Carmelia

Carmelia
Kedatangan Anita


__ADS_3

Bunyi pesan masuk dari ponselnya yang mengalihkan pandangannya dari layar komputer.”Ting” nama Haikal tertera disana.


Carmelia melirik ponsel yang tergeletak dimeja kerjanya. “Iih jelek sekali bunyinya.” Gerutu Carmelia pelan, ia mengambil ponsel itu dan membacanya.


“Bisa keruangan saya”.


Carmelia tidak menjawab pesan dari Haikal, ia bangkit dari duduknya dan melangkah keluar ruangan menuju ruangan Haikal dilantai palng atas.


Pintu lift terbuka, Carmelia melangkahkan kakinya keluar dari lift menuju ruangan Haikal. “Siang bu, pak Haikal ada didalam?” tanya Carmelia ketika ia didepan meja sekretaris, Anti mengangguk .


”Ada, mari masuk bapak sudah menunggu.” Jawabnya sambil beranjak dari duduknya dan mengantar Carmelia ke ruangan Haikal.


“Tok..tok” Anti mengetuk pintu ruangan Haikal terlebih dahulu lalu membukanya perlahan.


“Siang pak, nona Carmelia sudah datang.” Ucapnya.


“Ya suruh dia masuk.” Jawab Haikal dari dalam ruangannya.


Anti membuka pintu lebih lebar dan mempersilakan Carmelia untuk masuk, Carmelia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Haikal, didalam nampak asisten Handi sedang duduk disofa yang tersedia dengan laptop didepannya, Handi mendongak ketika Carmelia masuk dan dibalas senyuman oleh Carmelia.


“Ehem…” Haikal berdehem melihat Handi yang bergeming ketika Carmelia masuk dan tersenyum kepadanya, deheman Haikal seketika membuat Handi mengerjap dan memalingkan pandangannya cepat.


Carmelia mendudukan bokongnya dikursi didepan meja kerja Haikal. “Om ..eh bapak panggil saya?.” Tanyanya. Haikal mengangguk sebagai jawaban.


“Apa yang kamu kerjakan hari ini.” Tanyanya


“Mm..itu pak, mmm saya diminta input data.” Ucap Carmelia ragu.


“Sudah selesai?” tanya Haikal lagi, Carmelia menggeleng samar.


“S-saya ngga ngerti om.” Ucapnya berbisik sambil menoleh ke arah Handi sekilas, Haikal mendengus nafasnya kasar di udara, ia menatap Handi yang masih duduk disofa dengan tatapan yang masih fokus ke laptop didepannya.


"Han, kamu bawa saja pekerjaannya ke ruangan kamu, nanti bawa kembali kalau sudah selesai.” Ucap Haikal memberi perintah. Handi mengangguk dan segera bangkit dari duduknya, ia merapihkan laptop lalu beranjak keluar dari ruangan Haikal.

__ADS_1


Haikal kembali menatap Carmelia didepannya “Bawa kemari pekerjaan kamu.” Ucap Haikal yang dijawab anggukan kepala oleh Carmelia.


Carmelia bangkit dari duduknya dan beranjak keluar dari ruangan Haikal menuju ruang kerjanya untuk mengambil pekerjaannya.


Lima menit kemudian, Carmelia kembali dengan beberapa berkas ditangannya, Haikal sudah menunggunya, ia duduk disofa panjang dengan laptop yang sudah tersedia dimeja depan sofa, caremlia melangkah mendekati sofa panjang dan mendudukan bokongnya disamping Haikal.


“Bagian mana yang kamu ngga ngerti?” tanya Haikal.


“Semuanya hehe…” jawab Carmelia sambil terkekeh, Haikal menggelengkan kepalanya samar.


“Yaa.. om saya kan biasanya anter-anter makanan sama cuci piring, nah ini disuruh kerja pakai komputer mana aku tau om.” Ucap Carmelia sambil mengerucutkan bibirnya.


Haikal memalingkan wajah menyembunyikan senyum tipisnya, lalu ia mengambil berkas Carmelia dan mengajari Carmelia untuk input data ke komputer, Carmelia melihat dengan fokus semua yang Haikal ajarkan, sekali-kali ia mencoba mengerjakan sendiri pekerjaannya, Haikal mengangguk melihat Carmelia yang sudah dengan lancar menggunakan laptop didepannya, Jarak mereka yang sangat dekat membuat tatapan mereka sering bertemu dan membuat mereka menjadi kikuk.


Carmelia masih sibuk dengan pekerjaannya ditemani Haikal disampingnya yang masih setia menunggunya bekerja, dan tiba-tiba pintu ruangan Haikal terbuka tanpa ada yang mengetuknya terlebih dahulu, seorang wanita cantik dengan pakaian yang super mewah memasuki ruangan Haikal, didikuti oleh Anti dibelakangnya mengejar wanita tersebut.


