Carmelia

Carmelia
Berencana Pindah


__ADS_3

Daffa dan Sisil menemani Carmelia untuk mencari kontrakan disekitar perusahaan, waktu sehabis makan siang mereka gunakan untuk keluar mencari-cari kontrakan yang diinginkan Carmelia.


“Saya ambil ini ya pak.” Ucap Carmelia setelah keluar dari sebuah rumah yang mereka lihat.


“Baik neng, mau ambil bulanan apa tahunan?.” tanya Didin seorang bapak paruh baya pemilik kontrakan.


“Saya ambil bulanan saja pak, tetapi saya bayar uang mukanya dulu ya.”Carmelia memberikan beberapa lembar uang berwarna merah ke pada Didin sebagai uang muka. Didin mengangguk mengiyakan dan mengambil beberapa lembar uang yang diberikan oleh Carmelia.


Mereka bertiga kembali ke perusahaan dengan berjalan kaki, karena jarak perusahaan dan rumah yang akan dikontrak Carmelia tidak terlalu jauh sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki.


Langkah mereka sempat terhenti didepan lobby kantor, pandangan mereka teralihkan ke sepasang manusia yang berjalan memasuki lobby kantor.


Anita terus merangkul lengan Haikal, ia enggan melepaskan lelaki itu walaupun sudah beberapa kali Haikal berusaha melepaskan tangan Anita dari lengannya.


Haikal tersentak kaget karena melihat Carmelia juga berada dilobby tersebut, tatapan mereka bertemu, Haikal berusaha untuk melepskan lagi tangan Anita dari lengannya.


“Lepaskan anita.” Ucapnya sambil menahan amarah


Carmelia mengalihkan pandangannya melihat ke arah lain, kakinya kembali melangkah mengikuti Daffa dan Sisil yang menuju lift khusus karyawan, Haikal terus memandangi Carmelia yang terus berjalan ke arah lift karwayan, ia juga melangkah menuju lift yang khusus untuk dirinya diikuti Anita yang juga berusaha meraih lengannya kembali.


Haikal melirik Carmelia yang masih menunggu lift didepan lift karwayan, Carmelia hanya menundukan wajahnya tanpa peduli ada sepasang mata yang terus menatapnya.


Pintu lift khusus ceo terbuka, dengan langkah pelan Haikal memasuki lift tersebut bersama Anita, Carmelia sempat melirik ke arah Haikal yang masuk ke lift khusus untuknya bersama Anita, ia menghela nafas panjang dan menghembuskannya pelan, wajahnya kembali menunduk. “Apa yang kamu pikirkan Lia, jangan berharap lebih.” Ucapnya dalam hati.


Carmelia mendudukan bokongnya dikuris didepan meja kerjanya, ia kembali mencoba fokus dengan pekerjaannya, hari ini ia sudah menerima gaji pertamanya, ia berniat akan mentraktir teman-temannya setelah pulang kerja nanti. Carmelia tidak mempunyai banyak teman ditempat ia bekerja dulu ia hanya berteman dengan Evan, dan ditempat ia bekerja sekarang ia hanya berteman dengan Daffa dan Sisil.


Carmelia sudah bisa menghubungi Evan kembali, ia sudah menceritakan semua yang terjadi dengannya, dan hari ini ia juga ingin bertemu dengan Evan bersama Daffa dan Sisil, dengan semangat Carmelia mengerjakan pekerjaannya agar cepat selesai dan pulang dengan cepat.


**


Diruang Ceo, Haikal berusaha untuk tetap fokus dengan pekerjaannya, ia mengabaikan Anita yang terus berceloteh sambil melihat-lihat majalah dipangkuannya.


“Haikal ini bagus tidak?” tanya Anita sambil melangkah menghampiri Haikal yang masih sibuk dengan pekerjaannya, ia menyodorkan sebuah majalah yang terdapat gambar gaun pengantin ke hadapan Haikal.


Haikal menepis tangan Anita yang memegang majalah tersebut sehingga majalah itu terjatuh dilantai. “Ah..” Anita kaget, wajahnya dialihkan menatap majalah yang tergeletak dilantai dengan tatapan kesal ia kembali melihat Haikal yang masih sibuk dengan komputer didepannya, Anita menghentakan kakinya dan kembali duduk disofa, ia melipat tangannya didada sambil terus menatap Haikal.

__ADS_1


Haikal tidak mempedulikan Anita yang terus manatapnya dengan kesal, tatapannya tidak berpaling sedikit pun dari kompter didepannya, sampai akhirnya Anita merasa kesal dan bangkit dari duduknya.


“Aku pulang.” Ucapnya sambil beranjak pergi dari ruangan Haikal, tetapi langkahnya terhenti didepan pintu, ia kembali menoleh ke belakang berharap Haikal mencegah kepergiannya, tetapi Haikal tetap tidak mempedulikannya dan tetap fokus dengan pekerjaan.


“iih!” Anita menghentakkan kembali kakinya sambil membuka pintu ruangan Haikal dan melangkah pergi


“BRAAK!!” Anita membanting pintu dengan kesal, Haikal mendongak dengan tatapan dingin ia menatap pintu yang sudah tertutup dengan keras.


Dengan wajah datarnya Haikal meraih gagang telephone yang tergeletak dimeja kerjanya.


“Ke ruangan saya sekarang.” Ucapnya setelah panggilan itu tersambung


Lima menit kemudian Handi membuka pintu ruangan Haikal dan melangkah masuk.


“Duduk” Haikal menujuk kursi didepannya, Handi mendudukan bokongnya dikursi yang ditunjuk Haikal.


