Captain Agent My Heart

Captain Agent My Heart
episode 9


__ADS_3

Pagi menjelang di dalam mansion tempat tinggal special force,tiga orang dalam satu ruangan dilantai tiga sedang melakukan aktivitas olahraga.


Adrew,Tio dan Stev mereka bertiga berada di ruang gym.


Adrew yang sedang mengangkat masing-masing barbell di kedua tanganya sambil menghadap ke kaca,kedua tanganya bergantian mengangkat barbell dengan berat 40kg.Menginakan celana boxer selutut dan dirinya tidak memakai pakaiannya menelanjangkan dadanya dan mencetak jelas otot-otot lengan juga dada dan perut yang menonjol.


Tio memakai celana training dan kaos hitam, ditelinganya ia sumbat mengunakan hendsfree.Tio sedang mengangkat dumbbell sambil rebahan di bangku fitness.Kedua tangganya bersamaan naik-turunnya dumbbell 100kg.Keringat di wajahnya tak ia pedulikan dia hanya fokus mengatur pernafasanya.


Berbeda dengan mereka berdua,Stev lebih memilih melakukan olahraga treadmill. Handuk kecil berada di lehernya.Memakai kaos putih dan celana training.


Ia berlari dengan speed level di level 6,kakinya terus berlari tanganya memegang kedua ujung handunk sambil sesekali ia mengusap keringat.


tit,tit,tit


Perlahan Stev menurunkan speed levelnya sekarang berada di angka 3.


"Hah lelah sekali." Ucap Stev.


"Kau saja baru berjalan." Ucap Adrew tanpa mengalihkan pandangannya dirinya sendiri di cermin.


"Are you crazy?, kecepatanku di level 6!!." Ucap Stev tidak terima.


Adrew meletakan kedua barbellnya di lantai,ia berjalan ke arah Stev yang masih berjalan di treadmill.Stev tidak menyadari kedatangan Adrew dirinya sibuk mengelap keringat di dahinya,karena alat treadmill mulai melambat.


Tit tit tit tit tit


Adrew memencet lima kali di tombol tambah kecepatan.


"Itu baru lari." Ucap Adrew dirinya berjalan ke arah tempat duduk.


"Adrew!!!.Kau sudah gila!!!." Teriak Stev saat mesin treadmillnya bergerak perlahan cepat tapi pasti.


Adrew sudah duduk lalu minum air putih yang berada di kursi itu.Johan yang membawakannya saat mereka mulai fitness tadi.


Mesin treadmill mulai bergerak cepat sampai Stev kewalahan karena tenaganya sudah habis terkuras untuk olahraga sebelumnya.Dirinya terus memencet tombol reduce speed tapi tetap alat itu tidak melambat.


"Hei kau merusaknya nanti." Ucap Adrew di sela-sela minumnya.


Tio tidak mempedulikan kedua orang itu dirinya mulai meletakan dumbbell nya di tempatnya.


Lalu bangun kemudian berjalan kearah Stev.


"Tolong!,Tio!!.'' Teriak Stev saat matanya melirik sekilas Tio akan melewatinya.


Tio melewati Stev kemudian berhenti di sambungan kabel bawah lalu berjongkok dan memencet tombol off.


Alat treadmill mulai melambat,Tio berdiri dan berjalan kearah Adrw. Adrew berdecak kesal melihat Tio membantu Stev.


Tio tidak mempedulikannya lalu duduk di samping Adrew dan mengambil minumanya.


Alat treadmill nya telah berhenti Stev langsung terduduk tepar di lantai menormalkan kembali pernafasannya.


Tio melirik ke arah jarum jam,sekarang tepat pukul 10 pagi.Ternyata mereka sudah menghabiskan waktu empat jam untuk berolahraga.


"Kau gila Adrew,bagaimana jika aku jatuh ." Ucap Stev saat dia sudah bangun lalu berjalan kearah Tio dan Adrew.


"But you don't fall." Ucap Stev.


Stev berdecak sebal saat melihat Adrew sama sekali tidak ada raut wajah menyesal.


"Ad..." Teriakan Stev terhenti karena melihat Tio sedang menerima panggilan di handsfreenya.

__ADS_1


"Hmm." Jawab Tio saat pangilan terhubung.


"Tuan Arya baru saja keluar, tuan." Ucap yang berada di seberang telepon.


Tut


"Damn!." Gumam Tio saat dia sudah memutuskan sambungan teleponnya.


Tio langsung berdiri melangkah keluar dengan sedikit berlari.


Adrew dan Stev hanya melihatnya binggung.


"Ada apa?." Tanya Adrew memberhentikan langkah Tio dengan menahan bahu pria tersebut.


Tapi Tio tetaplah Tio yang tidak mempedulikan sekitarnya dirinya langsung berjalan cepat keluar ruang gym.


****


"Ada apa denganya?." Tanya Adrew ke Stev. Mereka berdua berdiri di depan lift menunggu lift terbuka.


Ting


Saat lift sudah terbuka mereka berdua melangkah masuk Stev menekan tombol ke lantai satu mansion.


Pintu lift sudah tertutup rapat,kedua pria itu masih diam dengan segala pemikiran mereka.


Stev mengusap dagunya,lalu memecah keheningan dengan berkata.


"Biasanya Tio tidak akan bisa menahan diri jika berkaitan dengan Arya." Ucap Stev.


Adrew langsung membulatkan matanya dan menatap Stev tajam.


"Apa?." Tanya Stev melihat ke arah Adrew saat merasakan atmosfer sekelilingnya berubah.


Dirinya menendang pintu lift yang masih tertutup.


