Carmelia

Carmelia
Aku Tidak Mau Pulang


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 5 sore, Haikal memasuki rumahnya dengan langkah cepat, ia melihat sekeliling rumah mencari keberadaan Carmelia.


“Bi Surti.” Panggilnya kepada seorang perempuan paruh baya yang melintas didepannya.


“Iya den.” Jawab bi Surti sambil membungkuk


“Mana wanita itu.?, tanyanya dengan matanya terus melihat sekeliling rumah untuk mencari keberadaan Carmelia.”


“Siapa den?, oh non Carmelia ya?” tanyanya, Haikal sontak menatap bi Surti ketika perempuan paruh baya itu menyebut nama wanita yang ia cari.


“Carmelia?” tanyanya


“Jadi namanya Carmelia?” tanyanya lagi, bi Surti langsung mengangguk mengiyakan.


“Nama yang bagus.” Gumamnya dalam hati “dimana dia?” tanyanya lagi


Non Carmelia ada dihalaman belakang den.” Ucap bi Surti sambil menunjuk pintu belakang dengan ibu jarinya, Haikal mengangguk paham, segera ia melangkahkan kakinya menuju halaman belakang.


Haikal menghentikan langkahnya ketika melihat Carmelia duduk dipinggir kolam renang dengan menurunkan kakinya setengah. “Eheem.’ Haikal berdehem agak keras membuat Carmelia sontak menoleh kearah suara


“Om” ucapnya sambil mengeluarkan kakinya yang masuk setengah ke dalam kolam renang lalu segera berdiri.


“Sedang apa kamu disini?” Tanya Haikal


“Melihat-lihat rumah om.” Jawabnya sambil terkekeh


“Rumahku bukan tempat wisata yang bisa kamu lihat-lihat sekelilingnya.” Ucap Haikal ketus.


“Iih om galak bener.” Jawab Carmelia sambil mengerucutkan bibirnya.


“Uda sembuh kan kamu.” Tanya Haikal dengan wajah datar. Carmelia mengangguk sebagai jawaban


“Kalau kamu sudah sembuh kamu bisa…”

__ADS_1


“Jangan om…jangan.” Carmelia memotong ucapan Haikal ketika Haikal belum selesai bicara.


“Jangan usir saya om….saya mohon.” Carmelia mengatupkan kedua tepalak tanganggnya didada meminta belas kasian kepada Haikal.


Haikal mendengus kasar dan menatap Carmelia dingin. Carmelia maju selangkah dan menarik lengan Haikal agar Haikal mau mengasihaninya.


“Apa sih kamu, jangan pegang-pegang!” Haikal menepis tangan Carmelia yang menarik tangannya


"Cih” Carmelia berdecih sambil menekuk wajahnya.


“Maaf om, jangan usir saya, saya bisa kok om jadi pelayan disini.” Ucap Carmelia memelas. Haikal memutar bola matanya malas.


“Saya tidak butuh pelayan.” Ucapnya sambil berbalik dan melangkah meninggalkan Carmelia


“Om tunggu om…” Carmelia berlari mengejar Haikal yang beranjak pergi dari hadapannya.


“Om tunggu.” Carnelia merentangkan kedua tangannya untuk menghalangi langkah Haikal.


“Om mau apa?’ Carmelia membulatkan matanya melihat Haikal terus melangkah mendekatinya. Haikal terus melangkah sambil tersenyum meringai.


“Kamu menghadang saya mau apa hah.., kalau bukan minta ci*um kan?” Tanya Haikal sambil tersenyum licik. Carmelia menggeleng sambil terus mundur perlahan.


“Ngga om…jangan.” Ucapnya sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan.


“Hahahaha.” Haikal tertawa terbahak-bahak sambil mendorong kening Carmelia dengan telunjuknya.


“Kamu bukan selera aku.” Ucapnya lagi lalu melangkah meninggalkan Carmelia yang masih terpaku ditempatnya.


“Sudah waktunya kamu pergi, ayo aku antar kamu pulang.” Teriak Haikal ketika ia sudah mulai jauh dari Carmelia. Carmelia menarik nafasnya lega, ia memegang dadanya karena nafasnya terasa turun naik.


“Dasar om-om s**T*ng.” gumamnya pelan.


Carmelia melangkahkan kakinya menyusul Haikal yang sudah beranjak keluar, ia terus melangkah sampai ke pintu depan.

__ADS_1


“Tiin.” Sebuah klakson mobil mengagetkannya, Carmelia menoleh dan melihat Haikal didalam mobil tersebut.


“Ayo cepat masuk.” Perintah Haikal. Dengan langkah gontai Carmelia menghampiri mobil Haikal dan membuka pintu mobilnya.


Haikal menjalankan mobilnya pelan ketika Carmelia sudah mendudukan bokongnya dikursi sebelahnya. “Dimana alamat kamu?” Tanya Haikal sambil pandangan lurus kedepan. Carmelia tidak menjawab membuat Haikal menoleh ke samping


“Dimana alamat kamu?” Haikal mengulangi pertanyaannya.


“Jalan janji no 3.” Jawab Carmelia pelan. Haikal mengangguk paham ia melajukan mobilnya pelan menuju alamat yang Carmelia berikan.


Carmelia hanya menunduk selama perjalanan, tidak ada pembicaraan di antara mereka hanya keheningan yang ada.


***


Tiga puluh menit kemudian mobil Haikal sampai disebuah gang sempit yang hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua, Carmelia segera turun dari mobil Haikal tanpa berucap satu kata pun, Haikal hanya menatap Carmelia dingin.


Belum sempat Haikal melajukan mobilnya ia melihat sebuah sepeda motor menghampiri Carmelia.


“Carmelia.” Panggil seseorang laki-laki yang mengendarai motor tersebut. Carmelia terkejut dan membulatkan matanya ketika ia tahu siapa yang memanggilnya. Ia segera berlari menjauh dari lelaki itu, melihat Carmelia yang tiba-tiba berlari Haikal segera menepikan mobilnya dan keluar untuk mengejar Carmelia dan lelaki itu.


“Carmelia jangan lari!” lelaki itu berteriak ketika Carmelia berlari menjauh darinya, ia mengejar Carmelia dengan motornya. Langkah Carmelia yang kecil tidak akan sebanding dengan motor yang mengejarnya, lelaki itu berhasil mengejar Carmelia, ia menghentikan langkah Carmelia dengan motornya hingga membuat Carmelia terjatuh, melihat Carmelia terjatuh lelaki itu segera turun dari motornya dan menarik tangan Carmelia, Carmelia segera bangkit ketika tangannya ditarik oleh lelaki itu.


“Hahaha..lo mau kemana?” ucap lelaki itu sambil tertawa.


“Jangan!…lepas!” Carmelia berusaha berontak dari cengkraman lelaki itu.


“Lo ngga akan bisa lari lagi seperti kemarin.”


“Hahaha….kalau lo ngga mau sama lelaki tua yang kemarin ngga masalah, gue bisa gantiin, kita bisa bersenang-senang.” Ucap lelaki itu sambil tetawa keras.


“Jangan!…lepasin!, ber****ek lo!” maki Carmelia. Lelaki it terus menarik Carmelia, ia memegang tengkuk Carmelia dan mendekatkan wajahnya didepan Carmelia, Carmelia terus berontak berusaha melepaskannya.


“Berhenti!!...lepaskan wanita itu!” Carmelia membulatkan matanya melihat lelaki yang berteriak kearah mereka.

__ADS_1


__ADS_2