Cara Menjadi Bos Mafia

Cara Menjadi Bos Mafia
Chapter 16


__ADS_3

Semua melihat Winston yang sudah sadar, langsung mengelilingi ranjang dan bertanya, “Kak Wins, kau baik-baik saja?” Winston merenggangkan pinggangnya dan berkata, “Kalau kalian bisa membiarkanku tidur lebih lama aku jamin akan baik-baik saja!” lalu dia mendorong kepala Carlos sambil mengomel dengan wajah tersenyum. “Sialan, gue belum mati, nangisin apaan!”


Carlos memegang kepalanya dengan malu, lalu mengusap air matanya, setelah yang lain mendengar ucapan Winston, akhirnya bisa merasa tenang dan tertawa.


Yandhi menggenggam tangan Winston dan berkata, “Kak Wins, kelak kalau ada masalah jangan menantang bahaya seorang diri, kalau tidak ada halangan… aku masih ingin menaklukkan dunia bersama denganmu!”


Winston tertawa dan berkata, “Tenang saja, nyawaku alot banget, bahkan malaikat maut saja ogah cabut, kecuali dia sudah bosan dengan posisi malaikat mautnya dan mau tukeran denganku!”


Satu kalimat ini langsung membuat semuanya tertawa. Winston bangun dari ranjang, wajahnya sudah mulai merona sekarang, dia berkata dengan percaya diri. “Gak perlu khawatirkan aku, aku tidak apa! Tetapi ada yang hampir dalam masalah. Setengah bulan lagi, aku akan membuat SMA 1 menjadi milikku sepenuhnya. Kak San dan Kak Naga akan lenyap bersamaan!” Tidak ada yang meragukan ucapan Winston, perlahan ada sebuah keyakinan yang tertanam dalam hati semua orang: apapun yang dikatakan Kak Wins pasti akan terjadi.


Awalnya Winston ingin pulang dari rumah sakit, namun karena semua melarang, mau tidak mau dia menelepon pulang dan mengabari kalau hari ini tidak pulang, kemudian menginap di rumah sakit. Malam hari tidak ada yang pulang, semua menemani Winston dan mengobrol sepanjang malam. Kebetulan ada banyak hal yang bisa didiskusikan Mata  Tiga dengan Winston, anak buah terus bertambah sehingga membutuhkan dana; perluasan wilayah kekuasaan juga pertikaian dengan geng lain dan sebagainya. Semuanya berdiskusi sepanjang malam, memastikan sebagian besar masalah dan merencanakan sebuah rencana, masalah lainnya akan ditunda sampai berhasil membereskan Sakti.


Keesokan harinya, hasil pemeriksaan keluar, mengatakan kalau gula darah Winston rendah, pada dasarnya dia sangat sehat. Akhirnya semua bisa merasa tenang. Sekitar jam 10 siang, Winston dan yang lainnya kembali ke sekolah, Mata Tiga tidak ikut, dia sedang mempersiapkan rencana untuk setengah bulan ke depan.


Ketika Winston dan Carlos kembali ke kelas, kebetulan jam pelajaran sudah berakhir, jadi tidak perlu mendengarkan omong kosong guru. Anak buah yang melihat Winston kembali segera mengelilingi dan bertanya. Karena semalam berdiskusi semalaman, Winston sama sekali tidak cukup tidur, sehingga sekarang merasa sangat mengantuk. Dia menghindar dari para anak buah dan tidur tengkurap diatas meja.


Sampai jam pelajaran keempat berakhir dan masuk jam istirahat siang, Winston sama sekali tidak terlihat akan bangun. Murid yang di dalam kelas ada yang pulang makan di rumah ada juga yang makan di kantin, hanya Carlos yang membeli minuman dan roti untuk jadi makan siang. Pada saat ini datang seorang wanita cantik yang langsung menendang pintu kelas, dai berdiri di luar dan berteriak, “Siapa yang namanya Winston Santoso, keluar lu!”


Carlos yang ada di dalam kelas sedang memegang cola dan roti, baru minum seteguk cola sudah dibuat terkejut oleh suara yang begitu mendadak, membuat minuman yang sedang dia minum menyembur keluar. “Sial, siapa yang sudah bosan hidup?” Dia meletakkan cola dan roti diatas meja, dia menundukkan kepala dan mengambil tongkat yang ada di kolong meja lalu berjalan keluar kelas.


