CEO Rambut Emas

CEO Rambut Emas
Move On


__ADS_3

Aku terbangun dengan mata bengkak, bagaimana tidak setelah nangis semalaman.


Setelah kejadian kemarin aku memutuskan balik kerumah karena tidak ingin membuat Nita khawatir dan sesuai janjiku aku akan ada meeting dengan Pak Fendi untuk masalah yang terjadi di R&D. Aku harus bisa memisahkan masalah kerja dan masalah personal, ingat selalu bersikap profesional.


Oleh karena itu aku membutuhkan bantuan es batu dan alas bedak badai untuk menutupi mataku yang tidak tertolong ini. Setelah berpikir semalaman aku harus bisa move on, move on dari sesuatu yang bahkan belum mulai, sungguh menyedihkan. Tapi bagaimanpun Cesper keterlaluan, setelah memperlakukanku dengan kasar ia malah menjauhiku tanpa memberi penjelasan dan menganggap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Well jika diingat-ingat memang dia sempat minta maaf dan aku yang memintanya pergi tapi apa dia tidak ada niat buat coba menghubungiku lagi gitu? Aku tidak mengharapkan dia membujukku hingga berlutut tapi cukup kasih alasan atas perbuatannya, sejujurnya aku yang sudah memaafkannya dan tidak ada rasa marah sedikitpun yang tersisa. Lihatlah sosoknya yang terlihat rapuh kemarin, tidak ada yang bisa marah pada sosok yang seperti itu.


Tapi ini beda cerita jika ia ingin menghancurkan rekor prestasi ku, cukup hatiku saja yang hancur jangan sampai karirku juga. Ayo bisa yok! Kataku pada diriku sendiri, Aku memilih blazer dan celana warna merah untuk meningkatkan moodku, di padu dengan inner, heel dan kacamata hitam. Sempurna! Aku merasa seperti terlahir kembali.


"Damn girl!" Kata pertama Nita setelah melihatku tiba di kantor


"Sepertinya seseorang sudah berhasil move on!" Lanjut Nita membuatku memutarkan bola mata


"Untuk merayakan gimana kalau kita pesta malam ini" Kata Nita sambil membuat gerakan minum


"Deal!" Balasku dan kamipun tertawa memasuki gedung A


Aku mengajak meeting full team dengan HRBP dan menyelesaikan satu per satu masalah yang ada di R&D, dengan bantuan Pak Fendi dan kerja sama Kepala dept R&D kita mencoba menerapkan beberapa kebijakan baru yang bisa mencegah Cesper bertindak se-enaknya. Aku juga mengirim email secara pribadi ke Cesper sebagai peringatan lisan atas perilakunya.


Setelah menyelesaikan semua kewajibanku dikantor, aku berjalan keluar kantor sambil mengirim pesan ke Nita, mengingatkan dia soal pesta malam nanti. Berhubungan besok adalah sabtu maka kami bisa pesta dengan puas, jika di ingat-ingat aku memang sudah lama sekali tidak refreshing. Aku melihat sekilas penampilanku di pantulan mobil yang terparkir di depan kantor, sekarang aku mengerti kenapa banyak wanita yang memotong pendek rambutnya setelah hubungan yang buruk. Semua itu dilakukan demi mengapresiasi diri sendiri.


Aku mengeluarkan lipstik merahku dan berkaca di kaca mobil tersebut, aku tersenyum puas karena aku berhasil berdamai dengan diriku sendiri. Aku merasa aku selangkah lebih dewasa, lagi-lagi aku berhasil melewati salah satu batu dalam hidupku.

__ADS_1


"Kamu sempurna!" Kataku pada pantulan diriku


Tidak lama setelah itu Nita muncul dan kamipun berjalan kearah mobilku


 


Kami hadir disebuah club malam dan berpesta ria, melepaskan segala stress dan menari seperti orang gila. Seperti karena usia aku sudah tidak sekuat dulu, aku berhenti sejenak dan duduk memesan minuman. Sedangkan Nita masih sama, bisa dilihat seberapa semangat ia menari dan terlihat beberapa kali ia menolak ajakan pria yang berusaha mendekatinya. Sepertinya jam terbang Nita berada di level yang sangat berbeda denganku, aku menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatku itu.


