Carmelia

Carmelia
Siapa Kamu?


__ADS_3

“Aaaaaaaa……”. Carmelia berteriak kaget ketika melihat Haikal didepannya, Haikal langsung menutup mulut Carmelia dengan tangannya, Carmelia berontak berusaha melepaskan tangan Haikal dari mulutnya.


“Diam kamu.” Bentak Haikal, dan melepaskan tangannya dari mulut Carmelia


“Siapa kamu?, kenapa kamu bisa ada didalam mobil saya?, kamu mau mencuri ya?” tanyanya bertubi-tubi, Carmelia membulatkan matanya dan menatap Haikal kesal.


“Siapa yang mau mencuri om?, kalau saya mau mencuri ngapain juga saya tidur didalam bagasi mobil om, uda panas bau lagi.” Carmelia membela diri sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


“Eh enak aja ya kamu bilang mobil saya bau, terus kenapa kamu bisa berada didalam bagasi mobil saya?” Tanya Haikal kesal. Carmelia menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal, dia baru teringat kejadian semalam dan menatap Haikal memelas.


“Tolong saya om, pleeeaase.” Carmelia memelas dengan tatapan mata memohon sambil menarik-narik lengan Haikal


“Eh jangan tarik-tarik, sana-sana jauhan.” Ucap Haikal mengusir Carmelia agar menjauh, Carmelia mundur beberapa langkah sambil mencibir-cibirkan mulutnya menirukan ucapan Haikal. “Peliit” di akhir cibirannya


“Wh..eh, berani meledek kamu, saya panggilkan polisi ya.” Ancam Haikal sambil mengambil ponselnya dari saku celana.


“Wh jangan om, maaf om jangan panggilkan polisi, saya disini bukan mau mencuri, semalam saya…”


“Kruuuk…kruuuk…kruuuk” ucapan Carmelia terhenti ketika perutnya berbunyi tanda minta diisi, Carmelia tertawa malu.


“Hehehe….saya boleh minta makan dulu ngga om?, lapar nih.” Ucapnya sambil memegang perutnya, Haikal menggelengkan kepalanya dan mendengus kasar.


“Tunggu kamu disini jangan kemana-kemana.” Ucap Haikal.


Baru beberapa langkah Haikal membalikkan badannya lagi menghadap Carmelia.


“Dan jangan coba-coba kamu masuk ke dalam, atau saya akan panggilkan polisi nanti.” Ucap Haikal lagi. Carmelia mengangguk paham dan menatap punggung Haikal yang beranjak pergi masuk ke dalam.


“Huu…om om galak, apa-apa polisi, apa-apa polisi.” Gerutu Carmelia setelah Haikal menghilang dari pandangannya. Tidak beberapa lama keluar seorang wanita paruh baya membawa nampan berisi nasi beserta lauk pauk dan segelas air minum untuk Carmelia, Carmelia menatap senang ketika perempuan paruh baya itu menghampirinya.


“Waaaah lezat nih keliahatannya.” Ucapnya tanpa malu-malu.


“Silakan non, dihabiskan ya makanannya.” Ucap wanita itu sambil tersenyum ramah. Carmelia mengangguk senang, disantapnya makanan yang diberikan dengan lahap.

__ADS_1


“Pelan-pelan non nanti tersedak.” Carmelia mengangkat kepalanya dan menatap wanita disebalahnya.


“Maaf lapar banget.” Ucapnya dengan mulut penuh makanan. Wanita paru baya itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat Carmelia makan.


“Pelan-pelan non tidak ada yang ingin meminta makanannya hehehe....” wanita itu terkekeh melihat cara Carmelia makan, Carmelia mengangguk sebagai jawaban. Ia sempat melirik ke arah dalam dan melihat Haikal yang sedang menelepon seseorang.


“Om itu galak bener ya bu.” Ucap Carmelia sambil menunjuk Haikal dengan dagunya, wanita yang diajak bicara oleh Carmelia menoleh dan mengikuti arah pandang Carmelia.


“Oh den Haikal, dia baik ok, memang agak tegas saja.” Ucap wanita itu, Carmelia memajukan bibirnya mencibir.” Apa yang baik bu, tadi sama aku marah-marah terus.


“Panggil saya bi Surti saja non, den Haikal biasa memanggil saya bi Surti” ucap bi Surti sambil tersenyum melihat sikap Carmelia yang polos.


“Baik apa nya, buktinya dia dari tadi marah-marah terus.” Carmelia menggerutu pelan, bi Surti hanya tertawa melihatnya. Tidak lama Haikal keluar setelah menerima panggilan.


