Captain Agent My Heart

Captain Agent My Heart
episode 5


__ADS_3

Di sisi lain.


Pria sedang duduk di tanah dengan bersender pohon.


Ponsel di sakunya bergetar.dia memasangkan handsfree kemudian melakukan panggilan telepon.Jari jari pria tersebut masih menari dengan cepat di atas keyboard.


Drfttt Drfttt


Tertera nama 'Tio'


"Hmm"


"Kau di mana?,Kau pasti sudah melihatnya bukan?,segera hapus beritanya!,kau sedang apa hah?".Tanya serorang pria di sebrang telepon.


"Jika kau tidak menelfon pasti sudah selesai!"


"Bukan hanya menghapus foto itu tapi pastikan tidak ada berita tentang kapten Arya lagi setelahnya!"


"Berisik sekali kau ini"


Tut


Tae fokus dengan laptop di depannya dirinya tidak menghiraukan lingkungan sekitar.


"Hah,sudah ke hapus tinggal mencari dalang ini semua".gumamnya lirih.Masih sambil mengutak-atik laptop.


"Kau sedang apa?".tiba tiba suara seorang gadis dari arah belakang mengejutkanya.


"Kau mengikuti ku?".pria itu langsung menutup laptopnya dan memasukannya ke tas dan melepas hendsfree nya.


"Tidak kebetulan lewat"


Terdengar suara keras seorang pria dari jalan ke kampus.


"Tae!! Sedang apa kau di sana?".pria pemangil itu berlari ke arah mereka berdua.


"Wah wah Tae!!,kau ini diam diam juga nakal ya!!".Dia belum melihat wajah gadis tersebut karena posisi gadis tersebut membelakanginya.


Tae hanya menatap datar pria tersebut.


Setelah gadis itu membalikan badanya keduanya sama sama terkejut.


" Kakak!"


"Kina"


Ucap mereka bersamaan.


Tae yang berdiri di sana hanya menatap malas mereka tidak menghiraukan atau bertanya jika mereka saling kenal tidak ada berguna untuknya.


"Aku pergi" tanpa menunggu persetujuan mereka Tae meninggal kan mereka.


Kina menatap Tae sampai hilang dari pandangannya.


"Kau kenal pria itu kak?".tanyanya ketika Tae sudah menjauhi mereka.


"Tentu dia temanku"


"Bidang ekonomi?". Pasalnya kina lumayan banyak mengenal teman teman Vano tapi yang tadi asing menurutnya.


"No,Bidang IT aku pernah melihatnya berada di ruang Komputer sendirian ternyata dia cukup hebat,dia baru berkuliah satu bulanan ini,masih sama seperti mu mahasiswa baru"


Kina hanya berOh masih bingung kenapa pria itu harus berlari ke tempat sepi seperti ini hanya untuk membuka laptop.


"Kenapa kau bisa kenal Tae secara kau kan kuliah kedokteran?".Giliran Vano yang menatap kina menyelidik.


" Aku juga baru bertemu dua kali di bus dan di sini.Aku bingung kak kenapa dia harus bersembunyi di sini".


"Karena sepi,agar ia bisa mengerjakan pekerjaanya dengan tenang.Waktu aku melihatnya sendiri di ruang komputer dia bilang begitu".


"Ohh baiklah ayo kita pulang kau bawa mobil kak?".Tanya Kina.


"Ehh itu..tadi aku meminta dijemput Justin".Vano mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Ck,yasudah aku bersama Sindy saja". Kina pergi meninggalkan Vano yang masih diam.


Kemudian Vano mengikuti langkah Kina.


"Oh ayolah My girl maaf tadi aku benar-benar terlambat jika harus mengeluarkan mobil jadi aku menumpang Justin,begini saja kau ikut aku dan Justin bagaimana?".


"Kau mau aku di kerumuni para lebah itu kak?".Tanya Kina kesal.


"Bukankah itu bagus kau bisa memilihnya untuk menjadi calon kakak ipar mu".


