CEO Dadakan Dari Desa

CEO Dadakan Dari Desa
Bab 9


__ADS_3

Alexa merasa gugup saat Arman menatapnya terlebih lagi kata-kata Arman yang membuat dia menjadi salah tingkah.


Arman tersenyum puas saat sudah berhasil mengerjai istrinya, terlihat semburat merah muncul di pipi wanita itu.


Arman terus saja mengemudikan mobilnya menuju ke kantor, kini tibalah mereka di depan lobby perusahaan VJ karya, perusahan yang memiliki aset terbesar di Indonesia.


Gedung yang menjulang tinggi dengan 28 lantai itu membuat Arman lagi-lagi terkesima, dia tidak pernah menyangka jika akan memiliki sebuah perusahaan besar di kota Jakarta.


Di sana sudah ada Joe yang telah menyambutnya lelaki itu berdiri tepat di depan pintu kaca perusahaan.


"Selamat datang tuan, mari silahkan. Kita akan masuk ke ruangan kantor terlebih dahulu, saya dan Nona Alexa akan menjelaskan semuanya tentang perusahaan ini pada tuan. Sebelum kita benar-benar memulai pekerjaan hari ini.


Ya hari ini adalah hari pertama Arman memulai pekerjaannya sebagai CEO baru.


Tidak ada cuti berkabung saat ini untuk Alexa maupun Arman karena sebelum ini, VJ telah memenangkan tender dan proyek itu harus segera mereka kerjakan.


Di lobby kantor tersebut semua karyawannya berbaris rapi, mereka menyambut kedatangan CEO baru perusahaan mereka.


Pintu kaca itu dibuka oleh Joe, Joe mempersilahkan Arman untuk masuk. Menolehkan pandangannya ke arah Alexa. Alexa yang saat itu tengah menatapnya langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Arman pun masuk ke dalam semua karyawan menundukkan kepalanya, sebagai rasa hormat mereka pada CEO baru.


Arman tersenyum dan ikut menganggukkan kepalanya, Joe langsung mengarahkan Arman untuk menaiki lift khusus untuk CEO diikuti oleh Alexa di belakangnya mereka bertiga langsung masuk ke dalam lift.


Setelah pintu lift itu tertutup semua karyawan pun langsung bubar dan bekerja di devisi masing-masing.


Tibalah Arman di lantai 18 di mana lantai itu adalah ruangannya, satu lantai itu hanya ada dua ruangan yaitu ruangan CEO dan ruangan Joe.


Arman masuk ke rungan iti, dia melihat setiap sudut yang ada di rungan tersebut, dia berjalan mendekati meja kerjanya, ada papan nama yang bertuliskan namanya di sana.

__ADS_1


Arman mengambilnya lalu tersenyum dan kemudian mengarahkan pandangannya pada Alexa.


Lagi-lagi Alexa hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Arman memutari meja kerja itu dan beralih pada kursi kerjanya lelaki itu duduk di sana dengan penuh kewibawaan kharismanya terpancar sekalipun ia hanyalah pemuda desa.


Karena ini adalah hari pertama Arman menjadi CEO di tempat itu Alexa langsung menjelaskan perihal tentang pekerjaan Arman dan apa saja yang harus dilakukan olehnya.


"Baik, Pak. Saya akan menjelaskan rincian pekerjaan bapak hari ini, saya akan menjelaskannya semuanya supaya bapak mengerti."


Alexa kemudian membuka berkas yang ia bawa berkas berwarna biru, berkas itu ia pilih untuk pertama kali dia buka.


"Hari ini kita akan ada rapat pertemuan dengan para direksi dan pemegang saham yang ada di perusahaan ini untuk memperkenalkan bapak secara resmi sebagai CEO baru perusahaan VJ karya."


Arman mendengarkan itu secara seksama dia mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang diucapkan oleh Alexa. Wanita itu lalu membacakan kembali deskripsi dan hal-hal yang perlu dilakukan oleh Arman selama berada di kantor.


Arman sempat terkejut mendengar semua laporan yang dibacakan oleh Alexa dia tak menyangka jika seorang CEO pekerjaannya lebih berat dari karyawan.


