
"Kau tidak kuliah?." Ucap Rey tanpa melirik ke arah Kina di sampingnya.
Saat ini mereka berdua berada di dalam mobil, setelah pertemuanya pagi tadi Kina langsung mengajak Reynold keluar.
"Tidak untuk hari ini." Ucap Kina memelas.
Rey mengangguk menjawabnya.
"Hanya.Hari.Ini." Tekan Rey.
"Iya." Jawab Kina lesu.
Saat ini mereka sedang berada di pusat perbelanjaan,mereka benar-benar menghabiskan waktunya.Bukan mereka lebih tepatnya Kina yang sedari tadi terlihat sangat antusias memilih belanjaannya kemudian mencoba berbagai mainan di time zone.
"Kak lihat ini lucu sekali." Ucap Kina sambil menunjukkan dua kalung couple berbentuk retakan sentengah hati.
"Untuk siapa?." Tanya Rey.
Tidak mungkin untuknya dan kina bukan?, menurutnya bukan hanya terkesan lebay tapi juga mana mungkin adik kakak memakai kalung cople hati.
"Tentu saja untuk masa depanku." Ucapnya sambil tertawa.
"Jika ingin beli saja kakak tunggu di food court depan." Ucap Rey.
"Okay." Jawab Kina sambil mencium sekilas pipi Rey lalu melangkah antri di kasir.
Rey berjalan keluar toko aksesoris lalu pergi ke arah food court yang tersedia di mall itu.
Rey duduk di meja pojok sambil memainkan ponselnya.
"Wah wah hai cupu." Ucap seseorang menghentikan aktivitasnya.
Rey langsung mendongak melihat siapa yang sedang berbicara kepadanya. Saat melihat seorang wanita yang di kenalnya Rey langsung mendengus dingin.
"Ada apa?." Ucap Rey kembali memainkan ponselnya.
"Tidak apa-apa, ternyata seorang Arya juga bisa masuk mall." Ucap wanita itu sambil terkikik geli.
Dia menarik kursi di depan Rey lalu mendudukan bokongnya.
"Pelankan suaramu Kejora." Ucap Rey sembari meletakan ponselnya .
"Haha sorry."
"Kak Kejora?". Panggil Kina dari arah samping sambil membawa paper bag di tanganya.
Kina duduk di samping Rey dan kejora,sambil menatap Kejora tajam.
"Tenanglah Kina aku tidak akan memberi tugas kepada Rey lagi. Dia free sekarang." Ucap Kejora meyakinkan.
Kina tersenyum lega.
"Memangnya ada proyek apa kemarin kak?." Tanya Kina pada Kejora. Kejora gelalapan untuk menjawabnya dia melirik ke arah Rey.
"Eh itu, ada masalah perusahaan di London yang hanya bisa di selesaikan oleh Rey." Jawabnya.
Kina hanya mengangguk menanggapinya.
"Kita bisa pesan sekarang?." Tanya Rey, mengalihkan pembicaraan mereka.
Kina antusias memilih makanan yang terpampang di buku menu.
Rey menatap tajam ke arah Kejora, Kejora yang sedang memilih menu bersama Kina merasa di tatap langsung mengedarkan pandangannya.
"Ehh-em kayaknya aku lupa jika ada janji, Kina kakak pamit duluan ya." Ucap Kejora.
"Kan belom makan?." Tanya Kina bingung.
"Iya kakak lupa janjiannya di cafe deket sini."
Kejora bangun dari duduknya, melirik sekilas ke arah Rey lalu pergi keluar dari food court mall itu.
"Yaudah hati-hati kak."
"Kak Rey pesan apa?." Tanya Kina.
"beef steak." Jawabnya.
Kina berdiri dia pergi untuk memesan makanan.
__ADS_1
Ting
Incoming message from 'Kejora'
"Ti ho obbedito anche questa volta, non dimenticare..."