“Hei sudah makannya?. Kalau sudah sana pergi.” Ucap Haikal ketus


“Itu kan bi dia galak.” Ucap Carmelia sambil berbisik, bi Surti mengulum senyum melihat interaksi mereka berdua.


“Hei ngapain kamu bisik-bisik?, sudah sana pergi, bawa masuk ke dalam bi piring dan gelasnya kalau dia uda selesai makan.” Perintah Haikal kepada bi Surti


“Kenapa bengong cepat sana pergi.” Ucap Haikal ketus setelah bi Surti masuk kedalam membawa nampan berisi piring dan gelas bekas Carmelia makan.


“Om tolong om jangan usir saya, saya ngga tahu harus kemana om, tas sama ponsel saya tertinggal diclub semalam.” Ucap Carmelia memohon.


“Apa?, club?, Haikal melotot mengdengar Carmelia menyebutkan club


“Jadi kamu salah satu wanita dari club itu?’ ucap Haikal lagi sedikit keras.


“Bukan om bukan....saya bukan wanita dari club itu, saya dijebak om, saya dijebak sama ibu saya, saya mau dijual om sama ibu saya.” Carmelia menangis menceritakan tentang kejadian semalam, Haikal mengerutkan keningnya dan menatap Carmelia tajam.


“Jangan mengarang cerita ya kamu, kamu pikir saya akan percaya dan kasian sama kamu hah?” ucap Haikal sambil menaruh kedua tangannya dipinggang.


“Cepat keluar kamu dari rumah saya.” Satu tangannya terangkat menunjuk pintu pagar diluar.

__ADS_1


“Atau saya penggilkan satpam supaya kamu diseret keluar”.


"Jangan om jangan, sumpah saya tidak bohong, kalau boleh saya mau kerja disini saja om, ngga apa ngga dibayar asal saya dikasih makan sama tempat tinggal saja.’ Carmelia berkata memelas.


“Saya ngga butuh pelayan.”


“Pak Eko!” Haikal memanggil seorang satpam yang sedang berada di pos didepan pagar rumahnya, merasa namanya dipanggil lelaki bertubuh kurus itu menghampiri Haikal.


“Iya tuan.” Ucapnya sambil membungkuk


“Bawa perempuan ini keluar.” Tunjuk Haikal ke arah Carmelia. Carmelia menggeleng menatap lelaki yang bernama Eko dan memohon.


“Loh bagaimana nona ini bisa masuk tuan?” tanya lelaki itu


“Penyusup makanya cepat bawa ia keluar.”


“Jangan om...jangan, tolong saya pak.” Carmelia terus memohon kepada Haikal dan satpam yang bernama Eko


“Maaf non sebaiknya non keluar saja ya, mari saya antar.” Ucap pak Eko mempersilakan Carmelia untuk keluar.


“Tapi pak saya tidak mencuri disini.” Ucap Carmelia pelan.


“Iya non sebaikanya keluar dulu ya.” Ucap satpam Eko pelan sambil berusaha menarik lengan Carmelia, Carmelia menatap Haikal dengan tatapan memohon, Haikal nampak tidak peduli dan meninggalkan Carmelia yang dibawa keluar oleh satpam rumahnya.


“Maaf ya non saya hanya menjalankan perintah.” Ucap satpam Eko setelah ia membuka pagar dan meminta Carmelia keluar, Carmelia terlihat pasrah ia melangkahkan kakinya pelan, seklai-kali ia menoleh kebelakang berharap pemilik rumah tersebut berubah pikiran, tetapi harapannya tidak akan pernah terwujud, akhirnya ia terus


melangkahkan kakinya menjauh dari rumah Haikal.


Kakinya terus melangkah ia menelusuri jalan disepanjang jalan perumahan elit tersebut, ia tidak tahu harus kemana dengan kondisi tidak memiliki apa-apa, jalan pikirannya hanya satu kalau ia harus ke cafe menemui Evan sahabatnya.


***


Matahari terasa terik diatas kepalanya, sekali-sekali Carmelia mendongak ke atas melihat betapa teriknya matahari mengenai kepala dan tubuhnya, sudah hampir 4 jam Carmelia berjalan kaki, tenggorokannya pun mulai terasa kering dan akhrinya ia duduk dipinggir jalan untuk mengistirahatkan tubuhnya.

__ADS_1


Sebuah mobil hitam melaju pelan dijalan raya, pengemudi mobil didalamnya terkejut ketika ia menoleh melihat seorang wanita yang terduduk lemas dipinggir jalan.


“Wanita itu....,”gumamnya


__ADS_2