Captain Agent My Heart

Captain Agent My Heart
episode 13


__ADS_3

Tiga hari sudah Reynold Arya berada di kediamannya. Hari ini saatnya dia menjemput putri tunggal pimpinan CBA'grub Robert Pattinson. Dengan segala alasan yang ia berikan kepada Kina, Rey berhasil membujuknya jika dia memang mempunyai urusan yang sangat penting.


"Ish kak Kejora bilang kemarin,kak Rey free kan?." Ucap Kina saat ini dia sedang memegang lengan kanan Rey dengan kedua tangannya.


"Itu kemarin Kina dan aku berjanji tidak akan lama" Jawab Rey.


"Ih kak Rey kan baru pulang." Kina merengek dengan mata berkaca-kaca.


Bara yang sedang bersender di pintu kemudian melangkah mendekati dua orang yang sedang terlibat drama.


"Lepas Kina." Ucap Bara sambil menarik salah satu tangan Kina.


"Kak Bara lepas, Kina mau sama kak Rey."


Kina melepaskan cekalan tangan Bara.


"Kina!." Ucap Bara sedikit membentak.


"Terserah." Kina langsung berlari masuk ke dalam.


"I hate you!!." Ucap Kina berteriak dari dalam.


"See. Kau membuatnya menangis lagi ,selalu saja memberi kegembiraan lalu menghancurkanya.Lebih baik tidak datang dari pada kembali lalu pergi lagi." Ucap Bara lalu melangkah masuk.


Rey termenung memikirkan perkataan Bara. Kenapa Bara bisa securiga ini padanya. Padahal dirinya sudah menutup identitasnya serapat mungkin tapi sampai detik ini Bara menaruh rasa curiga yang besar padanya. Dan hal itu membuat Rey semakin merasa cemas jika saat identitasnya di ketahui semua orang. Bagaimana dengan adik-adiknya?, mereka akan kecewa bukan?.Ya pasti kecewa dan bahkan marah besar terhadapnya. Tapi Jika ingin berhenti dia sudah sejauh ini.


Tidak-tidak! dia tidak boleh berhenti sampai di sini dia harus menuntaskan hal yang membuatnya harus terjebak di lingkaran CBA'grub.


Perlahan tapi pasti,entah sadar atau tidak tapi CBA'grub sudah ada di dalam jiwanya. CBA'grub sudah menyatu dalam dirinya ia tidak bisa meninggalkannya begitu saja.


Rey sadar dari lamunannya lalu melangkah keluar dari gerbang dan masuk ke dalam mobilnya.


Mobil sudah berjalan menjauh dari kediaman Winagara, seorang gadis melihat kepergian mobil itu dari kaca jendela kamarnya dengan pandangan sendu.


Aku menyayangimu,cepat kembali. Batinnya.


*****


Mobil Rey melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.


Ponsel di dashboard berdering. Ia mengambil earphone lalu memasangkannya di telinga.


Terdengar suara bariton di sebrang telepon.


"Halo Arya."


"Ya.Pemimpin." Jawab Arya.


"Kau akan menjemputnya bukan?."


"Iya aku baru di perjalanan."


"Baguslah, pesawatnya akan mendarat pukul empat."


"Ya baiklah."


Tut


Arya memutuskan sambungan teleponnya,dirinya kemudian menambah kecepatan laju kendaraan roda empatnya.


*****


Di sisi lain kabin pesawat kelas bisnis, seorang wanita cantik dengan balutan busana mini dress hitam yang memperlihatkan kaki jenjangnya.


Tidak lupa kacamata yang bertengger di hidung mancung dan anting panjang di telinganya.


Kau mulai lagi ayah. Batin perempuan itu.


"Excuse me. Do you want to have a beer, miss?."


(Permisi. Anda ingin minum bir,nona?). Panggil pramugari di sampingnya menawarkan segelas kecil alkohol kadar rendah.


"Sorry I don't drink alcohol."


(Maaf aku tidak minum alkohol). Jawabnya.


"No problem miss." Pramugari itu pergi sambil mendorong trolley berisi botol-botol minuman dan gelas kaca mini.


*****

__ADS_1


Arya sudah sampai di bandara dia masih duduk diam di dalam mobil sambil memegang ponselnya melihat foto wanita dengan rambut di cepol tinggi.


Arya melepaskan kacamatanya bulatnya menganti dengan kacamata hitam lalu membuka pintu mobil,saat dia berdiri diam di samping mobil dengan pintu terbuka. Suara riuh di bandara mengalihkan perhatiannya.


