Carmelia

Carmelia
Tidak Laku Lagi


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 1 dini hari, disebuah club dikursi paling poJok disamping meja bartender nampak


seorang wanita sexy bergaun merah tanpa lengan dengan panjang gaun hanya sebatas pahanya, dan nampak pula bagian dada yang bulat besar terlihat agak sesak digaun yang dikenakannya, belahan dada buah itu pun terlihat terbukapanjang sampai ke bagian perut atas, sehingga membuat buahnya yang besar hampir


tumpah keluar.


Wanita sexy itu adalah Rasti, malam ini Rasti mencoba untuk kembali menjajahkan dirinya seperti malam-malam sebelumnya, tapi tetap saja malam ini hasilnya juga sama, sampai hari mulai menjelang pagi belum ada satupun yang mau memakai jasa Rasti, Rasti menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya pelan.


Dihisapnya lagi benda kecil ditangannya, dikeluarkannya asap dari benda yang ia hisap ke udara, Rasti mulai gelisah, duduknya mulai tidak tenang dia melihat sekeliling tempat didalam club itu, semua teman-temannya nampak sibuk melayani para pelanggan yang sudah membookingnya dan akan memakai jasa mereka.


Dari kejauhan nampak seorang pemuda menghampirinya dan langsung menjatuhkan bokongnya disamping Rasti.


“Belum ada pelanggan beb.” Tanya pemuda itu, Rasti menggeleng, dihisapnya lagi benda kecil yang sejak tadi hanya menemaninya duduk sendiri.


“Sial bener deh uda beberapa minggu aku ngga dapat-dapat pelanggan nih, bagaimana ya Jo.” Rasti memijat


keningnya yang mulai terasa sakit.


“Tenang baby kalau hasrat kamu yang menggebu kan ada aku tempat menyalurkannya.” Ucap lelaki yang dipanggil Jo sambil menaik turunkan alisnya menggoda Rasti. Rasti mendengus kasar.


“Aku juga butuh uang sayang, kamu mau kalau kita ngga bisa makan atau foya-foya.”


“Ya nggalah” lelaki itu terdiam sejenak seperti berpikir.


“Kenapa kamu tidak suruh anak kamu yang cantik itu untuk gantiin posisi kamu disini, aku yakin dia pasti bisa jadi kembang club disini.” Ucap Jo meyakinkan Rasti


“Maksud kamu Carmelia?” Tanya Rasti. Jo menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Rasti.


“Anak itu bisa apa?”


“Justru anak yang baru kayak gitu yang mahal beb, dia masih virgin kan?” Rasti mengangguk

__ADS_1


“Bagus kalau masih virgin, kamu tau ngga kalau ada yang mau bayar mahal.” Ucap Jo meyakinkan Rasti. Rasti mengagguk-anggukan kepalanya paham


“Terus caranya bawa dia kesini bagaimana?’ Tanya Rasti bingung


“Kita pura-pura aja ajak dia makan beres kan.” Ucap Jo meyakinkan.


“Tapi….”belum selesai Rasti melanjutkan ucapannya, tiba-tiba sesorang memanggilnya


“Rasti!, sampai kapan lo mau diem aja disitu, kapan lo mau ngasih gue duit hah?” seorang wanita berpakaian tidak kalah sexy dengan dandanan yang cukup menor datang menghampiri Rasti, dia duduk didepan Rasti dan Jo.


“Maaf mami belum ada yang booking gue nih.” Jawab Rasti lesu


“Ya iyalah lo uda tua, mana ada yang mau pilih lo, jual murah ajalah.” Ucap wanita didepannya lantang


“Yaaa jatuh dong pasaran gue mi.”


“Itu resiko lo, hai Jo pa kabar?” Tanya wanita itu mengalihkan pandangannya ke lelaki sebelah Rasti dengan senyum menggoda.


“Baik mi.” balas Jo sambil tersenyum


ini.” Ancam wanitu itu kepada Rasti.


“Iya mi.” ucap Rasti pelan


“Jo mau ikut mami?’ Tanya wanita itu kepada Jo


“Kemana mi?”


“kita bersenang-senang Jo, tenang aja mami akan bayar kamu mahal.” Wanita itu tersenyum menggoda, Jo langsung melebarkan senyumnya mendengar tawaran mami itu


“Ok mi, siap!”

__ADS_1


“Aku pergi dulu ua beb, bye.” Ucap Jo sambil mengedipkan matanya ke Rasti, lalu pergi meninggalkan Rasti sendiri.


“B*r*ngs*k lo Jo.” Maki Rasti ketika Jo pergi.


Pukul 05.00 didalam sebuah kamar terdengar dua seJoli dengan aktifitas mereka diranjang, suara ranjang dan suara erangan menjadi satu. Dua seJoli itu tidak lain adalah Rasti dengan seorang lelaki tua pelanggan setianya.


“Ah..ah…ah….faster!” ucap lelaki tua yang terlentang pasrah


“Uh…ah….apa nikmat?.” Rasti yang berada di atas lelaki tua itu terus menggoyangkan pinggulnya memberi kenikmatan untuk lelaki tua itu.


“Faster…faster.” ucap lelaki itu lg


Permainan ranjang terus belangsung selama beberapa menit, dan akhirnya lelaki tua itu mencapai puncak yang diinginkannya, seketika Rasti yang berada atasnya pun terurai lemas ambruk disamping lelaki tua itu.


Lelaki itu langsung bangkit dan berjalan ke kamar mandi dengan telanjang bulat, sementara wanita itu masih terlentang ngos-ngosan mengatur nafasnya.


Selang beberapa menit lelaki tua itu keluar dari kamar mandi, lelaki itu memungut pakaiannya satu persatu dan memakainya didepan Rasti, lalu ia berjalan ke meja samping tempat tidur dan mengambil dompetnya yang tergeletak di atas meja itu, dia mengeluarkan beberapa lembar uang merah dan melemparkannya ke dada Rasti yang belum tetutup benang sehelai pun. Rasti menghitung uang yang diberikan dan mengeritkan dahinya.


“Kok Cuma segini, kan tadi kita lima ronde loh.” Tanya Rasti itu heran


“Sesuai perjanjian kan.” Ucap lelaki tua itu cuek


“Tapi tadi lima ronde loh.”


“Kamu sudah tidak seperti dulu lagi Ras, dadamu saja sudah kendor, sudah kurang nikmat.” Ucap lelaki itu


sambil duduk disofa depan ranjang dan memakai sepatu.


“Kurang nikmat sih nambah terus.” Gerutu Rasti sambil mengerucutkan bibirnya


“Sudahlah kamu terima saja segitu, masih untung aku masih mau pakai kamu.” Lelaki tua itu bangkit dari

__ADS_1


sofa dan segera beranjak pergi keluar kamar.


“B*r*ngs*k!” maki Rasti ketika lelaki itu pergi. Rasti langsung bangkit dan memungut semua pakainnya dan pergi ke kamar mandi.


__ADS_2