Carmelia

Carmelia
Bekerja


__ADS_3

Carmelia berlari setelah keluar dari bus yang membawanya menuju


sebuah cafe tempatnya bekerja, dia masuk melalui pintu belakang dan menuju ruangan khusus karyawan.


“Cepat Carmelia ganti bajumu, tadi Pak Bram sudah dua kali menanyakanmu.” Ucap salah satu teman Carmelia ketika dia mulai masuk ke ruang khusus karyawan. Carmelia mengangguk dan segera berlari masuk k ruang ganti.


“Terlambat lagi kamu?” seseorang laki-laki mengagetkan Carmelia ketika dia baru keluar. Carmelia mendongakan wajahnya untuk melihat lelaki itu. “Iya van tadi aku ada urusan sebentar”


“Ya sudah cepat buang sampah itu sebelum Pak Bram tahu kalau


kamu baru datang.”  Carmelia mengangguk dan segera pergi ke belakang untuk membuang sampah-sampah yang menumpuk.


Carmelia kembali ke dalam cafe dan mencuci tangannya, dia pergi ke depan untuk melihat pesanan-pesanan pelanggan yang masuk karena cafe pasti ramai di jam-jam istirahat kantor.


“Carmelia bawa ini ke meja dua puluh, dan kamu tanyakan ke meja yang didepannya mau pesan apa.” Seorang wanita menyodorkan nampan berisi


beberapa minuman ke Carmelia. Carmelia segera pergi mengantarkan pesanan pelanggan yang sudah menunggu.


“Permisi tuan, nyonya ini pesanannya, untuk makanannya masih menunggu lagi ya sekitar lima menit, terima kasih.” Carmelia meletakan pesanan


pelanggan tersebut dan berlalu ke meja sebelahnya.


“Permisi tuan apa sudah siap memesan?” tanya Carmelia ramah,


seseorang laki-laki menurunkan buku menu yang dia pegang, “Saya pesan nasi goreng seafood dan ice lemon tea.” Ucap lelaki itu sambil menunjuk menu yang dia pilih.Carmelia mengangguk dan mencatat pesanan lelaki tersebut.


Carmelia mulai sibuk mencatat semua pelanggan yang mulai


berdatangan, karena memasuki jam istrihrat cafe mulai ramai oleh


pegawai-pegawai yang berdatangan untuk mengisi perut mereka.


Kesibukan cafe terus saja berlangsung. Carmelia dengan


cekatan melayani semua pesanan pelanggan, langkahnya tidak pernah lambat, gerakan cepat yang selalu dibutuhkan manakala cafe ramai seperti saat ini.


Suara lonceng yang tergantung dipintu cafe berbunyi tanda ada pelanggan yang datang membuat karyawan yang sibuk melayani pelanggan yang sudah ada berteriak bersama “Selamat datang”. tiga  orang lelaki pegawai kantor memasuki cafe dan memilih tempat duduk yang masih kosong. Carmelia langsung menghampiri mereka


ketika mereka mulai duduk. “Selamat siang tuan ini buku menu nya”. Carmelia meletakan tiga buku menu dimeja.


“Cantik bener pelayannya, kamu kok mau sih jadi pelayan?, kalau cantik gini mah mendingan jadi model aja kali.” Ucap salah satu lelaki


yang menggunakan kemeja biru. Carmelia hanya tersenyum menanggapi ucapan lelaki itu.


“Kamu kerja sama saya saja mau ngga?” tanya lelaki itu.


“Kerja apa?, lo saja juga karyawan.”Ucap lelaki yang


berbaju kotak-kotak hitam.


“kerja jadi karyawan gue lah, aspri gitu loh asisten pribadigue, kerjanya gampang kok Cuma nemenin gue saja.”


“Nemenin apa?, nemenin tidur ha...ha...ha.....” tiga lelaki


itu tertawa keras. Carmelia hanya tersenyum.

__ADS_1


“Kalau sudah siap memesan bisa panggil saya ya tuan, saya


Carmelia.”


“Mamanya bagus, Carmelia.” Ucap lelaki berbaju biru tosca, Carmila


hanya tersenyum dan berlalu pergi.


Tiga jam berlalu, tandanya jam makan siang telah usai, cafe mulai terlihat sepi. Carmelia dan beberapa teman-temannya mulai membersihkan meja-meja yang terlihat kotor.


Lonceng di atas pintu cafe berbunyi kembali tandanya masih ada pelanggan yang datang, semua pelayan yang sibuk kembali menatap pintu dan berteriak.”Selamat datang.” Seorang lelaki setengah baya dengan setelan jas abu-abunya memasuki cafe.