“Maaf pak, nona ini masuk begitu saja.” Ucap Anti takut


“Anita?” tanyanya. Haikal mengerutkan keningnya melihat Anita didepannya, Haikal menganhkat tangannya memberi kode agar Anti bisa keluar dari ruangannya. Anti mengangguk paham lalu ia beranjak meninggalkan ruangan tersebut.


“Hai Haikal, maaf ya aku ngga kasih kabar ke kamu kalau aku mau kesini.” Ucap Anita sambil mendudukan bokongnya di sofa single samping Haikal.


“Mau apa kesini?’ tanya Haikal penuh selidik.


“Sebentar lagi jam makan siang, tadi aku kebetulan lewat jadinya aku pikir sekalian aja mau ajak kamu makan siang.” Ucapnya tersenyum. Haikal mendengus nafasnya,


“Aku makan dikantor.” Ucap Haikal ketus sambil terus melihat Carmelia yang masih bekerja disampingnya. Carmelia berusaha tidak mempedulikan interaksi Haikal dengan wanita disampingnya, ia berusaha tetap fokus dengan pekerjaanyanya walaupun hatinya bertanya-tanya siapa wanita tersebut.


Haikal bangkit dari duduknya dan beranjak menuju kursi kebesarannya, ia memutuskan kembali bekerja dan menghiraukan Anita, ketika Haikal kembali ke kursinya Anita menatap Carmelia lekat, ia pandangi wanita didepannya, melihat dengan teliti penampilan Carmelia dari atas sampai bawah, bibirnya tersenyum sinis lalu ia beranjak dari duduknya dan mendekati Haikal, ia mendudukan bokongnya dikursi depan meja Haikal.


Carmelia melirik kearah Anita yang beranjak mendekati Haikal, ia merasa kalau kehadirannya mengganggu interaksi Haikal dengan wanita itu, Carmelia merapihkan berkas-berkas dimeja lalu bangkit dari duduknya. Melihat Carmelia bangkit dari duduknya membuat Haikal sontak menoleh ke arahnya.


“Mau kemana kamu?” tanyanya

__ADS_1


“Maaf pak saya selesaikan pekerjaan saya diruangan saya saja ya.” Ucap Carmelia sungkan.


“Duduk, selesaikan disini sampai selesai, baru kembali ke ruangan.” Ucap Haikal memberi perintah. Anita yang berada didepan Haikal pun menatap Haikal dan Carmelia bergantian.


“Biarkan saja dia kembali ke ruangannya, kan kita akan keluar makan siang.” Ucap Anita dengan suara yang dibuat lembut. Haikal tidak menghiraukan ucapan Anita, ia bangkit dari duduknya dan menghampiri Carmelia.


“slSelesaikan disini, aku mau lihat hasilnya langsung.” Haikal megambil berkas-berkas yang Carmelia bawa, ia membawanya kemeja kerjanya dan meletakkannya disana.


“Kerjakan saja disni.” Ucapnya sambil meletakkan berkas dan mengambil laptop yang tergeletak dimeja.


“Pindahkan saja file nya ke komputerku kamu bisa mengerjakannya disana.” Ucap Haikal sambil memindahkan pekerjaan Carmelia dari laptop ke komputernya.


“Tapi pak s-saya…”


“Duduk dikursi saya dan lakukan perintah saya.” Haikal memotong ucapan Carmelia, dengan sungkan Carmelia melangkah ke kursi kebesarannya dan mendudukan bokongnya disana.


Anita melebarkan matanya ketika ia melihat Carmelia duduk dikursi kebesaran Haikal, ia menahan nafasnya dan memalingkan wajahnya kesal.


“Haikal..tante Raya mau kita…”


“Maaf Anita aku sibuk, kamu bisa lihat kan kalau aku masih ada pekerjaan.”ucapnya tegas memotong ucapan Anita.


Anita mendengus nafasnya kasar, lalu ia berdiri dengan menghentakan kakinya dan pergi meninggalkan ruangan Haikal dengan perasaan kesal. Carmelia mendongak menatap kepergian Anita, ia menoleh menatap Haikal disampingnya tetapi lelaki itu bergeming tidak peduli sedikit pun.


“Kamu lihat apa?” tanyanya menoleh ke wanita disampingnya, karena ia merasa kalau Carmelia sedang memperhatikannya.


“Itu om, itu..” Carmelia ragu untuk mengeluarkan kata-katanya, ia menunjuk Anita yang sudah pergi meninggalkan ruangan Haikal.


“Sudah ngga usah dihiraukan, selesaikan pekerjaanmu dan setelah ini kita pergi makan siang.” Ucap Haikal tegas


“Hah?…loh tadi mba itu ajakin om makan siang kok om nolak, katanya sibuk.” Carmelia menatap Haikal bingung


“ Ida ngga sibuk.” Ucapnya pelan, membuat Carmelia terdiam dengan mulut sedikit terbuka karena tidak percaya dengan ucapan Haikal.

__ADS_1


__ADS_2