Captain Agent My Heart

Captain Agent My Heart
episode 11


__ADS_3

Arya meletakan ponselnya di atas nakas dan mengambil sebungkus rokok dan korek api,dia berdiri lalu melangkah menuju pintu balkon asramanya.


Arya duduk di kursi balkon sambil membakar rokoknya kemudian menghisapnya dalam-dalam. Matanya melirik semua anggota CBA'grub yang berlalu-lalang di bawah.


"Berapa rokok yang sudah kau habiskan?." Ucap Adrew yang sudah duduk di samping Arya.


Arya menghembuskan asap rokoknya,dia hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Adrew.


"Pimpinan bicara apa padamu?." Tanya Adrew.


"Hanya urusan pribadi." Jawab Arya.


Adrew mengangguk dan mengambil satu batang rokok di meja lalu membakarnya.


Hening


"Kau lelah?".Tanya Adrew tanpa melihat ke arah Arya.


Arya melirik sekilas lalu terkekeh pelan.


"Terlihat begitukah ?."


"Hmm." Adrew berdeham.


"Tidak." Jawab Arya.Berdiri dari duduknya mematikan rokoknya lalu masuk ke dalam kamar.


Adrew tetap berada di posisi duduknya,lalu berdiri mengambil sebungkus rokok di meja dan membawanya.


"Aku membawakan makanan untukmu." Ucap Adrew menunjuk ke atas meja mengunakan dagunya.


Lalu kembali menghisap rokoknya.


"Hmm."


Arya yang sedang duduk di sandaran tempat tidur sambil memangku laptopnya. Mendongakkan kepalanya menjawab dengan deheman.


Setelah mendengar jawaban Arya Adrew melangkah keluar.


Ceklek


Suara pintu tertutup.


****


Jam menunjukan pukul lima pagi Arya langsung menutup laptopnya dan meletakkannya disampingnya.


Jika kalian tanya Arya tidak tidur?,ya Arya semalaman tidak tidur dia menyelesaikan semua tugasnya agar bisa pulang.


Makanan yang tadi malam Adrew bawa bahkan belum di sentuh sedikit pun olehnya.


Beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi.


Selesai mandi Arya wudhu dan melaksanakan solat subuh.


Setelah solat Arya mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Tut Tut


"Ya kapten ada yang bisa saya bantu?."


"Siapkan mobil biasa."


"Baik tuan."


Arya memutuskan sambungan teleponnya,dia segera menganti pakaian.


Arya sudah keluar asrama dirinya akan pergi pagi ini juga.Jika Adrew mengetahui dirinya pergi akan panjang urusanya nanti.


"Tuan?." Penjaga memanggilnya saat Arya keluar dari dalam lift.


"Sudah?." Tanya Arya.


Pengawal itu mengangguk.


"Tuan apa saya perlu memberi tahu tuan Tio?." Tanya pengawal itu.


"Tidak perlu,bilang saja padanya nanti jika aku kembali." Ucapnya sambil melangkah keluar asrama.


Mobil sudah terparkir di depan asrama,bukan mobil Ferrari atau Bugatti Veyron dan lain sejenisnya.


Hanya terparkir mobil biasa di parkiran asrama itu.

__ADS_1


Arya membuka pintunya,sebelum masuk dirinya melihat ke arah name tag pria itu dan berbicara pada pengawal


tersebut.


"Terimakasih Jack." Ucap Arya sambil membuka pintu mobilnya.


Pria yang di ketahui bernama Jack langsung tersenyum dan membungkuk saat kapten CBA'grub menyebutkan namanya.


Ketahuilah sekecil apapun bantuan yang orang lain berikan atau serenadah apapun jabatannya.Kita harus menghargainya karena kadar kebahagian seseorang itu berbeda dan kita tidak tahu sesakit apa hatinya jika kita berucap kasar padanya. Karena pada dasarnya kuasa yang paling tinggi adalah kuasa Tuhan.


