
Arman bangun dari tidurnya, dia membuka matanya, sedikit linglung, dia melihat kesekitar, tempat yang begitu asing baginya, lelaki itu mengerutkan keningnya. Sedetik kemudin Arman tersadar jika dia berda di kamar VJ.
Arman menghembuskan nafasnya lega karena telah mengingat kejadian semalam, ya semalam dia buru-buru naik ke atas untuk melihat keadaan Alexa wanita itu berteriak histeris dan menangis tersedu-sedu karena tidak mendapati VJ di sampingnya.
Arman terpaksa mendekatinya dan menenangkan hingga Alexa terlelap, tanpa Arman sadari dia pun ikut tertidur di samping Alexa dalam kamar itu.
Alexa mulai menggerakkan tubuhnya wanita itu mengerjakan matanya melihat seorang laki-laki yang begitu asing tengah berada di sampingnya.
Alexa terkejut lalu menggeser tubuhnya dia pun ingat jika Arman kini telah menjadi suaminya dan mengingat kembali jika VJ sudah tiada.
Arman hanya melirik ke arah Alexa, tanpa berniat untuk bicara padanya.
"Maaf, aku belum terbiasa. Aku turun dulu menyiapkan sarapan untuk kita," ucap Alexa wanita itu kemudian turun dari tempat tidurnya berjalan menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Arman hanya melihat gerak-gerik yang dilakukan oleh atlexa saat Alexa sudah berada di kamar mandi dan menutup pintu itu barulah Arman menghembuskan nafasnya merasa lega.
Sungguh dia tidak tahu harus berbuat apa kali ini entah sikapnya itu benar atau salah dia pun tidak mengerti. Arman bingung harus memulai hubungannya dari mana dan bagaimana dia mendekati Alexa.
Tak selang berapa lama Alexa keluar darikamar mandi, wanita itu langsung turun ke bawah.
Kini tinggallah Arman seorang diri berada di kamar itu Arman langsung berjalan ke arah kamar mandi ia hendak membersihkan diri.
Arman mencoba untuk menenangkan dirinya di sana mengguyur badannya dengan air dingin mungkin akan bisa meredakan sakit di kepalanya yang tiba-tiba saja datang menyerangnya.
Alexa kini tengah sibuk berada di dapur menyiapkan sarapan untuk mereka berdua setelah itu ia naik lagi ke atas.
Saat Alexa membuka pintu tadi dapatinya Arman di sana namun terdengar bunyi air dari arah kamar mandi Alexa segera berjalan ke lemari pakaian untuk menyiapkan pakaian Arman hari ini dia harus berangkat ke kantor.
Alexa menyiapkan semua kebutuhan Arman seperti layaknya dia menyiapkan kebutuhan VJ dulu.
__ADS_1
Arman keluar dari arah kamar mandi dia mendapati Alexa tengah menyiapkan pakaian untuknya Arman berjalan mendekati wanita itu.
Arman melihat ke arah tempat tidur pakainya sudah siap di sana satu berwarna Navy beserta dasi sudah tersusun rapi dia hanya tinggal mengenakannya saja.
Walaupun dia tidak terbiasa dengan pakaian itu namun demi menghormati almarhum VJ dan Alexa, Arman pun segera memakai pakaiannya.
Sambil menunggu Arman berganti pakaian Alexa langsung berjalan ke arah ruang kerja yang ada di samping kamarnya dia menyiapkan segala sesuatu keperluan Arman hari ini di kantor, terlebih lagi hari ini adalah hari di mana ia dinyatakan sebagai CEO baru di perusahaan VJ.
Saat Alexa masuk ke dalam ruangan itu, Alexa teringat kembali dengan VJ fotonya pun masih terpampang nyata ada di atas meja kerjanya. Alexa belum menggantinya dengan foto Arman bahkan foto pernikahan mereka pun masih terpasang di dinding ruang kerja itu.
Ya VJ memasang foto itu di sana dengan alasan untuk menyemangatinya saat bekerja.
Perasaan Alexa menjadi tidak menentu ia merasa sedih namun saat itu juga dia tersadar dan ingat kembali akan nasehat dan wasiat VJ.
