
Mereka berdua sudah sampai di depan pintu ruangan yang bertuliskan Pimpinan 2. Wanita yang membaca tulisan yang ada di pintu itu seketika tubuhnya langsung menegang. Dia memutar tubuhnya untuk menjauh dari sana. Tapi sebelum dia berhasil melangkah tanganya lebih dulu di cekal oleh Arya.
"Maaf." Ucapnya sambil menyeret wanita itu masuk.
"Hey lepaskan aku." Ucap wanita itu memberontak.
Ceklek.
Mereka berdua masuk keruangan Robert, pintunya di tutup oleh penjaga di luar.
Tubuh wanita itu bergetar melihat pria paruh baya yang akhir-akhir ini selalu mengangu pikirannya sedang duduk di sofa single sambil menatap ke arah mereka.
Arya melepaskan cekalan tangannya,dirinya juga bisa merasakan jika tangan yang ia pegang tadi sangat dingin.
"Anna." Panggil Robert dengan nada lembut.
"Papa merindukanmu." Ucapnya sambil berdiri dan berjalan mendekati Anna.
Anna yang melihat pria itu mendekat ke arahnya dengan refleks dirinya memundurkan langkahnya.
"Jangan menjauh dari papa." Ucap pria itu sambil memeluk putrinya.
Anna membeku dirinya tidak membalas pelukan pria ini,hatinya tidak cukup kuat untuk bisa langsung melupakan kesalahan yang papanya lakukan.
Robert melepaskan pelukannya dirinya menatap wajah putrinya lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.
Mungkin,dia tidak kuat melihat penderitaan yang berada di mata gadis itu?.
"Selesaikan urusan kalian,aku keluar dulu." Ucap Arya dirinya ingin melangkah keluar.
Sebelum keluar tanganya di cekal wanita di sampingnya sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Dilihat dari raut wajah wanita itu tersirat ketakutan dan kekecewaan yang dalam.
"Ini masalah ayah dan anak saya tidak mau ikut campur." Ucap Arya sambil melepaskan cekalan tangan Anna.
"Dan kau sudah ku anggap sebagai putraku itu berarti kau anakku jadi tidak masalah jika kau berada di sini." Ucap Robert saat melihat ketakutan di mata putrinya.
Arya hanya menurut saat pimpinan menyuruhnya untuk tetap berasa di ruangan tersebut.
"Anna-" Ucapan pria paruh baya itu terpotong oleh omongan Anna.
"Aku mau istirahat." Ucapnya sambil menghindari kontak mata dengan ayahnya.
Arya hanya melihat datar wanita itu, bisa-bisanya dia tidak sopan pada orang tuanya sendiri. Apakah ini hasil sekolah bertahun-tahun diluar negeri?.
"Permisi." Ucap wanita itu seraya melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
Ceklek
Anna sudah keluar dari ruangan Robert dengan perasaan kacau. Melihat ayahnya yang selama ini tidak pernah mempedulikanya berada di depan matanya membuat hatinya kembali berdenyut nyeri.
Anna masuk kedalam lift dirinya termenung memikirkan perkataan ayahnya.
'Papa merindukanmu.' Perkataan ayahnya yang selalu terngiang di telinganya.
Haha. bullshit. Anna tertawa miris dalam hatinya.
Ting
Pintu kembali lift terbuka Anna langung berjalan keluar dengan tangan masih menghapus jejak air matanya.
Bruk
Dirinya menabrak dada bidang seseorang, Anna mendongakkan kepalanya melihat pria yang ia tabrak terlihat raut wajah pria itu kesal.
"Calm down Adrew." Ucap Stev saat melihat kemarahan di wajah Adrew.
"Sorry. Aku tidak melihat depan tadi." Ucap wanita di hadapan Adrew.
"Matamu masih berfungsi bukan?, Tubuhku ini sangat besar kenapa bisa kau tidak melihatnya." Ucap Adrew membuat para staf CBA'grub menoleh kearah mereka.
Saat akan menjawab terdengar pintu lift terbuka Arya keluar dari dalamnya.
"Adrew." Panggil Arya.
Anna yang melihat pria yang sudah mengantarkan dirinya bertemu dengan pria tua yang sialnya adalah ayahnya itu membuatnya mendengus kesal.
Gara-gara pria itu aku harus menemui si tua bangka itu.
Ucap Anna dalam hati.
Arya berjalan menghampiri ketiga orang tersebut.
"Ada apa?." Tanya Arya.
"Wanita ini berani menabrakku!.Dan siapa dia?,kenapa ada orang seperti dia di sini?." Tanya Adrew dengan wajah kesal.
