Carmelia

Carmelia
Mencarikannya Pekerjaan


__ADS_3

Setelah kepergian Haikal, Carmelia hanya berdiam di apartemennya. Haikal meminta Carmelia untuk tidak keluar dari apartemen sebelum ia kembali. Didalam kamar Carmelia hanya tidur dan tidur, ia meguling-gulingkan tubuhnya diranjang besar milik Haikal, matanya terus melirik jam yang menempel pada dinding kamar.


“Huh, bosan juga lama-lama disini.” Carmelia turun dari ranjang dan berjalan ke arah balkon kamar, lalu ia mendudukan bokongnya dikursi


yang berada disana.


“Kangen café, kangen teman-teman juga.” Gumamnya, pandangannya lurus menatap jalan disekitar apartemen dengan tangan yang terus memutar-mutar ujung rambutnya. “Aaakh.. bosan, bosan.” Ia menarik-narik rambutnya kesal, lalu ia kembali bangkit dari duduknya masuk ke kamar dan melangkahkan kakinya menuju dapur, ia membuka lemari pendingin dan melihat beberapa bahan makanan yang sempat dibeli Haikal sebelum pria itu pergi meninggalkannya, tetapi Carmelia enggan untuk memasak hari ini, lalu ia membuka lemari dapur disebelahnya dan terdapat beberapa mie instan.


“Mmm masak mie aja deh.” Ucapnya pelan.


**


Sementara itu disebuah ruangan Haikal sedang menerima seseorang yang ingin memberikan informasi yang ia minta.


“Nona Carmelia bekerja disebuah café ini data-datanya, ia hanya tinggal bersama seorang pelacur bernama Rasti, mengenai nona Carmelia yang akan dijual ibunya itu benar adanya tuan, Easti ingin menjual Carmelia karena wanita itu sudah tidak laku lagi.” Jawab lelaki yang berada didepannya. Haikal mendengus nafas kasar, ia memijat keningnya yang terasa agak sakit.


“Baiklah pak Usman, terima kasih informasinya.” Ucap Haikal sambil mengangkat telephone yang tergeletak dimejanya.


“ Baik tuan kalau begitu saya pamit.” Ucap lelaki itu sambil bangkit dari duduknya, yang dijawab anggukan kepala oleh Haikal.


“Panggil pak Rudi untuk keruangan saya.” perintahnya melalui sambungan telephone diruangannya. Tidak berapa lama pintu ruangannya diketuk dari luar, seorang wanita membuka pintu ruangannya dan hanya menampaknya kepalanya didepan pintu.


“Pak Rudi sudah disini pak.” Ucapnya, Haikal mengangguk


“Suruh dia masuk.” Jawabnya kepada wanita tersebut, seorang lelaki muda yang bernama Rudi memasuki ruangannya.

__ADS_1


“Siang pak ada yang bisa saya bantu?” tanya lelaki itu sambil membungkukan bandannya.


“Duduk.” Perintah Haikal sambil menunjuk kursi didepannya, lelaki itu mendudukan bokongnya dikursi yang ditunjuk Haikal.


“Apa ada posisi yang kosong dikantor ini?” tanyanya kepada lelaki didepannya yang dijawab anggukan oleh lelaki itu.


“Ada pak, ada beberapa, di bagian HRD dan keuangan kita butuh masing-masing 1 karyawan pak, dibagian pemasaran juga kita butuh 2 karyawan dan bulan depan nona Anti sekretaris bapak juga sudah tidak bekerja disini lagi karena kemarin dia sudah mengajukan resign.” Ucap lelaki itu menjelaskan.


“Ah iya aku lupa kalau bulan depan Anti sudah tidak bekerja lagi disini karena harus mengikuti suaminya yang pindah keluar kota.” Ucap Haikal sambil memukul keningnya pelan, kalau begitu saya minta 1 dibagian HRD saja buat menempatkan seseorang disana, sisanya kamu buka lowongan lagi.” Ucap Haikal. “Baik pak saya akan laksanakan sesuai perintah bapak.” Lelaki


itu bangkit dari duduknya untuk segera meninggalkan ruangan Haikal, setelah kepergian karyawannya Haikal melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya.


“Jam 11.30.” Gumamnya, lalu ia bangkit dari duduknya dan menuju


“Siang pak, apa bapak mau saya pesankan sesuatu?” tanya seorang sekretarisnya ketika melihat Haikal keluar dari ruangannya.


“Tidak saya akan makan siang diluar saja, kamu boleh istrirahat.” Ucapnya sambil melangkahkan kakinya menuju lift.


“Baik pak.” Jawab wanita itu ketika Haikal berlalu dari hadapannya.


Haikal membawa mobilnya sendiri keluar dari perusahaan, ia menyempatkan untuk mampir ke beberapa tempat untuk membeli sesuatu disana, setelah semua terasa cukup ia kembali melajukan mobilnya menuju aparteman miliknya. Hampir tiga puluh menit perjalanan yang ia tempuh akhirnya ia sampai diparkiran, ia langsung keluar dari mobilnya dan menuju unit apartemenya.


