
Joe mempersilahkan Arman untuk masuk, pandangan Arman lurus melihat ke semua orang yang kini tengah memandang dirinya.
Dia berjalan ke depan, Arman lalu menatap semua orang yang ada di ruang meeting tersebut, Arman menundukkan kepalanya untuk menghormati mereka yang sudah datang dan ada di ruang meeting untuk menyambutnya.
Arman tersenyum sambil melihat satu persatu orang yang berkumpul di ringan besar itu.
"Baik, kita mulai meeting hari ini." Jo memulai pidatonya untuk memperkenalkan CEO baru di perusahaan itu.
"Baik seperti yang ada di dalam agenda hari ini pengenalan untuk CEO baru di perusahaan VJ karya, saya perkenalkan Tuan Arman, beliau yang menjabat sebagai CEO baru di perusahaan kita." Joe lalu bertepuk tangan, untuk memberikan selamat pada CEO baru, semua orang pun ikut bertepuk tangan menyambut kedatangan si ibu baru perusahaan VJ karya.
Joe mempersilahkan Arman untuk memulai pidatonya.
"Terima kasih untuk semua yang sudah hadir mohon maaf untuk kalian yang mungkin terkejut atau kurang berkenan dengan hadirnya saya di sini sebagai pengganti pak VJ saya mohon bimbingan kalian untuk kedepannya agar perusahaan VJ karya ini lebih maju lagi."
Arman menundukkan kepalanya lalu tersenyum di hadapan semua para kolega dan pemegang saham mereka pun bertepuk tangan secara riuh menyambut kedatangan CEO baru ada beberapa orang yang tidak suka terhadap Arman terlihat jelas dari tatapan wajah mereka.
Arman kemudian duduk di kursi yang telah dipersiapkan untuknya dan Arman memulai meetingnya di ruangan itu ia menjelaskan tentang struktur bangunan yang akan mereka kerjakan atas tender dari perusahaan Mannu contraction.
Alexa sempat terkesima melihat bagaimana Arman memimpin meeting saat itu ia tidak terlihat seperti pemuda desa yang baru datang dari kota kepiawaiannya memimpin meeting membuat Alexa ragu dan bertanya-tanya.
"Siapa dia sebenarnya, mengapa dia tak seperti yang di sebutkn oleh VJ?”
Setelah menjelaskan segala sesuatu Tata caranya bahkan tentang produk-produk yang akan mereka gunakan untuk membangun dan mengelola tender tersebut Arman pun mengakhiri meeting hari itu.
Para pemegang saham dan kolega bertepuk tangan atas apa yang Arman lakukan di meeting hari ini mereka menatap kagum ada beberapa dari mereka yang berbisik.
"Pntas jika pak VJ memilihnya."
"Pak VJ memang tidak salah pilih."
Ucap beberapa dari mereka yang sempat terdengar di telinga Arman namun tak sedikit juga Arman mendengar tentang hinaan untuk dirinya namun Arman berusaha untuk tenang dan tidak menanggapinya.
"Baik.mweting hari ini selesai, saya ucaokan terima kasih pad kalian semua," ucap Arman mengakhiri meeting hari itu lelaki itu sempat mematung terdiam karena rasa gugupnya.
"Pak Arman, anda harus tetap tenang," Joe mendekatkan dirinya pada Arman berbisik di samping telinganya untuk menyadarkannya.
Arman yang mendengar suara Joe langsung saja tersadar dia menggelengkan kepalanya tersenyum di hadapan semua orang.
Satu persatu orang-orang tersebut keluar dari ruang meeting sekarang tinggallah mereka bertiga yang ada di ruangan itu Alexa pun langsung mengajak Arman untuk ke ruangannya.
__ADS_1
Mereka bertiga langsung keluar dari ruang meeting itu menuju ke ruang, CEO, ruangan VJ sebelum dia menyerahkannya pada Arman.
Arman langsung duduk di kursi VJ sedangkan Alexa dia duduk tepat di hadapan Arman dia membiarkan Arman untuk bernapas terlebih dahulu.
Terlihat sekali lelaki itu begitu tegang dan gugup saat di ruang meeting, Arman menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan mengeluarkan seluruh beban yang ada di dadanya seolah-olah ia baru saja selamat dari sebuah kematian.
"Huwff, apmkuntau betapa gugupnya aku," ujarnya berbicara pada Alexa. Alexa yang mendengar itu hanya melihat dan menatap Arman tanpa bisa berkata apapun wanita itu masih canggung untuk memulai pembicaraan dengan Arman selain dari urusan kantor dan pekerjaannya.
Tak lama kemudian Joe masuk ke dalam ruangan itu. Lelaki tersebut membawa banyak berkas untuk dipelajari oleh Arman. Arman yang melihat itu langsung membulatkan matanya.
"Oke bos, ini semua adalah berkas yang harus kamu pelajari, aku sudah meminta pada setiap kepala devisi untuk memberikanmu berkas yang bisa kau pelajari tentang semua yang ada di perusahaan ini."
Joe meletakkan semua berkas itu di atas meja, Alexa yang melihat wajah Arman, wanita itu tak mampu menahan tawanya, pasalnya saat ini lelaki itu tengah membelalakkan kedua matanya, ambil meneguk air liurnya sendiri.
Arman pun tersadar ia mengambil satu berkas yang ada di paling atas dari tumpukan semua berkas itu dan membacanya.