Bugh


Arya menutup pintu mobil dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


Mobil Arya sudah sudah keluar gerbang CBA'grub karena bantuan Jack yang mengkonfirmasi bahwa Arya akan keluar mengunakan mobil lain yang tidak terdapat alat pendeteksi.


****


Mobil Arya melaju dengan kecepatan di atas rata-rata karena jalanan sepi belum banyak kendaraan yang berlalu-lalang.


Tiba-tiba ia teringat ucapan pemimpin padanya.


"Putriku akan pulang tiga hari lagi."


Kenapa menurutnya ada yang aneh,selama ini dirinya tidak pernah mengetahui jika paman Robert mempunyai anak.


Dan sekarang tiba-tiba putrinya itu akan datang kemari.


15 tahun waktu untuk paman Robert menyembunyikan putrinya dan tidak menemuinya lalu kenapa dia mengizinkan putrinya itu kembali?,sudah jelas jika putrinya akan dalam bahaya jika berada di negara ini dan masuk ke dalam lingkaran CBA'grub. Tapi ini?.


Memikirkan itu kepala Arya menjadi pusing,dirinya tiba-tiba meringis sakit di bagian lenganya.


Ah dirinya lupa jika tidak pernah meminum obatnya.


Arya tetap melanjutkan perjalanan dan menyetir menggunakan tangan kanannya.


****


"Hoamm." Gadis di bawah selimut menggeliat dan menguap.


"Ahh ya!! aku lupa." Kina langsung duduk sambil mengucek matanya.


Kina turun dari tempat tidurnya berjalan ke arah kamar mandi.


Tadi saat Kina solat subuh bersama Bara,kakaknya itu memberitahu dirinya bahwa Rey akan pulang hari ini.


Tentu Kina sangat senang mendengar hal itu. Sebenarnya dia tadi akan bersiap menyambut kepulangan kakak pertamanya tapi karena matanya tidak bisa di ajak kerjasama Kina jadi tertidur pulas di ranjang empuk miliknya.


"Morning bi." Ucap Kina saat sampai di dapur melihat bibi sedang membuka kulkas.


"Pagi nona." Jawab bi Li sambil mengeluarkan ikan dari dalam kulkas.


"Nona tumben sudah bangun." Ucap bi Li tanpa mengalihkan pandangannya.


"Ih bibi, Kina kan mau bantu." Ucap Kina.


"Lagian hari ini kakak pulang." Lanjutnya tersenyum sumringah.


Bi Li yang sedang memotong ikan langung terhenti saat mendengar ucapan terakhir sang nona muda.


"Tuan Rey?." Tanyanya memastikan.


Kina memutar bola matanya "Ya iyalah bibi, yang sedang tidak ada di rumah ini kan kak Rey." Ucap Kina.


Bi Li terdiam.


"Bi,Bibi kenapa?." Tanya Kina menyadarkan lamunan Lila.


"Bibi tidak apa-apa nona,hanya sedikit terkejut." Ucap bi Li melanjutkan memotong ikanya.


Kina mengangguk menjawabnya sambil memotong bawang merah.


****


Jam menunjukan pukul tujuh pagi,sudah satu setengah jam lebih Arya mengemudikan mobilnya.


Arya sudah sampai di depan gerbang rumah minimalis dua lantai.Sebelum keluar dari mobil Arya menyisir rambutnya ke samping kiri lalu mengunakan kacamatanya.


Bugh


Arya membuka gerbang rumahnya lalu masuk kembali kedalam mobil dan memarkirkan mobilnya di depan rumahnya.

__ADS_1


Tok Tok Tok


Arya mengetuk pintu rumahnya,karena masih pagi pintu depan dikunci.


"Iya sebentar!!.CK siapa sih gangu aja pagi-pagi,gak tau orang lagi sibuk apa.!" Ucap seseorang dari dalam rumah.Karena rumahnya tidak kedap suara Arya bisa mendengarnya


Senyum tipis tersunging di bibirnya suara yang ia rindukan kini terdengar.Dua bulan tidak menemui adik kecilnya membuatnya rindu.


