Cara Menjadi Tokoh Di Dunia Novel

Cara Menjadi Tokoh Di Dunia Novel
Bab 016: Kamu Tidak Perlu Memikirkan itu, Sayang (Berlian)


__ADS_3

“Jadi, Putriku,” panggil Ratu Clara setelah perahu para lady berlayar mendahului mereka, “Apa yang ingin kamu sampaikan pada ibu?”


“Ini berkaitan dengan Kak Alex, Ibunda,” jawab Selena pelan. Ia merasakan sedikit guncangan ketika perahu mulai bergerak. Sepasang ibu dan anak itu mulai berlayar sekarang.


“Alex?” Ratu Clara mengerutkan keningnya.


“Kakak datang ke istanaku kemarin malam,” Selena pun menceritakan kedatangan Alexander pada sang ratu. Ia juga menyampaikan pembicaraannya dengan putra mahkota itu. Ratu yang mendayung sendiri perahunya pun mendengarkan dengan baik.


“Aku mengerti,” Ratu Clara menatap putrinya yang terlihat khawatir sekarang, “Kakakmu memang masih lemah sekarang. Meskipun berbakat, ia butuh pendukung yang kuat di sisinya.”


Ratu Clara pun menatap dua perahu yang berlayar di depannya. Satu perahu ditumpangi oleh Amelia dan kawan-kawannya, sedangkan perahu satunya ditumpangi oleh Hanna, Evanna, dan Sari.


“Melakukan perjodohan politik memang cara tercepat untuk menghimpun kekuatan,” ucap Ratu Clara kemudian, “Akan bagus kalau dia bisa cocok dengan salah satu dari mereka.”


Selena meraba pinggir perahu. Tangannya pun diturunkan perlahan sampai menyentuh air danau yang dingin. Senyumnya mengembang tipis hanya dengan merasakan sensasi yang sederhana itu. Dalam hatinya, ia bersyukur karena masih dianugerahi banyak nikmat meskipun penglihatannya sudah dicabut.


“Hati-hati, Selena,” Ratu Clara cukup cemas melihat tingkah putrinya itu. Ia akan sangat kebingungan kalau sampai Selena terjatuh ke air. Meskipun ada pengawal yang berjaga di sekitar bibir danau, itu tetap saja berbahaya.

__ADS_1


“Tentu, Ibunda,” Selena pun kembali menarik tangannya. Ada setangkai bunga air berwarna putih yang di antara jemarinya. Bunga itu mirip dengan lotus putih yang lembut dan lembab saat dipegang. Dengan tenang, Selena berkata, “Aku tidak akan terjatuh dari perahu.”


Selena membawa masuk bunga air itu setelah memastikan tetesannya telah berhenti. Ia pun menadahnya dengan kedua tangan. Meskipun tidak bisa melihat keindahannya, ia masih bisa merasakan kelembutannya.


“Ada satu gadis lagi yang aku rekomendasikan untuk Kak Alex sebenarnya,” kata Selena setelah suasananya hening selama beberapa saat, “Aku sudah pernah melihatnya sewaktu kecil dulu. Dia gadis yang energik dan tomboi. Aku tidak bisa melupakan bagaimana berisiknya ia saat berkunjung ke mari dulu.”


“Maksudmu Rubia vi Emerald?” Ratu Clara mengingat satu-satunya gadis kecil yang terkenang dalam memorinya. Ia ingat gadis itu pernah membuat masalah di istananya.


“Benar, gadis imut itu pasti sudah sebesar Hanna sekarang,” Selena mengangguk, “Kukira dia akan ikut bersekolah di Akademi Permata tahun ini, ternyata tidak. Padahal, ia sudah lama tidak terlihat di kerajaannya. Aku jadi curiga dengan seorang gadis yang debut tak lama setelah menghilangnya Putri Emerald. Ia gadis bangsawan dari utara, Rosica Hilton. Aksen dan suara mereka sangat mirip. Yah, tapi aku masih ragu sih.”


“Hilton?” Ratu Clara mengerutkan keningnya, “Aku belum pernah mendengar nama keluarga itu.”


