Ujar David yang berdiri di sebelah Eve sambil mengulurkan tangan kanannya.


"U-untuk apa?"


"Sudah cepat berikan."


Eve mengambil ponselnya dari dalam tas kecilnya yang ada di samping ranjang lalu memberikannya pada David.


Beberapa saat kemudian David mengembalikan ponsel itu pada Eve.


"Telpon idola tampan." Ucap David dengan nada menyuruh.


""Idola tampan?"


"Ya. Cari di kontakmu lalu coba telpon sekarang juga. Cepat."


Eve yang tidak mengerti hanya bisa menuruti perkataan David. Eve mencari nomor kontak bernamakan idola tampan lalu menelponnya. Dan ternyata ponsel David berdering dari dalam saku celana David.


"Itu nomorku. Jangan beritahukan pada siapapun dan jangan ubah namanya tanpa seijinku." Ucap David sambil mengetik sesuatu di ponselnya.


Kucing Manyun. Itulah nama yang di berikan oleh David saat menyimpan nomor Eve dalam kontak ponselnya.


Dasar cowok aneh


"Apa kamu akan terus di sini? Maksudku, diam di kamarku?" Tanya Eve.


"Sebentar lagi aku harus pergi untuk mengurus beberapa hal hari ini. Aku mandi dulu. Cepat selesaikan makananmu lalu minum obatnya." Tunjuk David ke arah meja yang ada di samping Eve.


"Iya..." Jawab Eve dengan pelan.


Kenapa cewek manyun ini terlihat menggemaskan kalau dia menjawab dengan menurut begini? Batin David yang menatap Eve sambil berjalan ke luar dari kamar.


Setelah selesai mandi, David turun hendak memeriksa keadaan Eve sebelum dia pergi ke luar.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya David yang terkejut melihat Eve sedang membersihkan mangkuk dan gelas di wastafel dapur.


"Kenapa kamu bangun dari kasurmu?"


"Aku hanya mencuci ini, setelah ini selesai aku akan kembali ke kamarku."

__ADS_1


"Lebih baik kamu istirahat. Aku ga mau orangtuaku memarahiku kalau sampai tau kamu sakit."


"Aku sudah tidak apa-apa." Jawab Eve.


"Masih ada bubur untuk makan siangmu nanti. Kamu bisa memanaskannya dulu sebelum memakannya nanti." David menunjuk ke arah mangkuk besar yang ada di atas meja makan.


"Aku akan kirimkan kode pintu depan ke ponselmu. Tapi jangan pergi kemana-mana kalau tidak penting sekali. Jangan sampai kamu ketahuan orang luar kalau kamu keluar masuk rumahku."


"Aku paham...jangan kuatir. Aku akan berhati-hati."


Tiba-tiba David menempelkan telapak tangannya di kening Eve untuk memeriksa kondisi Eve. Sontak Eve yang kaget dengan hal itu hanya bisa diam berdiri mematung dengan mata yang membulat.


"Okey, sudah ga panas. Aku pergi dulu." Ucap David sambil berjalan ke arah pintu depan.


"Ah. Ya..hati-hati di jalan.." Jawab Eve dengan malu.


David pun pergi sedangkan Eve hanya bisa menatapnya pergi dari kejauhan.


"Kembali sendirian lagi..." Gumam Eve yang menatap setiap sudut rumah David yang luas tapi tidak ada seorangpun selain dia di rumah itu.


Sementara itu di depan pintu rumah, David berdiri mematung.


Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa senang mendengar cewek manyun itu mengucapkan kata-kata itu barusan? Bukannya Mama juga sering mengucapkannya tiap kali aku mau pergi? Apa mungkin.....? Tidak. Tidak. Jangan berpikir yang aneh David. Cewek itu bukan tipemu sama sekali.


° ° °


"David, tumben kamu datang terlambat?" Tanya Denny Park, ketua grup idol mereka saat melihat David baru masuk ke dalam ruang rapat.


"Ah maaf, aku harus mengurus kucing manyun yang sakit tadi di rumah."


"Kucing manyun?" beberapa anggota yang lain bertanya secara bersamaan.


