
Pagi ini Carmelia sudah siap dengan pakaian kantornya karena hari ini adalah hari pertama ia bekerja diperusahaannya Haikal, setelah merasa semua sudah terlihat rapih ia melangkahkan kakinyan ke ruang makan mempersiapkan sarapan untuk dirinya sendiri, ketika ia ingin mendudukan bokongnya dikursi meja makan tiba-tiba pintu apartemen terbuka dari luar.
“Klik, Ceklek”.Carmelia melangkahkan kakinya menuju ruang tamu untuk melihat siapa yang datang.
Pinru terbuka lebar terlihat Haikal melangkahkan kakinya masuk ke dalam, tetapi langkahnya terhenti didepan pintu ketika melihat Carmelia yang berdiri didepannya dengan pakaian kantor, mata mereka bertemu membuat Haikal bergeming ditempatnya menatap penampilan Carmelia lekat.
“Om..eh maaf” Carmelia menyapa Haikal yang masih terpaku menatapnya, panggilan Carmelia membuat Haikal mengerjap kemudian memalingkan wajahnya sejenak.
“Kamu sudah siap.” Haikal melangkah masuk menuju ruang makan tanpa menoleh ke Carmelia, Carmelia mengangguk sebagai jawaban. “Sudah tapi aku baru saja mau sarapan, kamu sudah sarapan?” tanya Carmelia sambil melihat punggung Haikal yang berdiri membelakanginya.
Haikal tidak menjawab, ia mendudukan bokongnya dikursi meja makan dan menarik mangkuk berisi mie instan kepunyaan Carmelia dan langsung memakannya dengan lahap.
“Hei itu sarapan aku.” Carmelia berteriak dari berakang punggungnya dan beranjak menghampiri Haikal. Kedua matanya melebar ketika melihat Haikal dengan lahap menyantap sarapan yang ia buat.
“Cih kalau mau sarapan tuh bilang.” Carmelia berdecih sambil melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuat sarapannya kembali.
“Sarapan kenapa harus mie isntan, kamu ngga takut gemuk?, biasanya tuh perempuan kalau sarapan hanya roti.” Ucap Haikal dengan mulut penuh makanan.
“Ngga nendang kalau Cuma roti, aku tuh bukan perempuan yang sok jaga image dengan menahan makan demi tubuh langsing.” Cibir Carmelia sambil mendudukan bokongnya membawa mie instan yang baru saja ia buat kembali.
Haikal tidak mempedulikan ucapan Carmelia, setelah semangkuk mie instan tandas ia meminum air yang berada didepannya membuat Carmelia kembali melotot menatapnya. “Ih dasar om om malas , sampai minum saja ambil
punya orang.” omel Carmelia pelan.
Haikal bangkit dari duduknya setelah selesai dengan sarapannya, ia melangkah ke ruang televisi dan mendudukan kembali bokonnya disofa ruang tengah.
“Kalau makannya sudah selesai kita segera ke kantor, hari ini pertama
kamu berkerja jadi jangan sampai telat.” Ucapnya dengan pandangan lurus menatap layar televisi.
__ADS_1
Carmelia mengangguk samar, ia segera menyelesaikan sarapannya dengan cepat, setelah selesai ia merapihkan dan membersihkan peralatan makan yang mereka gunakan, lalu beranjak mendekati Haikal yang masih terduduk disofa.
“Ayo berangkat.” Ucapnya dihadapan Haikal. Haikal mendongak menatap Carmelia yang berdiri didepannya. “Ayo!” ajak Carmelia lagi membuat Haikal menggerejap dan memalingkan wajahnya, lalu ia bangkit dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
Tiga puluh menit perjalanan mereka dari apartmen ke perusahaan, Haikal dan Carmelia turun dilobby ia memberikan mobilnya kepada sang supir untuk membawanya ke tempat parkir.
Haikal melangkahkan kakinya menjuju lift khusus untuknya, ia melangkah penuh wibawa dengan tatapan dingin melewati setiap karyawan yang berlalu lalang, semua karyawan membungkukkan badannya ketika bertemu dengannya.
Carmelia yang mengikuti langkah Haikal berjalan sambil menundukan wajahnya. Setiap ia melewati para karyawan terdengar bisik-bisik diantara mereka, ada yang menganggap kalau Carmelia asisten barunya Haikal atau sekretaris pengganti yang akah resign nanti.
Haikal tidak mempedulikan tatapan dan ucapan-ucapan semua karyawannya, ia terus melangkah masuk ke dalam lift.
“Ayo masuk.” Ajaknya ketika ia melihat Carmelia hanya berdiri didepan pintu lift yang terbuka, Carmelia mengangguk samar dan segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift.
Haikal menekan tombol lantai paling atas, lantai khusus untuk dirinya dan petinggi-petinggi lainnya dari perusahaan tersebut.