“Begitu, ya? Rupanya aku terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai tidak memperhatikan adanya bangsawan baru di kerajaan ini,” Ratu Clara menatap bunga air yang dipetik putrinya. Ada tatapan sendu yang tersirat di sana.


“Mereka terlalu mencurigakan, Ibunda,” tiba-tiba Selena berujar serius, “Kekayaan Baron Hilton ditaksir menyamai kekayaan bangsawan sekelas count. Mungkin wajar saja karena mereka adalah pedagang. Masalahnya, dokumen izin perdagangan mereka baru terbit di semester lalu.”


“Apa kamu pikir keluarga baron itu melakukan transaksi ilegal yang tidak diketahui untuk memperkaya dirinya?” tanya Ratu Clara tertarik. Ia percaya bahwa putrinya sangat cerdas. Ia pun tahu bahwa Selena sudah mendirikan sebuah badan intelijen dengan bantuan Madam Margaretha.

__ADS_1


“Bukan,” Selena menggeleng, “Menurutku, mereka memiliki pihak pendukung yang kuat di belakangnya. Pendukung itu tidak mungkin dari para bangsawan di utara. Marquez Lavrov pun tidak akan bisa memberi sokongan sebesar itu pada mereka.”


“Spionase dari pihak luarkah?” tebak Ratu Clara.


“Aku masih belum yakin,” Selena berwajah ragu, “Mereka adalah orang yang sangat berhati-hati menjalin transaksi. Tidak mudah mengorek informasi dari mereka. Orang kuminta mencari informasi mengenai Putri Emerald pun hampir ketahuan oleh pihak berwajib mereka. Kalau mereka sungguh melakukan spionase, berarti kita harus bersiap akan kemungkinan terburuk.”


“Hais … harusnya kamu tidak perlu memikirkan itu, Sayang,” Ratu Clara menghela napas pelan. Ia prihatin melihat putrinya yang buta terus memikirkan nasib kerajaan. “Itu adalah beban yang seharusnya diatasi oleh kakakmu. Aku khawatir kesehatanmu akan terganggu kalau kamu terlalu memaksakan diri.”


“Aku tidak bisa diam,” Selena menggeleng. Ia tahu bahwa kerajaannya akan hancur dalam kurung waktu yang tak lama lagi, tapi ia tak mungkin menceritakan hal itu pada orang lain. Meski begitu, ia harus tetap berusaha semampunya. “Selama aku memiliki kemampuan, selama itu pula aku harus berjuang. Kerjaan Diamond adalah benteng terluar yang membatasi Kontinen Western dengan Daratan Besar. Meskipun kita dalam masa gencatan senjata yang cukup lama dengan pihak Kerajaan Marjan, kita harus tetap berhati-hati.”


“Tapi tetap saja,” Ratu Clara menatap Selena gemas, “Tanggung jawabmu atas kerajaan tidaklah sebesar itu, Putriku. Biar Alex yang memikirkan semuanya.”


“Ya, karena itu pulalah Kak Alex harus segera memperkokoh posisinya. Dia butuh kekuatan yang cukup besar untuk melakukannya,” ucap Selena pelan. Jika putra mahkota memiliki kekuatan yang besar, pangeran lainnya pun tidak akan bisa sembarangan memakzulkannya. Pemberontakan juga akan lebih mudah diatasi.


“Aku mengerti,” Ratu Clara meraih tangan putrinya, “Ayahmu yang akan mengurus semua itu. Dia sudah berjanji padaku untuk mewariskan takhtanya pada kakakmu. Kamu akan aman selamanya.”


Selena terdiam membisu. Ia berharap ucapan itu benar terjadi dan akhir yang buruk padat dihindari. Setelah hidup bersama selama belasan tahun, ia tidak ingin kehilangan ayah dan ibunya, juga kakaknya.

__ADS_1


Saat ini, usia Selena tujuh belas tahun. Itu berarti, waktu damainya yang tersisa hanya tinggal tiga tahun lagi. Kalau ia tidak mampu mengubah plotnya, ia akan mengalami kejadian sebagaimana yang tertulis di karya asli.


__ADS_2