“Sial, beraninya mengajak ribut! Kalau udah bosan hidup langsung aja…” Carlos berjalan sambil mengumpat, ketika melihat wanita yang menendang pintu langsung kehilangan kata-kata. Dalam hati berpikir: wadidaw, cewek dari mana ini, seger banget!


Carlos segera menyembunyikan tongkat yang dia bawa ke belakang badannnya, memperlihatkan senyuman yang menurutnya paling memukau, lalu berkata sambil mengibaskan rambutnya dengan sok ganteng. “Haai~~~ kakak mencari Winston ada apa?”


Wanita itu mengamati Carlos dengan seksama, membayangkan senyumnya yang jahat, dalam hati yakin kalau ini pasti bukan orang yang baik, dia berkata dengan acuh. “Lu yang namanya Winston?”

__ADS_1


Carlos terkekeh, lalu menyilangkan kakinya sambil bersandar di pintu dengan tangan yang menopang pintu. “Gue adalah…”


Awalnya Carlos ingin mengatakan kalau ‘Gue adalah anak buah Winston’, namun dia baru mengatakan adalah, wanita itu langsung melotot dan mengangkat kakinya lalu menendang ‘si otong’ Carlos. Membuat Carlos melompat kesakitan, bahkan tongkat di tangannya juga terlempar, kedua tangannya memegangi bagian bawah dan berguling di lantai. Wanita itu sama sekali tidak segan-segan, dia langsung menendang Carlos dengan membabi buta, meskipun tenaganya tidak besar, namun tetap membuat Carlos mengerang. Awalnya Carlos ingin membalas, namun melihat ekspresi wanita yang marah ini membuatnya pasrah: anggap aja gue sial hari ini, siapa yang sanggup kasar pada wanita secantik ini!


Carlos tidak berdaya\, mau tidak mau berlari masuk ke dalam kelas dan berteriak\, “Kak Wins! Jangan tidur lagi\, aku hampir mati ditendang orang! Aduh\~\~\~ ampun\~\~!!” baru saja teriak sudah ada cap sepatu yang bertambah di celananya. Dalam hati dia merasa tidak berdaya\, dia tidak mengganggu siapapun namun malah menerima tendangan.


Winston yang sedang tertidur lelap dibuat terkejut oleh teriakan Carlos yang kencang, matanya membelalak dan langsung duduk tegak, kedua matanya menatap lurus ke depan, memang dia sudah bangun, namun otaknya masih dalam mode istirahat. Melihat Winston yang akhirnya bangun, Carlos menghindari kaki terbang wanita cantik ini sambil berteriak, “Kak, jangan tendang lagi, gue bukan Winston, dia!” Dia berkata sambil menunjuk ke arah Winston yang masih termenung.


Wanita itu langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh Carlos, sontak terkejut,  kenapa malah dia?


Dia menoleh dan melihat ke arah Carlos. “Dia Winston?”


Carlos benar-benar takut, dia mengangguk lalu berkata, “Iya benar, dia orangnya. Ada masalah apa cari dia saja!” Setelah mengatakannya dia mengelus bokongnya yang sakit lalu mencari tempat untuk duduk.


Wanita itu datang ke hadapan Winston dan bertanya, “Lu beneran Winston?” Orang yang diajak bicara tidak merespon, Carlos juga melihat dengan heran.


Wanita itu panik dan langsung berteriak, “Jadi lu Winston atau bukan?????” Yang diajak bicara sontak melompat dari kursi dan berdiri, lalu langsung memeluk wanita ini, membuat wanita ini berteriak kaget, mata Carlos langsung membelalak besar sampai bola matanya hampir melompat keluar. Kemudian Winston dengan keras melemparkan wanita itu ke samping. Wanita itu mengerang kesakitan karena tubuhnya terbanting ke lantai dengan keras, butuh waktu sesaat untuk bisa berdiri, dia memelototi Winston dengan wajah tidak percaya. Lalu Winston kembali duduk di tempat duduknya dengan tatapan mata yang kosong.