"Aku berdoa semoga kau mendapatkan seorang istri yang galak dan sadis agar kau berhenti memainkan hati seorang gadis".


Vano langsung diam di tempat,sedangkan Kina tidak mempedulikanya.


"Bagaimana jika itu semua terjadi?,aku memiliki istri monster?".Gumamnya bergidik ngeri membayangkanya.


Tidak lama setelah itu dirinya tergelak.


"haha mana mungkin aku memiliki istri galak dan sadis,sedangkan semua gadis yang mendekatiku mereka sangat manja dan penurut,jika ada yang jinak kenapa harus memilih yang liar."Vano tidak sadar jika ia sendang berbicara sendiri.


Seorang kuli yang di tugaskan untuk memperbaiki jalanan belakang kampus tidak sengaja melihatnya saat kuli itu akan melewatinya untuk membeli minuman.


"Tenyata dikampus sebagus ini juga menerima siswa gila".


Ucapnya saat kuli itu melewati Vano.


Vano yang sadar jika Kina meningalkanya mendengarkan ucapan kuli tersebut.


Dirinya menengok ke kanan,kiri dan belakang apakah ada seseorang selain dirinya,pada siapa kuli itu bertanya pikirnya.


Saat dirinya tidak melihat siapapun di sana,Vero langsung sadar jika yang dibilang gila adalah dirinya sendiri.


"Hey kau mengataiku gila!".Teriaknya tidak terima.


Kuli yang sudah berjalan cukup jauh itu langsung berlari.


"ya Tuhan pria gila itu mengamuk".Gumamnya sambil terus berlari.


Vano yang melihat kuli itu lari ketakutan tambah merasa kesal.


...****************...


*CBA'grub*


"Tae sudah menghapus berita itu?!".Tanya Arya sambil mengusap wajahnya kasar.


"Sudah,dia sedang melacak siapa yang menyebarkanya".Ucap Tio.


"Kapten aku keluar sebentar".Tambahnya lagi.


Arya mengangguk


Tanpa bertanya dirinya juga Stev tau yang akan dilakukan Tio dia pasti akan mengecek sendiri siapa yang berani bermain pada CBA'grub.


Ndzation Abraham dia sering di sebut sebagai orang kedua Arya atau orang terpercaya Arya.


Tio bergabung di CBA'grub saat Tuan Cakra menjadi pemimpin saat usianya terbilang anak-anak.Bahkan saat itu Arya selaku anak Tn.Cakra belum masuk ke CBA'grub tapi Tio di usianya yang baru berumur 5 Tahun dirinya sudah berada di lingkungan CBA'grub.Dirinya memiliki kenangan tersendiri pada Tn.Cakra karena beliaulah dirinya berada di posisi seperti ini.


Janji Tio pada saat itu adalah "Aku akan tetap bersama CBA'grub apapun yang terjadi.Jika suatu saat kebenaran besar terbongkar dan membuat mereka semua membenci diriku itu tidak akan pernah membuat ku meninggalkan CBA'grub."


Setelah melihat Tio Keluar dari ruang perawatannya. Arya kembali berucap.


"Aku mau kembali".


Stev menghembuskan nafas kasar.


"Arya-".Belum sempat Stev menyelesaikan bicaranya,Arya sudah memotongnya.


"Ke mansion".Ucap Arya


Baiklah jika sepeti ini dirinya tidak dapat mengatakan apapun lagi.Berdebat dengan Arya hanya menguras tenaga dirinya sedikit bicara tapi mampu memenangkan negosiasi yang terjadi.


Baiklah lebih baik di mansion dia masih bisa memantau perkembangan Arya begitu pikir nya.

__ADS_1


Stev berjalan ke sofa Arya dirinya melepaskan infus yang tertancap di tangan Arya.


Brakkk


Tiba-tiba pintu di buka dengan cukup keras.


"Kau baik-baik saja?,kenapa tidak ada yang memberitahuku jika kau tertembak!!".Ucapnya terengah-engah menormalkan pernafasannya.


