Calon Suamiku Teman Idolaku

Calon Suamiku Teman Idolaku
Syarat Nikah


__ADS_3

"Ya! Benar Ma! Teman Jasmine yang beberapa hari lalu datang ke rumah. Astaga." ucap Tuan Kim menatap istrinya.


"Apa kalian berdua pernah bertemu dengan anak itu? Teman Jasmine?" tanya sang Nenek dengan penasaran.


"Benar Bu..dia pekerja baru di gereja dan sempat membantu Jasmine. Karena itulah mereka sekarang berteman.." ucap Nyonya Kim seraya menjelaskan kepada sang Nenek.


"Hm....kalian berdua boleh pergi sekarang." ucap sang Nenek pada kedua detektif itu.


"Baik Nyonya Besar." Jawab kedua detektif itu sambil melangkah mundut dan ke luar dari ruangan tersebut di temani oleh Sekretaris Jang.


"Jadi, bagaimana anak itu?" tanya sang Nenek kepada anak dan menantunya.


Tuan dan Nyonya Kim pun mulai menceritakan tentang Eve pada sang Nenek.


Beberapa waktu kemudian..


"Kalau begitu, tunggu apa lagi? Segera siapkan segala sesuatunya. Tapi sebelum memberitahu David dan sebelum mereka menikah, aku mau melihat anak itu dulu. Hari Minggu ini aku akan ikut bersama kalian ke gereja." ucap sang Nenek dengan semangat seolah bongkahan batu yang ada di dalam hatinya itu mulai terangkat sedikit membuatnya lega.


Keesokan harinya, hari Sabtu, David pulang ke rumahnya dan berencana mengunjungi sang Nenek.


"Kak David? Akhirnya Kakak pulang!" Sapa Jasmine sambil memeluk kakaknya yang baru saja memasuki rumah.


"Apa kamu sudah mengunjungi Nenek?" tanya David pada Jasmine.


"Belum. Papa Mama bilang Nenek butuh istirahat, ditambah lagi katanya hari Minggu besok Nenek akan ikut dengan kami ke gereja. Sekarang Kakak pulang berarti besok kita semua bisa ke gereja bersama." Senyum Jasmine merekah bahagia karena akhirnya satu keluarga bisa berkumpul besok.


"Kamu datang? Kalau begitu ayo kita berangkat ke rumah Nenek." ucap Tuan Kim saat melihat putranya pulang.


"Pa, Jasmine ikut ya?" Rengek Jasmine pada Tuan Kim.


"Ikut saja. Ayo bersiap." jawab Tuan Kim.


Di rumah kediaman sang Nenek..


"Neneeek..Jasmine kangen sama Nenek. Apa Nenek sudah membaik?" Jasmine memeluk sang Nenek saat baru saja masuk ke dalam rumah sang Nenek.

__ADS_1


"Aigoo....cucu Nenek yang cantik..Nenek baik-baik saja sayang.." jawab sang Nenek dengan tersenyum.


"Nenek, apa Nenek sudah membaik? Maafkan David karena baru sekarang bisa datang menjenguk Nenek." Dengan lembut David memeluk dan mencium pipi Neneknya.


"Nenek sudah membaik...syukurlah kamu datang hari ini. Kemarilah, ada hal penting yang mau kami bicarakan denganmu."


"Tentang apa Nek?"


"Pasti tentang perjodohan Kakak." Jasmine menaikan kedua alisnya sambil tersenyum ke arah kakaknya.


"Pasti cucu teman Kakek itu seorang pria..bersiap-siaplah menikah Jasmine" Balas David dengan senyum dan wajah yang mengejek adiknya itu.


"Iiiih, Kak Daviiid! Jasmine sudah punya pacar!" Teriak Jasmine yang lalu mencubit lengan kakaknya.


"Sudah, sudah...kalian ini, sudah sama-sama besar tapi masih saja saling ejek. Ayo cepat duduk.." ucap Nyonya Kim yang melihat kelakuan kedua anaknya.


"David, Nenek mau bertanya sama kamu."


"Ya David mau menjawab pertanyaan Nenek." Jawab David dengan pura-pura serius dan memejamkan kedua matanya.


"Heiyshh. Anak ini selalu saja ngerjain Nenek. Nenek serius mau bertanya ini." ucap sang Nenek sambil tangan kanannya berpura-pura mencubit cucunya itu.


