Captain Agent My Heart

Captain Agent My Heart
episode 20


__ADS_3

"Mau kemana?." Tanya Arya saat melihat Anna membuka pintu.


"Eh, aku mau keluar minum kau istirahat saja." Ucap Anna.


Arya tidak menjawabnya ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Benar-benar melelahkan mengurus semuanya sendirian.


Karena tidak mendapat jawaban dari Arya,Anna keluar dari dalam kamar. Dia berjalan turun dari tangga sambil melihat-lihat semua penjuru mansion ini.


Saat sampai di dapur ia melihat dua orang pria berada di pantry sambil menuangkan jus dan membuat sandwich.


"Kalian siapa?." Tanya Anna mengejutkan dua orang itu.


"N-nona?!." Ucap salah satunya terkejut karena melihat seorang wanita cantik berada di mansion ini. Johan memang sudah mengatakan jika Arya sudah menikah dan istrinya berada di sini dan mereka harus menyiapkan kebutuhan istri tuan Arya itu. Awalnya mereka sempat ragu dan tidak percaya bagaimana bisa seorang Arya yang kaku tiba-tiba menikah. Tapi saat melihat wanita berada di mansion ini mereka mau tidak mau langsung percaya.


Teman dari pria itu langsung memukul lengan temanya yang terbengong melihat Anna.


"Jaga matamu,atau kau akan berurusan dengan tuan Arya langsung." Bisiknya di telinga tamannya.


"Eh m-maaf nona." Pria itu langsung menunduk.


"Nona ada yang bisa kami bantu?." Tanya salah satunya.


"Tidak perlu. Aku hanya akan mengambil air." Jawab Anna.


"Biar saya saja yang ambilkan nona." Ucapnya lalu mengambil gelas dan mengisinya.


Anna duduk di kursi sambil menunggu air minumnya.


"Terimakasih." Ucap Anna saat salah satu pria itu memberinya air minum.


"Sama-sama nona."


"Kalian siapa?,apa kalian salah satu dari Adrew dan Stev?." Tanya Anna.


"T-tidak nona kami orang yang di tugaskan memasak makanan di mansion ini." Jawabnya.


Anna mengangguk sambil melihat tiga gelas jus dan sepiring sandwich.


"Itu untuk siapa?." Tanya Anna menunjuk makanan di depanya.


"Ini untuk tuan Stev dan tuan Adrew . Mereka sedang berolahraga di atas." Jawabnya.


"Apa aku boleh minta satu." Pintanya sambil mengerjapkan matanya dan menunjuk sepiring sandwich.


Kedua pelayan pria itu sama-sama menelan salivanya benar-benar mengemaskan gadis di depan mereka ini. Jantung keduanya seperti sedang lari maraton.


Anna langsung tertawa terbahak melihat kedua wajah pria itu memerah. Ia sebenarnya hanya iseng saja dengan keduanya karena sepertinya mereka terlalu kaku dan canggung kepadanya.


"Kau gila ya." Ucap pria di belakangnya dengan datar.


"Tuan muda." Ucap kedua pelayan itu sama-sama menunduk.


Tae mengambil gelas dan mengisinya dengan air, ia membawanya ke arah ruang tamu.


Anna melihat kepergian Tae lalu beralih menatap dua pelayan itu. " Berapa umur pria itu?." Tanya Anna.


Mereka saling pandang sebelum menjawab, lalu sakah satunya bersuara.


"Tuan Tae berusia 18 tahun nona, ia pria termuda di sini." Jawabnya.


Anna mengangguk-anggukan kepalanya lalu turun dari kursinya berlari kearah Tae, tapi sebelum itu ia mencomot satu sandwich di piring.


"Terimakasih." Teriaknya sebelum pergi.


Anna melihat Tae sedang bermain game di samping ruang tamu. Pria itu sedang duduk di layar gamingnya sambil menatap fokus kedepan dengan headphone di telinganya.


Anna mengambil kursi lalu menariknya duduk di samping Tae lalu ikut melihat serius game yang dimainkan Tae sambil memakan sandwichnya.


Tae yang merasa terusik seseorang langsung menoleh melepaskan headphone di telinganya lalu terkejut saat melihat gadis itu ada disampingnya.