Setelah pintu apartemennya terbuka, Haikal melihat sekeliling ruangan mencari seseorang disana, matanya terpaku ketika melihat Carmelia tertidur disofa panjang diruang televisi.


“Iih kalau sudah tidur kayak orang mati tidak mendengar apapun.” Gumamnya pelan, ia meletakkan semua barang-barang yang ia beli dimeja depan sofa, lalu ia melangkahkan kakinya menuju dapur dan membuka lemari pendinginnya melihat bahan makanan yang ia beli

__ADS_1


tadi pagi tidak berkurang sedikit pun. “Hmmm, apa tidak dimasak ini bahan-bahan makanan?” ucapnya sambil melihat Carmelia yang masih terlelap dengan tidurnya, Haikal mengeluarkan beberapa bahan makanan dari lemari pendingin, ia mencoba mengolah bahan makanan yang ada.


Tiga puluh menit Haikal menghabiskan waktunya untuk membuat makan siang dirinya dan Carmelia, ia membuat makanan yang simple ayam fillet dan sayur bening, setelah ia menata makanannya dimeja makan Haikal melangkahkan kakinya menuju sofa untuk membangunkan Carmelia.


“Hei bangun.” Ia mencolek-colek lengan Carmelia tetapi wanita itu masih nyenyak dengan tidurnya dan tidak terusik sama sekali, sekali lagi Haikal mencolek-colek lengan Carmelia tetapi tetap sama wanita itu tetap tidak bergerak, sampai akhirnya ia menggoncang-goncangkan lengannya tetapi Carmelia hanya menggeliat dan merubah posisinya membelakangi Haikal, Haikal mendengus nafasnya kasar di udara lalu ia beranjak ke maja makan dan mengambil air segelas.


“Hei putri tidur ayo bangun.” Haikal menciprat-cipratkan air dari gelas yang ia pegang ke muka Carmelia, Carmelia tetap tidak terusik, merasa kurang banyak cipratannya Haikal kembali menciprat-cipratkan air lebih banyak dari pertama, dan berhasil Carmelia sontak bangun dan langsung duduk.


“Hah hujan..waah bocor-bocor!” teriaknya karena Haikal masih terus menciprat-cipratkan air kemukanya meskipun wanita itu telah bangun dari tidurnya.


“Hahaha….” Haikal tertawa terpingkal-pingkal melihat Carmelia langsung bangkit dan berteriak bocor, mendengar tawa sesorang disampingnya Carmelia menoleh dan melihat Haikal yang tetawa tepingkal-pingkal sambil memegang perutnya.


Carmelia menekuk wajahnya kesal karena merasa telah dikerjai oleh Haikal.


"iiih om apa-apaan sih?, bangunin orang kayak gitu.” Ucap Carmelia sambil memanyunkan bibirnya. Haikal menghentikan tawanya dan melihat Carmelia sambil bertolak pinggang.


“Siapa suruh tidur kayak orang mati, sudah dibangunkan pelan-pelan tetapi ngga bangun.” Ucapnya kesal, Haikal meninggalkan Carmelia yang masih duduk disofa menuju meja makan dan mendudukan bokongnya dikuris meja makan, Carmelia mendengus nafasnya kasar lalu bangkit dari duduknya dan mengikuti Haikal menuju meja makan.


“Waaaaah ini siapa yang masak om?” tanyanya dengan mata berbinar melihat makanan yang sudah tersaji dimeja makan lalu ia mendudukan bokongnya dikursi meja makan, Haikal mendelikkan matanya menatap Carmelia tajam setelah mendengar panggilan Carmelia untuk dirinya, Carmelia tersadar ketika menatap mata Haikal ia menutup mulut dengan telapak tangannya. “Ups maaf lupa, abisnya aku panggil apa dong?, pakde ya?’ tanyanya lagi, Haikal kembali menatapnya tajam. “hihihi…iya maaf, abis apa dong?” tanya Carmelia sambil mengambil piring dan menaruh nasi beserta lauk pauknya ke dalam piring.


“Masa aku panggil sayang.” Ucapnya lagi tanpa ekspresi.


“Uhuk…uhuk..uhuk.” Haikal tersedak makanannya mendengar perkataan Carmelia.


”Wh om, pakde, mas..eh sayang, aduh apa nih, ya uda minum dulu deh.” Carmelia mengambilkan air digelas untuk Haikal, Haikal meraih air yang diberikan Carmelia untuknya tetapi ia kembali batuk ketika mendengar Carmelia memanggilnya sayang. “Uhuk..uhuk.” Carmelia menghampiri Haikal ketika ia melihat Haikal tidak bisa menghentikan batuknya, ia mengusap-usap punggung Haikal, setelah agak tenang Haikal meminum air yang sejak tadi ia pegang.

__ADS_1


__ADS_2