"Ini kenapa lama sekali." Lanjutnya dengan menggerutu.


Stev hanya diam tidak menanggapi ucapan Adrew.Karena menurutnya jika api di siram bensin pasti akan tambah membara,begitu juga amarah Adrew pria gila itu pasti selalu menganggap salah perkataan semua orang jika sedang emosi begitu pikirnya.


"Hei kenapa kau diam saja hah!,seharusnya kau memberinya obat tidur agar dia bisa istirahat bagaimana jika Arya jadi cacat dan tangannya tidak bisa untuk menembak!? ." Adrew masih menggerutu kesal.Dirinya tak habis pikir dengan Arya sudah jelas jika dia harus istirahat tapi tidak ada sehari langsung menghilang begitu saja,sudah pasti jika Arya pulang ke rumahnya akan memakan waktu lama dan tidak ada siapapun yang bisa mengecek kondisinya.Memikirkan itu semua Adrew tambah emosi.


"Ak..".


Ting


Saat akan menjawab ucapan Adrew pintu lift terbuka dan Adrew langsung berlari keluar tanpa mempedulikan Stev yang masih membuka mulutnya.


Kenapa pria gila ini jadi menyalahkan ku.Seharusnya aku yang marah-marah aku kan dokternya.Ck dasar arogan gila!!. Gerutu Stev dalam hati sambil berjalan mengikuti Adrew yang berlari ke pintu utama.


Sampai di halaman depan yang luas,Adrew bisa melihat jika Tio sedang menelfon seseorang didepan Tio berdiri satu orang bodyguard penjaga yang sedang menundukan kepalanya tangan pengawal itu gemetar dan keringat dingin membasahi wajahnya.


"Hmm baiklah." Ucap Tio langsung mematikan panggilan teleponnya.


"Ini, pergilah." Ucap Tio menyerahkan ponsel kepada bodyguard itu yang tadi Tio pinjam karena ponselnya tertinggal di ruang gym.


Bodyguard itu menunduk dan langsung meninggalkan Tio dan melewati Adrew membungkuk hormat.


Adrew tidak menjawabnya dirinya menghampiri Tio yang akan berjalan pergi.


"Ada apa?, Diman Arya?." Tanya Adrew pada Tio.

__ADS_1


Tio melihat ke arah Adrew dan langsung memicingkan matanya.


"CBA'grub." Jawab Tio singkat dan melangkah pergi meninggalkan halaman.


Mereka sudah memasuki mansion.


"Kenapa?,ada masalah?." Tanya Adrew mengikuti langkah Tio.


"Tidak".Jawab Tio.


"Lalu?."


Tio berdecak kesal dirinya langsung menjawab "Pimpinan ingin bertemu Arya." Ucapnya datar.


"Apa pimpinan sudah pulang?,Are you serious Tio?."


Belum sempat Adrew membuka mulutnya suara Stev langsung terdengar, Stev berjalan mendekat.


Tio menghela nafasnya, satu kutu mengigit satunya datang lagi.Pikirnya.


"Ya, pimpinan kembali tadi pagi." Ucapnya langsung meninggalkan kedua pria tersebut yang sudah bersiap memberikan pertanyaan-pertanyaan berulang.


"Hei Tio aku belum selesai bertanya!." Teriak Stev pada Tio saat dia menaiki anak tangga.


Tio tidak mempedulikan teriakan Stev,dan itu membuat Stev mendengus kesal.


Stev melirik ke arah Adrew.


"Aku tidak tau." Ucap Adrew menaikan kedua bahunya sambil melangkah ke kamarnya.


"Hei Adrew lihat dirimu." Ucap Stev melewati Adrew yang tiba-tiba berhenti saat mendengar nada suara Stev yang sepertinya sedang menahan tawanya.


Stev dengan tenang melangkah pergi kearah kamarnya dia akan mandi badanya lengket semua.


Saat Stev sudah hilang dari pandangan Adrew.


dirinya masih diam dia melihat ke arah tubuhnya sendiri lalu berjalan ke arah lemari etalase tempat menyimpan barang antik.Dia bercermin dan melihat ke arah bayangan tubuhnya.


Tidak memakai baju,tidak mengunakan alas kaki dan mengunakan celana boxer hitam.


"Ada apa aku terlihat tampan,lihat ototku itu sangat sexy." Gumamnya pada dirinya sendiri sambil memperlihatkan otot lengannya.


"Tuan." Ucapan Johan membuat Adrew menghentikan aktifitasnya.


Ekhem


Adrew berdeham mengembalikan aura pada dirinya yang sempat hilang.


"Apa?." Tanyanya datar.


"Tuan saya bawakan alas kaki dan...." Ucao Johan berhenti dan memberikan Adrew sandal dan juga handuk kimono.


"Thanks pak,aku sebenarnya akan berenang." Ucap Adrew mengambil barang-barang di tangan Johan dan langsung pergi melangkahkan kakinya ke halaman samping mansion yang terdapat kolam renang di sana.


"Tuan bukanya anda sudah berolahraga cukup lama tadi, sebaiknya sarapan dulu. Anda bisa berenang saat sudah sore hari." Ucap Jo.


"Ah baiklah mungkin sore lebih menyenangkan,aku ke kamar dulu." Ucap Adrew langsung berbalik dan meningalkan Jo yang masih diam.


Dasar Stev sialan dia tidak memberitahuku jika aku setengah telanjang. Ucap Adrew dalam hati.


Beruntung mansion ini hanya terdapat pengawal pria jika ada perempuan disini sudah di pastikan mereka akan pingsan melihat bentuk tubuh Adrew yang kelewat sexy itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2