
Jam menunjukan di angka 5.30 pagi, Carmelia menggeliat
dibalik selimut usang yang menutupi tubuhnya dan dengan perlahan ia membuka mata.
”Hooaaa…uda pagi ternyata.”gumamnya tanpa beranjak dari Kasur tipis miliknya, walaupun ia tidur dikasur yang tidak layak untuk ditiduri tetapi Carmelia selalu enggan bangun cepat apalagi hari ini jatah dia libur kerja di café.
Perlahan dia mulai bangkit dan pergi keluar, jangan dikira kalau dia mempunyai kamar dengan fasilitas kamar mandi dialamnya, Kasur empuk saja dia tidak punya apalagi fasilitas seperti kamar mandi di dalam kamar, jangan harap.
Carmelia perlahan membuka pintu kamarnya, dia melihat diluar masih terlihat kosong, ibunya mungkin belum bangun di jam sepagi ini, dengan langkah pelan dia pergi ke belakang untuk mencuci muka dan menyiapkan sarapan untuk ia dan ibunya.
Setengah jam kemudian Carmelia selesai membuat sarapan, hanya sarapan nasi goreng yang ia buat tanpa toping telor, ayam atau sosis,
karena bahan yang ada hanya nasi saat ini.
Carmelia menghampiri kamar Rasti ibunya dan dia mengetuk
benda persegi panjang didepannya. Tok..tok” ketuknya pelan “Ibu sarapan sudah siap.” tidak ada jawaban, Carmelia menunggu tanpa mengetuk kembali karena yang ia tau rasti selalu marah kalau ia mengganggu kesenangannya di dalam kamar.
Lima menit menunggu tidak terdengar suara apapun dari dalam
kamar Rasti, dan akhirnya Carmelia memutuskan untuk kembali ke belakang dan makan sendiri sarapannya.
Lima belas menit berlalu Carmelia menyelesaikan sarapannya, ia segera membawa piring kotor untuk segera ia cuci, tidak lama terdengar pintu
kamar rasti dibuka. “Klek”
Carmelia menoleh dan melihat rasti keluar kamar bersama seorang lelaki muda yang umurnya dipastikan hanya terpaut lebih tua dua tahun darinya.
“Ayo sayang cepat aku lapar nih.” Suara Rasti terdengar manja berbicara dengan lelaki yang berjalan dibelakang sambil memeluknya dari belakang.
Rasti mendongakan wajahnya menghadap wajah lelaki muda itu dan lelaki itu langsung mencium sekilas bibir rasti, Carmelia langsung menunduk melihat pemandangan yang tidak layak didepan matanya.
Rasti mendudukan bokongnya begitu juga lelaki muda itu, seketika lelaki muda itu tertegun melihat Carmelia ketika Carmelia datang membawa piring berisi nasi goreng untuk Rasti.
“Kok Cuma satu nasi gorengnya, satu lagi dong, lo ngga lihat gue duduk sama siapa nih.” Protes Rasti dengan ketus, Carmelia kembali ke belakang untuk mengambil sepiring nasi goreng lagi. Lelaki muda itu terus menatap pergerakan Carmelia tanpa berkedip.
“Sayang….kamu lihat apa sih?” Tanya Rasti sambil mengikuti
pandangan lelaki muda itu, Rasti mengeratkan giginya setelah tau arah pandang lelaki itu.
“Sayang!” Rasti merajuk
__ADS_1
“Iya baby…apa sih?” lelaki muda itu tersadar segera memalingkan wajahnya untuk melihat Rasti yang merajuk.
“Kamu lihat apa sih?’ rasti mengerucutkan birinya.
“Tidak lihat apa-apa kok.” Jawabnya sambil melirik Carmelia yang meletakan piring berisi nasi goreng dihadapannya, Carmelia berbalik ingin
kembali ke kamar tetapi tanpa dia sadari tangannya digenggam oleh lelaki muda itu, seketika Carmelia menengok dan melihat lelaki itu yang mengedipkan sebelah mata ke arahnya. Carmelia menghentakan tangannya untuk melepaskan genggaman tangan lelaki muda itu dan segera pergi ke kamarnya.
Rasti menghentikan sarapannya, dia menoleh melihat lelaki disampingnya. “Ada apa sayang.” Tanyanya heran
“Oh, ti, tidak ada apa-apa baby.” Lelaki muda itu seketika gugup.