Dia melihat jam tangannya waktu sudah menunjukkan pukul 06.30. Alexa seketika panik dia buru-buru menyiapkan semua berkas yang diperlukan oleh Arman.
Setelah itu dia keluar dari ruang kerja didapatinya Arman sudah tidak ada di sana.
Arman berpikir jika Alexa sudah berangkat ke kantor mungkin dia malu untuk berangkat bersamanya.
Bibi lalu menyiapkan makanan untuk Arman saat Bibi hendak menuangkan nasi di piring aman tiba-tiba Alexa turun dari tangga dan berjalan menghampiri Arman.
Wanita itu langsung berbicara pada Bibi jika dia yang akan menyiapkan semuanya untuk aman Bibi pun pergi meninggalkan tuannya.
Melayani Arman mengambilkan makanan untuk lelaki itu dan ia pun duduk di sampingnya makan bersama dengannya.
Arman yang melihat itu tersenyum, dia sudah salah sangka kali ini ternyata Alexa tidak meninggalkannya.
Setelah selesai makan Alexa berbicara pada Arman dia meminta Arman untuk menunggunya sebentar dia akan pergi ke ruang kerja terlebih dahulu.
__ADS_1
"Hemm ... Aku ke ruang kerja dulu, kau tunggu di sini." Dengan rasa canggung Alexa memberanikan diri berbicara apa adanya.
Arman hanya menganggukkan kepalanya saja dan tersenyum saat mendengar Alexa berbicara seperti itu jujur saja dia pun tidak tahu harus berkata apa.
Arman melihat wanita itu masuk ke dalam ruang kerja namun tak seberapa lama Alexa keluar dengan berkas-berkas di tangannya dan tas kerja untuknya Arman pun segera berjalan menghampiri Alexa dan membantu wanita itu.
"Sini biar aku bantu untuk membawakannya."
Arman mengambil berkas itu dari tangan Alexa dan juga tasnya namun wanita itu lalu mengambil lagi berkas yang ada di tangan Arman.
"Kau bawa itu, aku sekretaris mu di kantor, berkas ini bagian ku."
Arman kemudian membiarkan saja Alexa membawa berkas itu karena dia yang memintanya sendiri.
Mereka berdua berjalan ke arah mobil dan masuk ke dalamnya, Arman kemudian mengemudikan mobil itu meninggalkan rumah dan berjalan ke arah kantor.
Sepanjang perjalanan ke kantor Alexa berusaha menjelaskan tentang siapa dirinya dan bagaimana Arman harus bersikap.
"Dengarkan aku baik-baik, aku adalah sekretaris mu saat berada di kantor. Namun saat di rumah aku adalah istrimu dan kamu harus bisa memposisikan dirimu dengan baik." Alexa menjelaskan statusnya di kantor sambil menatap ke arah Arman.
"Jadi maksudku, saat berada di kantor kau harus bersikap layaknya seorang bos kepadaku aku bawahanmu, karyawanmu. Dan saat di rumah kau adalah suamiku aku adalah istrimu apa kau paham?" Ungkap alexa pada Arman.
Karena Arman hanya diam saja dan lelaki itu fokus mengemudi Alexa pun melanjutkan ucapannya.
"Dulu, aku sekretarisnya dan menikah dengan bosku, selama di kantor aku akan mengajarimu bagaimana kamu harus bersikap dan apa saja yang harus kamu kerjakan setiap hari aku akan membacakan agendamu."
"Iya aku tahu, mari kita bekerja, dan menjalankan amanah dari VJ, jangan sampai kita mengecewakannya."
Alexa terkesima dengan ucapan Arman yang begitu tegas lelaki itu ternyata tidak seperti yang ia pikirkan.
__ADS_1
Alexa sempat melamun dan terus saja menatap ke arah Arman hingga Arman harus menatapnya lagi barulah wanita itu tersadar.
"Apa yang kau lihat dari wajahku, apa.kau mulai tertarik padaku Alexa?" Arman tersenyum kali ini dia benar-benar menunjukkan sisi dirinya yang tidak diketahui oleh Alexa.