
"Alexa, sepertinya kau tidak menyukai tempat ini?" tanya Arman pada istrinya itu karena Alexa terlihat tidak nyaman sekali di sana. Walaupun Alexa saat ini tengah menyembunyikan rasa ketidak nyamanannya itu.
Tapi Arman tahu pasti jika Alexa tidak menyukai tempat tersebut ia menyembunyikannya dan pura-pura suka Arman kemudian mengajak Alexa pergi dari sana iya lebih mementingkan rasa nyaman istrinya dibandingkan keinginannya untuk makan di restoran itu.
"Tidak mengapa kita pergi dari sesama kita makan di mana saja pun tak masalah buatku," bohong Alexa, ia mengatakannya agar Arman tidak mengajarkan pergi dari sana namun Arman tetap menggandengnya keluar dari restoran itu.
"Sudahlah jangan membohongiku Aku tahu kamu tidak menyukainya restoran itu," ucap Arman tetap ke mengajak Alexa pergi dari sana. "Sekarang katakan padaku kau ingin makan di restoran mana Aku hanya ingin membuatmu nyaman saja tidak lebih."
Akhirnya karena Alexa malas berdebat dengan Arman dia pun langsung menuruti keinginan lelaki itu entah dari mana Arman tahu jika dirinya merasa tidak nyaman di sana.
Mereka pun kini pergi ke restoran yang diinginkan oleh Alexa.
Tak selang berapa lama kemudian mereka pun tiba di restoran itu Alexa lalu menjelaskan bahwa restoran terdiri dari dua bagian di lantai pertama memang mode bufet all you can eat sementara di lantai kedua adalah restoran biasa.
Alexa tentu saja mengira bahwa Arman adalah tipe lelaki yang suka makan banyak Ia pun sudah menduga lantai 1.
"Ayo, kita kelantai dua," di luar dugaan Arman menggandeng tangan Alexa dan mengajaknya untuk naik ke lantai 2 di restoran itu Alexa hanya menatapnya heran langkah berjalan mengikuti Arman.
Tentu saja Alexa merasa bingung ia tidak tahu awalnya mengapa Arman memilih untuk pergi ke restoran biasa sementara jika di lantai 1 mereka bisa mengambil makanan semau mereka dan sepuas mereka.
Arman masih melancarkan jurus merayunya ketika mereka duduk, dan memilih salah satu bangku yang ada di restoran itu Arman langsung memundurkan kursinya dan berlaku seperti seorang gentlemen.
"Sayang, kau pilihkan saja makanan untukku terserah apa saja yang menurutmu enak," ucap Arma meminta Alexa untuk memilihkan menu makanan yang akan mereka makan malam ini.
__ADS_1
Tentu saja Alexa dibuat terheran-heran dengan ucapan Arman, Ia pun langsung membuka menu makanan.
"Apa kau yakin itu? Bagaimana jika pesananku tidak sesuai dengan yang kau mau, maksudku bukan aku tidak mau mengurusi keinginanmu Tapi aku tidak tahu apa yang kau suka dan tidak kau suka," ucap Alexa menundukkan kepalanya iya benar-benar tidak tahu apa yang disukai oleh suami barunya itu."
Arman hanya tersenyum saja ke arah Alexa, "apapun yang kamu pesankan untukku pasti akan aku suka dan aku makan karena aku tahu kau akan memesankan menu yang tepat untuk ku," ucap Arman begitu percaya diri dengan pilihan Alexa yang jelas-jelas wanita itu tidak pernah tahu apa yang dia sukai.
Menerima perlakuan seperti itu dari Arman tentu saja membuat Alexa menjadi salah tingkah.
Alexa langsung saja memesan makanan yang menurutnya cocok dan disukai oleh Arman berkali-kali ia melihat ke arah Arman.
Jujur saja saat ini Alexa merasa bingung Ia pun takut jika salah memesan makanan takut jika lelaki itu tidak mau memakannya atau tidak menyukainya dan terpaksa memakannya.
Alexa kemudian memilih salah satu menu di restoran itu dan menyamakannya dengan apa yang ia makan saat ini, seorang pelayan langsung mencatatnya dan meninggalkan mereka untuk menyiapkan pesanan makan malam mereka.
