CEO Dadakan Dari Desa

CEO Dadakan Dari Desa
Bab 20 - Reaksi Pegawai


__ADS_3

Seluruh pegawai sangat terkejut saat Arman menawarkan program belajar bahasa inggris bersama. Jelas program itu sangat disambut baik dengan antusias karena tidak semua bisa berbahasa inggris. Dan hal itu membuat semua pegawai senang mendengarnya.


“Melihat wajah kalian sepertinya kalian sangat senang dengan program ini. Tapi,” dengan sengaja Arman menghentikan ucapannya dan membuat semua pegawai menatapnya dengan penasaran. Menunggu ucapan selanjutnya yang akan Arman katakan.


“Kalian harus mendapat persetujuan dari tim HRD. jadi Aku hanya mengemukakan pendapatku. Jika kalian setuju dan bersedia melakukannya, aku akan meneruskannya pada orang kepercayaanku. Bagaimana?” tanya Arman.


“Tentu saja, kami sangat senang jika hal itu terjadi. Karena sejujurnya kami pun tidak ada waktu dan uang lebih jika harus ikut les tambahan sendiri,” ucap salah satu dari mereka.


“Pak Arman, kami sangat menghormati anda. Kami harap, anda tetap sehat da selalu mendapatkan kesuksesan dari semua proyek,” seru yang lainnya.


“Karena dengan begitu, kami tetap mendapatkan gaji dan bonus kami,” ucapnya lagi dan langsung mendapatkan gelak tawa.


Mereka semua langsung semangat dan mendukung Arman dan menjadi sangat akrab. Ruang makan itu pun menjadi lebih hangat dan tidak canggung lagi.


Setelah selesai makan, seperti biasa Arman mengajak Alexa untuk solat berjamaah. Arman terus saja tersenyum sepanjang perjalanan menuju kantor.


“Sepertinya kau sangat senang,” ucap Alexa yang berjalan di sampingnya.


“Tentu saja, melihat mereka yang terus tersenyum dan bersenda gurau denganku. Aku merasa kami selangkah lebih dekat. Bukankah itu hal yang sangat bagus?” ucap Arman menoleh menatap Alexa yang tersenyum malu.


“Ya. Itu adalah langkah yang sangat bagus. Bagaimana kau bisa memikirkan hal itu?” puji Alexa dan membuat Arman senang mendengarnya.


“Karena aku, selalu memikirkan semua pegawaiku. Aku tau, jika mereka merasa tidak nyaman karena latar belakang pendidikanku dan cara aku bisa mendapatkan posisi ini. Sementara mereka sudah lama bekerja di sini bahkan ada yang sampai kuliah di luar negeri. Akan sangat merepotkan jika terjadi sesuatu pada perusahaan, tapi mereka tidak menyukaiku. Aku harap kau akan membantuku untuk melaksanakan program ini,” jelas Arman senang.


“Ya tentu saja, aku yang akan mulai sibuk untuk mempersiapkan semuanya,” respon Alexa.


“Jadi, kau keberatan?” tanya Arman.

__ADS_1


“Sedikit, kau harus mentraktirku makanan yang mahal dan enak.”


“Baiklah, aku setuju.”


Waktu makan siang hampir habis, beberapa pegawai pun baru saja kembali setelah Arman pulang lebih dahulu bersama dengan Alexa dan memberikan para pegawainya waktu lebih lama dan bebas memesan makanan dan cemilan yang lainnya.


Beberapa pegawai pun sedang menunggu lift sambil berbincang. Tepat saat itu Jo yang baru saja bertemu dengan klien tak sengaja berpas-pasan dengan mereka. Terlihat para pegawai itu terlihat senang dengan terus tertawa.


Awalnya Jo tidak terlalu memperhatikan. Namun, merasa heran karena melihat para pegawai itu yang terlihat senang. Hingga saat mereka semua masuk ke dalam lift bersamaan dengan Jo. Jo baru bisa mendengar dengan jelas pembicaraan mereka yang ternyata sedang memuji Arman. Bos baru mereka.


“Aku gak nyangka loh, kalau Pak Arman itu ternyata friendly banget. Keliatannya kayak arogan gitu, eh ternyata itu Cuma karena canggung aja.”


“Kau benar, apa lagi Pak Arman mau mendengarkan keluhan kita semua. Aku tidak yakin, semuanya bisa dikabulkan oleh Pak Arman.”


