Carmelia

Carmelia
Kabur


__ADS_3

“Hai cantik.” Ucap pria tersebut sambil merangkul Carmelia.


Carmelia yang kaget langsung menghempaskan kasar tangan pria tersebut, pria itu tidak peduli ia menarik kembali Carmelia ke dalam pelukannya dan berusaha membawa Carmelia pergi.


“Jangan om, aku ngga mau, Ibuuuu…tolong aku.” Teriak Carmelia ditengah ramainya musik yang berdentum keras, lelaki itu tidak peduli, ia terus menarik Carmelia keluar dan ingin membawanya ke mobil.


Carmelia terus berontak dan menginjak kaki lelaki tersebut dengan keras, seketika pelukan lelaki itu terlepas karena merasakan sakit dikakinya.


“Si*l” maki lelaki itu. Matanya melihat Carmelia yang sudah beranjak pegri menjauh darinya.


“Cepat tangkap wanita itu.” Lelaki itu berteriak kepada dua orang lelaki bertubuh kekar yang sejak tadi berdiri didepan mobilnya, dua lelaki bertubuh kekar itu segera berlari mengejar Carmelia.


Carmelia terus berlari keluar dari halaman club dan menelusuri jalanan yang mulai sepi, matanya terus mencari-cari tempat yang bisa ia jadikan persembunyiannya, ketika ia melewati mini market dia melihat mobil yang terparkir disana, dengan langkah cepat ia menghampiri mobil tersebut dan membuka bagasi mobil tersebut yang tidak terkunci, Carmelia masuk dan menutupnya perlahan.


Carmelia mendengar suara orang yang terus mencarinya, dengan perasaan takut ia berharap mobil yang ia tumpangi segera beranjak pergi., dan doanya terkabul mobil itu perlahan-lahan bergerak dan meninggalkan pekarangan mini market yang masih terdapat dua orang lelaki bertubuh kekar yang sedang mencarinya.


Carmelia merasakan mobil ini terus berjalan, hampir satu jam Carmelia berada didalam bagasi mobil yang ia sendiri tidak tahu mobil siapa ini, setelah sekian lama akhirnya mobil yang Carmelia tumpangi berhenti.


**


Keesokan harinya terdengar suara jam dimeja samping tempat tidur, nampak seorang pemuda meraba-raba sisi tempat tidurnya mencari suara jam yang berbunyi nyaring, setelah ia merasa telah menggapainya ia matikan suara yang terdengar dari jam tersebut, matanya perlahan-lahan terbuka dengan malas ia mencoba bangun dari tidurnya. “Hoaaaam”. Haikal Prasetya Wibowo pemuda tampan dengan wajah tegas, hidung mancung dan mata tajam juga terlihat agak dingin ini adalah anak tunggal dari keluarga wibowo, yang menjabat sebagai CEO diperusahaan orang tuanya.


Ia bangun dari tidurnya dan beranjak ke kamar mandi, tidak lama terdengar suara ponsel dimeja samping tempat tidur sehingga membuat pemuda itu berhenti dan meraih ponselnya.


“Hallo..” sapanya dengan suara khas bangun tidur

__ADS_1


“Hallo Haikal jadi kan kita golf” terdengar suara orang diseberang sana


"iya jadi sebentar gue mandi dulu.” Balas Haikal


“Oke deh” balas suara diseberang sana dan segera menutup panggilannya sepihak.


“B*r*ngs*k si Fandi main tutup aja telphonnya.” Haikal menggerutu kesal dan segera beranjak ke kamar mandi.


Dua puluh menit kemudian Haikal selesai dengan ritual mandinya, ia keluar dari kamar mandi dan beranjak ke lemari pakaian memilih pakaian yang akan ia kenakan hari ini, setelah ia memastikan semua pakaiannya terlihat rapih dan semua kebutuhannya sudah ia siapkan dalam satu tas ia beranjak keluar kamar menuruni anak tangga satu persatu menuju ruang makan untuk segera sarapan.


Nampak dimeja sudah tersaji beberapa makanan yang siap ia santap, seorang wanita paruh baya nampak menghampirinya dan melayaninya. “ terima kasih bi Surti.” Ucap Haikal sambil tersenyum


“Iya tuan silakan dinikmati sarapannya.” Wanita yang disapa bi Surti tersenyum mempersilakan tuannya menikmati sarapannya. Haikal memakan sarapannya sambil membuka beberapa laporan dari ponselnya, ada beberapa laporan yang harus ia tanda tangani dan ada beberapa laporan yang harus ia periksa. Walaupun hari libur Haikal tidak bisa meliburkan juga pekerjaannya dari perusahaan ayahnya yang ia kelola sekarang. Setelah ia selesai menikmati sarapannya ia beranjak ke garasi tempat ia memarkirkan beberapa kendaraannya disana.


“Mama.” Gumamnya pelan


“Hallo ma…” sapanya


“Hallo sayang sedang apa kamu?” terdengar suara wanita dari seberang sana


“Baru mau pergi ma.”


“Kemana?” Tanya wanita diseberang sana


“Main golf sama teman-teman.” Haikal menegeluarkan beberapa stik golf dan memasukannya ke dalam tas khusus sambil terus berbicara dengan wanita yang ia panggil mama.

__ADS_1


“Kal…” wanita diseberang sana memanggilnya


“hmmm”


“Kamu kapan mau mengajak Anita jalan, kalian kan butuh lebih dekat lagi agar bisa saling mengenal.” Ucap wanita disebarang sana. Haikal mendengus kasar sambil memijit keningnya.


“Nanti lah ma, aku belum siap” jawab Haikal malas


“Sampai kapan?, atau hari ini aja kebetulan anita sedang berada dijakarta nih, kamu bisa ajak dia ke tempat golf kan?” suara wanita disana terus memaksa.


“Nanti ma, kalau aku sudah siap aku hubungin mama ya.” Jawab Haikal cepat


“Sudah dulu ya ma, Haikal sudah ditunggu teman-teman nih”


“Tapi kal…” belum sempat wanita yang Haikal panggil mama ini melanjutkan ucapannya, Haikal sudah memotong dan segera menutup panggilannya.


“Uda dulu ya ma, Haikal uda telat….dada mama muuuach.” Haikal menutup panggilannya, dan segera beranjak ke garasi mobil. Ia melihat mobil yang ia pakai semalam terparkir paling depan, mau tidak mau ia harus memakai mobil itu lagi karena ia malas untuk mengganti mobil yang lain yang diparkir agak ke dalam.


Haikal melangkahkan kakinya menuju mobil tersebut dan membuka bagasi mobilnya,


“Aaaa…..” Haikal berteriak sambil membulatkan matanya ketika ia melihat seorang wanita berada didalam bagasi mobilnya, ia mundur beberapa langkah ia perhatikan wanita tersebut yang tidak bergerak sama sekali.


“Mayat?, apa ia mati?” gumamnya pelan, ia beranjak ke samping dan melihat sapu yang tergeletak disana diambilnya sapu tersebut dan menggoyang-goyangkan tubuh wanita tersebut dengan gagang sapu. Satu kali…dua kali…tiga kali, dan akhirnya mata wanita itu terbuka.


“Aaaaaaaa……”.

__ADS_1


__ADS_2