Pintu lift terbuka nampak Anti sekretarisnya Haikal membukukkan badannya ketika Haikal melewatinya, “Suruh Handi masuk ke ruangan saya kalau dia sudah sampai ya.” Ucap Haikal sebelum ia masuk ke dalam ruangannya, Anti mengangguk mengiyakan. “baik pak.” Ia menatap Carmelia yang berjalan dibelakang Haikal, Carmelia tersenyum dan menatap sekilas wanita tersebut lalu masuk mengikuti langkah Haikal.
“Masuk han.” Perintah Haikal, Handi membuka pintu ruangan Haikal lebar dan melangkahkan kakinya untuk berdiri dibelakang carmelkia duduk.
“Ini Carmelia.” Haikal menunjuk Carmelia yang duduk didepanya.” dia akan bekerja hari ini, saya sudah minat ke pak Rudi untuk menempatkan dia di bagian HRD, kamu antar dia ke pak Rudi ya, nanti pak Rudi yang akan antar dia ke bagian HRD.” Ucap Haikal menjelaskan, Handi mengangguk mengiyakan.
”baik pak, mari nona Carmelia saya antar.” Ucap Handi sambil mempersilakan Carmelia untuk mengikutinya, Carmelia mengangguk samar, lalu ia bangkit dari duduknya.
“Terima kasih ya pak.” Ucap Carmelia sambil tersenyum melihat Haikal didepannya sebelum ia beranjak mengikuti langkah Handi. Haikal terpaku ketika melihat Carmelia tersenyum ia bergeming ditempatnya tanpa membalas ucapan Carmelia sedikit pun, setelah Carmelia menghilang ia memalingkan wajahnya ke arah lain.”duh ada apa denganku.” Gumamnya sambil mengusap-usap dadanya.
Carmelia duduk ditempatnya ketika ia sudah berada diruangan HRD, setelah Handi mengantarnya ke ruangan pak rudi, pria tersebut membawa carmelai ke ruangan HRD untuk memperkenalkannya kepada karyawan disana.
“Huft, aku biasa pegang baki sama cuci piring, ini malah disuruh pegang computer.” Gumam Carmelia pelan, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
“Hai, karyawan baru ya?” seorang lelaki muda menghampirinya, Carmelia menoleh dan mengangguk mengiyakan.
“Namaku Daffa.” Ucap lelaki itu sambil menyodorkan tangannya untuk menjabat tangan Carmelia, Carmelia menyambut uluran tangan lelaki itu.”Carmelia.” ucapnya.
“Namanya bagus, sesuai sama orangnya yang cantik.” Ucap Daffa sambil menatap wajah Carmelia lekat.
“Mmm…modus dech, jangan mau Carmelia, Daffa ini playboy.” Seorang wanita menghampiri Daffa dan memukul kepalanya dengan sebuah map.
"jangan ganggu lo, nanti di omelin asisten Handi baru tau rasa.” Ucap wanita itu lagi sambil mendudukan bokongnya dikursi sebelah Carmelia.
“Loh kamu pacarnya asisten Handi?” tanya daffa dengan tatapan tidak percaya,
Carmelia menggeleng cepat.”bukan”jawabnya
“Oh syukur dech.” Ucap daffa sambil menarik nafas lega
“Uda sana jangan ganggu orang, kerja-kerja.” Ucap wanita tadi sambil mendorong daffa agar menjahui Carmelia.
“Ah bilang aja kamu cemburu sil.” Ucap daffa membela diri sambil mencibir dan berjalan ke arah mejanya
“Cih siapa yang cemburu.” Sisil berdecih sambil bertolak pinggang.
“Lagian kamu kemana sih daf?, dari tadi kita semua uda kenalan sama Carmelia kamu baru datang.” Ucap seseorang lelaki yang duduk tidak jauh dari Sisil.
“Dipanggil bos.” Teriak daffa dari mejanya, "Caremlia nanti siang makan siang berang aku yaaaa.” Daffa kembali berteriak sambil tatapannya fokus melihat layar computer didepannya.
“Pletak!!” Sisil melempar sebuah pulpen ke arah daffa dan tepat mengenai kepala belakangnya.
“Aduh..sssh, apa-apaan sih si?, sakit tauuu!.” Omel daff sambil memegang kepalanya yang kena lemparan pulpen dari sisil
__ADS_1
“Nerisik tauu!!.” Teriak sisil dari mejanya.
Carmelia hanya tersenyum melihat interaksi teman-teman barunya, lalu ia berusaha untuk tetap fokus kembali ke layar komputernya dengan tatapan bingung, sampai akhirnya bunyi pesan masuk dari ponselnya yang mengalihkan pandangannya dari layar komputer.”ting” nama Haikal tertera disana.