Anna tidak terima dengan perkataan Adrew dia langsung menjawab ucapan Adrew.
"Hei hei wanita seperti apa yang kau maksud tuan!."
"Diam! tidak ada yang mengajakmu bicara."
__ADS_1
"Kau siapa memangnya?,ini mulut ku dan ini hidupku tidak ada yang bisa mengatur diriku."
"Kau tidak lihat sedang berada di mana nona?."
"Kau buta ya tentu aku tau!, Banyak tulisan CBA'grub di sini."
"Kau-." Adrew kesal rasanya ingin memberi tamparan pada wanita di depannya ini.
"Tenang Adrew." Ucap Arya saat melihat telinga dan wajah Adrew memerah menahan emosi.
"Siapa yang membawa gadis gila ini." Ucap Adrew.
"Gadis gila?!!, kau-.Hei cupu bilang padanya jika kau yang membawa diriku ke neraka ini." Ucap Anna kesal lalu mengalihkan pandangannya ke arah Arya.
Arya dan Adrew sama-sama terkejut saat mendengar perkataan Anna. Apa dia bilang cupu?!,beraninya gadis itu mengatainya,
Sedangkan Stev yang mendengarnya langsung tertawa terbahak saat mendengar ada seorang gadis dengan berani mengatai seorang Arya cupu di depan pria itu.
Terlebih saat melihat wajah Arya mulai memerah, menyenangkan saat melihat pria keras kepala itu terlihat kesal.
"Kau bilang aku apa?!." Ucap Arya menahan geram.
"Cupu." Ucap Anna santai.
"Kau tidak tau siapa aku?." Ucap Arya penuh tekanan.
"Tau,kau sopir suruhan tuan Robert bukan?."
HAHAHA
Tawa Stev pecah melihat gadis itu dengan santainya mengatai pria didepannya ini.
Arya benar-benar marah dengan gadis ini,jika bukan putri Robert tidak akan ia biarkan gadis itu tertawa lepas di hadapannya.
Arya akan melangkah pergi dari sana,tetap berdiri di sini dengan gadis ini membuat darahnya mendidih.
"Hei tunggu kau bahkan belum mengantar diriku pulang." Ucap Anna menghentikan langkah Arya dengan memegang tangannya.
Arya langsung menghempaskan kasar tangan yang di cekal oleh Anna.
"Ih kasar banget." Cibir Anna.
Arya memejamkan matanya mencoba bersabar,lalu membuka mata dan melirik ke arah Stev.
"Stev kau antar dia ke asrama." Ucap Arya.
"Arya dia siapa?,benar kau yang membawanya?,lalu kenapa dia tinggal disini." Tanya Stev beruntun.
Arya memijit pelipisnya,hari ini dia sepertinya sudah menguras banyak emosi.
Adrew juga melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.
Stev lalu melirik ke arah Anna.
"Apa?." Tanya Anna saat kedua bola mata mereka bertemu.
"Eh tidak apa-apa. Sekarang ikut aku."
"Kemana." Tanyanya belum beranjak dari tempatnya.
"Ke kamarmu." Ucap Stev berjalan keluar kantor.
Anna mengikuti langkah Stev keluar.
Anna berjalan lumayan jauh dari gedung CBA'grub,dari kejauhan dia melihat bangunan besar dengan banyak jendela yang bisa dilihat dari luar.
Anna yang dilanda keingin tauan yang besar tidak bisa menahannya lagi.
"Ini apa?." Tanya Anna saat mereka sudah masuk tempat itu.
"Asrama CBA'grub." Jawab Stev.
Saat Anna masuk ia bisa melihat banyaknya pintu berjejeran,lantai yang ia pijak lantai marmer abu-abu. Dengan cat dinding berwarna putih bersih.
Stev sedang berbicara dengan seseorang di sana dan Anna tidak mempedulikannya matanya terus melihat keliling tempat itu.
Saat Stev sudah selesai berbincang dia melangkah masuk ke dalam lift. Dan tangan pria itu melambai menyuruh Anna mengikuti pria itu.
Mereka berdua masuk kedalam lift yang membawanya ke lantai atas.
Ting
Lift terbuka Stev dan Anna berjalan keluar,sampai di depan kamar Stev membukanya dengan kartu yang dia minta pada pria di bawah.
Ceklek
Pintu terbuka Stev dan Anna masuk kedalam kamar.
"Kau kenapa mengikuti ku masuk?." Ucap Anna was-was.
"Nona kau sudah tau kamar mu lantai berapa?." Ucap Stev tanpa menjawab pertanyaan Anna.
Anna hanya menggelengkan kepalanya membuat Stev menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Ini kamar single nomor 287 lantai 3,kau ingat nona?."