"Akan ku bantu untukenjelasknnya satu.oersatu padamu, kau bisa bertanya jika ada yang tidak kau mengerti."
Alexa berdiri lalu menghampiri Arman mengambil berkas yang ada di tangan lelaki itu dan membukanya Alexa menjelaskan secara detail apa yang ada di berkas itu.
Arman menyimaknya dengan sesama, Arman memang bukanlah pembisnis yang handal. Namun dia dikaruniai otak yang begitu cerdas, hingga dirinya mampu beradaptasi dan memahami dengan cepat apa yang diucapkan dan dijelaskan oleh orang lain untuknya.
Alexa berhenti membacakan seluruh berkas yang ada di tangannya dia melihat ke arah Arman memastikan jika lelaki itu sudah mengerti dengan apa yang dia jelaskan.
Karena Alexa terus menatapnya Arman lalu menolehkan pandangannya ke arah Alexa pandangan mereka pun bertemu.
"Joe, kita adakan rapat kembali untuk semua kolega dan pemegang saham aku akan menjelaskan secara rinci tentang tender yang harus kita kerjakan, ada perubahan beberapa insfratruktur di bangunan itu."
Joe terdiam mendengar ucapan Arman pasalnya baru tadi ia menjelaskan secara detail rincian tentang bangunan Mannu contraction yang akan mereka kerjakan.
"Apa yng kau lakukan Arman, bukankah tadi kau sudah menjelaskan secara rinci tentang kontrak tersebut."
Alexa menegur lelaki itu dia tidak mengerti dengan jalan pikiran Arman Alexa hanya takut jika semua para kolega dan pemegang saham memandang rendah dia yang plin-plan sebagai pemimpin.
"Kau tenang saja Alexa kau percayakan semuanya padaku apa yang akan aku lakukan ini Demi kemajuan perusahaan VJ," jawab Arman dengan yakin.
Alexa langsung menoleh ke arah Jo lelaki itu pun melakukan hal yang sama dia hanya mengangkat kedua bahunya.
"Baiklah pak Arman, kapan kita akan memulai rapatnya?"
__ADS_1
"Siang ini Joe."
Alexa langsung membelalakkan kedua matanya namun dia pun tidak bisa melakukan apapun di sini posisinya adalah sekretaris dan Arman yang menentukan segala keputusannya.
Joe pamit undur diri untuk menyiapkan semua berkas yang diperlukan oleh Arman dia merasa jika perintah Arman itu adalah mutlak.
Bahkan Joe tidak menyangka jika Arman akan mengambil tindakan secepat ini, Joe berpikir jika Arman masih butuh waktu untuk beradaptasi.
Sedangkan Alexa kini ia meninggalkan ruangan Arman dan kembali ke ruangannya ia pun akan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Arman.
Arman kemudian membuka berkas yang berisi tentang tender yang telah dimenangkan oleh VJ.
Membuka satu persatu proposal yang ada di tender tersebut.
Arman mempelajari satu persatu proposal tersebut ternyata itu adalah pembangunan rumah susun di daerah pelosok desa.
Terdapat kendala di sana karena warganya tidak mau meninggalkan perkampungan itu mereka takut akan efek dari rumah kaca yang akan dibangun oleh perusahaan Mannu contraction.
Arman pun sudah mengerti bagaimana ia harus bersikap dan bertindak selanjutnya Arman lalu memanggil Joe dari intercom yang ada di ruangannya.
Tak selang berapa lama Joe langsung datang Arman pun memintanya untuk masuk.
"Setelah makan siang kita akan mengadakan rapat untuk membahas tentang tender tersebut bagaimana agar kita bisa mengambil hati para warga yang ada di sana, dan tolong kamu siapkan untuk perjalanan dinas kita besok pagi ke daerah tersebut aku ingin memantaunya sendiri bagaimana lokasi pembangunan proyek kita nanti."
Arman langsung saja memberi perintah kepada Joe, Jum rasa kagum karena Arman bisa mengambil keputusan secepat itu namun ia pun merasa khawatir dengan keputusan yang diambilnya pasalnya Arman baru saja diangkat menjadi CEO baru ia takut jika keputusannya itu akan membahayakan posisinya saat ini.
Jo ikut memanggil Alexa untuk mendengarkan apa yang diperintahkan oleh Arman Alexa mengagumi kecerdasan dan kepintaran Arman kepiawaiannya dalam bekerja mirip sekali dengan mendiang suaminya.
Melihat ke arah Alexa yang terus saja menatap kearah Arman, Alexa langsung menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa Joe harus melakukan apa yang diucapkan oleh Arman.
"Baik pak." Joe langsung menundukkan kepalanya dan ia segera melaksanakan perintah Arman
Joe pergi meninggalkan ruangan Arman sedangkan Alexa wanita itu masih saja menatap ke arah Arman dia melihat Arman seperti sosok VJ yang ada di hadapannya.
"Alexa." Arman memanggil Alexa karena wanita itu terus saja menatap ke arahnya perlahan Arman mulai mendekati Alexa.
"Alexa, hay, hello."
Arman menjentikkan kedua jarinya di depan wajah Alexa, wanita itu pun langsung tersadar dan melihat Arman yang ada di hadapannya saat ini mereka begitu dekat hanya meja yang menjadi penghalang mereka.
__ADS_1
Alexa terus saja memandang wajah Arman, yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya pandangan mereka pun bertemu.