Carmelia

Carmelia
Apa Kamu Menyukaiku


__ADS_3

Carmelia kembali ke ruangannya dengan membawa berkas-berkas yang telah selesai, ia mendudukan bokongnya dikursi.


“Carmelia makan siang bareng aku ya.” Daffa menghampiri Carmelia dan berdiri disamping mejanya, Carmelia mendongak menatap Daffa yang tersenyum manis.


“Mmm…aku.” Carmelia bingung harus jawaba apa, karena sebelumnya Haikal juga mengajak dia untuk makan siang bersama.”


“Carmelia makan bareng sama aku aja.” Ucap Sisil yang duduk disamping Carmelia


"Iish Sisil apa sih, ikut-ikutan aja nih.” Omel Daffa


“Biarin weee.” Sisil menjulurkan lidahnya meledek Daffa. Daffa mengerucutkan bibirnya dan berjalan kembali ke mejanya.


Jam istirahat telah tiba, Sisil dan Daffa mengajak Carmelia makan dikantin kantor, Carmelia tidak mungkin menolak ajakan Sisil dan Daffa dengan alasan kalau ia ada janji makan siang denga Haikal, alhasilnya dia mau tidak mau ia menerima ajakan teman-temannya.


Mereka bertiga telah sampai dikantin kantor. “Kalian mau pesan apa?” tanya Daffa kepada Carmelia dan Sisil ketika mereka sampai didalam kantin.


“Mmm…apa ya?” Carmelia melihat-lihat menu yang ada didalam kantin, dan pesanannya tertuju ke nasi soto.


“Soto daging kayaknya enak.” Ucap Carmelia menunjuk salah satu menu yang ada,


"Aku samain kayak Carmelia aja Daf.” Ucap Sisil, Daffa mengagguk. “Oke aku pesankan ya, kalian duduk aja dulu.” Carmelia dan Sisil mengangguk mengiyakan dan pergi meinggalkan Daffa yang akan memesan makanan mereka.


Mereka duduk bertiga dikantin menunggu pesanan mereka yang sebentar lagi di antar, mereka tertawa bersama kala Daffa menceritakan sesuatu, sampai mereka tidak menyadari seorang lelaki menghampiri mereka.


“Selamat siang nona Carmelia.” Ucap lelaki itu yang tidak lain adalah Handi sang asisten.


Mereka bertiga mendongak dan melihat Handi yang sudah berdiri disamping mereka.


“Iya pak Handi.” Tanya Carmelia.


“Nona Carmelia diminta pak Haikal ke ruangannya.”


“Sekarang?” tanya Carmelia dengan tatapan bingung, Handi mengangguk mengiyakan, Carmelia menatap Daffa dan Sisil bergantian.


“Sudah sana, nanti makanan kamu kita bungkusin aja.” Ucap Sisil ketika melihat Carmelia yang nampak kebingungan.


“Baiklah.” Carmelia bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah Handi menuju ruangan Haikal.


“Apa sih jam istirahat masa masih dipanggil juga.” Gerutu Daffa melihat kepergian Carmelia bersama Handi meninggalkan kantin.


“Sudahlah mungkin ada pekerjaan yang harus diselesaikan Carmelia, kan Carmelia masih baru jadi pak Haikal merasa Carmelia masih membutuhkan bimbingan.” Ucap Sisil menjelaskan

__ADS_1


“Harus gitu seorang ceo yang membimbing karyawan baru.” Tanya Daffa sambil mengenyitkan dahinya.


Sisil mengangkat kedua bahunya menjawab ketidaktahuannya. “Entahlah”


Tidak berapa lama pun makanan yang ia pesan akhirnya datang. “Soto yang satunya tolong dibungkus saja ya pak.” Ucap Sisil kepada pelayan yang mengantar makanan mereka.


**


Diruangan Haikal, Carmelia duduk disofa menunggu Haikal yang masih menerima panggilan di ponselnya, matanya terus menatap Haikal yang masih sibuk berbicara.


Lima menit kemudian Haikal selesai dengan panggilannya dan ia menghampiri Carmelia yang masih duduk disofa.


“Ayo.” Ajaknya sambil beranjak keluar.


“Eh mau kemana?” tanya Carmelia sambil berdiri dan setengah berlari mengajar Haikal yang sudah lebih dulu berjalan menuju lift dan turun ke bawah


Setelah tiba dibawah Haikal terus berjalan tanpa mempedulikan Carmelia dibelakangnya yang setengah berlari mengejarnya. Haikal menghampiri mobil yang sudah terparkir didepan lobby menunggunya.


"Biar saya yang bawa sendiri pak mobilnya.” Ucapnya ketika seorang pria turun dari mobilnya.


“Ayo masuk.” Ucap Haikal sedikit berteriak ketika melihat Carmelia yang masih terpaku disamping mobilnya, Haikal duduk dibelakang kemudi dan menunggu Carmelia masuk ke dalam mobilnya.


