
Mereka berdua langsung berjalan melangkah masuk kedalam restauran, Arman memilih tempat tepat di dekat jendela.
Dia kemudian menarik kursi untuk Alexa, "silahkan, tuan putri." Sambil tersenyum manis Arman berusaha untuk menggoda istrinya tersebut.
Alex sesungguh ingin tertawa saat ini namun dia menyembunyikan senyumannya, alexa langsung duduk saja di kursi yang sudah Arman siapkan untuknya.
Tak berhenti sampai di situ, Arman yang ingin mengambil hati Alexa memang menggunakan jurus yang mumpuni.
setelah mereka duduk ada seorang pelayan datang menghampiri mereka membawa sebuah menu makanan.
Alexa dan Arman pun langsung memilih beberapa menu untuk makan malam mereka setelah itu pelayan pun mencatat semua pesan mereka saat pelayan itu hendak pergi meninggalkan meja mereka akan menghentikan langkahnya.
"Tunggu." dengan gerakan tangannya Arman memanggil pelayan itu untuk mendekat lalu membisikkan sesuatu di telinga pelayan itu.
Selain itu menganggukan kepalanya pelan mengerti akan perkataan Arman dia lalu tersenyum dan meninggalkan meja tersebut.
pelayan restoran itu berjalan mendekati panggung dan memberikan beberapa list lagu romantis Tak hanya itu pelayan itu pun menunjuk ke arah meja Arman dan Alexa berada.
Ternyata Arman sengaja memilihkan playlist lagu romantis untuk Alexa, tanpa menunggu lama MC yang ada di atas panggung lalu membacakan request yang di inginkan oleh Arman.
"Oke kali ini ada sebuah request lagu romantis untuk seseorang tentunya seorang wanita cantik yang bernama Alexa untuk wanita cantik yang bernama Alexa dengarkan lagu ini isi hati dari Tuan Arman
." MC tersebut langsung mengambil gitar dan memetiknya menyanyikan sebuah lagu yang sudah dipesan oleh tamunya saat ini.
Alexa yang saat ini duduk di sebelahnya itu tak berani untuk berinteraksi dan membuang muka dengan melihat jalanan di luar jendela.
Alexa sungguh tidak menyangka jika Arman akan melakukan itu untuknya ia tersenyum tipis merasa senang di dalam hati.
Arman melihat itu, dia tahu jika alexa saat ini tengah tersenyum. terlihat jelas dari bayangan yang ada di jendela, Arman pun ikut merasa senang jika wanitanya itu bahagia.
__ADS_1
Alexa berdeham ... Selalu bersikap biasa saja makanan mereka pun saat ini telah tiba, pelayan tadi pun mengantarkan pesanan mereka saat ini, Arman tersenyum dan berterima kasih kepada pelayan itu.
Pelayan tersebut meninggalkan mereka mereka pun langsung memakan makanan yang telah mereka pesan tadi Alexa hanya diam saja dia tidak tahu harus berlaku apa pada Arman.
namun berbanding terbalik pada Arman dia berusaha untuk berbicara dan mengobrol pada istrinya tapi tanggapan Alexa hanya sepatah dua kata saja dia tidak terlalu menanggapi obrolan Arman hingga akhirnya Arman memutuskan untuk diam dan menikmati makanannya karena Arman sendiri bingung harus berbicara apa pada wanita yang saat ini ada di hadapannya.
Alexa seolah enggan untuk berinteraksi dengannya Arman pun memutuskan untuk diam.
"Alexa ... Alexa, diamlah, bersikaplah sesantai mungkin, kalian ini sudah menikah," batin Alexa merutuki dirinya sendiri, sebenarnya Alexa merasa bersalah karena terus bersikap seperti ini kepada Arman.
Alexa yang melihat Arman menjadi diam langsung menoleh ke arah Arman dia merasa bersalah tunggu dia menyesali sikapnya saat ini tidak seharusnya dia bersikap seperti itu biar bagaimanapun Arman adalah suaminya bukan orang asing lagi untuknya Arman kini sudah menjadi bagian dari hidupnya dan masa depannya tentunya.
"Arman, bolehkah aku tahu sebenarnya apa menu favoritmu?"
