
Arman tentu saja menyambut ajakan Alexa dengan antusias. Dia melemparkan gombalannya.
"Selama restorannya itu seenak masakan mu, aku mau." Arman tersenyum sambil menatap wajah Alexa yang ada di hadapannya. Lelaki itu lupa jika Alexa tidak bisa memasak dia hanya bisa memasak mie instan saja.
Alexa membulatkan kedua matanya dia tak pernah menyangka jika Arman akan seberani itu untuk menggodanya antara senang dan merasa jengkel, karena Alexa mengira jika Arman kini tengah menyindir dirinya.
Bagaimana tidak Alexa hanya sekali memasak untuk Arman, itupun Alexa hanya memasak mie instan dan telur mata sapi.
"Apa kau menyindirku saat ini?" Tanya Alexa sambil melotot ke arah Arman. Tatapannya tajam seperti hendak membunuhnya saja saat ini.
Arman yang tengah tahu dengan ekspresi wanita yang kini ada di hadapannya lalu membenarkan kembali kata-katanya.
Arman benar-benar lupa jika Alexa tidak bisa memasak untuknya wanita itu tidak pernah memasak selama menjadi istri VJ karena vije memang larangnya dan memanjakannya.
"Ah bukan, bukan begitu maksudku. Aku percaya kalau seleramu itu pasti yang terbaik, kau pasti akan bisa memilih restoran yang memiliki hidangan paling enak di sini."
Alexa bertambah membulatkan kedua matanya dia benar-benar kesal dengan ucapan Arman kali ini Alexa menganggap jika Arman kali ini meremehkan dirinya.
"Apa sekarang kau meremehkanku juga." Alexa mendengung dia benar-benar merasa kesal dengan lelaki yang ada di hadapannya saat ini berbeda sekali dengan mantan suaminya yang selalu membuatnya tersenyum.
Arman lalu mengalihkan pandangannya sambil sebelah tangannya menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.
"Maaf bukan begitu maksudku, aku hanya,-
"Sudahlah jangan bicara lagi aku tak mau mendengar penjelasan apapun darimu saat ini." Alexa memotong ucapan Arman lelaki itu hanya diam saja dan tidak berbicara apapun lagi.
__ADS_1
Alexa terus saja menatapnya menatap ke arahnya dengan sangat dalam dan tajam, Arman yang ditatap seperti itu oleh Alexa, lelaki itu langsung saja berpamitan dan izin pergi dari sana.
Dia sungguh tak berniat untuk membuat Alexa marah padanya dia pun tidak tahu bagaimana cara membuat wanita itu tersenyum segala hal yang dia lakukan selalu saja salah di matanya.
"Hemm ... Kalau begitu aku pergi dulu aku mau bersiap-siap lebih dulu agar nanti saat kau sudah siap aku pun sudah siap dan tak membuatmu menunggu ataupun malu di sana."
Alexa hanya diam saja dia tidak menjawab ucapan Arman Alexa sebenarnya merasa canggung saat ini karena dia juga ingin pergi ke kamar untuk berganti baju.
Namun akhirnya Alexa lebih memilih untuk mengalah dia membiarkan Arman pergi terlebih dahulu ke kamar dan memilih menunggu lelaki itu sampai dia selesai.
Arman yang tidak mendengar jawaban apapun dari Alexa lelaki itu langsung pergi dan naik ke atas menuju ke kamarnya dia akan segera bersiap-siap untuk membersihkan diri dan pergi makan malam bersama Alexa.
Alexa terus saja memperhatikan jam di tangannya sudah beberapa saat setelah kepergian Arman namun lelaki itu belum juga keluar dari kamar. Alexa mendongakkan kepalanya ke atas melihat ke arah kamarnya dari ruang tamu, pintu itu masih tertutup rapat dan tidak ada tanda-tanda untuk terbuka.
