Carmelia

Carmelia
Terpaksa


__ADS_3

Satu bulan sudah Carmelia bekerja diperusahaannya Haikal, dan sudah satu bulan pula ia tinggal di apartemen miliknya.


“Sil, aku mau cari kontrakan dekat-dekat sini ada ngga ya?, yang murah gitu.” Tanya Carmelia kepada Sisil yang kebetulan duduk disebelahnya.


“Eh..apa Lia?’ tanya Sisil yang masih fokus dengan pekerjaanya sehingga ia tidak mendengar ucapan Carmelia disampingnya.


“Aku mau cari kontrakan yang dekat-dekat kantor, kamu tahu ngga?’ ulang Carmelia sambil melirik sekilas ke sampingnya dan kembali fakus dengan komputer didepannya.


“Oh itu yang lebih tahu si Daffa, karena dia tahu banget daerah sini, maklum mantannya kan rumahnya ada deket-deket sini, hehe” ucap Sisil sambil berbisik dan terkekeh pelan


Carmelia menoleh ke belakang melihat ke arah Daffa yang masih fokus dengan pekerjaannya.


“Nanti saja kalau begitu aku nanyanya.” Ucap Carmelia pelan.


**


Didalam ruangan Haikal, seorang lelaki muda yang bernama Rudi sedang membicarakan beberapa karyawan yang akan mulai berkerja hari ini, karena sebelumnya perusahaan membuka lowongan untuk mencari karyawan yang akan ditempati diposisi yang kosong.


“Hari ini karyawan yang sudah diterima akan mulai bekerja pak.” Ucap Rudi memberi laporan.


“Baik tempatkan mereka sesuai keahlian masing-masing” perintah Haikal yang dijawab anggukan oleh Rudi.


“Tetapi pak untuk pengganti posisi sekretaris pak Haikal sampai saat ini belum ada kriteria yang sesuai pak, sedangkan bu Anti minggu depan sudah tidak bekerja lagi disini.” Ucap rudi lagi melaporkan


Haikal mendengus nafasnya kasar. “Ya sudah masih ada 1 minggu lagi kan, semoga nanti sebelum Anti selesai sudah ada yang sesuai.” Ucap Haikal.


“Baik pak.”


“Ya sudah kalau begitu kamu bisa kembali bekerja lagi.” Haikal mempersilakan Rudi untuk kembali ke ruangannya.


“Baik pak.” Rudi bangkit dari duduknya dan beranjak menuju pintu keluar.


Haikal kembali fokus dengan pekerjaannya sampai tiba-tiba pintu ruangannya dibuka tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Haikal mendongak ketika pintu ruangannya terbuka.


“Mama” ia bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang ibu yang juga menghampirinya.


“Hai sayang.” Sapanya sambil tersenyum, Haikal merangkul mamanya dan menuntunnya untuk duduk disofa panjang.

__ADS_1


Haikal dan ibunya duduk berdampingan. “Kamu sibuk ngga?” tanya Raya ketika mereka mendudukan bokongnya bersamaan disofa panjang.


“Lumayan mah ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani. “jawabnya


“Ada apa mama kesini, tumben?’ tanyanya


“Mm.. mama janjian sama Anita mau ke mall, kamu bisa kan antar kami?”


Haikal mendengus nafasnya. “Aku sibuk ma.” Jawabnya sambil memijat keningnya yang mulai terasa sakit.


“Ayolah sebentar saja, mama mau membeli sesuatu untuk menyambut adik kamu, minggu depan kan Haruka sudah pulang karena kuliahnya sudah selesai mama mau buat acara penyambutan.”


“Sama pak Ali saja ya ma, nanti aku hubungin pak Ali dulu.” Haikal bangkit dari duduknya menuju meja kerja untuk menghubungi salah satu supir perusahannya.


Raya mendengus nafasnya dan ikut bangkit mengikuti langkah Haikal ke meja kerjanya.


“Mama mau nya sama kamu, bagaimana kamu bisa dekat sama Anita kalau kamunya seperti ini terus.”


“Aku banyak kerjaan ma.” Jawabnya sambil memegang gagang telephone, yang kemudian diambil oleh Raya dan diletakkan kembali ke tempatnya.


“Raya menarik lengan Haikal untuk mengikutinya, “Ma...” Haikal berusaha menolak tetapi Raya terus menarik lengannya tanpa mempedulikan panggilan protesnya, akhirnya dengan terpaksa Haikal mengikuti langkah Raya keluar ruangan.


