
Alexa tertegun beberapa saat, penampilan Arman saat ini benar-benar memukau di matanya.
lelaki itu benar-benar persis seperti mendiang VJ hanya wajah mereka saja yang berbeda namun pesonanya tetap sama.
Arman melihat dan menyadari jika Alexa kini tengah menatapnya lelaki itu langsung tersenyum ke arah istrinya berjalan perlahan mendekat. Arman menyadari jika istrinya itu tengah melamun, bahkan Alexa tidak menyadari jika Arman saat ini berjalan melangkah mendekat kepadanya, hingga jarak mereka beberapa centi Arman mengajaknya berbicara.
"Hay, kau sudah siap? Bagaimana dengan penampilanku?" Arman bertanya pada Alexa, dia menghentikan langkahnya, Arman masih menjaga jarak dia tidak ingin terlalu dekat dengan istrinya itu. Namun kini wanita itu tengah menatap ke arahnya tanpa berkedip, dan tak mengatakan apapun.
"Lexa, hey ... Alexa." Arman mencoba untuk membuyarkan lamunan Alexa, sejenak dia berpikir apakah ada yang salah dengan penampilannya hingga Alexa melihatnya seperti itu, bahkan wanita itu tidak menjawab ucapannya.
"Apa aku salah dalam berpakaian, tapi mana mungkin. Baju ini adalah pakaian yang diberikan Joe padaku, bukankah ini yang dia siapkan untukku tadi," batin Arman.
Arman melihat dirinya sendiri, baju serta penampilannya bahkan sepatunya, dia merasa tidak ada yang salah dengan penampilannya saat ini. tapi mengapa Alexa melihatnya seperti itu Arman masih tidak mengerti.
Arman semakin mendekat berjalan ke arah Alexa tepat kini dia berada di hadapannya Arman memegang lengan Alexa dan menggoyangkannya berusaha untuk menyadarkan wanita itu.
"Lexa, Alexa."
Alexa membuyarkan lamunannya, kini Arman sudah tepat berada di hadapannya, Alexa memundurkan langkah ke belakang namun Arman malah berjalan mendekat dan menghampirinya.
"Hey, kau ini kenapa?" sekali lagi Arman bertanya pada Alexa bahkan lelaki itu sampai menoleh ke arah belakang dia sungguh tidak mengerti mengapa Alexa bersikap seperti itu arah pandangan mata Alexa menutup lurus ke depan ke arahnya namun dia berjalan mundur saat didekati oleh Arman itu yang membuat Arman merasa sangat bingung.
Alexa terus saja berjalan mundur sampai menabrak bufet yang ada di koridor tersebut, langkahnya terhenti. Dia lalu menoleh ke arah belakang Alexa merasa malu bukan kepalang.
Arman lelaki itu mencoba untuk menahan tawanya dia tidak ingin Alexa marah kembali kepada dirinya. Arman membalikkan badannya menoleh ke arah belakang dia tersenyum tanpa menunjukkannya pada Alexa.
Alexa merasa gugup dan jadi salah tingkah dia tahu saat ini Arman tengah menertawakan dirinya.
__ADS_1
"Alexa kau ini kenapa aku bertanya padamu dari tadi apa ada yang aneh dari diriku? bukankah ini pakaian yang kamu pilihkan untukku yang sudah kamu siapkan di tempat tidur? Arman terus saja bertanya pada Alexa dia benar-benar takut membuat wanita itu merasa malu ini kali pertamanya mereka akan makan di luar.
jujur saja Arman tidak ingin mempermalukan Alexa di depan umum jadi dia bermaksud untuk masuk ke kamar lagi dan berganti pakaian karena Alexa tidak kunjung juga menjawab pertanyaannya.
"Apa kau sudah mulai tertarik padaku?" Bisik Arman tepat di telinga Alexa.
Alexa membulatkan matanya merasa terkejut dengan ucapan yang baru saja dia dengar.
"A-apa, apa maksudmu kau bicara apa tadi bisa kau ulangi lagi?" pinta Alexa berharap Arman mengulangi perkataannya.