"Sedang apa dia di dalam sana, apa dia belum selesai juga. Kenapa lama sekali dan belum keluar juga," gumam Alexa wanita itu langsung mondar-mandir dan melihat ke arah atas ke arah pintu kamarnya. Setelah sekian lama menunggu Arman karena ini sudah hampir setengah jam wanita itu menunggunya.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Arman, apa kau sudah selesai? Mengapa kau lama sekali, aku juga ingin bersiap-siap dan berganti baju ayo cepat keluar lah!" teriak Alexa memanggil nama Arman dari balik pintu.
Namun tak kunjung juga ada jawaban dari dalam kamar sekali lagi Alexa mengetuk pintu itu dan memanggil nama Arman.
Dia menunggu beberapa detik di depan pintu Arman belum juga keluar dari dalam sana Alexa kemudian melihat jam kembali, waktu sudah mepet sekali ini sudah hampir melewati jam makan malam.
Alexa memutar knop pintu tersebut dan memasukkan sebagian kepalanya melihat ke arah seluruh ruangan itu tak ada Arman di sana Alexa mengerutkan kedua keningnya.
__ADS_1
"Dimana lelaki itu?”
Alexa berjalan masuk perlahan tak lupa pula dia menutup pintu kamarnya itu dia berjalan terdengar gemericik air di dalam kamar mandi.
"Ahh ternyata dia sedang mandi, pantas saja aku memanggilnya tak Ada jawaban darinya." Gumam Alexa sambil berjalan ke arah lemarinya.
Lemari berwarna putih tersebut dia buka kemudian memilih salah satu gaun malam yang memang cocok untuk dirinya tak lupa juga ia mengambilkan sebuah pakaian untuk dikenakan oleh Arman malam ini.
Alexa memadu padankan pakaian Arman dengan gaun malam yang ia kenakan.
"Sepertinya ini cocok dengan dirinya," gumamnya berbicara pada diri sendiri Alexa lalu meletakkan pakaian Arman di atas tempat tidur dan dia keluar dari kamar tersebut untuk berganti pakaian di kamar tamu.
Buru-buru Alexa keluar dari kamar itu kemudian ia membuka kamar di sebelah kamarnya Alexa mengganti pakaiannya di sana tak hanya itu Alexa jug memoles make up tipis di wajahnya.
Saat Alex memandang dirinya di cermin, ada perasan ragu, Alexa menghentikan gerakan tangan yang saat ini memoles sebuah lipstik di bibirnya.
"Apakah hal yang aku lakukan ini berlebihan apakah aku perlu melakukan ini untuknya mengapa aku berdandan seperti ini untuknya."
Alexa tak ingin dianggap mencari perhatian lelaki itu karena ia pun teringat akan pernikahannya mereka menikah hanya karena wasiat saja dan ia tidak ingin Arman salah paham dengan hubungan yang mereka jalani saat ini biar bagaimanapun di hati Alexa tetap ada VJ. Almarhum suaminya itu tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun.
Alexa mengurungkan niatnya untuk berdandan seperti layaknya gayanya saat bersama dengan VJ ia hanya memoles sedikit make up natural ke wajahnya.
Alexa pun menata gaya rambutnya begitu sederhana ia hanya menjepit rambutnya ke samping make up nya begitu natural warna lipstik yang dia kenakan senada dengan warna bibirnya, Alexa memilih warna nude untuk dia gunakan memoles bibirnya agar tidak terlihat pucat.
Alexa kemudian berdiri dan memperhatikan kembali penampilannya gaun hitam kini melekat pas di tubuhnya yang begitu langsing.
__ADS_1
Alexa kemudian keluar dari kamarnya namun begitu dia keluar kamar Alexa sudah mendapati arwah lelaki itu kini tengah berdiri di koridor dengan merapikan perjuangan tangannya Arman pun menatap Alexa sambil mengulas senyuman di wajahnya begitu tampan.
Alexa berhenti sejenak menatap wajah tampan suami barunya saat ini.