Cara Menjadi Bos Mafia

Cara Menjadi Bos Mafia
Chapter 11


__ADS_3

Winston mengangguk, lalu bertanya padanya. “Ceritakan bagaimana situasi di SMA 1? Langsung ke intinya.


Yandhi berpikir sejenak lalu berkata, “Sebelum kamu datang ada dua geng kuat di SMA 1, yang satu dipimpin oleh Kak San, satu lagi Perkumpulan Naga Hitam yang dipimpin oleh Sakti Refanaga…” Winston memotong ucapannya dan bertanya, “Siapa Siapa Sakti Refanaga? Lalu bagaimana dengan Perkumpulan Naga Hitam?”


Yandhi berkata, “Sakti adalah murid kelas 12, semua memanggilnya Kak Naga. Dia juga orang terkenal yang paling senior di SMA 1, ada banyak anak kelas 12 yang merupakan anak buahnya. Namun tidak lama berselang, datang Kak San, dia juga membawa beberapa preman jalanan sekitar dan mendirikan kekuasaannya. Entah sudah berapa banyak tawuran yang terjadi diantara mereka, yang paling parah pernah terjadi pertarungan yang melibatkan 200 orangan di dalam sekolah, ada tiga orang yang meninggal, dan yang terluka sudah tidak terhitung jumlahnya…” bicara sampai di sini Yandhi masih merasa trauma.


Winston berkata: ”Lalu pihak sekolah tidak mengurusnya?”


Yandhi hanya berkata dengan senyum dingin,”Mengurus? Mana mungkin pihak sekolah mau tahu. Kepala sekolah bahkan berkata: orang – orang ini adalah sampah masyarakat, mati satu berkurang satu sampah masyarakat.”


Carlos bertanya dengan lantang. “Tapi ada yang mati di sekolah itu bukan masalah kecil, meskipun kepala sekolahnya tidak dihukum juga pasti akan dipecat bukan?”


Yandhi berkata, “Di atas kepala sekolah masih ada orang lain. Apa pun yang dia katakan berlaku di sekolah ini. kabarnya ibu guru muda yang ada di sekolah semuanya pernah dipakai olehnya.”


Carlos mengerjapkan mata dan tercengang. Sekolah busuk macam apa ini?


Winston tersenyum jahat. “Aku tidak peduli kepala sekolah bagaimana, asalkan jangan menggangguku. Aku ingin tahu bagaimana hubungan antara Kak San dengan Perkumpulan Naga Hitam?”


Yandhi berkata, “Terkadang ada pertikaian, dua hari tidak berkelahi saja rasanya tidak tahan. Tetapi skalanya tidak besar, hanya para murid yang saling berkelahi saja.” lalu berkata sambil menghela napas. “Kalau tidak salah katanya Sakti naksir sama Kak San!”


Winston tercengang, Carlos sudah terlebih dahulu bertanya, “Kak San itu cewek?”


Yandhi mengangguk. “Iya! Tapi jangan lihat dia cewek, sadis banget! Biasanya cowok lima orang aja gak bisa menang dari dia, sepertinya dia punya hubungan dengan Geng Jinggo. Katanya dia punya hubungan asmara dengan anggota Geng Jinggo, entah benar atau tidak.”

__ADS_1


Carlos yang mendengar ini langsung pusing, menepuk jidatnya. “Pingsan gue, sekolah ini kenapa kacau banget sih. Biar Kak Wins saja yang cari ide, urusan ini gue angkat tangan.”


Yandhi tersenyum dan berkata pada Winston. “Kak Wins, Kak Han adalah ajudan utama Kak San, tidak disangka dia bisa dikalahkan dengan begitu mudah olehmu, namun kalau sampai Kak San tahu pasti tidak akan membiarkannya, Kak Wins harus hati-hati.”


Winston hanya menundukkan kepalanya tanpa bicara, dia sedang memikirkan hal ini. Carlos yang mendengar ini langsung tidak senang. “Untuk apa takut? Kalau ada tentara yang datang ada kita yang menghadang, kalau ada badai gue yang menghadang! Gue gak percaya seorang cewek bisa sehebat apa!”


Yandhi hanya tersenyum pahit. “Bro, lu pikir kita-kita mau jadi anak buah seorang cewek? Semuanya juga terpaksa! Gimana yang jelasinnya? Intinya, Kak San bukan orang biasa. Kalau lu udah lihat orangnya pasti paham.” Lalu dia mengangkat kepalanya seolah sedang bicara pada Carlos dan juga pada dirinya sendiri: “Dia adalah setangkai mawar hitam yang indah nan cantik tapi juga beracun!”