"Astaga Adrew!!". Ucap Stev sambil memegangi dadanya dia terkejut bukan karena suara bantingan pintu ya walaupun itu juga membuatnya kaget tapi dia lebih ke terkejut jika ada seseorang yang berani masuk dengan cara seperti itu.Jika bukan Adrew pasti tamat sudah riwayatnya.


"Kau baik-baik saja?".Adrew mendekat duduk di sofa depan Arya.Adrew tidak mempedulikan Stev di sana.


"Adrew jaga emosi mu".Ucap Arya.


Adrew Toldn pria berumur 27 tahun,Dirinya merupakan salah satu Agent yang selalu tebawa emosi jika seseorang berani mengusik CBA'grub.


Dirinya adalah seorang penjinak peledak,Jika ada misi di CBA'grub adalah tentang peledak.


Dirinyalah yang akan ditugaskan menanganinya.


Tidak hanya itu dia yang mengontrol dan memantau pembuatan peledak CBA'grub.


Peledak itu disimpan dan digunakan jika dalam keadaan darurat.


Atas izin negara dia akan melakukan tugasnya.


Berbagai jenis dirinya yang merancang dari peledak kecil hingga rudal.


"Sorry,tadi aku melihat berita viral itu saat di jet,aku sebelumnya tidak percaya, tapi saat di luar rumah sakit aku bertemu Tio yang berjalan kekantor pusat.Dirinya bilang akan ke lantai devisi IT dan saat itu juga aku tahu jika berita viral itu benar".Jelasnya sambil memperhatikan lengan kiri Arya yang sedang berbalut perban dan mengunakan penyangga.


Dia mengerutkan keningnya Arya mengunakan penyangga?Apakah separah itu?,pikirnya.


Arya bukan tipe orang yang ceroboh dirinya berada di CBA'grub menjadi Agent sudah hampir 12 tahun,8 tahun lamanya dia gunakan untuk belajar cara menjadi Agent yang handal.


Di usianya yang menginjak 15 tahun dia sudah menjadi Agent terlatih.


Dua tahun setelahnya dia diangkat menjadi seorang kapten karena kemampuanya menyelesaikanya misi besar.


Arya yang mengetahui arah mata Adrew tertuju langsung melirik ke arah Steven, Stev yang seakan mengerti arti lirikan tersebut hanya mengangguk gugup.


"Stev!". Panggil Adrew tanpa memalingkan pandangannya.


"i-iya".Jawabnya gugup.


Ya ampun kenapa aku di hadapkan situasi seperti ini lagi,berada dalam satu ruangan bersama dua singa ini.Ucap Stev dalam hati.


"Apa lukanya parah sehingga harus mengunakan penyangga? dan pistol apa yang digunakan untuk menembaknya?"


Duarr


Walaupun dia sudah tau jika itu yang akan ditanyakannya tapi tetap saja pertanyaan yang keluar dari mulut Adrew ibarat jalan di tumpukan jerami lebih baik hindari jika tidak ingin terluka.


Adrew masih menatap Stev tajam kemudian beralih ke arah Arya.Arya hanya diam saja dia melihat angka di jarum jam dinding.


Kemudian ia berdiri.


Mereka yang melihat kaptennya berdiri refleks ikut bediri.


"aku akan sholat dulu kalian teruskan saja".Ucapnya langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


Stev dan Adrew tidak mencegahnya walaupun tau jika Arya sedang terluka. Arya tidak adan mendengarkan siapapun jika sudah menyangkut masalah kewajibannya sebagai seorang muslim.


Sialan kau Arya.Batin Stev


Dirinya melirik ke arah Adrew yang dari tadi menunggu jawabannya.


"Sekarang bisa kau jelaskan?".Tanyanya dengan nada penuh tekanan.


Stev menarik nafas dan menghembuskanya perlahan.


"Ahh iya i-ituuu..."


......................

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2