“Ayo lanjutkan sarapannya, abis ini kita lanjutkan bertempur.” Godanya sambil mencolek dagu Rasti
“Ih kamu nakal yaa…..”
“Tapi kamu suka kan? He..he..”
“Suka banget abisnya kamu kuat sih.”
Carmelia hanya menggeleng-geleng pelan mendegar percakapan ibunya dengan lelaki muda itu, untung saja dia sudah berada di dalam kamar
ketika mereka membicarakan itu, dengan cepat Carmelia menyiapkan baju ganti yang akan dia bawa ke kamar mandi.
Carmelia segera keluar dari kamarnya menuju kamar mandi belakang, langkahnya setengah berlari ketika ia melewati dua orang yang masih
menyantap makanannya dimeja makan.
Lelaki muda yang bersama Rasti seketika langsung menoleh ketika melihat Carmelia melewatinya, bibirnya tersenyum miring melihat punggung Carmelia yang berlalu.
Carmelia mandi dengan cepat, selesai mandi dia mengenakan
pakaiannya langsung didalam kamar mandi, seteleh selesai dengan kegiatannya di kamar mandi Carmelia membuka pintu kamar mandinya dan tertegun melihat lelaki muda itu berada diluar kamar mandi tersenyum ke arahnya dengan tatapan bak seekor harimau lapar.
Carmelia tidak memperdulikannya, dia segera melangkahkan kakinya dan melewati lelaki muda itu, tetapi langkahnya terhenti ketika lelaki
muda itu menghadangnya.
“Kalau tau ada bidadari cantik dirumah ini, aku akan pilih
bidadari ini dibanding si tua Rasti.” Ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
“Om mau apa?, maaf om saya harus segera pergi.”
“Jangan panggil om dong, kita kan ngga terpaut jauh umurnya.”
“Om teman ibu saya, jadi pantasnya saya panggil anda om.”
“Ha…ha….ha…aku suka yang seperti ini, galak…,biasnya kalau yang galak suka sangar diranjang.” Ucap lelaki muda itu sambil mencolek dagu Carmelia. Carmelia menepis tangan lelaki muda itu kasar.
“Minggir om, saya mau lewat.” Ucap Carmelia ketus
“Sabar dong baby….kita kan bisa bersenang-senang, kalau kamu
mau aku bisa kok jadi pacar kamu.” Ucap lelaki muda itu sambil menaik turunkan alisnya.
Carmelia menatapnya geli, dia maju kedepan untuk melangkah tetapi lelaki itu juga maju ke depan sehingga membuat Carmelia mau tidak mau kembali mundur kebelakang.
Carmelia terus mundur ke belakang sampai tubuhnya merapat ke
dinding, tidak ada langkah lagi untuk dia menghindar. Melihat Carmelia yang sudah terkunci tidak bisa kemana-mana lelaki muda itu langsung mengukungnya di
dinding, dengan tersenyum miring lelaki itu mendekatkan wajahnya ke depan wajah Carmelia.
“Cantik” gumamnya
“Minggir om.” Ucap Carmelia dengan suara serak ingin menangis
“Jangan takut baby.” Lelaki itu mendekatkan wajahnya lagi ke
wajah Carmelia, dia melihat bibir Carmelia yang merah alami, ingin segera dia mencicipi bibir merah itu, tetapi pergerakannya terhenti ketika ada suara yang memanggilnya.
“Sayaaang…..kamu lagi apa?” Rasti berteriak dari dalam kamar
“Shiiit!.” Makinya pelan
“Iya baby sebentar lagi.”
Melihat kukungan lelaki muda itu yang melonggar dengan cepat Carmelia langsung mendorong sekuat tenaga tubuh lelaki muda itu ke belakang, seketika lelaki itu tersungkur dengan bokongnya yang mendarat dengan keras dilantai.
Melihat adanya kesempatan Carmelia langsung berlari ke kamarnya tanpa melihat lelaki itu yang jatuh ke lantai
“Aargh…..sial!.” makinya sambil memegang bokongnya yang terasa sakit.
__ADS_1
‘Kali ini kamu bisa lepas dariku, tapi tidak nanti ya kelinci kecilku, kamu harus jadi milikku!”