Ya Tuhan dia cantik sekali


Lihat fasionnya itu fashion terbaru tahun ini!. Dan menurut lelangan hanya memproduksi empat busana di merk itu.


fashionable sekali


Alah mungkin hanya KW


Anak keluarga terpandang pasti


Masih cantik juga aku kan yank.


Dan masih banyak pujian dan cacian yang di arahkan kepada seorang wanita dengan dress hitam polos sampai dibawah lutut.


Tuk tuk tuk suara high heels saling bersahutan,Arya mengedarkan pandangannya mencari arah pandang semua orang yang berada di sana.


Pandangannya menangkap seorang wanita berkulit putih kontras dengan warna busana yang dia kenakan berjalan dengan anggun bak seorang model. Rambutnya yang di gerai tertiup angin menambah kesan dalam dirinya. Tangan kiri mendorong koper dan tangan kanannya mengutak-atik ponselnya.


Dia menengok ke kanan dan kekiri lalu pandangan wanita itu jatuh pada sosok pria yang sedang berdiri di samping mobilnya dengan pintu yang terbuka. Memakai kemeja sampai leher atas dan mengancingkan kancing lengan bajunya juga rambut yang berkilau karena sinar matahari memantul dari rambutnya.Rambut pria itu di sisir rapi menyamping ke kiri.


Tapi yang membuat sedikit nilai plus dari pria itu adalah rahang yang tegas hidung mancung dan kacamata hitam yang bertengger di hidung pria itu.


Mereka berdua bertatapan dari jarak jauh dengan cukup lama di balik kacamata hitam yang mereka kenakan.


Wanita itu menyeret kopernya mendekat ke arah pria yang terkesan Nerd itu. Memasukan ponselnya kedalam tas selempang yang ia kenakan.


Saat dia sampai di hadapan pira nerd, wanita itu diam melihat ke arah pria itu. Walaupun ia tinggi dan memakai high heels tetap pria di hadapannya lebih tinggi darinya.


"Nona Lucianna Grrace Amoera Pattinson Benar anda?." Ucap Arya sambil mencocokan foto di ponselnya setelah di rasa benar Arya lalu mengantongi ponselnya di saku celananya.


"Baiklah sekarang kita kembali." Lanjutnya dan akan kembali duduk di mobil.


"Tunggu!, Masukan koperku dulu." Ucap wanita itu sambil mendorong kopernya mendekati pria tersebut.


Arya mengurungkan niatnya untuk duduk lalu menatap gadis itu tajam.


"Anda punya tangan dan kaki bukan lalu kenapa masih menyusahkan orang lain." Ucapnya sarkas.


Arya masih berdiri dengan wajah merah padam. Dia langsung menarik kopernya dan memasukanya di dalam bagasi. Lalu kembali masuk ke dalam mobilnya.


Dia menoleh ke kanan sampingnya tidak ada orang dimana wanita tadi.


Dia melirik ke arah kaca melihat gadis itu sedang duduk di belakang dengan bersender di kursi.


"Kau pikir saya supir nona?." Tanya tanpa melihat kebelakang.


"Bukankah kau memang supir yang di kirim tuan Robert?."


"Sekarang jalan aku sudah kepanasan." Ucap wanita itu sambil mengibas-ibaskan tangan di lehernya.


God damn it. Batin Arya.


Dia mulai menghidupkan mobilnya lalu pergi dari bandara.


Wanita itu membuka kacamatanya dan memasukannya kedalam tas.


"Maaf tuan namaku bukan Lucianna Grrace Amoera Pattinson." Ucapnya membuat Arya langsung menghentikan mobilnya.


Ckittt


"Kanapa tidak bilang dari tadi nona!!." Ucap Arya geram rasanya ingin menyeret wanita ini keluar dari mobilnya.


"Hai kau tidak bisa menyetir ya, hati-hati jika ingin berhenti jika ada kendaraan di belakang bisa terjadi tabrakan." Ucap wanita itu.


"Dan tunggu aku belum selesai dengan ucapanku." Lanjutnya saat Arya akan membuka mulutnya.


"Namaku itu adalah Lucianna Grrace Amoera tidak ada marga Pattinson di belakang namaku."


Arya langsung diam dia tidak mengeluarkan kata-kata apapun. Dia teringat kata-kata Robert.


'Mungkin dia pikir aku membuangnya.' Kata-kata itu langsung terngiang di telinganya.


Arya lalu kembali melajukan kendaraannya.


"Nona ayahmu sangat menyayangi mu." Ucap Arya tanpa melihat ekspresi wajah wanita itu.