"Apa kau yakin dengan ucapanmu itu, jika nanti makanan yang aku pesan tidak sesuai dengan seleramu jangan kau makan dan kau harus memesan makanan yang lain, kau janji?" Tanya Alexa pada Arman. Lelaki itu hanya tersenyum dan mengangguk setuju.
Karena terlalu sering memperhatikan Arman Alexa jadi tidak memperhatikan gerakan tangannya.
"Arman tersenyum saat melihat mulut Alexa yang terkena saus dari salad yang ia makan saat ini Arman pun tak tanggung-tanggung ia langsung mengambil tisu yang ada di depannya dan mengusap bibir Alexa menggunakan tisu itu.
"Apa kau selalu makan seperti ini?" dengan bibir yang belepotan seperti itu," ucap Arman usai membersihkan bibir Alexa yang terkena saus. Alexa menunduk malu dan tersenyum tersipu-sipu dengan perlakuan Arman.
Arman juga membantu Alexa untuk memotong stik yang ada di hadapan istrinya, Alexa terlihat kesusahan untuk memotong daging itu, ia berusaha untuk bersikap romantis di depan Alexa.
__ADS_1
Alexa begitu heran dengan perlakuan Arman ia tidak seperti pemuda desa kebanyakan, bahkan saat orang mengatakan jika dia dari desa semua orang pun tidak akan pernah percaya. Perlakuannya benar-benar berbeda ia tidak norak dan kampungan seperti kebanyakan pemuda desa lainnya.
Arman bersikap begitu berwibawa, hingga membuat Alexa terheran-heran.
"Jangan terus-terusan menatapku seperti itu nanti lama-lama kau akan suka padaku," canda Arman saat Alexa terus saja memperhatikan dirinya
Alexa tersendak makanannya mendengar ucapan Arman yang seperti itu ia tidak kuasa menahan kecanggungan di antara mereka berdua.
"Pelan-pelan saja makannya tidak ada yang akan mengambil makananmu itu," ucap Arman sambil menyerahkan segelas air minum ke arah Alexa. Alexa menerima gelas itu lalu meminumnya, tapi matanya terus saja menatap Arman sesekali ia melirik ke arah lelaki itu
Setelah minum dan meletakkan gelasnya di atas meja Alexa lalu berpamitan untuk ke toilet sebentar.
"Aku, kevtoilet dulu ya," ucap Alexa pada Arman. Arman hanya mengangguk dan tersenyum saja pada Alexa.
Alexa mempercepat langkahnya Untung saja di toilet itu hanya ada dia seorang diri Alexa langsung membasuh wajahnya dengan air keran yang di wastafel.
Alexa sengaja mengguyur wajahnya dengan air dingin untuk meredakan panas yang menyengat di kulit hingga seluruh kepalanya perlakuan aman benar-benar membuatnya merasa terbakar saat ini.
Alexa menghembuskan nafasnya secara perlahan melalui mulut sambil melihat pantulan dirinya di depan cermin. Kedua tangannya mengipas wajahnya untuk meredakan warna merah yang merona di pipinya.
"Oh tidak, tidak ... Aku tidak mungkin menyukainya ini adalah hal yang wajar wajar jika aku mengalami hal ini karena hal ini adalah kali pertamanya aku bertatap muka dengan pria lain sedekat ini selain VJ suamiku." Gumam Alexa sambil mondar-mandir ke sana kemari di dalam toilet itu ia berkali-kali mengingatkan dirinya dan mencoba menepis perasaan yang saat ini timbul dan mulai ada di hatinya.
"Tidak aku tidak mungkin menyukainya ya tidak akan pernah mungkin aku menyukainya," lagi Dan lagi Alexa menepis perasaannya untuk Arman walaupun seharusnya ia sudah mulai menyayangi lelaki itu, yang saat ini sudah resmi menjadi suaminya.
__ADS_1
Namun tetap saja Alexa merasa bersalah dengan VJ jika ia menyayangi dan menyadari perasaannya untuk Arman.
Sedangkan Arman saat ini masih tetap menikmati makan malamnya ia tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah lugu istrinya itu