
Ceklek
Suara pintu terbuka,Stev memasuki kamar bernuansa abu-abu. Saat masuk Stev mengedarkan pandangannya lalu melihat ke arah balkon. Disana terdapat dua orang sedang duduk sambil menghisap nikotin di mulutnya.
" Tio sudah tau?." Tanya Adrew.
"Tidak mungkin dia tidak tahu." Jawab Arya sambil menghembuskan asap rokoknya.
"Ya kau benar,bahkan dia bisa tau sebelum kau sendiri mengetahuinya."
"Dia cermat dalam berbagai hal." Jawab Arya melihat ke depan.
"Tapi bukankah sepertinya dia terlalu berlebihan?." Tanya Adrew menoleh kearah Arya.
Arya terkekeh kecil lalu menjawab.
"Kau juga berlebihan dalam hal tertentu." Ucapnya.
"Aku hanya melindungi apa yang seharusnya ku lindungi." Ucap Adrew.
"Mungkin Tio juga sama." Jawab Arya.
"Maybe."
"Jadi dia putri pimpinan?." Ucapan Adrew yang sempat di dengar oleh Stev.
Arya mengangguk menjawabnya.
"Wanita unik tadi putri tuan Pattinson?." Ucap Stev terkejut lalu ikut mendudukkan bokongnya di kursi.
Adrew lalu mengangkat sebelah alisnya lalu bertanya
"Unik?."
"Ya unik,kau tau Arya dia bilang kau pria nerd padahal dia mengetahui jika kau Arya yang selalu menjadi perbincangan wanita-wanita. Dan dia juga bilang padaku jika perempuan lain melihatmu mereka akan terkena serangan jantung saat mengetahui dirimu yang asli." Jelas Stev membuat Arya tersedak nikotinnya sendiri.
"Beraninya gadis itu." Ucap Arya geram lalu membuang rokoknya.
Hahaha Adrew tertawa.
"Selain gila gadis itu juga bodoh ya." Ucap Adrew.
"Adrew-." Ucapan Stev terpotong saat melihat Arya meringis saat akan mengambil ponselnya di saku celana dengan tangan kirinya.
"Kau kenapa Ary?." Tanya Stev mendekatkan badanya ke arah Arya.
Adrew yang sedang melihat depan langsung menoleh dan membuang rokoknya ke asbak kemudian berdiri mendekati ke arah Arya.
"Kenapa?." Tanya Adrew pada Stev.
"Buka bajumu Arya." Ucap Stev.
"Aku tidak apa-apa." Jawab Arya.
"Buka Arya!." Perintah Stev tegas.
Arya membuka satu persatu kancing kemejanya lalu membuka kancing di pergelangan tangannya. Saat kemeja Arya lepas dari tubuhnya terlihat jelas otot six pack Arya.
Stev lalu menarik pergelangan tangannya kiri Arya dan melihat ke arah lengan pria itu.
Stev perlahan membuka perban yang melilit di lengan Arya saat kain kasa itu di buka Stev langsung terkejut.
"KAU GILA!!." Teriak Stev saat melihat luka tembak Arya yang membengkak bahkan mengeluarkan nanah.
Arya dan Adrew juga melihat bekas luka itu.
"APA APAAN INI ARYA!!." Ucap Adrew tidak kalah kerasnya dari Stev.
Arya hanya menghela nafasnya.
"Kita ke Medical room." Ucap Stev tegas.
"Aku-." Ucapan Arya di potong oleh Adrew.
"Kau mau bilang tidak apa-apa hah!!,lihat lukamu." Ucapnya
"According to what I said today."
(Menurut apa yang aku katakan hari ini). Ucap Stev.
"Baiklah." Jawab Arya.
Stev dan Arya melangkah pergi dari asrama mereka akan ke medical room tepatnya di Hospital CBA'grub.
__ADS_1
Adrew masih berdiri di sana dengan pemikirannya.
"Pasti karena adiknya sialan itu." Ucap Adrew pada dirinya sendiri sambil mengepalkan tangannya lalu pergi dari kamar Arya.
****
"Lihat tulang mu benar-benar patah,kita akan melakukan pemanasan pen." Ucap Stev sambil melihat hasil rontgen di tangannya.
"Kapan?." Tanya Adrew.
Jam menunjukan pukul sembilan malam saat ini mereka bertiga sedang berada di ruang VVIP yang tersedia berbagai alat kesehatan dan bau obat-obatan yang menyengat di indra penciuman mereka.
"Lebih cepat lebih baik,sekarang saja." Ucap Stev memasukkan hasil rontgen ke dalam map berlogo CBA'grub.
"Aku akan sholat dulu." Ucap Arya lalu pergi dari ruangan itu.
Tersisa Adrew dan Stev di ruangan itu,Stev menghembuskan nafasnya kasar.
"Well aku sudah memduga ini akan terjadi untung saja aku sudah menyiapkan ruang operasinya." Ucap Stev yang hanya di tanggapi lirikan dari Adrew.