__ADS_1


Wanita itu tertawa sinis.


"Tau apa kau soal aku dan tuan Robert."


"Aku memang tidak mengenalmu tapi aku mengenal tuan Robert dia pria baik." Ucap Arya datar.


"Haha. Jika begitu kau kurang mengenalnya lebih jauh dan ya mungkin kau harus berhati-hati denganya."


"Shut Up. Dia ayahmu nona." Ucap Arya geram.


"Ck. Aku tidak punya ayah." Ucap wanita itu sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela melihat pemandangan di luar.


Arya hanya diam dia merasa jika wanita di belakangnya ini terlihat sangat tidak menyukai ayahnya.


Apa karena ayahnya itu tidak pernah ada untuknya jika itu yang di pikirkan wanita itu. Arya bisa memahaminya tidak mudah untuk seorang anak lima tahun di tinggal orang yang ia sayang. Walaupun itu untuk menyelamatkan nyawanya karena pada dasarnya anak kecil hanya mengharapkan kasih sayang kedua orang tuanya.


Keheningan menyelimuti dua orang di dalam mobil tidak ada yang mulai pembicaraan baik Arya maupun Anna mereka sama-sama diam dalam pemikiran mereka masing-masing.


1 Jam berlalu.


Kini mobil yang di tumpangi mereka sudah berada di jalan yang akan memasuki gerbang CBA'grub. Arya mengambil ponselnya lalu menelfon seseorang dengan earphone di telinganya.


"Buka gerbangnya aku sampai tiga menit lagi."


"Baik Tuan." Ucap pria di sebrang telepon.


Tut Arya mematikan pangilan teleponnya.


Dari kejauhan terlihat gerbang besar CBA'grub terbuka lebar dengan penjagaan di sekitar gerbang ketat.


Sinar leser juga terlihat di mana-mana dan seseorang yang berada di menara tinggi sedang memantau mengunakan teropongnya.


"CBA'grub." Gumam wanita itu lirih sambil membaca tulisan yang terlihat dari jauh di gedung perusahaan CBA'Group.


Mobil yang mereka tumpangi sampai di depan Perusahaan pusat CBA'grub. Arya membuka mobilnya lalu keluar di ikuti oleh wanita itu di belakangnya.


Semua orang penjaga yang melihat kapten mereka membawa seorang wanita cantik langsung terlihat berbinar-binar.


Jarang ada wanita feminim di CBA'grub di sini ada banyak wanita tapi mereka jarang memakai rok.


Melihat bidadari untuk pertama kali di CBA'grub sayang untuk dilewatkan. Tapi melihat bidadari itu datang bersama Arya. Mereka langsung mundur karena mereka yakin tidak bisa mengalahkan pesona Arya.


Dalam segi fisik ataupun materi mereka kalah sebelum mulai.


"Jaga mata kalian lanjut dengan pekerjaan kalian." Ucap Arya langsung masuk ke dalam kantor.


Dia siapa?,supir di sini bisa asal suruh ternyata. Batin gadis itu lalu ikut melangkah masuk di belakang Arya pria yang ia tidak tau namanya.


Semua orang menunduk saat Arya melewati mereka membuat tanda tanya besar di benak wanita di belakangnya ini.


Arya berhenti di depan lift memencet tombol lantai dimana pemimpinya berada. Ia akan mempertemukan anak dan ayah yang sudah 15 tahun lamanya terpisah.


Saat lift terbuka Arya langsung masuk di ikuti wanita itu.


"Sebenarnya kita akan kemana?,kanapa harus di perusahaan ini." Ucap wanita itu memecahkan keheningan diantara mereka berdua.


"Lantai atas." Ucap Arya datar.


"Aku tau jika lift ini naik,maksudku kenapa kesana? akan bertemu siapa?." Tanya Anna.


"Kau nanti juga akan tahu." Jawab Arya.


Hening


Ekhem


Wanita itu berdehem untuk menghilangkan kecanggungan dia antara mereka entah kenapa tapi atmosfer di sekelilingnya menjadi dingin.


"Nama mu siapa dan kau siapa kenapa semua orang di CBA'grub melihatmu menunduk." Ucap Anna sambil mendongakkan kepalanya melihat wajah Arya.


"Kau bilang aku supir." Jawabnya.


"Ah iya tapi supir di sini bis-."


Suara pintu lift terbuka membuat Anna tidak melanjutkan bicaranya apalagi saat melihat Arya keluar dari lift dengan tenang tanpa menunggu dirinya.


Arya berjalan ke ruang Robert dengan Anna di belakangnya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2