"Hei" Kata seseorang membuyarkan pikiranku,


"Sendirian saja?" Katanya, belum sempat ku jawab teleponku bergetar dan aku melihat ada panggilan masuk dari nomor tidak di kenal, awalnya aku ingin mengabaikannya tapi aku sedikit kaget karena melihat history panggilan masukku yang ternyata ada panggilan tidak terjawab lebih dari 10 kali dari nomor yang sama. Sepertinya aku tidak sadar karena sibuk menari tadi


Aku berjalan keluar mengabaikan pria barusan untuk menelpon balik, sebaiknya ini panggilan yang penting batinku.


Tidak butuh lama buat orang itu mengangkat telepon


"Anda kenal Cesper? Sekarang ia tertidur di toko kami dalam keadaan yang sangat mabuk" Aku masih diam enggan menjawab


"Aku tau ini terdengar seperti penipuan tapi dalam ponsel orang yang bernama Cesper ini hanya ada nomor anda, aku akan kirim fotonya agar anda percaya"


Tidak lama kemudian aku menerima foto dari nomor orang tersebut beserta alamatnya. Benar ini memang Cesper. Astaga seberapa banyak yang dia minum sampai tidak menyadarkan diri seperti itu.


"Jika Anda masih tidak datang menjemput maka kami terpaksa membiarkan dia tidur di jalan karena 30 menit lagi toko kami akan tutup. Terima kasih"  Akhir orang tersebut.

__ADS_1


"Apakah semua baik-baik saja?" Suara pria itu mengejutkan ku, ternyata pria tadi mengikutiku keluar.


Aku tidak menjawab dan memutuskan pergi ke alamat yang dikirim tadi, aku sedikit panik setelah melihat foto tadi. Cesper tidak terlihat baik-baik saja. Sial! kenapa dia selalu saja muncul dan mengacaukan perasaanku seperti ini. Tapi kalaupun yang difoto itu bukan Cesper aku tetap akan menjemputnya, anggap saja sedang menolong rekan kerja, tidak ada yang salah dengan itu bukan?


Barusan dia bilang hanya ada nomorku di ponsel Cesper? Tidak mungkin mengingat dia selalu melakukan pesan broadcast sebelumnya, tunggu! jika benar Cesper hanya menyimpan nomorku berarti semua pesan masuk itu bukan broadcast tapi memang pesan yang dikirim Cesper khusus untuk ku? Bagaimana dengan senyuman yang aku lihat di depan kamar mandi R&D kemarin?


Aku memutuskan tidak memikirkan itu semua karena takut menaruh harapan lagi, padahal aku memantapkan hati untuk move on tidak boleh jatuh pada lubang yang sama. Semua itu akan terjawab begitu ku sampai nanti.


Akhirnya aku sampai ke alamat dan mendapati Cesper yang telungkup diatas meja, dengan ragu-ragu aku menepuk pundaknya


"Mr Cesper?" Kataku pelan, diluar dugaan ia memberi reaksi padahal suaraku sangat kecil


Cesper membalikan badannya dan menyipitkan matanya, aku bisa merasakan debaran jantung yang tidak asing ini. Dia masih bisa terlihat se sexy ini walau dengan penampilannya yang sekarang,


"Anda baik-baik saja? Apakah anda bisa berdiri?" Kataku memastikan dan detik selanjutnya ia langsung berdiri dan  memelukku dengan sangat erat.


"No! I am not fine" Bisiknya dengan suara parau, aku kembali merasakan debaran jantung itu, aku menghelas nafas dan menepuk-nepuk bahunya


"It's Okey, everything gonna be alright" Kataku, aku tidak tau apa masalahnya tapi ketika seseorang bilang dia tidak baik-baik saja maka kata hiburan seperti inilah yang dibutuhkan.


"Really?" Katanya sambil menatapku, reaksinya seperti bayi, bayi raksasa. Aku tersenyum dan menjawab


"Yes" Dan ia memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung, mukaku langsung merah. Sepertinya dia benar-benar mabuk.

__ADS_1


"Oke now let's go home" Kataku berusaha menopang nya keluar, Cesper yang tidak sadar sepenuhnya terasa sangat berat. Aku pun meminta bantuan pekerja yang ada di toko tersebut membantuku.


"But i don't have a home" Jawab Cesper sebelum ambruk sepenuhnya.


__ADS_2