__ADS_1


"Ah kalah!!,Kau bisa main tidak sih." Ucap Anna menunjuk PC gamingnya.


Tae melirik sekilas kelayar lalu kembali menoleh ke gadis di sampingnya. Gadis itu sedang mengoceh caranya bermain sambil memakan sandwichnya rakus.


Benar-benar tidak merasa bersalah sama sekali pikirnya.


"Kau paham tidak." Ucap Anna menoleh ke arah Tae yang sedang melihat dirinya tajam. Tapi dari raut wajahnya sama sekali tidak menyeramkan menurutnya karena wajah Tae baby face.


"Kau kenapa?." Tanya Anna menahan tawanya.


"Pergi kau." Ucapnya datar.


"Hei aku ini lebih tua darimu tau. Jadi sopanlah sedikit padaku." Ucap Anna.


Tae mendengus kesal, ia berdiri ingin melangkah ke kamarnya. Tapi saat mengingat ia sedang merentas sesuatu dan meninggalkan komputernya dalam kondisi menyala. Jika ia bermain di kamarnya dan tiba-tiba seseorang masuk lalu melihat apa yang ia kerjakan bisa bahaya. Jadi dia memutuskan untuk bermain di bawah dan mengunci pintu kamarnya setidaknya mereka tidak akan curiga jika ia mengunci pintu kamar saat ia tidak ada didalam. Dirinya memang tidak pernah mengatakan informasi yang belum ia tahu kejelasannya. Itu sebabnya ia tidak mau sampai orang lain tau masalahnya jika dirinya sendiri belum yakin.


Tae duduk di kursi gamingnya dengan kesal,lalu melirik ke arah Anna yang sedang menjilati jarinya yang terkena mayonaise.


"Baiklah ayo bermain dengan ku,akan ku ajari kau caranya bermain." Ucap Anna akan menyentuh stick PC nya.


"Tunggu!!!." Teriak Tae sambil mengambil cepat stick PC di atas meja.


"Kenapa?." Tanya Anna.


"Bersihkan tanganmu sebelum menyentuh semua alat yang berada di sini." Ucap Tae.


"Tanganku sudah bersih." Jawabnya sambil menunjukan telapak tangannya ke depan wajah Tae.


Tae langsung memundurkan kursi putarnya dengan raut wajah jijik.


"Kau menjilatinya tadi. Cuci tangan dulu baru ku ijinkan kau bermain." Ucap Tae.


"Ck.Ribet sekali kau ini." Ucap Anna lalu melangkah ke dapur.


"Bagaimana bisa ada seorang wanita yang tidak tahu malu sepertinya." Gerutu Tae pelan lalu menstart gamenya.


******


"Terima saja jika kau kalah." Ucapan Tae yang entah keberapa kalinya.


"Tidak kau curang. Kenapa main tembak punyaku!!." Ucapnya tidak terima.


"Memang seperti itu cara mainnya!!." Ucap Tae frustasi.


"Tapi aku baru empat menit bermain!!." Kukuh Anna.


Tae mengacak rambutnya ia ingin bermain tapi gadis ini benar-benar bodoh pikirnya.


"Lebih baik kau bermain PC yang berada di sebelahmu itu." Ucap Tae.


"Tidak mau itu permainannya membosankan." Jawabnya.


"Tapi kau tidak bisa bermain yang ini."


"Aku bisa jika kau tidak curang." Ucap Anna lalu menekan tombol start.


Tae menghembuskan nafasnya kasar, benar-benar kesabarannya di uji di sini.


"Bagaimana bisa aku kalah dari anak kecil." Ucap Anna pelan sambil menatap fokus layar dan tanganya mengerakkan stick ke kanan dan kekiri.


Tae yang tidak memakai headphonenya mendengar ucapan gadis itu lalu memelototkan matanya. Beraninya wanita ini mengatainya anak kecil!!, rasanya ingin ia lempar keluar mansion jika tidak mengingat dia adalah istri kapten.


*****


Ting


Suara lift terbuka Adrew dan Stev keluar dari dalamnya.


"Apa kau akan ke perusahaan?". Tanya Stev melihat Adrew.

__ADS_1


"Hmm ya. Pimpinan tidak ada, banyak pekerjaan menumpuk. Arya saja pulang tadi pagi." Ucap Stev.