Melihat raut wajah Arman yang berubah Joe pun langsung menjelaskan pada Arman dan mengingatkan lelaki itu kembali jika semua ini adalah wasiat dari VJ.


"Itu sudah menjadi tanggung jawab anda sekarang, Anda harus menyesuaikan diri mulai dari sekarang karena anda sudah mengemban amanah dan wasiat dari VJ."


Arman pun tersadar jika apa yang diamanahkan dan wasiatkan VJ padanya cukup berat ia menjadi ragu apakah dapat mengerjakannya atau tidak, dirinya tidak mau menyerah begitu saja mungkin ini memang sudah menjadi takdirnya dia akan mencoba dan melakukan yang di bisa.


Walaupun dari desa Arman juga bukan orang sembarangan, dia ahli IT, tidak sulit untuknya mengerjakan seluruh laporan yang ada bahkan dia pun sudah terbiasa mengerjakan itu.


"Baiklah, sekarang saya akan menjelaskan apa saja yang harus bapak lakukan dan kerjakan saat ini sebelum kita memulai rapat direksi."


Alexa hendak memberikan lagi penjelasan kepada Arman memberitahu lelaki itu apa saja yang ia harus lakukan dan kerjakan saat ini.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Joe menegurnya, bukan tanpa alasan dia menegur Alexa, Joe hanya ingin Alexa mengajari Arman dan membimbingnya secara perlahan karena Arman pun butuh menyesuaikan diri saat ini.


"Alexa, lebih baik, kita jelaskan itu lain waktu, sekarang kita akan memberitahunya bagaimana cara memimpin rapat dan bisa di percaya oleh para direksi dan pemegang saham. Saat ini pasti mereka sangat bingung sekaligus kaget, pasti ada yang percaya dan tidak percaya dengan kinerja Arman kita harus membantunya, bagaimana bersikap agar bisa meyakinkan mereka."


Alexa menoleh ke arah Joe benar apa yang dikatakan Joe, saat ini Arman harus bisa meyakinkan para direksi dan pemegang saham agar mereka tetap ada di perusahaan itu meskipun ceo-nya bukan lagi VJ.


Jo dan Alexa kompak memberitahu Arman, mereka sibuk mengarahkan Arman. saat nanti ada di ruang meeting ia harus melakukan apa saja Arman pun mendengarkannya dan mencermati apa yang mereka katakan sesekali dia memperagakan gaya yang dicontohkan oleh Joe.


Joe memperagakan bagaimana Arman harus bersikap di depan para kolega dan pemegang saham lainnya ia harus terlihat berwibawa dan berkarisma.


"Oke sudah jam 10.00, waktunya kita menemui mwreka diruang meeting," ucap Alexa.


Alexa lalu menghampiri meja kerja Arman dan mengambil beberapa berkas mereka bertiga pun berjalan keluar dari ruangan CEO dan naik ke atas menuju ke ruang meeting.


Mereka bertiga naik lift ke lantai 19, di sana terdapat satu ruangan yang dijadikan sebagai ruang meeting.


Ting ...


Denting lift berbunyi, Joe memimpin jalan lelaki itu berjalan di depan Arman tibalah mereka di depan pintu ruangan besar tersebut Arman agak sedikit gugup dan nervous.


Alexa tahu itu dia pun menyemangati Arman membisikkan sesuatu di telinga Arman.


"Kamu pasti bisa, ku yakin itu." Bisikan di telinga Arman membuat lelaki itu berdebar sangat kencang bisikan itu seolah-olah menjadi penyemangat baginya, begitu lembut suara yang dibisikkan oleh Alexa membuat darahnya berdesir sangat hebat.


Joe membuka pintu ruangan besar itu seluruh orang yang ada di ruangan itu langsung berdiri untuk menyambut kedatangan CEO baru di perusahaan mereka.


Arman menghirup udara lalu menghembuskannya sepenuh dada melepas rasa sesak di dalam dadanya dan meyakinkan dirinya jika ia mampu untuk menjalankan perusahaan ini dan ia harus bisa menjalankannya sesuai dengan amanah VJ.


"Aku pasti bisa." Ucapnya begitu lirih,

__ADS_1


__ADS_2