
Sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela kamar seorang gadis.
Dirinya sedang merias wajahnya didepan cermin.
Memakai sepatunya kemudian mengecek ponselnya.
Apakah ada pangilan?.Tidak,tidak ada pangilan dari siapapun dengan lesu kina mengambil tasnya dan memasukan ponselnya kedalam tas.
Sebuah rumah minimalis dua lantai,dengan cat hitam putih.Dilengkapi pagar tinggi 4 meter,membuat orang tidak dapat melihat ke dalamnya.
mungkin dia sudah pulang semalam dan sekarang sedang berada di kamarnya. batin Kina.
Sebuah senyum langsung tersunging di bibirnya.Dirinya langsung berlari ke arah tangga.
" Bibi!!" Teriak seorang wanita dari lantai atas turun tergesa-gesa.
" Nona Kina hati-hati nanti terjatuh".ucap perempuan paruh baya
Dia adalah Kina Queen Winagara putri satu-satunya keluarga Winagara.
"Bi!!".Kina tidak mempedulikan ucapan pengasuhnya dirinya berlari dari tangga menuju ke meja makan.
"Ada apa Nona?,non Kina sudah solat?" Bibi kembali bertanya setelah Kina duduk di meja makan.
" Sudah bi,Kak Rey sudah pulang?". Tanya Kina dengan mata berbinar menunggu jawaban.
Tapi Pengasuhnya itu malah diam saja karena tidak sabar Kina langsung berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah kamar kakak pertamanya.
Baru beberapa langkah suara pengasuhnya langsung mematahkan semangat serta menghancurkan harapanya.
"Tuan muda Rey belum pulang,dia sangat sibuk nona" jawab bi Li sambil membawa makanan dari dapur menuju meja makan.
" hahh ,padahal dia sudah janji akan pulang setelah dua bulan.Lima hari yang lalu dia bilang akan pulang kemarin.Tapi apa sekarang bahkan tidak memberiku alasan sama sekali bahkan pagi ini dia tidak mengabari ku".jawab Kina sambil menatap sendu ke depan.
Reynold Arya Winagara anak pertama cakra Winagara dia jarang pulang kerumah entahlah dirinya mempunyai seribu alasan dan sialnya alasan itu pasti tentang pekerjaannya.
"Kau tidak perlu menunggu pria itu ." Jawab Bara yang baru turun dari tangga setelah berdiam diri mendengarkan keluhan adik perempuan nya.
Kina tersentak kaget,karena tiba-tiba Bara mengejutkanya
"Kak Bara".
Entah kenapa setiap kina membahas masalah Rey yang jarang pulang kakaknya Bara menjadi lebih sensitif dan mudah sekali marah.
Rasanya Kina bertanya alasanya tapi rasa takutnya pada Bara jauh lebih besar dari pada jiwa keponya.
"Kita tidak penting di hidupnya!".jawab Bara dengan nada tegas.
Kina tidak suka Bara menjelekan Rey.
__ADS_1
Dirinya tidak tau masalah apa yang mereka berdua punya tapi kenapa selalu dirinya yang merasakan akibat saat mereka saling bermusuhan.
Tidak bukan mereka tapi hanya Bara yang tidak menyukai Rey.
"Kak kau kenapa selalu bicara seperti itu pada kak Rey,dia menyayangiku,dia menyayangi kita semua!".Kina sedikit berteriak.
"Kau tau apa,kau masih kecil tidak tau apa apa jadi berhentilah bersikap seolah kau tau semuanya."
"aku sudah besar kak, berhentilah mengangapku anak kecil lagi kak.Sebenarnya ada masalah apa kak Bara dan kak Rey!,apa kak Rey tidak pulang karena kakak?".
"kau menyalahkan ku karena pria itu tidak pulang hah!".
Emosi Bara benar benar terpancing kali ini.Adik perempuannya lebih memilih membela kakaknya yang tidak tau diri itu.
Kina yang melihat Bara emosi,dia langsung gemetar ketakutan.
Hanya Bara yang selama ini tidak bisa mengontrol emosinya jika dirinya sudah di liputi emosi maka semua yang ada di depannya akan hancur.
"Kalian berhentilah berkelahi, Sudahlah kak tenangkan dirimu". Vano turun dari tangga dirinya tidur di lantai atas bersama Bara.
Saat bangun tidur dirinya mendengar suara ribut di bawah dan segara ia turun dari ranjang berlari kebawah.
Kedua orang yang sedang terlibat pembicaraan panas itu sama sama menatap Vano.
"Tuan sebaiknya kalian makan dulu,nona nanti kau bisa terlambat ".Bibi Li yang dari tadi diam juga ikut melerai jika keduanya terus bertengkar maka di pastikan Bara lebih menggila karena melihat Kina lebih mempedulikan Rey.
Semua orang duduk di meja makan.
Tidak ada pembicaraan sama sekali.
" Bibi tidak makan?". Mereka terbiasa makan bersama.
Bibi Lila adalah satu-satunya yang di anggap orang tua mereka.
" Tidak non bibi akan kepasar kebutuhan dapur hampir habis" jawab Bi Li.