“Bagaimana ada laporan apa hari ini?” tanyanya setelah melihat Handi duduk dihadapannya.


“Neberapa perusahaan ada yang mengajuakan kerjasama, saya sedang mempelajari berkas-berkas yang mereka kirim, ada beberapa kriteria yang bisa kita pertimbangkan.” Handi berkata dengan menyerahkan berkas yang ia pegang, Haikal mengangguk paham dan mulai membaca berkas yang Handi berikan.


“Baiklah kamu tanya Anti dulu jadwal saya yang kosong hari apa biar Anti nanti menjadwalkannya.” Ucap Haikal sambil menyerahkan berkas kembali ke tangan Handi


“Beberapa perusahaan ini tolong diperiksa kembali kriteria – kriteria yang sangat cocok dengan kita.” Ucap Haikal yang dijawab anggukan oleh Handi.


“Kamu boleh kembali ke ruangan.” Ucap Haikal lagi, Handi mengangguk samar dan bangkit dari duduknya, baru beberapa langkah ia kembali menoleh ke belakang menghadap Haikal yang kembali fokus dengan pekerjaannya.


“Tadi sehabis makan siang saya melihat nona Carmelia keluar bersama dua orang temannya pak.”


Haikal mengerutkan keningnya. “Kemana?” tanyanya


“Saya tidak segaja mendengar nona Carmelia pergi untuk mencari rumah kontrakan disekitar kantor.” Jawab Handi


Haikal kembali mengerutkan keningnya. “Apa?”


“Siapa yang suruh dia pindah.” Tanyanya lagi

__ADS_1


“Maaf pak saya tidak tahu.” Ucap Handi sambil tertunduk


“Baiklah kamu boleh pergi dari sini.” Ucap Haikal, ia menyenderkan tubuhnya disandaran kursi sambil memijat keningnya.


“Aku tidak pernah menyuruhnya untuk pindah.” Gumam Haikal kesal, ia bangkit dari duduknya, dan berjalan ke arah pintu, sebelum ia menggapai handle pintu tiba-tiba pintunya terbuka dari luar.


“Maaf pak hari ini ada jadwal rapat dengan perusahaan vaiyer, kebetulan beberapa perwakilan dari perusahaan tersebut sudah datang.” Anti langsung berkata didepan Haikal ketika pintu terbuka dan melihat Haikal yang berdiri didepannya.


Haikal mendengus nafas, dan mengusap wajahnya kasar.” Suruh mereka tunggu diruang rapat.” Ucapnya pelan


“Baik pak.” Ucap Anti lalu beranjak pergi.


***


Waktu menunjukkan pukul lima sore, waktu yang sudah memperbolehkan karyawan untuk pulang, Carmelia memasukan ponsel yang tergeletak dimeja kerjanya, ia juga merapihkan beberapa berkas yang berserakan dimejanya.


“Yuk, jadi kan?” tanya Sisil setelah ia berdiri disamping meja Carmelia, Carmelia mengangguk mengiyakan.


Setelah semua merasa telah selesai, mereka bertiga pergi menuju lift untuk segera keluar dari perusahaan ke tempat yang mereka sudah pesan sebelumnya.


Daffa mengambil mobilnya yang terparkir di parkiran perusahaan, Carmelia dan Sisil sengaja menunggunya dilobby, setelah mobil yang dikendarai oleh Daffa sampai dilobby perusahaan. Carmelia dan Sisil masuk ke dalam mobil tersebut.


Dua puluh menit kemudian mereka telah sampai ditempat yang mereka tuju, nampak evan sudah menunggunya sejak tadi, caremlia berlari menghampiri evan yang bangkit dari duduknya setelah melihat Carmelia masuk ke dalam cafe.


Setelah Carmelia memperkenalkan Evan dengan teman-temannya mereka berempat mendudukan bokongnya bersamaan, memesan makanan dan minuman yang ia inginkan, bercakap-cakap dan bersendau gurau menceritakan tentang dirinya masing-masing.


Tidak terasa waktu hampir empat jam mereka habiskan bersama didalam cafe, dan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing untuk mengistirahatkan dirinya karena seharian lelah bekerja, Daffa yang awalnya ingin mengantar Carmelia tetapi ditolak oleh Carmelia, Carmelia memilih untuk pulang bersama Evan dengan motornya, akirnya dengan terpaksa Daffa hanya mengantarkan Sisil pulang.


Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit perjalanan menuju apartemen Haikal, karena perjalanan menggunakan motor jadinya bisa dengan cepat Carmelia sampai di apartemen Haikal, setelah sampai ia berbincang sebentar dengan Evan dan menceritakan apartemen siapa yang ia tempati.


Setelah cukup puas menceritakan semuanya dengan Evan, Carmelia pamit untuk masuk ke apartemen, kakinya terus melangkah menuju lift yang akan membawa dia ke unit apartemen Haikal, sesampai didepan unit apartemen Haikal ia memencet kode yang sudah ia hafal dan pintu terbuka, Carmelia melangkah masuk ke dalam setelah pintu terbuka, kedua matanya melebar dengan tatapan kaget menatap Haikal yang duduk diruang tengah sambil melipatkan kedua tangannya didada menatap dirinya.


“Duh kamu ngagetin aku saja.” Ucapnya sambil mengusap-usap dadanya.


Haikal bergeming dan masih terus menatap Carmelia yang berjalan melawatinya.

__ADS_1


“Siapa yang suruh kamu pindah dari apartemen ini?” tanya Haikal dengan suara pelan namun penuh penekanan.


__ADS_2