Hening
"Seharusnya dia tidak perlu pulang." Ucap Adrew setelah beberapa menit terdiam.
"Dia itu kepala batu." Jawab Stev.
"Ya sangat keras kepala." Ucap Adrew sambil menyenderkan tubuhnya di kursi dan memejamkan matanya.
"Apa bedanya denganmu pria Arogan." Ucap Stev pelan.
"Aku mendengar mu Stev jangan menggerutu di belakang ku." Ucap Adrew tanpa membuka kedua matanya.
****
Kegelapan telah berganti dengan cahaya sinar emas dari matahari. Pantulan cahaya matahari dari daun berembun menambah kesan indah di pagi hari.
"Pagi dunia. Kegelapan telah berlalu lupakan masa lalu pindah dengan hari yang baru." Ucap Anna lalu turun dari ranjangnya.
"Lalu apakah hati yang membatu siap menerima hal baru?." Monolog Anna lalu berjalan kearah kamar mandi.
Lucianna sudah siap dengan baju Jumpsuit jeansnya ditambah mengunakan kaos putih polos dan sepatu kest warna putih. Rambutnya ia kuncir kuda,oufitnya kali ini terkesan seperti gadis remaja.
(Baju Jumpsuit\= baju kodok buat yang ngak tau baby^•^)
Anna mengambil card kuncinya,lalu berjalan keluar.
Anna berjalan riang di trotoar halaman dia mengedarkan pandangannya. Kenapa dirinya tidak sadar jika tempat ini sangat besar dan luas. Ia juga bisa melihat dari kejauhan tertulis SH CBA'grub (CBA'grub specialty hospital). Dia bertanya-tanya dalam hati sebenarnya seberapa besar CBA'grub itu. Dalam satu tempat saja sudah ada tiga bangunan di dalamnya. Mulai dari Perusahaan,Asrama dan apa ini dia melihat rumah sakit di dalam lingkungan ini.
Anna berjalan kearah gerbang walaupun gerbangnya jauh dari pandangan ia bisa melihat ada sebuah mobil bugatti chiron berwarna dark blue memasuki CBA'grub.
Lalu terlihat sinar leser dimana-mana saat gerbang itu di buka bahkan para penjaga langsung menundukan kepalanya saat mobil itu melewati mereka.
Mobil bugatti chiron melaju di hadapanya dengan persekian detik sangat cepat lalu berhenti di depan gedung bertuliskan SH CBA'grub. Dia tau jika mobil itu berhenti di unit kesehatan CBA'grub lalu dari kejauhan dirinya bisa melihat seorang pria muda dengan postur tubuh yang tinggi mengunakan stelan jas formal keluar dari dalam kemudi. Dan Lucianna juga bisa melihat jika pria itu melihat kearahnya walau hanya sekilas lalu pria itu berjalan dengan langkah lebar memasuki gedung itu.
Anna melanjutkan langkahnya kearah taman,dia mendudukkan bokongnya di kursi taman itu. Lalu dari kejauhan dirinya bisa melihat seorang wanita seumuran denganya sedang duduk di kursi lain sambil menikmati sepotong sandwich di tangannya. Anna langsung menghampiri gadis itu.
"Hai,boleh aku duduk di sini." Ucap Anna pada wanita itu.
Wanita dihadapannya gelalapan untuk menjawab.
"E-eh s-selamat p-pagi nona." Sapa wanita itu gugup dan langsung berdiri dari duduknya sambil membungkukkan badannya.
Anna lalu memegang kedua bahu wanita itu untuk menegakkannya.
"Hei santai saja tidak perlu gugup dan seformal itu padaku." Ucapnya menarik wanita itu untuk duduk.
Mereka berdua duduk di satu kursi panjang,wanita di depan Anna masih setia menundukkan kepalanya.
"Wajahku jelek ya hingga kah tidak mau melihatnya." Ucap Anna dengan wajah cemberut.
Wanita itu langsung mendongak dan menggelengkan kepalanya cepat.
"T-tidak anda sangat cantik nona." Ucapnya.
"Sekarang katakan kenapa kau takut padaku." Ucap Anna sambil melihat wanita didepannya ini.
"Anda adalah gadis yang di bawa kapten Arya, jadi saya merasa tidak pantas jika bicara kurang ajar pada anda nona." Ucap gadis itu.
Anna mencibikkan bibirnya lalu berucap
"Aku bukan siapa-siapanya dia jadi jangan takut. Jadi mari kita berkenalan." Ucap Anna.
"Eh T-tapi-" Ucapan gadis itu langsung dipotong oleh Anna.
__ADS_1
"Aku Lucianna panggil namaku Anna." Anna mengangkat tangan kanannya untuk berkenalan.
Gadis itu terlihat ragu untuk menerima tangan Anna.
"Kau tidak mau berkenalan denganku." Ucap Anna.
"Mona,namaku Mona nona." Ucap Mona menerima uluran tangan Anna.
