Cara Menjadi Tokoh Di Dunia Novel

Cara Menjadi Tokoh Di Dunia Novel
Bab 020: Kabar Terbaru dari Hanna (Berlian)


__ADS_3

"Jadi, mereka berdua yang mengajukan diri malah tidak bisa menjadi ketua kelas sama sekali?" tanya Selena setelah mendengarkan cerita Hanna selama minggu keduanya bersekolah di Akademi Permata. Hanna memang rutin berkunjung ke Istana Melati Putih minimal seminggu sekali. Ia selalu menceritakan kabar-kabar terbaru yang beredar di ibu kota kepada Selena.


"Iya, Magister Cloen tidak mau menerima anak yang bermasalah sebagai ketua kelas," jawab Hanna yang kemudian menggembungkan pipinya sebentar, lalu dikempiskannya lagi, "Padahal hanya bocah angkuh dan gengnya itu yang membuat masalah, tapi Nona Hilton malah ikutan kena getahnya. Dia menggerutu lama pada kami sepulang sekolah karena dihukum untuk membersihkan fasilitas akademi."


"Tadi kamu bilang Nona Hilton melawan, kan?" tanya Selena memastikan. Hanna pun langsung mengangguk semangat meskipun sang putri tak mampu melihatnya. Ia berseru seakan-akan sedang menceritakan kisah paling epik sepanjang abad ini, "Iya! Dia menendang bocah itu sampai roboh. Hanya sekali tendang. Aku tidak pernah mengira kalau dia sehebat itu."


"Hm, benar. Dia hebat," Selena tersenyum tipis. Intuisinya telah mengatakan bahwa Rosica Hilton memang 'gadis' itu. Dari laporan yang diterimanya, dikatakan bahwa gadis itu memiliki keahlian bela diri yang hebat. Namun, ia masih butuh sedikit bukti lagi.


"Hanna, apa kamu pernah mendengar tentang Putri Rubia vi Emerald?" tanya Selena tiba-tiba. Hanna pun mengerutkan keningnya, lantas menggeleng dan berkata, "Tidak, aku jarang mendengar tentang Kerajaan Emerald, apalagi putrinya. Mereka kan negeri yang tertutup. Kalau tidak ada kepentingan yang mendesak, mereka tidak akan mau membuka diri dengan dunia luar."


"Benarkah?" Selena menyunggingkan senyumannya yang khas, "Apa kamu pernah mendengar ciri khas mereka yang menarik?"


"Ciri khas? Apa maksud Anda, Tuan Putri?" Hanna kembali mengerutkan keningnya heran. Meskipun Selena seorang putri yang buta, putri Earl Muthia itu tak pernah meremehkan pengetahuan sang putri terhadap dunia sama sekali. Bisa jadi, Putri Diamond I itu bahkan lebih tahu tentang banyak hal dibandingkan dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Rambut dan mata mereka yang berwarna hijau selaras. Kudengar, itu adalah ciri khas keluarga kerajaan mereka. Mereka adalah etnis yang sejak dulu mendiami Wilayah Utara Kontinen," jelas Selena kompleks, “Apa kamu tidak pernah melihat orang dengan ciri khas yang seperti itu?”


"Nona Hilton bermata hijau, tapi rambutnya berwarna cokelat terang," ucap Hanna mulai mengerti arah pembicaraan Selena, "Apa Anda berpikir bahwa ia adalah putri dari Kerajaan Emerald?"


"Kurang lebih begitu, tapi aku masih belum yakin," ungkap Selena, “Bisa jadi kan dia adalah orang berdarah campuran. Karena itu, aku meminta tolong padamu untuk mengundangnya ke mari. Setelah kuperhatikan, aksen dan suaranya memang mirip dengan Putri Emerald. Aku harus berbicara dengannya lebih banyak ketika kami bertemu kembali nanti.”


“Kalau begitu, bukannya sudah jelas?” Hanna menatap heran, “Apa yang membuat Anda ragu, Tuan Putri?”


Ia sudah pernah membaca plot Berlian. Dalam rute itu, diceritakan bahwa Kerajaan Emerald adalah kerajaan yang paling banyak merebut wilayah Kerajaan Diamond di masa keruntuhannya kelak. Alasan dari invasi Kerajaan Emerald itu adalah penyerangan brutal terhadap putri sulung mereka, Rubia vi Emerald yang merupakan tokoh dari plot Zamrud.


Selena berpikir untuk mencegah terjadinya tragedi itu. Rubia vi Emerald bukanlah tokoh sembarangan. Kalau rencananya berhasil, ia bahkan bisa memperkuat posisi kakaknya dan melindungi Kerajaan Diamond dengan bantuan putri dari negeri tertutup itu. Masalahnya, ia tidak tahu pasti kapan dan di mana tragedi penyerangan itu terjadi. Ia pun juga tak tahu di mana keberadaan Putri Emerald saat ini.


Awalnya, Selena berpikir bahwa musibah itu mungkin akan terjadi dalam perjalanan pulang Putri Rubia vi Emerald. Dikisahkan bahwa setelah pemberontakan berhasil menggulingkan takhta kakaknya, pangeran antagonis itu langsung memerintahkan penutupan seluruh pintu gerbang Kerajaan Diamond agar tak ada satu pun keluarga kerajaan yang kabur keluar. Karena kebijakan itu, para duta yang ditarik oleh negaranya untuk menghindari konflik pun jadi tidak bisa keluar juga.

__ADS_1


"Hanna, bisakah kamu tanyakan tiga hal ini pada Nona Hilton?" tanya Selena sambil mengeluarkan sebuah buku berkode cetak timbul. Itu adalah buku yang berisi informasi terkait hal-hal mendasar di Kerajaan Emerald. "Kalau dia menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan baik, berarti ia memang putri dari Kerajaan Emerald. Cobalah bertanya padanya senatural mungkin. Aku yakin kamu pasti bisa.”


“Saya mengerti,” jawab Hanna yang kemudian meminjam buku itu. Meski tidak buta, ia juga sudah mempelajarinya. Ia cukup tertarik dengan kode-kode cetak timbul itu saat melihat cara Selena membacanya. "Saya akan menyelidikinya diam-diam."


"Terima kasih, Hanna," Selena mengangguk pelan. Ia sangat yakin bahwa seharusnya Rubia vi Emerald sudah hadir di akademi tahun ini. Kalau dia memang menyamar sebagai Rosica Hilton, bisa diasumsikan bahwa kerajaan tertutup itu sedang merencanakan sesuatu yang buruk. Ia harus mencegahnya. Pertama-tama, ia harus mengorek motif dan tujuan mereka, kemudian mencari penyelesaian atas


......................


Aku menatap huruf demi huruf itu dengan cermat. Plot Diamond masih belum melenceng jauh karena pergerakannya kali ini. Pengaruhnya memang sangat kecil untuk mengubah plot lainnya. Namun, ia sudah membuka gerbang perubahan itu.


Mirah sudah menyatakan dukungannya. Mutiara selalu siap membantunya. Masalahnya masih ada pada Nilam dan Zamrud. Kedua tokoh itu belum terpengaruh banyak dari perbuatannya. Mereka berdua bahkan sudah mulai melakukan pergerakannya sendiri. Aku tidak sabar menanti bagaimana kisah mereka berlima akan mengalir.


"Hai, ada yang ingin kutanyakan," ucapku pelan, "Kalau kamu bisa menjadi satu di antara mereka, siapa yang akan kamu pilih?"

__ADS_1


__ADS_2