“Pakai sabuk pengamannya.” Ucapnya memberi perintah sebelum ia melajukan mobilnya.


“Jalan kamu kayak siput, lagian aku uda bilang kalau kita akan makan diluar kenapa kamu malah makan sama teman-teman kamu.” Ucap Haikal ketus dengan tatapan lurus kedepan.


Carmelia menoleh menatap Haikal yang masih fokus meperhatikan jalannya.


"Aku kira om ngga serius ngajak aku makan keluar.” Ucap Carmelia membela diri.


“Am om am om, harus berapa kali aku bilang ganti panggilan kamu.” Omel Haikal.


“Panggil apa?” tanya Carmelia cepat


“Panggil Haikal saja.” Jawab Haikal tanpa bantahan.


“Tapi itu panggilan diluar kantor, kalau dikantor kamu panggil aku sama dengan yang lain.


“Baiklah.” Ucap Carmelia sambil mengagukan kepalanya cepat karena tidak ingin berdebat.


Lima belas menit kemudian mereka telah sampai disebuah restaurant yang awalnya sudah dipesan Haikal. “Ayo turun.” Ajak Haikal ketika mereka sampai didepan lobby, Haikal turun dari mobilnya dan memutari mobil untuk membukakan pintu Carmelia, Carmelia turun ketika Haikal sudah membukakan pintu untuknya. Lalu Haikal memberikan kunci mobilnya kepada seseorang untu diparkirkan.

__ADS_1


Carmelia menatap mobil Haikal yang melaju meninggalkan lobby.


"Mobilmu mau dibawa kemana?” tanya Carmelia bingung, Haikal menoleh ke arah mobilnya yang sudah berjalan menjahui mereka.


“Oh itu akan diparkirkan.” Jawab Haikal sambil melangkah memasuki restaurant.


“Kamu kenal orang itu?” tanya Carmelia bingung.


Haikal menggelengkan kepala sebagai jawaban.


“Kalau ngga kenal kenapa diberikan?, nanti mobilmu dibawa kabur.” Ucap Carmelia lagi yang membuat Haikal sontak menatapnya dengan menahan tawa.


Haikal tidak mempedulikan ocehan Carmelia yang terus menanyakan tentang mobilnya yang dibawa seseorang. Seorang pelayan resto membuka pintu untuk mereka, Haikal menyebutkan namanya dan pelayan tersbut mengantarkan mereka untuk duduk ditempat yang sudah tersedia.


Haikal dan Carmelia duduk dicebuah ruangan yang khusus hanya mereka berdua, Carmelia menatap sekeliling ruangan dengan takjub.


“Kemana yang lainnya?” tanyanya ketika ia selesai meneliti ruangan tersebut, Haikal menahan senyumnya mendengar pertanyaan Carmelia.


“Ini ruangan khusus, jadi tidak akan ada orang lain disni.” Jawab Haikal sambil melihat buku menu yang diberikan seorang pelayan.


“Mau makan apa?, tanyanya sambil matanya terus menatap buku menu dihadapnnya.


“Aku tidak tahu, tadi dikantin aku mau makan soto tetapi kamu malah memanggil aku, jadinya aku ngga jadi makan sotoku.” Jawab Carmelia sambil mengerucutkan bibirnya, Haikal tersenyum simpul mendengar ucapan Carmelia.


“Setelah dari sini kamu bisa makan soto kamu.” Jawab Haikal sambil terkekeh, Haikal menyebutkan pesanan untuknya dan untuk Carmelia, setelah pelayan itu meninggalkan ruangan mereka Haikal menatap Carmelia sekilas


lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


“Wanita yang tadi kekantor mengajakmu makan siang bersama kenapa kamu tidak mau?’ tanya Carmelia memulai pembicaraan di antara mereka.


“Aku tidak suka dengan wanita itu.” Jawab Haikal cepat.


“Denganku?, kenapa kamu lebih memilih makan bersamaku, apa kamu menyukaiku?” tanya Carmelia dengan tatapan menyelidik.


“Oh..itu.” pertanyaan Carmelia membuat Haikal menyajdi gugup seketika. Carmelia menatap Haikal dengan mengangkat satu alisanya menunggu jawaban darinya.


“Ah..lupakan pertanyaanku.” Ucapnya cepat karena melihat Haikal sulit untuk menjawab, Haikal mengangguk samar, hening pun terjadi di antara mereka.


“Ehem” Haikal berdehem untuk mencairkan suasana dia antara mereka, Carmelia mendongak ketika mendengar Haikal berdehem.


“aku boleh tanya sesuatu?” tanya Haikal, yang dijawab anggukan oleh Carmelia.

__ADS_1


“Lelaki yang waktu itu hampir membawamu itu siapa?” tanyanya


“Oh itu Jo, dia teman ibuku, mereka sangat dekat” Carmelia mulai menceritakan semua permasalahan yang ia alamai sebelum ia bertemu Haikal.


__ADS_2