"Tio tidak ke perusahaan?." Tanya Stev.


Mereka berdua berjalan kearah halaman samping mansion. Setelah olahraga mungkin minum teh di taman bisa menghilangkan lelahnya.


"Dia bilang ada urusan entahlah akhir-akhir ini dia aneh." Ucap Adrew.


Stev terdiam,"Arya juga bilang begitu." Ucapnya.


"Benarkah?." Tanya Adrew.


Stev mengangguk menjawabnya "Sepertinya Tio menutupi sesuatu."


"Apa pikiranmu sama denganku?." Tanya Adrew ragu.


"Tidak. Aku yakin dia tidak akan berhianat. Dia lebih lama di CBA'grub dari kita,dan CBA'grub adalah kehidupannya."


"Juga Arya." Ucap Adrew menimpali, Stev langsung tertawa terbahak.


"Ku kira dia dulu menyukai Arya karena apapun yang berhubungan dengan Arya. Tio akan langsung turun tangan." Ucapnya sambil tertawa.


Mereka sampai di ruang tamu saat akan melewatinya Adrew dan Stev melihat pemandangan yang langka.


"Apa itu Tae?." Tanya Stev kurang yakin.


Baru kali ini Tae mau berdekatan dengan seorang wanita pikirnya.


"Siapa lagi yang sering bermain PS." Jawab Adrew.


.....


"Hei berikan sticknya padaku." Ucap Anna.


"Ck. Tidak akan kau lihat komputernya rusak gara-gara kau asal tekan." Jawab Tae menyembunyikan sticknya di balik punggungnya.


"Itu memang komputernya saja yang error. Kau lihat tadi aku bahkan belum membunuh tapi waktunya sudah habis!!." Ucap


"Itu memang cara mainnya!!,bukankah kau sendiri yang memilih use time." Ucapnya menahan geram.


"Kau hanya diberi waktu lima menit untuk menembak orang,tapi kau hanya bersembunyi di tong." Lanjut Tae sedikit mengejek.


"Heii!!!, Aku tidak bersembunyi aku hanya sedang mengintai kau tau kan saat tadi aku gegabah aku langsung di tembak. Aku Lucianna selalu belajar dari pengalaman." Ucap Anna.


"Mengintai tapi tidak keluar-keluar sampai waktu selesai.Mati saja lebih baik daripada mencoreng nama baik." Cibir Tae.


"Kau dasar bocah!!." Ucap Anna.


"Apa kau bilang!. Disini yang bocah itu kau bermain level satu saja tidak menang-menang." Ucap Tae.


"Kau-." Ucapan Anna terpotong oleh gelak tawa seseorang.


Anna dan Tae langsung sama-sama menengok ke arah suara tawa itu.Ternyata itu tawa Stev, Stev tertawa sambil memegangi perutnya. Sedangkan Adrew dia hanya tersenyum tipis.


Hahaha


"Ya ampun Anna!!. Haha benarkah kau tidak menang level satu?,pantas saja wajah pria muda itu merah." Ucap Stev.


Anna melihat ke arah Tae yang tingginya hampir sama dengannya. Lalu melihat lagi kearah Stev "Bocah ini memberiku permainan yang sulit." Ucap Anna.


"Kau-." Geram Tae nafasnya sudah naik turun ia benar-benar kesal. Ia melangkah pergi naik kearah tangga menuju kamarnya.


Anna, Stev dan Adrew melihat kepergian Tae lalu,Stev berjalan mendekat ke arah Anna di ikuti Adrew.


"Arya dimana?." Tanya Adrew.


"Dia di kamar sedang istirahat mungkin kelelahan." Jawab Anna.


"Berapa ronde sampai dia kelelahan?, bukankah seharusnya yang tepar itu perempuan. Cih Arya lemah sekali." Ucap Stev. Ia tau mereka pasti belum melakukanya dia hanya ingin mengerjai gadis didepannya ini.

__ADS_1


Mata Anna langsung terbelalak dan mukanya langsung memerah ia memalingkan wajahnya. "T-tidak dia baru kembali pagi tadi." Jawab Anna lalu pergi meninggalkan kedua pria itu.


Bersambung.....


__ADS_2