"Hemmm apa?" Arman terkejut dengan pertanyaan Alexa dia hampir saja tersendak oleh makanannya sendiri.
Alexa kemudian menyerahkan segelas air putih pada Armada lelaki itu mengambilnya lalu meminum nya.
"Seperti yang kamu ketahui Alexa aku ini hanyalah pemuda dari kampung jadi tidak ada yang spesial tidak ada menu khusus yang aku sukai hanya saja aku lebih menyukai makanan dengan cita rasa rempah-rempah yang kuat."
Arman lalu menyebutkan beberapa makanan dengan cita rasa rempah-rempah yang biasa ia makan dan dia masak atau ibunya masak.
Alexa menganggukkan kepalanya pelan dia mengerti sekarang niat untuk mencari tahu resep dan menu itu dan meminta bibi untuk mengajarinya memasak.
sebenarnya Alexa merasa malu karena sebelum ini dia memang berusaha untuk membuat makanan dengan bahan-bahan baru tetapi tentu saja tidak ada hal yang bisa dia banggakan.
Alexa selalu gagal saat dia berusaha memasak, Alexa pun tidak pernah memasak ataupun mengkombinasikan rempah-rempah yang kuat pada masakannya.
Namun saat ini Alexa bisa merasa senang dan berbangga diri sebab pilihannya cepat malam ini dia mengajak Arman pergi ke restoran yang memiliki cita rasa nusantara yang otentik.
__ADS_1
restoran itu adalah restoran dengan menu-menu tradisional yang pastinya akan disukai oleh Arman.
"Hemmm ... Bagaimana dengan restoran ini apa kamu menyukainya?"
Arman menatap ke arah Alexa dia berhenti mengunyah makanannya Arman tersenyum lalu menganggukkan kepalanya pelan.
"Ya, aku menyukainya, suasana di sini juga bagus dan makanan-makanan yang di sini sesuai dengan selera lidahku," ungkap Arman memberitahu Alexa.
" Kalau begitu restoran ini akan menjadi favoritnya, dan jika memang kamu menyukainya kamu bisa mengatur catering untuk makan siang kita di kantor."
Arman menatap wajah Alexa, dia mengangguk seolah setuju sebenarnya dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia ingin Alexa belajar memasak dan ingin sekali mencicipi hidangan yang dibuat oleh istrinya.
Namun sepertinya Alexa enggan untuk pergi ke dapur atau mungkin wanita itu tidak mau untuk memasak untuknya hingga dia menyarankan untuk selalu memesan makanan dari restoran tersebut.
Arman sedikit kecewa dengan ucapan Alexa namun Arman memilih diam saja. Arman tersenyum lalu melanjutkan kembali makanannya.
Berbanding terbalik dengan Alexa, Alexa merasa jika Arman menyetujui idenya dia pun merasa lega karena dia tidak perlu pusing-pusing lagi untuk memikirkan menu makan siang apa untuk Arman saat di kantor dia tinggal menelepon restoran tersebut.
" Hemmm ... Alexa?"Arman menatap wajah Alexa dia nampak ragu-ragu untuk mengutarakan niatnya.
"Iya?" Alexa menolak dan melihat ke arah Arman dia menelisik wajah lelaki yang ada di hadapannya saat ini.
"Apa kau tidak suka terjun ke dapur, maksudku apa kau tidak suka memasak?"
Alexa langsung meletakkan sendok dan garpunya di atas piring lalu menatap ke arah Arman, hening ... tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya hanya saja matanya terus menatap ke arah lelaki yang saat ini duduk di hadapannya.
"Maaf bukan begitu jangan tersinggung dengan ucapanku aku hanya ingin mengajakmu untuk sesekali memasak bersama di saat weekend itupun jika kamu mau makanya aku bertanya apakah kamu pernah atau suka memasak jika tidak juga tidak apa-apa."
Arman kemudian tersenyum dia menjadi salah tingkah saat Alexa menatapnya seperti itu tanpa berbicara apapun kepadanya.
__ADS_1
"Dasar bodoh mengapa kau berbicara seperti itu padanya terlebih lagi kau menanyakan hal itu," Arman kemudian menutupi dirinya sendiri di dalam hati.