Anna mengangguk lalu melihat sekeliling kamar itu,tidak kecil dan menurutnya ini lebih dari yang ia bayangkan sebelumnya. Anna berjalan memutari ruangan itu melihat kamar mandi,dan membuka lemarinya.
Stev hanya melihat pergerakan gadis itu,lucu satu kata yang dia ucapkan dalam hatinya.Apalagi mengingat gadis itu membuat Arya marah itu hal yang paling langka menurutnya.
"Siapa namamu?." Ucap Anna memecah keheningan.
"Stev." Jawabnya.
Anna duduk di kasur sambil menyilangkan kakinya dan mengangguk.
"Aku Anna. Lucianna." Ucap Anna memperkenalkan diri.
"Salam kenal nona Anna."
"Hei kau tinggal memanggil ku dengan namaku Anna dan aku juga memanggil mu dengan namamu Stev." ucap Anna melihat ke arah Stev.
Stev menganggukkan kepalanya.
"Kenapa tidak Luci?, itu tidak buruk." Ucap Stev sambil melangkah menuju sofa.
"Tidak. Jika orang mendengarnya mereka akan mengira namaku Lucifer." Jawab Anna sambil bergidik.
Hahaha
Stev tertawa melihat tingkah gadis itu.
"Bagaimana bisa kau disini?,dan apakah benar yang membawamu kesini adalah Arya?." Tanya Stev.
"Ah pria itu namanya Arya." Ucapnya sambil menjentikkan jarinya.
"Ya,tunggu jangan-jangan kau tidak tau siapa Arya?." Tanya Stev.
"Tau. Si pria cupu tadi bukan?." Jawabnya santai.
Stev melongo bagaimana bisa gadis itu masih menyebut Arya seperti itu. Apa dia benar-benar tidak tahu siapa Arya.
"Y-ya pria di depan tadi,tapi kau tau dia siapa?." Tanyanya sekali lagi.
"Ya aku tau dia sopir yang bekerja untuk tuan Robert." Jawabnya.
"Anna,kau aktif di dunia maya? dan apa kau pernah mendengar nama Arya yang berada di CBA'grub sebelumnya?."
"Tentu saja,Arya yang akhir-akhir ini menjadi tranding topik itu bukan?." Tanya Anna.
"Ya dan kau tau pria yang kau bilang cupu tadi it-." Ucapnya terhenti saat mendengar Anna berteriak.
"Ya ampun!!. Apakah tadi itu Arya yang sama?." Ucapnya histeris sambil menepuk kepalanya.
Salah satu bibir Stev di tarik ke atas sambil mengangkat alisnya. Dia yakin jika perempuan ini pasti menyesal telah membuat Arya kesal dan marah.
Stev mengangguk menjawabnya.
Tapi diluar dugaan Stev,gadis di itu malah tertawa terbahak sampai giginya terlihat. Stev mengerutkan keningnya.
HAHAHA
"J-jadi dia Arya."
Stev lagi-lagi mengangguk menjawabnya.
Hahaha
"Ternyata Arya yang mereka puja itu adalah pria nerd. Aku yakin jika perempuan di luar sana mengetahuinya pasti mereka akan terkena serangan jantung mendadak. Karena reallita mereka tidak sesuai dengan ekspektasinya." Ucap Anna sambil menyeka air matanya yang keluar karena tertawa.
Stev melongo mendengar ucapan Anna,dirinya tidak salah dengar bukan?.
"K-kau?."
"Apa?." Tanya Anna saat tawanya berhenti.
"Tidak-tidak kau istirahat saja aku akan keluar." Ucap Stev berdiri lalu keluar dengan langkah lebarnya.
Ceklek
Pintu tertutup,tinggal gadis itu di kamarnya.
"Eh pakaian ku?." Ucapnya pelan pada dirinya sendiri.
"Yaampun pakaian ku!." Teriaknya lalu berlari keluar.
Ceklek
"Stev-." Ucapannya terpotong saat melihat lelaki berbadan kekar berdiri di depan pintunya.
Anna memundurkan langkahnya saat melihat pria yang wajahnya menyeramkan.
"Maaf mengganggu waktunya nona,saya membawakan koper Anda." ucap pria itu datar sambil meletakan kopernya di lantai.
"Ya.B-baiklah terimaksih." Ucap Anna mengambil pelan kopernya lalu menutup pintunya.
Dirinya langsung bernafas lega saat sudah di dalam kamarnya.
__ADS_1
"Wajahnya seperti ingin menelan ku hidup-hidup." Gerutunya sambil berjalan kearah lemari dengan menyeret kopernya.
Bersambung.....