Captain Agent My Heart

Captain Agent My Heart
episode 3


__ADS_3

Di lain tempat sebuah ruangan dengan berbagai jenis obat-obatan dan peralatan medis seorang pria tertidur karena obat bius yang di berikan dokter.


Perlahan dia membuka matanya dan mengerjapkan beberapakali.


Setelah kesadarannya penuh pria tersebut berteriak memanggil nama dokter yang sudah pasti menanganinya.


"Stev!!" Suara pria tersebut menggelegar karena ruangan yang di tempatinya tidak kedap suara.membuat para pengawal yang bertugas di depan berlarian masuk.


"Kapten"salah satu dari mereka memanggil.semua menundukkan pandangannya.


"Panggil Stev!!"


"B..baik".pengawal yang menjawab pun keluar untuk memberitahu kapten telah sadar.


Pria tersebut mengibaskan tangannya menyuruh para pengawal untuk keluar.


Satu persatu pengawal tersebut keluar setelah hormat kepada kapten mereka.


Di depan pintu rawat seorang pria berjas putih sedang memikirkan sesuatu.


Baiklah Stev tenang tarik nafas dan hembuskan siap siap menghadapi singa yang kelaparan.Batin Dokter itu yang masih berdiri luar pintu.


Para pengawal yang melihat seorang profesor bidang kesehatan itu gugup menjadi hiburan tersendiri bagi mereka.Tapi tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya.


"kalian jangan melihatku seperti itu".Gertak Stev saat melihat para pengawal meliriknya.


Pengawal itu langsung menunduk.


Stev mendorong pintu perlahan dirinya meruntuki Tio yang belum datang ke CBA'grub.


Setidaknya ada yang menjadi kambing hitam begitu pikir Stev tapi sekarang dirinya harus bersiap menghadapi Kapten keras kepala itu.


"Stev!!." Dia memangil dengan nada tegas matanya melihat tajam jam yang ada di dinding ruangan tersebut.


"i..iya".jawabnya terbata.


"Berapa jam aku tidak sadar".Sorot matanya mampu membelah seseorang yang sedang berada di depannya.


"D-dua hari".Jawab Stev memalingkan wajahnya.


ya Tuhan dimana kau Tio!!.Batinya


"Jawab aku jujur kau memberiku obat tidur selama itu?".


Duarr


Pertanyaan yang ingin sekali Stev hindari jawabannya kini terucap juga.


Baiklah Stev,kau jujur salah dan bohong percuma.Stev menarik nafas panjang dan menghembuskanya.


"iya". Jawabnya pasrah.


"Kau tau kan kemarin aku akan pulang".Ada tekanan di setiap perkataanya.


ya itu masalahnya kau sangat keras kepala jadi mau tidak mau aku bertindak sendiri.


Stev hanya mampu menjawab di dalam hati.Suasana kapten itu sedang tidak baik menurut saja kena marah apalagi mengelak.


Baiklah jelaskan perlahan Stev.


Stev menormalkan detak jantungnya dirinya harus memberi pengertian kepada kapten yang tidak memikirkan kesehatanya sendiri ini.


"Arya kau terkena tembakan pistol revolver Smith & Wesson (S&W) Model 29 menembus lengan kirimu sampai mengenai tulang kalau kau memaksa untuk bergerak lukanya akan semakin lebar dan mungkin tulang lengan mu akan bermasalah kau tidak akan bisa menembak lagi dalam kurun waktu yang lama".


"Kau pasti paham bukan itu pistol jenis apa?"


pistol revolver Smith & Wesson (S&W) Model 29  adalah revolver yang dianggap sebagai salah satu pistol terkuat di dunia. Dijuluki "Magnum", S&W Model 29 mengusung 6 selongsong .44 Magnum.


Membeli S&W Model 29, ada 7 varian panjang laras, dari 3 sampai 10 5⁄8 inci

__ADS_1


"Aku hanya membius mu dua hari agar kau bisa beristirahat cukup.Lima hari terakhir ini kau jarang istirahat bukan?"


"Dan aku minta padamu untuk memperhatikan gerakan lengan mu agar tidak berlebihan jika tidak ingin di operasi pemberian pen karena jika terlalu banyak gerakan bisa-bisa tulang mu patah".


Steven Morgan seorang profesor bidang kesehatan yang di tugaskan untuk memantau dan memastikan keselamatan Special forces CBA'Group .


Pria paling tua dari tujuh pasukan kusus umurnya 30 tahun.


Di umurnya 30 tahun dia bisa menjadi seorang profesor bidang kesehatan pembuatan obat,racun,bahkan penawaranya.


Jika aku membiarkan mu pulang maka sudah di pastikan aku akan habis di tangan Adrew atau Tio. batinya sambil menggelengkan kepalanya membayangkannya saja membuatnya bergidik merinding.


Terdengar hembusan nafas kasar dari Arya.Sekarang dirinya terlihat lebih tenang sebelumnya.


"Tio juga tertembak".


"dia tidak terluka, tembakannya terkena di rompi anti peluru".


Stev berjalan mendekat untuk memeriksa luka tembak membuaka kain perban dan menggantinya dengan yang baru.Rey sesekali meringis merasakan panas di tulang lengan kirinya.


"Jahitannya masih basah istirahat sehari lagi".berbicara sambil meilitkan perban baru di Lengan Arya.


"Aku akan pulang hari ini"


Hanya terdengar helaan nafas Stev pria tersebut tau tidak ada yang bisa membantahnya.


"Tunggu sehari lagi,Kau mau aku di tembak oleh Adrew karena membiarkanmu pulang?".


Selesai Menganti perban Stev dan menyuntikan obat di infus yang berada di tangan kanan Arya.


"Dia kembali?"