“Hei, jangan pesimis dulu. Kita lihat saja dulu program les bahasa inggris ini, kalau berjalan lancar dan cepat dilaksanakan, sepertinya aku akan percaya pada Pak Arman.”


“Ya, kalau Pak Arman itu tidak buruk seperti apa yang dikatakan Pak Damar tempo kemarin.”


“Sebenarnya aku tidak terlalu percaya dan yakin dengan ucapan Pak Damar. Tapi, kalian tahu sendiri kan gimana sikap Pak Damar kalau kita terlihat kontra dengannya?”


“Itu benar, aku jadi takut jika harus bertemu dengan Pak Damar. Sepertinya kita harus terlihat biasa saja, jangan kelihatan banget kalau kita semua dukung Pak Arman.”


Pintu lift terbuka, para pegawai itu pun langsung keluar menuju ruangan mereka. Jo pun ikut berjalan di belakang dan kembali mendengarkan pendapat para pegawai yang menjadi berbalik 180 derajat berubah baik kepada Arman.


Sehingga saat Jo menemui Arman di ruangannya, Jo mendapati Arman yang sudah tersenyum senang. Jo pun ikut senang karena telah mendapatkan bos yang begitu perhatian pada para pegawai sehingga mendapatkan simpati dan reaksi yang sangat positif.


“Sepertinya suasana kantor kita menjadi lebih hangat,” ucap Jo menghampiri Arman dan membawakan dokumen yang dibutuhkan oleh Arman.

__ADS_1


“Kau sudah kembali? Bagaimana hasilnya?” tanya Arman pada Jo.


“Tentu saja, hasilnya sangat baik,” jawab Jo tersenyum lebar.


“Yah, kau tau ... jika dibalik sebuah peristiwa di situ ada keutungan yang bisa kita raih. Aku hanya mencoba untuk mengambil langkah lebih dekat dengan mereka. Tapi, sepertinya mereka sangat menyukai ideku,” ucap Arman menceritakan apa yang baru saja ia lakukan untuk para pegawai.


“Ya, aku sudah dengar dan mereka bilang kau membuka kritik dan saran secara terbuka?”


“Ya, dan untuk langkah pertama adalah memberikan mereka fasilitas pelatihan bahasa inggris secara percuma. Alias kantor yang membayar semuanya. Aku yakin, mereka pasti tidak sabar,” ucap Arman begitu terlihat senang menceritakan tentang para pegawai.


Jo sangat terpukau terhadap pola pikir Arman yang ternyata banyak hal yang justru dimiliki oleh Arman dengan keterbatasan pendidikan yaitu dibandingkan dengan VJ dahulu. Maka dari itu Jo merasa VJ tidak salah pilih untuk mengangkat Arman menjadi penerus bisnisnya itu.


Tok ... Tok ...


“Bapak memanggil saya?” tanya Alexa yang masuk ke dalam ruangan.


“Ya, bagaimana apa kau sudah membuat proposal untuk bagian HRD?” tanya Arman.


“Sudah Pak, saya juga sudah mengirimkannya melalu email kepada tim HRD dan melampirkannya pada bapak.”


“Itu bagus, aku tidak sabar untuk segera merealistiskannya sekarang. Jadi, apa yang akan kita lakukan jika semuanya sudah di setujui?” tanya Arman meminta pendapat.


“Mungkin, perjalanan dua hari satu malam untuk para pegawai. Seperti gathering perusahaan?” saran Alexa.


“Wah ... itu ide yang sangat brilian. Aku dengar, para pegawai sangat menantikan hal semacam itu. Karena mereka akan berjalan-jalan sejenak meninggalkan pekerjaan yang begitu berat. Alexa aku mau kau membuat proposal itu bersama dengan Jo. Jo, aku yakin kau lebih berpengalaman tentang hal ini. Aku harap kau membuat acara yang sangat menyenangkan dan tidak membosankan. Ah pastikan penginapan dan makanan di sana sangat nyaman dan sesuai dengan para pegawai yaa,” ucap Arman memberikan perintah.


“Baik, kami juga sudah pernah melakukan gathering bulanan. Dan sepertinya kali ini akan lebih seru dan menyenangkan,” jawab Jo.

__ADS_1


“Ya, dan melakukan pelatihan seminggu sekali. Itu sangat cukup,” sahut Alexa yang juga menyetujui ide tersebut.


__ADS_2