"Sejak kapan kamu memelihara kucing?" Tanya Alden.


Kucing yang mengidolakanmu Alden. Batin David.


"Baru kemarin. Haha. Jadi, apa yang kulewatkan tadi?" Jawab David yang duduk di sebelah kursi Alden.


"Baik lah. Karena David sudah datang, ayo kita diskusikan lagu-lagu yang akan kita tampilkan untuk acara bulan depan." Ujar sang Ketua grup.


Rapat grup itu tidak memakan waktu cukup lama karena setelah itu mereka harus latihan gerakan dance untuk acara yang akan di adakan bulan depan. Dan siang itu David melakukan beberapa kali kesalahan saat latihan.


Saat istirahat...


"David, ada apa denganmu? Apa sedang ada masalah di rumah?" Tanya Alden yang duduk di sebelah David yang sedang mengatur nafasnya karena kelelahan.

__ADS_1


"Tidak ada masalah. Cuma kurang tidur saja semalam." Jawab David dengan tersenyum tipis.


"Apa ga lebih baik kamu pulang saja siang ini supaya bisa istirahat?"


"Sepertinya begitu lebih baik ya?"


"Jangan paksakan dirimu David. Apalagi kucingmu sedang sakit di rumah, apa ga pa pa dia ditinggal sendirian di rumahmu?" Tanya Alden yang tau kalau David tinggal seorang diri tidak bersama orangtua.


"Thanks Bro. Aku pulang duluan." Ucap David yang berdiri sambil menepuk bahu kiri Alden.


Setelah berpamitan dengan para anggota lainnya, David bersegera pergi dari gedung itu dan menuju ke supermarket milik perusahaan keluarganya yang tidak jauh dari tempat itu.


Hari sudah sekitar pukul 3 sore saat David tiba di rumahnya. Saat baru memasuki rumah, betapa terkejutnya David melihat rumahnya terlihat bersih dibanding saat tadi pagi dia tinggalkan.


"Kamu sudah pulang?" Tanya Eve yang keluar dari kamarnya.


"Ah ya, urusanku selesai lebih cepat tadi. Apa kamu yang membersihkan rumah?" Tanya David sambil berjalan menuju ke arah dapur dengan membawa 4 bungkus kantong belanjaan.


"Iya." Jawab Eve dengan singkat sambil berjalan mengikuti David.


"Kamu belanja semua itu?" Tanya Eve yang melihat David mengeluarkan bahan-bahan masak dan memasukkannya ke dalam lemari pendingin.


"Karena aku tidak bisa memasak jadi aku terbiasa makan di luar. Kamu di rumah seharian jadi pakai saja semua ini kalau kamu mau masak untuk makan."


"Sungguh? Bolehkah?" Tanya Eve dengan tatapan mata yang berbinar gembira mendengar hal itu.


"Iya. Kalau ada yang kurang atau kamu perlukan lagi kamu catat saja di kertas, nanti aku belikan."


"Tidak apa-apa. Ini sudah banyak sekali yang kamu bawa." Jawab Eve sambil membongkar 3 bungkus kantong lain yang ada di atas meja dapur.


"Terima kasiiih" Dengan senyum yang lebar Eve menatap David yang ada di depannya.


DEG DEG


Cantik. Cewek mamyun ini ternyata cantik juga kalau tersenyum seperti ini. Batin David yang tertegun sesaat saat melihat senyuman Eve.


🎵🎶🎵🎶🎵


Ponsel David berdering dan David menaruhnya di atas meja dengan mode loudspeaker supaya dia bisa melanjutkan memasukkan bahan-bahan makanan ke dalam lemari pendinginnya.


"Hallo?" Jawab David.


"David. Bagaimana kondisimu dan kucingmu yang sakit? Apa dia sudah membaik?" Tanya Alden yang menelpon David.


Eve yang menyadari bahwa itu adalah suara Alden yang menelpon langsung berlari mendekati ponsel David sampai membuat David terkejut akan perilaku Eve yang terlihat seperti seorang gadis yang berbunga-bunga karena mendengar suara Alden di telpon.

__ADS_1


__ADS_2