(Aku menurutimu lagi, jangan lupa...)
Ting
Incoming message from 'Kejora'
"saluti a lui caro, digli che lo amo"
(Salam sayang untuknya,katakan aku mencintai dia)
Rey hanya geleng-geleng kepala membaca pesan yang baru saja masuk di ponselnya.
Ting
Baru saja akan meletakan ponselnya Rey mendapatkan pesan masuk dia melihat siapa yang mengirimkan pesan padanya.
Incoming message from 'Steven'
"Hati-hati lenganmu Arya,kau mau cacat?. Adrew mengamuk saat tidak menemukanmu di CBA'grub.Jangan membuatnya menggila saat melihat lukamu tambah parah."
Rey membalas pesan dari Stev.
"Oky."
Send
Rey meletakan ponselnya saat melihat Kina berjalan mendekat ke arahnya sambil membawa nampan di kedua tangannya. Membiarkan pria yang menerima sms di sebrang sana mencak-mencak tak karuan.
Kina meletakan makanannya di meja lalu akan kembali melangkah pergi.
"Kemana lagi?." Tanya Rey.
"Hehe tunggu,aku masih memesan crondog. Kau mau?."
"Tidak."
.....
Hening
Rey dan Kina sama-sama menikmati makanannya. Entah sadar atau tidak tapi Kina melihat cara makan Rey,dalam benaknya selalu terpikir saat melihat kakak pertamanya ini makan. Berwibawa dan terlihat seperti seseorang yang di ajarkan etika table manners.
Rey yang peka dengan keadaan langsung bertanya.
"Kenapa?." Tanya Rey melirik sekilas ke arah Kina.
"Eh tidak apa-apa." Jawabnya sambil memasukan sesendok Grilled beef ke mulutnya.
"Habiskan makananmu lalu pulang sebelum solat asar." Ucap Rey sembari mengelap mulutnya mengunakan
tisu yang sudah di siapkan di meja tersebut.
"Ya baiklah."
****
Pagi harinya di rumah dua lantai kediaman Winagara.
"Kau mau joging kak?." Tanya Kina saat melihat Bara turun dari tangga mengunakan training putih dan kaos putih,juga sepatu kest hitam dan handuk kecil di lehernya.
"Ya,kau mau ikut?." Tanya Bara.
"Lain kali saja." Jawabnya.
"Baiklah." Ucapnya sambil berjalan keluar.
Kina kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap mandi,dia sudah berjanji tidak akan membolos kuliah hari ini.
Rey berada di ruang tamu sambil memegang kertas koran di tangannya.
"Wuih!,kak Rey." Panggil Vano sambil duduk di sofa samping Rey.
"Kak Bara di mana?." Tanya Vano.
__ADS_1
Reynold hanya mengedikkan bahunya tak acuh.
"Pasti sedang berolahraga,kak kau tau otot kak Bara itu besar sekali pantas saja jika banyak artis yang menyukainya." Ucapnya.
"Kak Rey kau itu harus merubah penampilan mu,
Ya meskipun kau tidak akan lebih tampan dari ku setidaknya kau bisa memberiku kakak ipar. Jika penampilan mu seperti ini tidak akan ada wanita yang ingin bersanding padamu."Lanjut Vano sambil membungkuk mengikat tali sepatunya.
"Kau sendiri sudah punya pacar?." Tanya Rey tanpa melirik ke arah Vano
Vano tertawa terbahak.
"Haha tentu saja kau ini,pria tampan seperti ku jomblo. impossible!! ."
"Bukankah aku memperingatkan mu jangan pernah berpacaran. Di agama kita itu di larang." Ucap Rey sambil melipat kertas koranya lalu membuangnya di meja.
"Hehe, maksudku bukan pacar tapi list calon kakak ipar Kina."