Carlos yang melihat ekspresinya ini langsung terkejut, dia menepuk Yandhi dan berkata. “Heh! Bro, lu naksir sama Kak San itu ya?”


Yandhi menggeleng. “Orang seperti dia gak bisa ditaksir sama sembarang orang seperti kita.”


Carlos yang mendengar ini terlihat bingung, apa maksudnya? Suka ya suka, tidak suka ya tidak suka ya kan! Otak anak ini pasti sudah gesrek.


Winston tiba-tiba mengatakan hal yang aneh: “Rasanya ingin sekali pertemuan ini dipercepat! Aku sungguh menantikan hari itu!” Setelah Winston tahu Kak San punya hubungan dengan Geng Jinggo, darah dalam tubuhnya langsung mendidih. Geng Jinggo adalah salah satu geng bagian dari Tiga Serangkai di Jakarta, dengan Geng Kapak, Persatuan Pemuda yang menyebut dirinya sebagai Raja Mafia Jakarta, merupakan tiga kelompok mafia yang kekuatannya tidak bisa  dianggap remeh, kalau memiliki kesempatan untuk bertarung dengan Geng Jinggo yang merupakan salah satu dari mereka, meskipun dia tidak yakin, namun hati Winston yang tidak takut kalah ini sudah mulai bergelora, jiwa mudanya yang masih begitu membara membawanya menuju tantangan yang semakin tinggi.


Sekarang Yandhi benar-benar merasa penasaran dengan Winston. Dan sejak saat ini, orang yang menjadi garda terdepan Santoso Group di masa depan ini sepenuhnya ditaklukkan. Sesama pemilik hati yang liar akhirnya menemukan tempat bernaung yang dicari seumur hidupnya.


Yandhi berkata pada Winston. “Kak San sangat hebat, kalau ingin bersitegang dengannya, meskipun menang juga akan mengalami kerugian yang besar. Lebih baik.” Membicarakan ini, Yandhi terhenti, dalam hati berpikir :bagaimanapun dia baru ikut dengan Winston, apalagi dia berpindah geng, entah ucapannya akan didengar atau tidak.


Melihat Winston memberi isyarat padanya untuk melanjutkan ucapannya, dia berkata, “Kalau bisa membuat pertikaian antara Kak San dan Sakti meruncing, mungkin itu akan membuat kita mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit, paling tidak kita tidak perlu khawatir punya dua orang musuh!”


Winston yang mendengar ini mengangguk, merasa murid yang terlihat biasa saja ini ternyata punya otak yang bagus, tidak salah menariknya ke pihaknya sendiri, yang paling dia butuhkan adalah orang yang seperti ini. setelah berpikir dia bertanya pada Yandhi dengan wajah tersenyum. “Bukankah kamu bilang Santi naksir sama Kak San? Bagaimana caranya membuat hubungan mereka semakin meruncing?”

__ADS_1


Yandhi tersenyum, lalu berkata dengan penuh percaya diri. “Aku sudah hampir dua tahun di SMA 1 ini, aku cukup tahu sifat Sakti. Orang ini sangat setia kawan, kalau tidak, berdasarkan otaknya saja tidak mungkin bisa mencapai semua ini sekarang. Hanya karena dia pintar bergaul, juga gencar membela teman, sehingga memiliki sekelompok orang yang mati pun ingin ikut dengannya. Di antara mereka ada beberapa teman yang sangat akrab dengannya, kalau kita bisa memukuli beberapa orang ini sampai masuk rumah sakit, dan membuatnya merasa ini perbuatan Kak San.” Yandhi berhenti sejenak dan melihat Winston sedang mendengarkan dengan serius, dia menghela nafas dan lanjut berkata, “Berdasarkan sifatnya, meskipun dia sangat menyukai Kak San dia tetap akan bertarung mempertaruhkan nyawanya demi kawannya!”


Winston tidak bicara, dai berpikir selama hampir lima menit.


Bahkan Carlos yang tubuhnya tumbuh lebih subur dari otaknya pun merasa cara ini sangat bagus, dia menarik Yandhi dan tidak hentinya menepuk bahunya dan mengangguk puas. “Hm, ternyata lu hebat juga bro!”