**


“Ayo sayang turun, Anita pasti sudah menunggu.” Raya mengitari mobil dan menghampiri Haikal yang masih bergeming duduk dibalik kemudi.


Raya membuka pintu mobil dan menarik kembali lengan Haikal untuk keluar. “Vk” Haikal berdecak malas keluar dari dalam mobil dan dengan langkah gontai ia terpaksa mengikuti Raya masuk ke dalam mall.


Didalam mall Raya dan Haikal masuk ke sebuah restauran, disana terlihat seorang wanita dengan pakaian serba minim dan dandanan yang terlihat menor sudah menunggu mereka, wanita itu bangkit dari duduknya setelah melihat Haikal dan Raya menghampirinya.


“Hai sayang, sudah lama ya?” tanya Raya kepada Anita


“Ah tidak tante, aku baru saja datang, hai haiakl apa kabar.” Anita menyalami Raya dan tatapan langsung beralih menatap Haikal disebelah raya.


“Hai, baik.” Jawab Haikal cepat dengan pandangan ke arah lain.


Raya mendengus nafas dan mengangkat kedua bahunya sambil melirik Anita didepannya lalu memdudukan bokongnya dikursi yang tersedia, Anita juga mengikuti Raya mendudukan bokongnya kembali, tetapi tidak dengan Haikal ia masih bergeming ditempatnya, sehingga mau tidak mau Raya menariknya pelan agar Haikal mau duduk.


“Kamu sudah pesan makananan Nit?” tanya Raya setelah ia berhasil membuat Haikal duduk disebelahnya.

__ADS_1


“Sudah tante, tinggal tante dan Haikal saja yang belum pesan.” Jawabnya.


Raya mengangguk paham dan memanggil seorang pelayan untuk memesan makanan untuknya dan Haikal, setelah pelayan itu pergi, mereka melanjutkan perbincangannya kembali.


Tiga puluh menit sudah mereka bertiga menghabiskan waktunya untuk makan dan berbincang-bincang sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berlajan-jalan disekitar mall membeli keperluan yang mereka inginkan untuk penyambutan Haruka minggu depan.


“Duh lelah ya.” Raya mendudukan bokongnya dikursi dekat kedai ice cream.


“Tante lihat baju itu deh bagus ya.” Anita menunjuk sebuah baju yang terpajang disebuah butik didepannya,


“Waah iya ya, cocok buat kamu itu.”


“Iya tante.”


“Haikal kamu temani Anita ya kayaknya dia mau belanja lagi, mama sudah cape nih, mama mau langsung pulang.”


“Ya sudah kalau mama mau pulang Haikal antar ya.” Haikal bangkit dari duduknya.


“Mama sudah hubungi pak Sami untuk jemput mama disini.” Jawab Raya sambil merapihkan semua belanjaannya.


"Loh ngga bisa begitu dong ma, mama kan pergi sama Haikal ya pulangnya sama Haikal juga dong ma.” Ucap Haikal kesal.


“slSudah kamu temani Anita saja, itu pak Sami sudah sampai sini, mama pulang sama pak Sami saja ya.” Raya menunjuk seorang pria paru baya yang menghampirnya.


“Siang nyonya, den Haikal.” Ucap pak Aami sambil membungkukan badannya, Haikal dan Raya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, pak Sami mengambil semua paperbag yang Raya bawa dan membantunya membawa.


“Ma..tunggu ma.”panggil Haikal yang melihat Raya pergi begitu saja.


“Kamu antar Anita saja kasihan nanti dia pulang sendiri.” Teriak Raya sambil melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Haikal yang bergeming ditempatnya.


Haikal mendengus nafasnya kasar sambil membuang pandangannya ke arah lain, lalu ia melangkah meninggalkan Anita yang masih duduk ditempatnya.


“Haikal tunggu.” Anita bberlari menghampiri Haikal yang sudah pergi meinggalkannya.


“Kamu jalannya jangan cepat-cepat dong.” Anita merangkul lengan tangan Haikal setelah ia sampai disampingnya.


“Lepas Anita.” Haikal berusaha menarik lenganya yang ditarik Anita tetapi Anita malah menariknya kembali.


“Ngga...nanti kamu kabur.” Anita semakin mengeratkan pengangannya dan menarik Haikal ke dalam butik baju yang ia inginkan.

__ADS_1


__ADS_2