"Aigooo...Nenek mau tanya, sebelum kamu menikah nantinya, apa kamu akan terus berencana untuk melanjutkan karirmu di dunia artis?" tanya sang Nenek pada David.


"Tentu saja Nek. David tidak bisa meninggalkan grup David begitu saja. Nenek tau sendiri tidak mungkin semudah itu David berhenti. Apa lagi David sudah mempunyai kontrak sampai beberapa tahun ke depan." David menjelaskan kepada sang Nenek.


"Lalu apa rencanamu dengan pernikahanmu nanti? Apakah pihak manajemenmu tidak akan keberatan kamu tetap berkarir di grup itu walaupun kamu sudah menikah?" tanya Tuan Kim lebih lanjut.


"Itu dia Pa. Mereka belum tentu menyetujui hal itu. Jadi David sudah memikirkannya, baiklah kalau memang David harus menikah dengan cucu teman Kakek itu, tapi syaratnya adalah David mau pernikahan kami tidak diketahui publik. Dengan begitu David masih bisa tetap melanjutkan karir."


"David...bagaimana bisa kamu menikahi seorang wanita tanpa memberinya status di hadapan orang lain?" tanya Nyonya Kim yang terlihat kurang setuju dengan syarat yang diajukan oleh anaknya.


"Tapi Ma..ini jalan terbaik yang bisa David ambil. Lagipula David tidak mencintainya, Ma. Ini semua hanya untuk memenuhi janji Kakek pada keluarga mereka sesuai permintaan terakhir Kakek."


"Lalu setelah menikah kalian mau tinggal pisah rumah supaya tidak diketahui publik?" tanya Tuan Kim.

__ADS_1


"David rasa itu yang terbaik. Dia bisa tinggal disini menemani Nenek atau di rumah menemani kalian."


"Lalu bagaimana dengan anak?" tanya Nyonya Kim.


"Anak? Mama berharap kami punya anak?"


"Tentu saja. Kalian sudah menikah jadi sudah sewajarnya mempunyai anak."


"Ya ampun Ma...David tidak pernah mengenal dia, tidak mencintainya, bagaimana mungkin David berpikiran mau punya anak sama dia?"


"David. Tidak mau diketahui oleh publik karena kamu masih mau berkarir, Papa bisa mengerti. Baiklah kalau memang kamu mau begitu. Tapi....setelah menikah, kalian tetap harus serumah. Kamu harus bertanggung jawab sebagai suaminya." Jawab Tuan Kim.


"Setahun..." ucap sang Nenek dengan tiba-tiba.


"Setahun???" teriak semua yang ada di ruangan itu dengan heran saat mendengar itu.


"Jadi setelah setahun David boleh menceraikannya Nek?" tanya David dengan mata yang berbinar bahagia.


"Yayss!! Dasar anak bandel! Bukan begitu maksud Nenek. Nenek hanya menambahkan perkataan Papamu. Dalam setahun kalian harus beri kami kabar mengenai anak. Nenek mau cicit. Papa Mamamu mau cucu." Jawab sang Nenek.


"Dan Jasmine mau keponakan." Sahut Jasmine dengan tawa kecilnya saat melihat Nenek mengacungkan jempol kanannya ke arah Jasmine.


"Tapi Nek----"


"Tidak ada tapi." sang Nenek mengulurkan telapak tangan kanannya ke depan seraya menghentikan bantahan David.


"Yeiiyyy! Jasmine sudah ga sabar punya keponakan." Ucap Jasmine sambil bertepuk tangan gembira.


"Ayo bantu mama menyiapkan semua untuk pernikahan Kakakmu nanti. Mama juga sudah ga sabar pingin gendong cucu..." Sahut Nyonya Kim yang beranjak dari sofa lalu berjalan ke luar.


"Ayo Ma, Jasmine yang bantu pilihkan bunga-bunga dan..gaun pengantiiin!! Kyaaa. Jasmine sudah ga sabaaar." Teriak Jasmine histeris sambil meraih lengan Nyonya Kim yang hendak ke luar.


"Nenek juga ikut.." ucap sang Nenek yang mulai berdiri lalu dituntun oleh Tuan Kim.


"Kenapa kalian sebahagia itu padahal aku yang akan menjalani pernikahan tidak masuk akal iniii? Hiks." Teriak David berpura-pura sedih saat melihat mereka semua keluar dari ruangan itu satu persatu.

__ADS_1



Yah..kira-kira kayak gini lha pura-pura sedihnya di bayangan penulis..😌🤧🤭


__ADS_2