"Kalau begitu bibi pamit tuan nona".
" Ya Bi hati-hati".jawab Kina
Kina yang sudah selesai mengolesi selai pada rotinya memasukan kedalam bekal dan langsung berdiri mengambil tasnya lalu pergi dan pamit pada kedua kakaknya.
"Aku berangkat".pamit dengan nada rendah dia masih marah dengan sikap Bara.
"Hey kau tidak menungguku?".Ucap Vano
Devano Malik Winagara sering di panggil dengan sebutan Vano. Anak ketiga tuan Cakra Winagara dan Nyonya Hana Faturahman.
Biasanya Vano dan Kina berangkat bersama ke kampus mereka kuliah di tempat yang sama namun berbeda jurusan.Kina mengambil jurusan kedokteran sedangkan Vero mengambil jurusan management bisnis .
__ADS_1
Bara telah lulus kuliah jurusan perfilman.Sekarang
dirinya Diterima di perusahaan Yp'entertainment perusahaan entertainment besar. Menjadi seorang Sutradara muda.
Ia punya satu impian membangun perusahaan entertainment sendiri dengan nama marga ibunya Faturahman .
Bara ingin semua mengenal ibu mereka karena beberapa tahun ia hidup dalam cacian orang-orang menyebut ibunya bunuh diri karena stres memikirkan ayahnya yang di cap sebagai penghianat negara dan di jatuhi hukuman mati.
Keluarga Winagara sempat menjadi perbincangan sengit di semua media masa,bahkan kalangan remaja dan orang tua mereka membicarakan Pemimpin perusahaan keamanan besar yang melakukan tindakan kecurangan membuat nama negaranya sempat tercemar.
Pria tersebut adalah Cakra Winagara penerus perusahan keamanan negara yang didirikan oleh orangtuanya.
Dia anak tunggal orang tuanya,dirinya mempunyai empat orang anak.Anak pertama Reynold Arya Winagara,anak kedua Bara Indra Winagara,anak ketiganya Devano Malik Winagara,dan seorang putri Kina Queen Winagara.
Disaat istrinya mengandung Kina musibah besar menghampiri keluarganya.Dirinya ditangkap atas kasus perjual-belian barang-barang berbahaya yang diproduksi perusahaannya sendiri.
Perusahaanya memang di berikan izin negara untuk memproduksinya tapi tidak memperbolehkanya untuk di jual di pasaran.
Barang tersebut hanya digunakan di keadaan darurat negara atau negara lain yang juga membutuhkan bantuannya.
Karena suaminya di tangkap dan di jatuhi hukuman mati belum lagi dirinya menerima cacian semua orang. Nyonya Hana Winagara depresi dan di temukan gantung diri.Setelah lima hari melahirkan putri kecilnya.
Sungguh itu kisah yang paling menyediakan dalam hidup Bara dan juga membuatnya sangat membenci ayahnya hanya demi harta,ayahnya rela memberi makan keluarganya dengan uang haram dan akibat perbuatanya dirinya,adik-adikya bahkan ibu mereka orang yang sangat Bara sayangi harus menderita.
Jika ia tak mempunyai kedua adiknya mungkin sekarang Bara memilih menyusul ibu mereka.
"Tidak kau saja belum bersiap aku bisa telat menunggumu".
Kina berjalan keluar dia berangkat mengunakan bus yang berada di jalanan depan.
Bara Indra adalah seorang sutradara termuda berbakat di Yp'entertainment banyak artis yang kagum dengan dirinya tapi pribadi Bara adalah pribadi yang tertutup sulit untuknya bisa bergaul dengan banyak orang.
Kina berjalan keluar rumah sambil memasukan bekal sarapanya ke dalam tas.membuka sendiri gerbang rumahnya karena rumahnya tidak memiliki satpam.
Rumah kediaman Winagara adalah rumah minimalis dengan dua lantai.
Jika dilihat dari pandangan orang tidak punya dirinya sudah di sebut sebagai orang kaya. Tapi jika teropong seorang sultan rumah mereka mungkin hanya sebatas angin lalu untuk mereka.
Kina berjalan sambil mendengarkan musik dengan earphonenya. Mencoba melupakan pertengkaranya dengan Bara dan kekecewaanya terhadap Rey kakak pertamanya yang selalu mengobral janji.
Kadang Kina berangkat bersama Vano atau di antar Bara tapi karena perdebatannya tadi pagi akan menjadi canggung di dalam mobil nanti atau mereka akan beradu argumen lagi.
Bus yang di tunggu akhirnya tiba Kina masuk tanpa sengaja ada seorang pria yang juga masuk nampak sedang terburu-buru sampai menyenggol lengan kina.
"Aww" . lengan sebelah kina terpentok pintu bus.
Tanpa mempedulikan rintihan gadis itu pria tersebut pun masuk menscan kartu dan duduk di salah satu kursi penumpang.
tidak minta maaf dasar tidak sopan .batin kina sambil berjalan masuk menscan kartu pembayaran tapi sorot mata kesal masih di arahkan pada pria tersebut.
__ADS_1
bersambung....