Yandhi juga memiliki kesan yang baik terhadap anak gempal yang sangat santai ini, dia berkata dengan rendah hati. “Ini cuma asal pikir saja, gak sehebat itu.”


Orang yang pintar belum tentu suka dengan orang yang sama pintarnya, namun mereka tidak akan menolak dekat dengan orang yang cara pikirnya lebih sederhana. Karena mereka pintar!


Winston yang mendengar ucapan Yandhi ini merasa cukup masuk akal, namun… Winston berkata perlahan. “Meskipun cara ini benar-benar sukses, membuat Sakti dan Kak San mengalami guncangan, namun pada saat seperti ini Geng Jinggo pasti akan turun tangan. Sebenarnya aku sama sekali tidak memandang kekuasaan Sakti dan Kak San, yang aku pedulikan adalah Geng Jinggo, dan ide ini sama sekali tidak akan berefek pada Geng Jinggo, bahkan akan membuat mereka bekerja sama untuk melawan kita…” Winston tidak ingin Yandhi merasa terpukul, dia menepuk bahunya dan berkata, “Sebenarnya idemu lumayan, tetapi kelak kamu harus berpikir lebih jauh. Jangan sampai tergoda oleh keuntungan didepan mata! Harus melihat jelas musuh utama yang sebenarnya! Kamu orang yang pintar, semoga tidak mengecewakanku.”


Setelah mendengar apa yang dikatakan Winston, keringat dingin langsung membasahi punggung Yandhi, dia selalu merasa dia sangat pintar, namun dibandingkan dengan orang di hadapannya ini, dirinya bagaikan seorang anak kecil. Yandhi memberi hormat pada Winston. “Terima kasih nasihat Kak Wins, membuatku sadar kalau masih ada banyak hal yang harus kuperbaiki, kelak aku akan bekerja lebih keras lagi, aku tidak akan membuat Kak Wins kecewa!”


Winston mengangguk dan berkata, “Sebenarnya kamu sangat pintar. Aku sangat membutuhkan orang hebat sepertimu, semoga kamu bisa tulus terhadapku…”


Yandhi berkata dengan lantang. “Kak Wins, kamu adalah satu-satunya orang yang membuatku kagum, seumur hidup ini aku hanya akan ikut denganmu!”


Winston menarik tangan Yandhi dengan akrab dan berkata, “Baiklah, Bro. Kelak kita taklukkan dunia bersama. Hahaha~~”


“Hm!” Yandhi mengangguk dengan yakin, matanya agak berkaca-kaca. Merasa Yang Maha Kuasa sangat bermurah hati padanya, membiarkannya bertemu dengan pria hebat seperti ini di usianya yang masih begitu muda.


Winston melepaskan tangannya dan berjalan keluar dari kebun, dia berkata dengan kepala menengadah. “Kalian tahu? Aku tidak tergila-gila dengan kekuasaan yang tidak terbatas, tidak suka dengan uang yang tidak habis dipakai, juga tidak peduli kelak ada pelajaran seberat apa, aku hanya menginginkan sebuah proses. Sebuah proses perjuangan yang membuat jantung berdegup kencang. Inilah yang kuinginkan. Mungkin rasanya seperti burung yang terbang bebas di langit yang luas, tidak ada yang mengikat sayapnya, ketika menundukkan kepala bisa melihat semua yang ada dibawahnya!”

__ADS_1


Suara Winston tidak kencang, namun semua yang ada disana bias mendengarnya dengan jelas, membelakangi matahari yang terbit, sinar matahari menyinari tubuhnya, membuat orang tidak berani menatapnya secara langsung. Tidak ada yang tahu perasaan apa yang sedang dirasakan saat ini, hanya merasa tubuh Winston begitu besar, begitu dekat dengan matahari, merupakan ketinggian yang selamanya tidak akan bisa dicapai.


“Kak Wins, ucapanmu aneh sekali! Kenapa aku tidak paham sama sekali?” Carlos memegang kepalanya dan memecah keheningan. Winston tersenyum, entah kenapa dia mengutarakan apa yang ada dalam hatinya, sepertinya dia benar-benar mulai berubah, bersama dengan anak muda yang begitu bergelora, membuat sifatnya menjadi jauh berbeda dengan yang sebelumnya, namun hatinya tidak menolak perubahan ini, karena dia hidup dengan bahagia sekarang. Dan dia juga sangat menghargai persahabatannya dengan kelompok anak muda ini.


__ADS_2