
“Wanita itu.....” gumamnya
Haikal segera menepikan mobilnya lalu segera ia beranjak keluar menghampiri Carmelia yang duduk dipinggir jalan.
“Hei..sedang apa kamu disini?” tanya Haikal sedikit membentak.
Medengar suara Carmelia mendongakan kepalanya untuk melihat seseorang yang berdiri didepannya.
“Om...”ucapnya tetapi tiba-tiba pandangannya buram dan ia langsung ambruk ke samping. Melihat Carmelia yang merebahkan tubuhnya ke samping dengan cepat Haikal menangkap kepala Carmelia agar tidak terbentur pinggiran trotoar
“Hei...hei bangun.” Haikal menepuk-nepuk pipi Carmelia yang terlihat memerah karena kena sinar matahari, Carmelia tidak bergeming tetap memejamkan matanya mebuat Haikal sedikit panik, Haikal melihat sekelilingnya lalu berteriak
“Tolong...tolong.” teriaknya membuat orang disekitarnya menghampiri.
“Kenapa pak?, kenapa sama wanita ini?” tanya seorang pemuda yang berlari ke arahnya.
“Tolong saya mas, ini adik saya pingsan, tolong bantu saya angkat dia ke mobil.” Pinta Haikal
Pemuda itu mengangguk dan segera mengangkat tubuh Carmelia dibantu oleh beberapa pemuda lainnya untuk dibawa ke mobil Haikal, Haikal segera berlari ke mobilnya dan membuka pintu belakang mobilnya.
“Terima kasih mas, terima kasih.” Ucap Haikal setelah Carmelia ditidurkan didalam mobilnya, Haikal mengeluarkan beberapa lembar uang kertas berwarna merah dan menyerahkannya ke beberapa orang yang membantunya.
“Tidak usah pak, kami ikhlas membantu.” Ucap seseorang yang ikut membantu
“Tidak apa mas ini sebagai ucapan terima kasih.” Haikal tetap menyodorkan uangnya
“Tidak usah pak, benar pak kita ikhlas membantu.” Ucap seseorang lainnya
“Sebaiknya bapak segera bawa adik bapak ke dokter supaya cepat ditangani.” Ucap yang lainnya
“Baiklah kalau begitu saya sekali lagi mengucapkan terima kasih.” Ucap Haikal sambil memasukan kembali uangnya.
__ADS_1
“Saya pergi ya mas.” Haikal segera memutari mobilnya untuk masuk ke mobilnya dan duduk dibelakang kemudi, para pemuda yang menolongnya mengangguk bersama.
Haikal melajukan mobilnya untuk kembali ke rumahnya, selama perjalanan sekali-kali dia menoleh ke kursi belakang untuk melihat keadaan Carmelia, setelah sepuluh menit akhirnya ia tiba dikediamannya, didepan pagar ia membunyikan klakson mobilnya
“Tin’ mendengar Suara klakson seorang satpam berlari membukanya. Mobil Haikal langsung masuk ke pekarangan dengan cepat setelah pintu pagar terbuka.
“Pak Eko bantu saya.” Teriak Haikal ke satpam rumahnya. Pak Eko mengerutkan keningnya ketika ia membuka pintu belakang mobil Haikal.
“Loh ini wanita yang tadi tuan?” tanyanya heran
“Sudah jangan banyak tanya, bantu saya bawa dia ke kamar tamu.” Perintah Haikal, tanpa banyak tanya pak Eko segera mengangkat tubuh Carmelia masuk ke dalam.
“Den Haikal kok balik lagi?” tanya bi Surti ketika melihat masuk ke dalam rumah
“Loh ini kan nona yang tadi?, kenapa dengan nona ini den?” tanya bi Surti yang mengikuti langkah pak Eko dan Haikal masuk ke kamar tamu lantai satu.
“Cepat panggilkan dokter bi.” Perintah Haikal tanpa menjawab pertanyaan bi Surti
“Baiik den.” Bi Surti berlari keluar untuk melakukan panggilan dengan telephone rumah
“Sebentar lagi dokter datang den.” Ucap bi Surti mengalihkan pandangan Haikal, Haikal mengangguk mengiyakan. “Tolong bersihkan kaki dan tangannya ya bi.” Perintah Haikal sebelum akhirnya ia beranjak keluar kamar untuk menunggu dokter diruang tamu.
Lima belas menit kemudian seorang dokter laki-laki datang. “Selamat siang pak Haikal, siapa yang sakit?” tanya dokter laki-laki itu sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Haikal.
