Carmelia

Carmelia
Dijebak


__ADS_3

Carmelia membuka pintu rumahnya perlahan, seketika matanya menangkap sosok Rasti ibunya yang tertidur dikursi panjang, ia langsung menghampiri Rasti karena ia tau Rasti pasti baru saja pulang.


“Bu…ibu bangun, kenapa ibu tidak tidur dikamar.” Carmelia mengguncang-guncangkan bahu ibunya pelan, perlahan Rasti membuka matanya.


“Ooaaam….” Rasti menutup mulut dengan tangannya, matanya menatap Carmelia yang berdiri disampingnya dengan menenteng kantong plastik ditangannya.


“Apa itu?’ Rasti menunjuk kantong yang dipegang Carmelia dengan dagunya.


“Oh ini sarapan yang diberikan oleh pemilih warung tempat aku kerja bu, yuk kita makan dulu, sebentar ya bu aku ambilkan piring dibelakang.” Carmelia meletakkan bungkusan itu dimeja dan beranjak pergi kebelakang.


Dua menit kemudian Carmelia membawa dua piring dan dua sendok lalu duduk disebelah Rasti yang sudah bangun dari tidurnya. Carmelia membuka bungkusan itu dan memberikan satu kepada Rasti.


“Hari ini kamu kerja?” Tanya Rasti sambil menyuapkan makanan ke mulutnya, Carmelia mengangguk sebagai jawaban.


“Nanti malam gue jemput ya.” Ucap Rasti lagi sambil mengunyah makanannya.


Carmelia menyengitkan keningnya heran. “Ibu mau jemput aku?” tanyanya meyakinkan Rasti


Rasti mengagguk .”Iya gue mau ajak lo makan, lagi dapet rezeki nih.” Ucap Rasti dengan mulut penuh makanan. Carmelia langsung tersenyum lebar mendengar perkataan Rasti.


“wlWaaaah ibu baik banget, aku sampai terharu.” Carmelia langsung memeluk Rasti dengan erat karena senangnya.


“Aah uda jangan peluk-peluk, cepat makan nanti lo telat.” Rasti melepaskan pelukan Carmelia dengan kasar. Carmelia yang merasa senang tidak memperdulikan sikap Rasti yang selalu kasar kepadanya, ia merasa kalau hari ini mungkin sifat Rasti mulai berubah.


**


Carmelia menjalankan harinya dengan perasaan senang, selama ia mengerjakan pekerjaannya dicafe ia selalu tersenyum membayangkan nanti malam akan makan dimana ia dengan Rasti, ia juga membayangkan setelahnya Rasti akan berubah dan menyayanginya.


Tidak terasa hari menjelang malam, Carmelia membereskan dan membersihkan semua peralatan café yang tadi siang dipakai, hari ini café lumayan ramai, seperti biasa karyawan-karyawan kantor yang selalu meramaikan café tempat ia bekerja, walaupun hari ini sangat melelahkan tetapi Carmelia tidak merasa lelah karena hatinya yang sedang bahagia sejak tau Rasti mau mengajak ia makan malam ini.

__ADS_1


“Carmelia hari ini mau aku antar pulang?” Tanya Evan sambil merapihkan alat-alat yang dipakai untuk keperluan tadi siang.


Carmelia menggeleng. “tidak usah Van, aku dijemput ibuku.”


Evan menyegitkan keningnya. “Kamu dijemput ibumu?’ Tanya Evan heran, Carmelia mengangguk menjawab pertanyaan Evan.


“Kamu ngga merasa aneh Lia kenapa ibumu tiba-tiba mau jemput kamu?” Tanya Evan lagi meyakinkan. Carmelia tersenyum mendengar pertanyaan Evan.


“Aku positif thinking aja Van, mungkin aja ibuku mau berubah.” Ucap Carmelia sambil tersenyum.


“Yaaah semoga saja.” Evan beranjak keluar dari dapur untuk mengecek semua sisa makanan yang ada.


“Stock masih aman Van sampai hari minggu nanti” terdengar suara Arnet dari meja kasir ketika Evan mengecek makanan dilemari pendingin, Evan mengangguk paham.


Carmelia keluar dari dapur dan menghampiri mereka berdua, Arnet mencatat semua pemasukan hari ini bersamaan dengan Evan dan Carmelia yang mencatat dan menghitung stock makanan yang tersedia.


Setelah didepan pintu Carmelia melihat ada mobil yang terparkir, ia ragu untuk menghampiri, dan akhirnya seorang perempuan berpakaian minim keluar menghampirinya.


"Ibu…” gumamnya ketika melihat Rasti keluar dari mobil.


“Ayo kita pergi.” Ajak Rasti setelah ia mendekat ke hadapan Carmelia.