"Dia kembali malam tadi mungkin sebentar lagi akan sampai"


Arya hanya diam saja, mantap ke depan seperti sedang memikirkan sesuatu.


Tok tok tok


"Kapten".


pria tersebut membungkuk hormat penuh dengan kewibawaanya.


" Bagaimana kondisi mu kapten?".Tio bertanya sembari mendudukkan bokongnya di sofa.


"baik".Arya bangun dari kasurnya dan menurunkan kedua kakinya


Tio melirik ke arah Stev.


"Tenanglah kondisinya sudah lumayan baik.Juga suasana hatinya aku sudah memberi dia pengertian".Stev menghampirinya dan membisikanya kalimat yang terakhir.


" beberapa hari ini kau harus memakai penyangga agar tulang mu tidak banyak terkena gerakan.".


Terdengar helaan nafas Stev kemudian melanjutkan bicaranya.


"kalau tulang mu sampai patah sudah ku katakan bukan kau tidak bisa menembak dalam jangka waktu yang lama juga kau harus melakukan operasi pemasangan pen"


"Separah itu?".Tanya Tio.


"Arya di tembak mengunakan pistol revolver Smith & Wesson (S&W) Model 29 dengan dekat,aku mengetahuinya dari jenis peluru dan kedalamannya?"


"Untung menembaknya dari arah samping jika depan pasti sudah terkena jantung".Jelas Stev.


Tio yang mendengar penjelasan dari Stev pun meradang.


Dirinya bangkit dari duduk dan berjalan kearah luar.


Arya yang tau sifat Tio dirinya pasti akan menghabisi para anak buah penembaknya yang masih hidup berada di penjara bawah tanah.


"Berhenti Tio".Arya berdiri turun dari ranjangnya tangan kanannya yang di infus membawa tiang infusnya menuju ke sofa.

__ADS_1


"kau mau apa? pria itu sudah tiada,masalah pengawalnya kita serahkan pada pihak kepolisian."


"Sudah mati?"Stev terkejut dan membelalakkan matanya padahal dia belum melihat wajah si pria pengedar obat-obatan terlarang terbesar se asia.


"Dia bunuh diri dari atas bangunan tua".


"Duduklah".Ucap Arya untuk Tio dan Stev.


Tio kembali duduk begitu pula Stev.


"Bos besar jatuh dari gedung langsung mati?".


Memang pertanyaan Stev konyol tapi mengingat ia bisa menyelundupkan barang haram selama belasan tahun dan menjadi buronan para negara.Mati secara jatuh dari gedung itu hal yang terlalu mudah baginya setidaknya berilah dirinya siksaan.


"Dirinya sudah mendapatkan hadiah yang sepadan."Ucap Tio


Stev mengerutkan keningnya.


"Apa?".


karena Tio tak kunjung menjawab Stev pun penasaran menoleh pada Arya yang Sedari tadi diam melamun memikirkan sesuatu.


"Granat".Singkat Tio yang langsung mengejutkannya


"Apa!!".Stev terkejut memang biasa mereka membunuh seseorang yang bersalah tapi di bom banyak yang ingin menyiksanya setidaknya biarkan dia merasa kesusahan di dunia dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.


"Ya kau tau setelah pria itu jatuh kemudian meledak jika kau melihatnya pasti akan puas".


"Apa itu tidak keterlaluan, maksudku dia buronan berbagai negara banyak yang ingin menghukumnya".


"Tidak.Lagi pula dirinya pasti akan mendapatkan hukuman mati, jika kita menyerahkannya pada negara lain ada kemungkinan dia akan bebas lagi".


"kenapa?".Tanya Stev yang masih berpikir.


"Dirinya pria cerdik sampai bisa menyelundupkan narkoba besar selama bertahun-tahun lamanya.Pasti akan ada yang membebaskannya entah itu di beli atau dengan cara membebaskanya secara kriminal."


" Dia bukan hanya pengedar narkoba kelas kakap tapi juga penjual organ dalam dan bocah-bocah di bawah umur".Tio menjelaskan.


"Bukankah itu ganjaran yang setimpal untuk pria breng*ek itu,sisanya biarkan Tuhan yang mengurusnya".Arya yang Sedari tadi diam membuka suaranya.


"Ya dirinya sangat kuat aku salut dia bisa berpindah negara tanpa ketahuan".Ucap Stev.


"Karena bantuan orang dalam".Arya menyenderkan punggungnya di senderan sofa dan memejamkan matanya.


"orang dalam?,penjabat?,atau orang-orang pemerintahan?" .Tanyanya lagi.


"Yang pasti orang dalam itu jajaran orang penting negara karena tidak mungkin orang biasa bisa melakukannya".Jawab Tio.


"Lalu apakah kalian akan menangkapnya?,kau pasti akan menyelesaikan sampai ke akarnya kan Arya?".


Arya membuka matanya menatap Stev kesal dari tadi sangat banyak bicara.


"Dia akan datang dengan sendirinya".


Jawab Arya yang membuat Stev tambah bingung.Memang dirinya akan menghampiri kita lalu menyerahkan diri atau menyerahkan diri langsung ke polisi.Pikirnya.


Tio yang melihat Stev kebingungan langsung menjelaskan agar dia tidak banyak bicara.


"Bos itu sudah mati maka dirinya kehilangan pemasokan uang terbesarnya dan aku yakin orang kepercayaan itu pasti akan membalaskan kematian bos mereka.Apalagi kita membuatnya miskin,untuk orang seperti itu uang adalah segalanya karena dirinya bisa menjadi penghianat padahal posisi jabatanya tinggi."


Jelasnya.


"Jadi dirinya akan membalaskan kematian pria itu pada agen CBA'grub"


"Hmm".Arya menjawab dengan deheman.


Stev mengangguk mengerti.


......................

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2