Arman lalu tertawa kecil, tidak tidak aku tidak bicara apapun padamu," jawab Arman yang masih berusaha menyembunyikan senyumnya.
sebenarnya Alexa mendengar ucapan Arman namun karena Arman tidak mau mengakuinya Alexa pun bersikap masa bodoh dia tidak mau mempermasalahkan perkataan Arman tadi.
Alexa masih tetap menjaga jarak pada Arman sekalipun mereka sudah menikah Alexa benar-benar tidak ingin mengganti posisi VJ dengan Arman.
"Tunggu ..., Sudah jangan. Biarkan saja seperti itu. Lagi pula kita sudah tidak ada waktu lagi." Alexa melihat jam yang melingkar di tangannya, "ini sudah malam sekali biasanya jam segini tempat itu akan ramai." Alexa berbicara dan langsung saja berjalan melewati Arman menuruni anak tangga.
Arman mengganggu anggukan kepalanya paham lelaki itu menurut dan dia berjalan mengekor di belakang Alexa dengan senyum-senyum sendiri.
Arman tahu betul jika tidak ada yang salah dengan penampilannya saat ini, Alex setengah tertipu saat melihatnya hingga cuting telinganya merona kemerahan terlihat jelas di mata Arman.
mereka berdua lalu keluar dari rumah itu tak lupa pula Alexa mengunci pintu rumahnya dia kemudian pergi masuk ke dalam mobil.
Arman mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah, Alexa yang menuntun Arman ke arah mana mereka akan pergi.
"Kita makan di hotel yang dekat GB saja," ucap Alexa menginstruksi Arman, Arman hanya mengangguk lelaki itu masih fokus mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
Selama di dalam mobil Alexa terus curi-curi pandang ke arah Arman, Alexa melirik ke arah lelaki itu dilihatnya garis rahang Arman yang begitu kokoh, Alexa kesusahan menelan air liurnya sendiri.
"Kenapa seperti ini, ada apa denganku, kenapa dia begitu tampan ketika mengenakan baju itu. VJ maafkan aku karena telah mengaguminya," batin Alexa.
dia merasa tidak enak pada mendiang suaminya tidak seharusnya dia merasakan hal ini.
Alexa menautkan kedua tangannya dan menggerak-gerakkannya kecil berusaha untuk menutupi rasa gugupnya.
hormon yang tanpa sengaja melihat itu dia langsung menoleh ke arah Alexa, Alexa membuang pandangannya keluar jendela. Arman pun tersenyum melihat sikap Alexa yang seperti itu dia merasa Alexa begitu lucu dan menggemaskan saat ini.
Tidak butuh waktu lama 25 menit kemudian mereka sampai di depan restoran tersebut.
Arman lalu memarkirkan mobilnya kemudian dia turun dan membukakan pintu untuk Alexa dia mempersilakanya.
Deg ... Deg ... Deg ...
detak jantung Alexa berdebar begitu cepat saat melihat ke arah Arman dia benar-benar merasa gugup kali ini entah mengapa pesona lelaki yang ada di hadapannya ini mampu menggetarkan hatinya.
"Tuhan, mengapa dia begitu tampan, ada apa dengan jantungku hari ini, sebaiknya aku memeriksakan diri ke spesialis jantung," gumam Alexa dia berusaha untuk bersikap biasa saja di depan Arman agar lelaki itu tidak mengetahui kegugupannya saat ini.
Alexa kemudian menepi segala pemikirannya mungkin saja ini terjadi karena dia sudah lama tidak berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan merupakan suaminya.
Setelah menikah dengan VJ Alexa memang menutup ruang lingkup pergaulannya dia hanya berteman dengan beberapa orang saja dan itu pun wanita.
Selama menjadi istri VJ Alexa mengabdikan diri kepada suaminya dia jarang sekali keluar rumah jika tidak bersama dengan VJ.
Sebenarnya Arman ingin tertawa saat ini karena melihat kegugupan Alexa terlihat jelas di matanya jika wanita itu Arman ingin sekali menggenggam tangan itu namun dia mengurungkan niatnya karena takut jika Alexa akan marah padanya.
__ADS_1