Ceklek


Suara pintu terbuka,muncul seorang gadis mungil,rambut yang di cepol asal-asalan dan mengunakan baju tidur kuning bermotif bulan sabit.


"Ya ada ap--." Ucapnya terpotong saat melihat pria tinggi dengan kemeja biru dongker kotak-kotak yang di kancing sampai ke leher dan kacamata yang bertengger dihidung mancungnya.


"Kyaa!! Kakak!!!." Teriak Kina langsung berlari melompat ke tubuh kekar Rey.


Rey terhuyung ke belakang karena posisi pria itu belum siap,Rey menahan rasa sakit nyeri di lenganya memeluk tubuh Kina agar tidak jatuh.


Kina mengalungkan tangannya di leher Rey kedua kakinya di silangkan di pinggangnya.


Seperti koala yang sedang memeluk ibunya.


"Kangen..."Rengek Kina menatap mata Rey.


"Me to." Jawabnya sambil melangkah masuk mengendong Kina.


Di bawah tangga ada Bara yang sedang berdiri diam menatap mereka.


Karena dirinya mendengar teriakkan adiknya saat sedang melanjutkan pekerjaannya. Dan langsung berlari ke bawah untuk melihat keadaan adiknya.Tenyata dia melihat kakak pertamanya,hal pertama yang ia pikirkan adalah syukurlah kau menepati janjimu.


"Turun dulu Kina." Ucap Rey saat matanya bertemu mata Bara.


"Tidak mau." Ucapnya sambil meletakkan kepalanya di cengkuk leher Rey.


"Kina." Ucap Rey.


Kina langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Rey dan melirik Rey sedang melihat ke depan. Kina menoleh ke belakang melihat bara sedang berdiri di bawah tangga.


Kina langsung melepaskan tenganya dari leher Rey.


Dan Rey menurunkan Kina dari gendonganya.


"Kau ke meja makan dulu,nanti kak Rey menyusul." Ucap Arya langsung di anggukki oleh Kina.


Kina berbalik dan berjalan ke arah meja makan,dirinya berhenti saat melewati Bara.


"Pagi kak." Ucap Kina.


"Pagi." Jawab Bara.


Kina melangkah pergi dari dua orang yang sedang sama-sama menatap.


Rey berjalan ke arah Bara lalu memeluknya.


"Apa kabar?." Tanya Rey.


Bara tidak membalas pelukannya,Rey langsung melepaskan pelukannya menatap Bara.


"Untuk apa menanyakan kabarku kau peduli?,jika tidak ku suruh pulang pasti kau tidak akan kembali bukan?." Ucap Bara.


Rey menghembuskan nafas kasar.


"Sekarang aku sudah kembali bukan?, bisakah kita tidak perlu berkelahi?." Ucap Rey.


"Yaya,kau benar untuk apa aku mengungkit masa lalu." Ucap Bara sambil memukul-mukul lengan kiri atas Rey.


Rey menahan rasa perih,panas dan sakitnya di lengan kirinya di tepuk oleh Bara. Terlebih dirinya melihat salah satu sudut bibir Bara terangkat membentuk senyuman smrik.


"Tuan Rey,Ya Allah kau sudah pulang." Ucap perempuan paruh baya datang dari arah dapur.


Bara menurunkan tanganya yang digunakan untuk menepuk Rey dan pergi dari sana menuju ke lantai atas.


Bibi melihat kepergian Bara lalu beralih menatap Rey sendu.


"Kau tidak memelukku bi?." Tanya Rey sambil merentangkan kedua tangannya.


"Ya tuhan. Bibi sangat merindukanmu." Ucapnya sambil memeluk Rey.


"Ada yang sakit nak?." Tanyanya saat mereka selesai berpelukan.


Arya hanya membalas dengan gelengan kepala sambil tersenyum.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2