“Silakan dok, dia ada dikamar tamu.” Haikal mengantarkan dokter tersebut ke kamar tanu yang ditempati Carmelia.
Dokter laki-laki tersebut segera memeriksa Carmelia dengan teliti. “Bagaimana dok?’ tanya Haikal setelah melihat dokter tersebut merapihkan alatnya tanda kalau ia sudah selesai memeriksa Carmelia.
“Hanya kelelahan.” Jawab dokter tersebut singkat. “Saya akan memberikan vitamin saja ya, mungkin nanti setelah dia siuman bisa dikasih makan baru berikan vitaminnya.” Haikal mengangguk dan menerima vitamin yang dokter berikan, setelah selesai Haikal mengantar dokter tersebut ke pintu keluar, tanpa banyak tanya dokter tersebut pamit meninggalkan kediaman Haikal, setelah dokter itu pergi Haikal kembali ke kamar tamu.
“Tolong urus dia ya bi, saya pergi dulu, kalau dia sudah sadar berikan makan dan suruh minum vitamin ini ya.” Ucap Haikal kepada bi Surti yang sejak tadi masih berada disamping Carmelia, bi Surti mengangguk dan menerima vitamin yang diberikan Haikal, lalu ia melanjutnya mengusap-usap tubuh Carmelia dengan minyak angin agar cepat siuman, Haikal segera beranjak keluar kamar dan pergi meninggalkan Carmelia bersama bi Surti.
__ADS_1
Lima menit kemudian Carmelia membuka matanya perlahan, pandangannya melihat sekeliling ruangan yang nampak asing baginya.
“Eh non sudah sadar.” Terdengar suara wanita paruh baya disampingnya, Carmelia menoleh ke arah suara yang ia dengar.
“Bi bibi..” ucapnya dengan suara serak
Bi Surti mengangguk. “Non makan dulu ya, nanti minum vitamin.” Ucap bi Surti sambil bangun dari duduknya dan menghampiri meja didepan ranjang
‘Saya dimana bi?’ tanya Carmelia dengan pandangan masih melihat sekelilingnya.
“Tadi non pingsan dijalan, den Haikal yang membawa non kesini, jadi sekarang non ada dirumah den Haikal.” Jawab bi Surti sambil melangkah menghampiri Carmelia dengan membawa piring berisi nasi berserta lauk pauknya, Carmelia berusaha menggerakkan tubuhnya untuk bangun dari tidurnya, melihat Carmelia yang kesusahan untuk bangun bi Surti meletakkan piring tersebut dimeja kecil samping ranjang dan membantu Carmelia untuk duduk bersandar dipapan tempat tidur.
“Om galak, bantu saya.” Tanya Carmelia pelan
“Namanya Haikal non, bukan om galak.” Ucap bi Surti sambil menganbil piring nasi dan meletakan ke pangkuan Carmelia. .”Mau bibi suapin?” tanyanya, Carmelia menggelang. “Tidak usah bi.”
Bi Surti mengangguk paham dan tersenyum menemani Carmelia makan dengan pelan.
“Sekarang om galak itu kemana bi?” tanya Carmelia sambil mengangkat tangannya yang memegang sendok untuk memasukan nasi ke mulutnya.
“pergi, biasanya kalau hari libur gini den Haikal suka main golf atau kumpul-kumpul dengan temannya.” Jawab bi Surti, Carmelia hanya mengangguk dan melanjutkan makannya, setelah makanannya tandas bi Surti memberikan
Carmelia vitamin yang tadi Haikal berikan.
“Ini non kata den Haikal non minum vitamin ini.”
“Apa ini bi?” tanya Carmelia sambil melihat-lihat benda kecil yang berbentuk kapsul yang diberika bi Surti.
“Itu vitamin non, tadi pas non pingsan den Haikal memanggil dokter, dan itu vitamin dari dokter yang memeriksa non tadi”. Carmelia mengangguk mendengar penjelasan bi Surti, dan segera meminum vitamin yang diberikan.
“Ya sudah non istirahat dulu ya, oiya nama non siapa?, bibi sampai lupa menanyakan nama non, hehe.” Tanya bi Surti sambil terkekeh
__ADS_1
“Carmelia bi, nama saya Carmelia.” Bi Surti mengangguk dan segera keluar meninggalkan kamar. Carmelia menghela nafas pelan.
“Setelah ini aku harus kemana ya?.’ Gumamnya pelan