“Kita pergi dengan siapa bu?” Carmelia menatap mobil yang terparkir tidak jauh darinya, karena terlalu gelap sehingga ia tidak dapat melihat orang yang berada dibalik kemudi.


“Jo.” Jawab Rasti sambil menarik tangan Carmelia.


“Van aku duluan ya.” Carmelia melambaikan tangannya kearah Evan yang sejak tadi duduk diatas motor miliknya sambil memperhatikan Carmelia dengan ibunya. Evan mengangguk dan membalas lambaian tangan Carmelia sambil berteriak. “Hati-hati Lia.” Carmelia mengangguk mendengar ucapan Evan sambil terus melangkah mengikuti Rasti.


Carmelia duduk dikursi belakang, Jo langsung melajukan mobilnya meninggalkan café tempat Carmelia berkerja. Hari semakin malam tempat-tempat makan yang terlihat bagus sudah mulai menutup kedainya, mungkin yang tersisa hanya tempat-tempat makan pinggir jalan, Carmelia tidak peduli Rasti membawa ia makan dipinggir jalan, bagianya bisa lebih dekat denga Rasti adalah hal yang paling membahagiakan buat dia.

__ADS_1


Setelah empat puluh lima menit mobil yang dikendarai Jo membelah malam akhirnya sampai dipekarangan club tempat Rasti berkerja, Carmelia menatap tempat tersebut heran, matanya menatap sekeliling hingga akhirnya mobil yang dikendarai Jo berhenti tepat didepan pintu masuk club.


“Kita makan disni bu?” Tanya Carmelia heran sambil menatap pintu club. Rasti tidak menjawab, ia langsung turun dan keluar dari mobil yang disusul oleh Jo.


“Ayo turun.” Rasti membuka pintu mobil bagian belakang, karena ia tidak melihat pergerakan Carmelia untuk keluar, Carmelia ragu untuk melangkah keluar dari mobil, tetapi Rasti langsung menarik tangannya untuk segera keluar.


“Iih lama amat sih lo, ayo cepet keluar.” Rasti menarik tangan Carmelia dengan kasar, Carmelia terpaksa keluar setelah tangannya ditarik oleh Rasti.


Mereka bertiga masuk kedalam club, pandangan Carmelia terus menatap sekeliling club yang diterangi dengan lampu-lampu remang, terdengar suara musik dengan dentuman keras, membuat Carmelia harus menutup telinganya. Rasti menyuruh caremlia duduk dikursi yang ia tunjuk, Carmelia duduk bersama Jo, dan Rasti pergi ke bartender memesan minuman untuk Carmelia. Jo menatap Carmelia dengan senyuman penuh arti, dia melihat Carmelia dari atas sampai bawah dengan tatapan na*su, Carmelia memalingkan wajahnya ke arah lain ketika Jo terus-terusan menatapnya.


“Cantik….andai aja gue yang bisa lebih dulu nikmatin lo.” Ucap Jo pelan tapi masih bisa didengar Carmelia.


Carmelia menoleh dan menatap Jo tajam setelah ia mendengar ucapan Jo, Jo menarik bibirnya ke samping dan terus manatap Carmelia.


Mata Carmelia terus mencari-cari keberadaan Rasti, seketika ia melihat Rasti sedang berbicara dengan seorang wanita berpaiakan sexy dengan dandanan yang super menor. Rasti dan perempuan itu pun menghampiri tempat Carmelia dan Jo duduk, setelah sampai didepan Carmelia wanita sexy itu pun menyuruh Carmelia untuk berdiri.


"Hai cantik…coba kamu berdiri.” Ucapnya sambil menatap Carmelia. Carmelia berdiri dibantu Rasti yang menarik tangannya untuk berdiri, dan wanita sexy itu pun mengangguk-angguk sambil tersenyum senang. “Barang mahal” gumamnya, setelah itu ia langsung melakukan panggilan dari benda kecil ditangannya.


Carmelia menatap mereka bertiga bergantian, ia bingung apa yang akan dilakukan wanita sexy itu kepadanya. Rasti menatap Carmelia sekilas sambil tersenyum licik lalu ia langsung menarik tangan Jo untuk segera beranjak pergi mengikutinya.


“Ibu mau kemana.” Tanya Carmelia heran


“Kamu tunggu disini aja dulu gue sama Jo mau pesan makanan.” Ucap Rasti beranjak pergi. Carmelia terpaksa Duduk sendiri dengan perasaan takut, matanya terus menatap sekeliling club, lalu tiba-tiba datang seorang pria paruh baya menghampirinya.


“Hai cantik.” Ucap pria tersebut sambil merangkul Carmelia.


********


Haai…..Ini novel pertama aku loh, maaf ya kalau masih kurang dalam penulisannya, aku masih banyak belajar nih, mohon dukungannya yaaaa biar aku semangat nulisnya. Tks

__ADS_1


__ADS_2