Captain Agent My Heart

Captain Agent My Heart
episode 2


__ADS_3

Kina masih berdiri di samping pria tersebut menatap pria dengan sorot mata kesal .


Tapi yang di tatap tidak memberikan respon apa-apa pria itu memejamkan matanya dan mendengarkan musik melalui hendset nya.


Bus belum berjalan karena dari arah depan terdapat bondongan mahasiswa/mahasiswi yang akan menaiki bus.


Para mahasiswa berbondong-bondong masuk kedalam bus.


Sialnya kina yang belum duduk pun ke habisan tempat duduk.hanya ada satu kursi lagi yang kosong di samping pria yang menabraknya tadi.


"Mbak itu kursinya kosong minggir, aku mau duduk".Ucap salah satu mahasiswi.


"Ehh itu kursi udah mau aku pakai kamu cari aja yang lain"


''Tuan"


Pangilan pertama sama sekali tidak di respon.


"Hey Tuan"


Bus mulai berjalan,karena bus penuh maka bus langsung berjalan ke pemberhentian terakhir.


Kina menoleh ke kanan dan ke kiri dilihatnya banyak yang masih berdiri.Seorang mahasiswa berjalan mengeser orang yang di depannya.Mahasiswa tersebut akan berjalan ke arah Kina tapi matanya melihat satu tempat duduk kosong.


Karena Kina tidak mau kursinya segera di rebut dirinya melangkahi kaki pria tersebut.


Karena posisi pria itu bersender di kursi dan badan pria itu tidak besar.


Kina melangkahi paha pria itu tapi karena kakinya pendek dirinya tidak sengaja menginjak salah satu kaki si pria tersebut.


Pria itu langsung melotot bukan karena sakit tapi karena terkejut dengan tindakan Kina apalagi mereka sangat dekat tadi dan seperti akan melakukan hal yang intim.


Walaupun kina melangkahinya dengan membelakangi si pria itu tapi tetap itu sangat dekat dengannya.


Wajah pria itu memerah menahan amarah.


Kina sudah duduk di kursinya dekat jendela kaca.


Dirinya menunduk dia akui dia salah karena menginjak kaki pria itu,tapi salah sendiri tadi di panggil tidak menjawab pikir Kina.Dengan mantap Kina mendongakkan kepalanya menatap pria yang sedang menatapnya marah.


Kina melihat ada henset berada di telinga si pria. Karena pria itu mengunakan Hoodie dan menutup kepalanya membuatnya tidak terlihat jika sedang memakai Hendsed.


mati aku ternyata dia pakai henset pantes tidak dengar aku panggil tadi.batin kina


Wajah Kina yang tadinya akan memberikan ultimatum pada pria tersebut seketika langsung pias dan dirinya menunduk siap jika akan di marahi.


Saat kina mendongakkan kepalanya melihat pria itu seketika raut wajah pria itu berubah.


dia mirip?. batin pria itu.


Pria itu masih memperhatikan wajah Kina dan saat Kina menunduk pria itu sadar sedang memperhatikan seorang gadis.


apa yang ku lakukan?,tapi wajahnya benar-benar mirip


Kina menunduk dan berbicara lirih


"maaf"


Pria itu tidak menjawab.


Bus berhenti di jalan kampus country's best university


Beberapa rombongan mahasiswa keluar dari bus begitu juga pria tersebut.


kayaknya dia bisu dari tadi diem aja,ehh tapi kenapa dia masuk ke kampus ini apa dia juga mahasiswa kampus ini?. Batin Kina pada dirinya sendiri.


"Kinaaa!!".Teriak salah satu mahasiswi yang turun dari mobilnya.


"Sindy!".sapa kina tak kalah hebohnya.

__ADS_1


"Kok kamu naik bus tumben?"


"Hehe iya soalnya nunggu kak Vano kelamaan" .jawab Kina sambil tertawa.


"Ohh,kak Bara?" jawab sindy


"Males"


"Ada masalah lagi?"


"Iya gitu"


"Tentang kak Rey?"


"Iya".jawab Kina lesu.


Sindy sahabat kina sejak di bangku SMA. Tidak ada rahasia apapun di antara mereka.


Sindi juga sering main kerumah Kina begitu juga sebaliknya.


Tapi dari dulu sampai sekarang sindy bahkan belum pernah melihat langsung wajah kakak pertama kina Reynold.


Kina hanya menunjukan foto Rey foto mereka satu tahun lalu saat dirinya ulang tahun dan Rey hadir.


Foto Rey si lelaki pendiam begitu sebutan Kina. Kakaknya tidak banyak bicara. Penampilannya mungkin bisa dibilang tidak modis bahkan terkesan cupu.


Kina berjalan masuk ke dalam kampus tiba-tiba teringat pria dalam bus tadi.


"Ehh kemana tu cowok udah ngak ada aja".gumam kina yang masih di dengar sindy.


"Cowok?,Cowok siapa" tanya Sindy sambi menghentikan langkahnya.


" Ehh ngak tadi ada cowok di bus ,ya gitu lah " jawab Kina enteng sambil terus berjalan.


"Gitu apa?, Kina tunggu cerita cowok siapa?"


Sindy berlari mengejar kina yang sedang tertawa melihat kekepoan sahabatnya.