"Eh tapi lupakan tentang diriku,kau sendiri bagaimana kak.Ya ampun kau tau para wanita itu suka dengan ABS,tapi kau huh otot saja tidak punya liat kau selalu memakai pakaian kedodoran seperti itu. Lengkap sudah memakai kacamata, pakaian kebesaran, Yaampun apa itu minyak rambut orang-aring?!." Pekik Vano di akhir kalimat sambil memegang rambut Rey.
"Come on kak kita anak muda sekarang memakai Gatsby. Kau ini bagaimana sudah seperti orang tua yang terperangkap di tubuh pria remaja." Ucap Vano sambil membayangkan dan bergidik ngeri sendiri dia langsung mengeser sedikit duduknya dari Rey.
Rey hanya memutar bola matanya malas ingin dia menyumpal mulut pria di depannya ini. Jika bukan adiknya mungkin lebih baik ia jadikan makan siang para watchdog CBA'grub.
"Dipende da te, non mi interessa."
(Terserah kau,aku tidak peduli). Ucap Rey tanpa sadar bahasa yang ia gunakan.
"Hah wow amazing,kau bisa bahasa Itali kak!!. Ya walaupun kau tidak tampan tapi kau lumayan pintar. Eh tapi apa artinya itu?." Ucap Vano sambil bertepuk tangan.
"Ya kau benar,jika kau lebih tampan dari ku." Ucap Rey asal.
"Haha ternyata kau mengakui itu juga kak,memang lebih baik mengakui dari pada memendam karena itu bisa membuat mu gila.Jika kau mau tampan dan keren kau harus belajar dari ahlinya." Ucapnya sambil membusungkan dadanya.
"Aku akan menyempatkan diri untuk mengajarimu." Lanjutnya.
*****
"Kak apakah kau akan pergi keluar negeri lagi?." Tanya Kina.
Saat ini Rey dan Kina sedang berada di dalam mobil. Setelah membuat Vano melambung tinggi Kina datang dan menyelamatkan Rey dari kenarsisan Devano Malik.
"Ya,itu pekerjaan kakak." Jawabnya.
"Hem ya." Jawab Kina lesu.
"Apa Vano tidak akan terlambat?." Tanya Rey.
"Haha,dia saja selalu mencari cara agar bisa bolos saat kuliah." Jawab Kina.
"Benarkah.Dasar bocah itu."
Mobil mereka langsung memasuki gerbang kampus country's best university .
Mobil Rey berhenti, Kina bersiap akan turun dia sedang mengecek tasnya apakah ada yang tertinggal atau tidak.
Saat akan membuka pintu mobil,matanya melihat ke arah samping ada teman kakaknya yang kemarin ia pergoki di jalan belakang kampus.
Kina mengingat-ingat siapa nama pria itu, kemudian bibirnya terucap pelan.
"Tae."
Rey yang mendengar suara Kina yang mirip gumaman langung menoleh kearah pandang Kina.
Jantung Rey berdebar saat melihat arah yang di tuju Kina apa lagi ia sempat mendengar jika Kina menyebutkan nama pria itu.
Tae dan Kina saling kenal?. Itu yang ada di pikirannya Reynold.
"Kak Rey aku keluar dulu, See you." Ucap Kina sambil membuka pintu mobilnya dan menutupnya dengan keras.
Rey yang sedang melamun langsung sadar karena bantingan pintu itu.
Di dalam mobil Rey bisa melihat jika Kina sedang berjalan ke arah Taezo.
Tapi di tengah jalan Kina di panggil oleh seorang perempuan yang ia ketahui bernama Sindy sahabat Kina.
Rey bernafas lega setidaknya ada yang menghalanginya untuk menemui Tae. Dia harus segera memisahkan Tae dan Kina bisa bahaya jika mereka dekat atau bahkan berteman baik.
Saat Rey melihat Kina dan Sindy berjalan menjauh dari Tae baru Rey mulai menjalankan mobilnya pergi dari kampus itu.
__ADS_1
Bersambung......