"Baiklah Mona sekarang kau temanku,aku sama sekali tidak memiliki teman di sini. Dan jangan menambahkan nona di depan namaku. I do not like it." Ucap Anna.
"Tapi-."
"Atau aku akan mengadukan mu pada Arya." Ancam Anna main-main.
"T-tidak no-, eh A-anna jangan bilang pada Arya." Ucap gadis itu wajahnya memelas dan berkaca-kaca.
Anna yang melihatnya langsung merasa bersalah,lagian dia hanya bermain tidak mungkin jika ia memberitahu Arya dekat saja tidak apalagi mengadu pikirnya.
Memangnya sebesar apa dampak Arya di sini kenapa gadis ini langsung takut jika menyangkut Arya.
"Eh aduh baiklah jangan menangis aku tidak akan memberitahunya. Kita sekarang berteman oke?." Tanya Anna.
Mona mengangguk menjawabnya.
"Mona kenapa kau makan sendirian di sini?,dan hari pertama ku kesini banyak orang kenapa pagi ini tidak ada?, dan aku tidak melihat gerbang besar itu terbuka." Tanya Anna beruntun.
"Mereka sedang berada di cavetaria untuk sarapan dan gerbang utama dibuka di jam tujuh tepat sampai jam delapan tepat." Jawab Mona.
"Cavetaria?,lalu kenapa kau berada di sini dan tidak ke cavetaria?." Tanyanya.
"Saya kurang suka keramaian,jadi saya hanya membeli roti dan air mineral. Kau mau Anna?." Ucap Mona sambil menawarkan sepotong sandwich yang belum ia makan.
"Eh ini b-belum saya makan." Ucap Mona gugup.
"Haha. Mona sudah ku bilang jangan seformal itu padaku." Ucap Anna lalu menerima sandwich yang berada ditangan Mona.
"Terimakasih." Ucap Anna lalu memakan sandwich itu.
"Sama-sama." Ucap Mona sambil menyeka keringat di keningnya.
Dari kejauhan Anna bisa melihat pria pengendara mobil bugatti chiron keluar dari SH CBA'grub lalu berjalan ke arah perusahaan CBA'Group.
"Dia siapa." Tanya Anna menunjuk orang itu dengan dagunya.
Mona melihat arah pandang Anna.
"Dia tuan Tio, tuan Ndzation Abraham, salah satu dari ke tujuh tim inti pasukan kusus CBA'grub. Bisa di bilang dia tangan kanan kapten Arya." Jelasnya.
Anna mengangguk-anggukkan kepalanya sambil memakan sandwichnya.
"Eh kau berapa lama tinggal di sini?." Tanya Anna.
"Aku baru satu tahun di sini." Jawabnya.
"Lalu apakah kau akan selamanya tinggal di asrama itu?."
"Tidak, setelah aku bisa mendapat kepercayaan dari CBA'grub. Aku bisa kembali pulang lalu datang bekerja seperti kebanyakan orang di luar sana. Bisa di bilang orang yang masih di asrama adalah orang yang sedang dalam masa percobaan atau orang yang memang berkeinginan tinggal di sana." Jawabnya.
"Kenapa kau ingin bekerja di sini, bukankah kau harus jauh dari keluarga mu?."
"Entahlah,orang yang bekerja di sini adalah orang yang hebat menurut ku. Dan perusahaan ini berdiri di atas perusahaan-perusahaan lain yang pastinya gajinya tidak tanggung-tanggung."
Anna mengangguk lalu bertanya "Kau bekerja jam berapa Mona?."
"Aku masuk jam setengah delapan." Jawab Mona sambil tersenyum.
Anna melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 06.46.
"Ini hampir jam tujuh kau harus bersiap bukan?." Tanya Anna.
"Eh iya Anna." Ucap Mona.
"Kau bekerja saja nanti malam datang ke kamarku ya,eum kamar nomor... 287 lantai 3." Ucap Anna.
"T-tapi.."
"Aku tidak menerima penolakan Mona,pergilah jika mereka tau kau terlambat maka kau tidak ada kesempatan untuk pulang" Ucap Anna menakut-nakuti Mona agar segera menerima ajakannya.
"Ehh-, Tapi, baiklah aku pergi dulu Anna." Ucap Mona berdiri lalu melangkah pergi ke asrama dengan membawa plastik bungkus sandwich dan Bolot air mineral di tangannya.
"Iya hati-hati jangan lupa nanti malam." Teriak Anna.
Jam menunjukkan tepat pukul 07.00 gerbang utama di buka. Anna melihat banyak mobil yang memasuki gerbang dengan pengawalan ketat dan para penjaga memeriksa mobil mereka. Sinar leser bertambah banyak dari sebelumnya. Para pengawal juga mengenakan atribut lengkap dengan handsfree di telinganya.
__ADS_1
"Seperti tawanan saja." Ucapnya pelan masih memandangi aktifitas di depan gerbang utama.
Bersambung........