Makanya Kina tidak pernah memiliki teman yang tulus.Kina mendapatkan teman seperti Sindy yang tidak memikirkan latar belakang nya tentu dirinya sangat senang dan akan menjaga persahabatan mereka sebaik mungkin.bahkan dulu Sindy sempat tidak tau bahwa Kina adalah adik Vero.


Kina dan Sindy adalah mahasiswi baru tahun ini mereka sudah kuliah sekitar sebulan.


Mereka pergi kekelas dan sampai kelas Kina memakan bekal sarapanya.


Setelah sarapan mereka menunggu dosen yang akan masuk.


...****************...


Drfttt Drfttt


Ponsel seorang pria berdering dirinya sedang berada di dalam perpustakaan.


Karena tidak ingin mengangu yang lain dia mengangkat panggilan teleponnya.


tertera nama 'Tio'


"Kau dimana?". Tanya pria di sebrang telepon.


"kampus".


"kenapa mobilmu berhenti di pinggir jalan?".


"kau tau dari mana?".


" titik lokasimu."


"oh,tadi saat aku akan ke mansion seseorang mengikuti ku.Jadi ku tinggal saja mobilnya di pinggir jalan dan naik bus ke kampus".


"kau tau siapa?". Tanyanya.

__ADS_1


"tidak.Apa Kapten Arya sudah sadar?"


"Belum.Apa aku perlu menyuruh pengawal menjemput mu".


"Kau?!.Tidak perlu!!,aku bisa sendiri".


"langsung ke mansion tidak perlu ke CBA". Titah nya tegas.


"hmm".


Tut


sambungan telepon di putus oleh Tio.


Pria itu adalah Tae salah satu dari tujuh tim keamanan kusus.


Ya! Dia pria sama,yang menabrak Kina di dalam bus tadi.


Tae pria berumur 19 tahun bertugas di CBA'GRUB sebagai Agent IT. Dirinya Terbiasa merentas semua sistem.


Taezo adalah satu-satunya pria termuda yang berada di tim kusus.


Tae langsung menekan jari-jarinya keyboard komputer di depannya. Dia membawa laptop nya tapi karena tempat yang ia gunakan sekarang bukan tempat sepi. Laptop milikya bukan laptop sembarangan laptop itu di desain kusus oleh CBA'grub.


Boni?,siapa dia?


Tae mengerutkan keningnya bingung.Tae melacak plat nomor mobil yang mengejarnya tadi tapi ternyata itu mobil curian dan dirinya tidak bodoh.Dia tetap merentas cctv jalanan dimana mobil itu di curi.


Pria itu ternyata lumayan pintar dia mencuri mobil tanpa meningalkan barang bukti sedikit pun.


Tapi melihat sesuatu di pergelangan tangannya,senyum tipis tersunging di bibir Tae.


Ck dasar bodoh.batin Tae.


Itu adalah sebuah arloji dengan desain kusus.Dirinya bisa memastikan jika pria yang mengikutinya tadi pagi bukanlah orang biasa terbukti dari dia memakai arloji tersebut.


Hanya beberapa orang yang bisa memesan desain seperti yang dipakainya.Tae langsung melihat pembeli arloji tersebut.


Merentas perusahaan tempat arloji tersebut di buat.Karena perusahaan pembuat arloji itu besar,dirinya harus berhati-hati untuk menerobos sistem confidentiality Perusahan tersebut agar tidak tertangkap oleh IT perusahaan.


Berhasil!!, dia sudah mendapatkan identitas pria itu.


Boni?


Hanya sebuah nama tidak ada marga,tidak ada alamat dan sama sekali tidak ada pengenal lainya.


Saat dirinya akan berselancar jauh tiba-tiba mahasiswa-mahasiswi masuk untuk memulai kelasnya.


Tae dengan gerakan cepat langsung menutup web halamannya dan langsung terpampang gambar cover komputernya.


"Tae kau sudah di sini?".Tanya salah satu mahasiswa.


Tae hanya mengangguk menjawabnya.


kelas mereka dimulai Tae tidak menunjukan sedikitpun kemampuannya dia mengikuti yang lainya.


Walaupun dirinya sangat bosan pelajaran yang ia dapat hanya seperti saat dia membalikan telapak tangannya.


Dia menghembuskan nafas kasarnya.Jika bukan karena Kaptennya yang meminta dirinya lulus menjadi seorang sarjana maka ia tidak akan pernah mau seperti ini.Padahal memanipulasi surat itu dan merentas sistemnya sangat mudah baginya kenapa harus susah-susah kuliah.


dirinya hanya menginat saat Arya bilang.


" bukan hanya soal kemampuan mu tapi semua butuh pengakuan dan bukti walaupun kau bisa membuktikan mereka dengan menunjukan kemampuanmu di depan wajah mereka langsung tapi aku tidak mau jika suatu saat kau akan di hina oleh mereka. "


"aku bukan menginginkan ijazah mu,aku hanya ingin melihatmu lulus,dan aku hanya ingin kau menikmati waktu mudamu jangan kau biarkan itu terlewat begitu saja. "


"aku ingin melihatmu mengunakan toga,aku yang akan datang kewisudamu dan menjadi orang tua untukmu"


"kau masih muda untuk menjadi dewasa"

__ADS_1


......................


Bersambung.....


__ADS_2