Melihat wanita di hadapannya hampir menyemburkan api, Carlos segera ke samping Winston, takut nanti dia mati ditendang wanita ini. dia menggoyangkan tubuh Winston dan berkata dengan kencang. “Kak Wins, kau kenapa?” Tiba-tiba dia ingat pesan dari dokter. Pasien yang mengidap gula darah rendah akan memperlihatkan emosional yang meledak-ledak ketika tidurnya terganggu.


Setelah diguncang dengan kencang oleh Carlos akhirnya Winston sadar. Melihat Carlos masih menggoyangkannya dengan keras, dia berkata dengan kencang. “Kalau lu bosen hidup lanjut guncang gapapa!” Membuat Carlos terkejut dan langsung menarik tangannya kembali, dia bertanya dengan hati-hati. “Kak Wins, sudah bangun?”


 “Bulshit! Trus yang lagi bicara sama elu setan!” Winston membentak, lalu merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, dia melihat ada seorang wanita cantik yang sedang menatapnya dengan sorot mata yang bisa membunuh orang.


“Santika!” seru Winston, lalu berjalan mendekat dengan wajah tersenyum, “Kenapa kakak bisa kesini?”

__ADS_1


“Gue udah dateng lama banget, bahkan dibanting sama lu dengan ramah di lantai!” Wajah Santika begitu kesal dan berkata dengan rahang mengetat.


“Ini. ini gak mungkin! Bagaimana mungkin aku membanting kakak ke lantai? Kenapa aku tidak tahu sama sekali!” Winston menoleh ke arah Carlos dengan wajah bingung, namun Carlos mengangguk dengan begitu yakin. “Kak Wins, memang ada kejadian seperti itu tadi!”


Setelah Winston mendengar itu, bahunya langsung lemas, dia berkata dengan lirih. “Kak maaf untuk yang tadi! Aku sungguh tidak tahu, mungkin tadi aku sedang tidak sadar makanya begitu pada kakak. Biar aku traktir untuk minta maaf!”


“Cih!” Santika memutar matanya. “Siapa yang mau ditraktir sama lu? Gue mau tanya, bener lu Winston?”


Winston mengangguk dan berkata, “Kak, apakah aku menyinggungmu?”


Santika berkata, “Iya! Gue mau tanya, kenapa lu berantem sama kakak gue?” Dia menatap anak laki-laki yang memanggilnya kakak ini dengan perasaan kacau, dia yang membuat kakaknya kesal sampai tidak bisa tidur semalaman, namun begitu melihatnya, membuatnya tidak bisa membencinya.


Winston memutar otaknya, tahu siapa kakak yang dia maksud, kedua tangannya dibuka dan berkata, “Ini adalah masalah antara aku dan kakakmu, aku harap kakak tidak ikut campur!”


Setelah mendengar ucapan Winston ini, hati Santika terasa begitu sakit, dia berkata dengan kesal: “Kenapa gue gak boleh ikut campur! Semua masalah kakak gue, gue boleh ikut campur. Siapa lu, atas dasar apa lu ngatur-ngatur gue!”


Pada saat ini sudah mulai ada murid yang kembali masuk ke dalam kelas, begitu masuk langsung melihat mereka dengan wajah bingung. Dalam hati Winston menghela, dia menarik lengan Santika dan berkata, “Kita jalan ke depan. Kebetulan aku sudah lapar ingin cari makan.” Setelah mengatakannya, tanpa perduli Santika mau atau tidak, dia langsung menariknya keluar.


Setelah keluar dari sekolah tidak jauh, Winston melepaskan tangannya dan berkata dengan wajah serius. “Sebenarnya hubunganku dan kakakmu tidak seburuk yang kamu bayangkan, meskipun sempat berantem, namun semua sudah berlalu!”


Santika ditarik Winston berjalan begitu jauh, membuat wajahnya merona merah, dia bertanya dengan suara pelan. “Jadi nanti lu bakal berantem sama kakak gue lagi?”


Winston berpikir sejenak lalu berkata, “Seharusnya udah gak ada kesempatan buat berantem lagi!”


Santika merasa lega dan berkata, “Huh! Kakak kedua gak tahu lu berantem sama kakak, kalau sampai dia tahu habis sudah!”

__ADS_1


Winston bertanya dengan heran. “Siapa kakak keduamu?”


Santika terkekeh dan berkata, lalu berkata dengan nakal. “Gak mau kasih tahu lu, yang pasti dia cowok yang hebat!”


__ADS_2