Lelaki itu melihat sekeliling cafe yang mulai sepi lalu melihat buku menu saat seorang pelayan memberikan buku menu kepadanya. “Saya


mau teh tarik sama kue browniesnya satu, oiya satu lagi spaghetti bolognese satu take away.”


Lelaki itu menutup menu dan memberikannya kepada pelayan


didepannya. “Disini ada karyawan yang bernama Carmelia?’ tanyanya


Pelayan yang melayaninya menggangguk. “Ada tuan”


“Bisa saya bertemu dengannya?”


Pelayan itu mengenyitkan keningnya. Ia bertanya dalam hati apa mungkin pelanggan didepannya adalah kenalan Carmelia. “sebentar tuan saya panggilkan Carmelia.”


Pelayan itu berlalu pergi kebelakang untuk memanggil Carmelia atas permintaan pelanggan tersebut.


“Carmelia ada pelanggan yang ingin bertemu sama kamu itu didepan.”


“Siapa?" Carmelia heran


“Entahlah, sudah sana cepat temui dulu.” Carmelia mengangguk dan segera pergi ke depan menghampiri pelanggan yang ingin bertemu dengannya.


“Tuan cari saya?” tanyanya ramah


Lelaki dihadapannya mengangguk. “Duduklah.”


“Maaf tuan kami dilarang untuk duduk bersama pelanggan.”


Lelaki itu menghela nafas panjang dan menghembuskannya pelan.


“Baiklah, saya langsung saja ya, kalau boleh tau apa nama keluarga nona Carmelia?”


“Maaf tuan saya tidak punya nama keluarga, saya hanya tinggal bersama ibu saya, dari kecil saya tidak pernah tahu dimana ayah saya, jadinya saya tidak punya nama keluarga tuan.”


Lelaki itu mengangguk paham. “Kalau sudah tidak ada lagi yang dibutuhkan boleh saya kembali bekerja tuan?”


“Ya, kembali lah bekerja, maaf kalau saya menganggu waktu nona.”


“Baik tuan saya permisi.” Carmelia pergi kembali ke belakang untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Lelaki itu hanya memperhatikan punggung Carmelia ketika


Carrmelia berlalu dari hadapannya. “Mungkin bukan dia orangnya.” Gumamnya pelan.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 9.30, cafe mulai terlihat sepi dan para pelayan mulai merapihkan semua meja-meja dan kursi cafe karena waktunya cafe untuk tutup.


Carmelia dan beberapa temannya kebagian yang akan menutup


cafe karena carmelia shift siang hari ini.


Semua peralatan telah dicuci, meja dan kursi sudah dibersihkan. Carmelia dan beberapa karyawan menuju pintu keluar cafe dan


menguncinya.


“Carmelia kamu pulang naik apa?” salah satu teman Carmelia


yang bernama Evan menanyakannya.


“Entahlah Van, aku tunggu bus saja kali ya.”


“Sudah jam sepuluh, mungkin bus juga sudah jarang yang lewat,


ayolah kamu aku antar saja ya.”


Carmelia melihat sekelilingnya yang mulai sepi, agak ragu juga ia menolak ajakan Evan, takut memang bus yang ia tunggu sudah tidak ada.


“Bailklah kalau tidak merepotkan.” Ucapnya


“Tidaklah kalau untuk kamu.” Evan tersenyum sambil memberikan helm untuk Carmelia pakai.


Empat puluh lima menit perjalanan akhirnya mereka sampai, Evan


mengantar Carmelia sampai depan gang rumahnya.


“Sudah Van sampai sini saja.”


“Ngga mau aku antar sampai depan rumah?” tanya Evan khawatir.


“Tidak usah, uda deket kok, kamu langsung pulang saja, nanti


kamu malah kemalaman sampai rumah, bukannya besok kamu shif pagi?” Carmelia memberikan helm yang dia kenakan kepada Evan.


“Baiklah, kamu masuklah dulu ke gang rumahmu, aku tunggu


kamu disini, setelah kamu sampai depan rumah baru aku jalan.”


“Ok, terima kasih ya Van, maaf selalu merepotkanmu.” Carmelia


tersenyum dan melambaikan tangannya sebelum berlalu dari hadapan Evan.


Sampai depan pintu rumah, Carmelia membuka pintu dengan perlahan,


baru beberapa langkah Carmelia mendengar suara-suara yang tidak asing dia dengar dari kamar ibunya.


“Ah....sayang, terus..,ah..kamu kuat sekali”


“Ah..baby ini nikmat.”


Carmelia menutup kedua telinganya dan langsung masuk ke dalam kamarnya lalu mengunci pintu dari dalam.

__ADS_1


“Selalu saja seperti ini, telingaku terus-terusan tercemar.”


__ADS_2