CEO Rambut Emas

CEO Rambut Emas
Kebenaran


__ADS_3

Sulit untuk percaya bahwa aku sedang duduk satu meja dengan orang nomor satu di CC Group. Tidak hanya itu, kami bahkan makan bersama di restoran mewah.


"Kenapa Anda tidak menyentuh makanannya? tidak suka?" Tanya Pak Chronicles, aku tersenyum kaku dan merasa sangat tidak nyaman.


Apa maksud semua ini? Kenapa Ia menculiku dan sekarang memberiku makan seperti ini, kesannya beliau seperti menggunakan kekuasaannya sebagai CEO CC Group dan makanan didepanku terkesan seperti "sogokan". Hal itu lah yang membuatku enggan menyentuhnya sampai mendengarkan apa maksud dari semua ini? Sepertinya Pak Chronicles mengerti dari sikapku, kemudian Ia berkata


"Sebenarnya saya ingin minta maaf" Aku hanya diam dan menunggu ia melanjutkan kalimatnya,


"Ini ceritanya sedikit panjang, bagusnya saya mulai dari mana ya" Lanjutnya dan aku masih diam, aku tidak merasa terintimidasi sama sekali. Mungkin karena berpikir toh tidak lama lagi aku akan keluar dari CC Group, tidak ada yang perlu di takuti lagi. Namun kalimat selanjutnya cukup membuatku terkejut


"Sebenarnya Cesper adalah anak hasil diluar nikah saya"


-------


"Terima kasih sudah mengantar saya Pak" kataku setelah turun dari mobil Pak Chronicles


"Tidak, saya yang harus berterima kasih" Jawab beliau dari kaca jendela mobilnya


"Mengenai permintaanku tadi mohon dipertimbangkan dengan baik, Saya tunggu kabar baik dari Anda Joline" Akhirnya, aku hanya membungkuk tanpa menjawab apa-apa. Tidak lama mobilnya pun menghilang di ujung jalan.


Aku melangkah masuk kedalam penginapanku, dengan pikiran dan perasaan kacau. Aku memutuskan mandi air hangat dan menyalakan lilin aroma terapi untuk menenangkan pikiranku. Semua penjelasan Pak Chronicles menjawab semua tanda tanya soal Cesper.

__ADS_1


Aku duduk diatas ranjang memikirkan kembali semua yang di ceritakan Pak Chronicles, semua benang yang sebelumnya kusut kini satu persatu mulai berlepasan. Soal pembatalan rotasiku, hingga kejadian malam tahun baru bulan lalu, semua itu berkaitan satu sama lain dan tentu saja ada hubungannya dengan Cesper dan Pak Chrolnicles.


Cesper tidak memiliki hubungan yang baik dengan ayahnya, bisa dibilang ia sangat amat membencinya. Aku masih ingat ekspresi Pak Chronicles terlihat sangat sedih saat mengatakan seberapa besar rasa benci Cesper terhadapnya. Tapi Ia tidak menceritakan secara detail alasan Cesper membencinya.


Semua berawal dari Pak Chronicles yang meminta Cesper  menggantikan posisinya sebagai CEO CC group, tentu saja Cesper menolak karena tidak sudi memiliki hubungan apapun dengan ayahnya. Namun, suatu hari tiba-tiba Cesper mendatangi ayahnya dan bilang ingin bekerja di CC Group tapi bukan sebagai CEO dan meminta ayahnya bungkam soal hubungan mereka.


Tentu saja Pak Chronicles sangat senang karena ia berpikir bahwa akhirnya anaknya mulai membuka diri. Tidak hanya itu, Ia juga kerap menerima laporan positif mengenai kinerja Cesper yang terus meningkat. Melihat anaknya yang dulunya tidak punya ambisi di bidang ini tapi kini ia terlihat semakin semangat dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik.


Hingga suatu hari Pak Chronicles menerima laporan bahwa Cesper mengajukan permintaan spesial yaitu membatalkan rotasiku ke cabang XXX, mengetahui itu Ia memanfaatkan kesempatan langkah ini untuk lebih dekat dengan Cesper. Pak Chronicles mengajukan sejenis "persyaratan" dengan Cesper, Ia akan mengabulkan permintaan Cesper asalkan Cesper setuju makan malam dengan keluarganya, awalnya Pak Chronicles merasa Cesper tidak akan setuju tapi siapa sangka Ia menyetujui tanpa pikir dua kali. Hal itu lah yang membuat Pak Chronicles yakin bahwa Aku lah alasan dibalik perubahan Cesper.


Aku cukup tersentuh ternyata rasa sayang Cesper terhadapku kian besar, padahal status Cesper yang merupakan anak diluar nikah pasti sangat tidak nyaman harus makan malam dengan mereka, apalagi Pak Chronicles menggunakan kata "keluarganya" dimana ada kesan bahwa Cesper adalah orang luar. Pantas saja saat aku menerima info pembatalan rotasiku Cesper bersikap seperti sudah mengetahui semuanya.


Ceritanya berawal dari Pak Chronicles yang berniat menjodohkan Ben dengan salah satu putri rekan bisnisnya. Ia menjanjikan bahwa Ben akan menjadi pendamping putri rekan bisnisnya saat acara malam tahun baru. Ben yang mendengar itu langsung menghilang seperti ditelan bumi, sedangkan Pak Chronicles yang sudah terlanjur janji tidak mungkin membatalkan hal itu karena rekan bisnisnya ini merupakan investor yang sangat penting bagi CC Group.


Pak Chronicles yang kehabisan akal meminta Cesper menggantikan Ben, tentu saja Cesper menolak dan Cesper juga langsung melarikan diri ke Swedia dengan alasan dinas. Disaat itu lah Pak Chronicles memanfaatkanku yang merupakan kelemahan Cesper untuk kembali membuat "kesepakatan".dengan Cesper. Pak Chronicles mengancam Cesper, jika Cesper tidak menuruti apa permintaannya maka Ia akan menghancurkan karirku.


Mendengar itu langsung dari seorang CEO CC Group rasanya sangat menyesakan, bagaimana bisa Ia mempermainkan karir seseorang segampang membalikan telapak tangan. Apalagi ini demi janji konyolnya dengan rekan bisnis itu. Padahal aku menghabis begitu banyak keringat dan air mata demi mencapai posisiku sekarang, Pak Chronicles bahkan tidak menunjukan rasa bersalah saat mengatakan bagian "menghancurkan kaririku", mengingatnya saja membuatku sangat marah.


Begitu juga dengan Cesper, Cesper tahu betul seberapa banyak pengorbanan yang ku lakukan demi meraih posisiku sekarang dan karena itulah Cesper terpaksa menyetujui permintaan konyol ayahnya. Tapi Cesper meminta konsep acaranya menggunakan topeng karena Ia tidak ingin aku mengetahui seberapa busuk CEO CC Group itu. Walaupun pada akhirnya aku tetap mengenalnya.


Singkat ceritan, maksud dari pertemuan Pak Chronicles hari ini adalah ingin minta maaf karena telah melibatkanku pada masalah keluarga mereka dan juga meminta bantuanku untuk menghubungi Cesper, karena Cesper tidak hanya murka tapi benar-benar hancur.

__ADS_1


Setelah mendengar semua penjelasan Pak Chronicles membuat perasaanku campur aduk, aku duduk menekukan lutut dan mengingat kembali kejadian malam itu. Ternyata Cesper melakukan semua itu demi aku, tapi aku malah menyakitinya. Dengan bodohnya aku malah melibatkan Ben yang jelas merupakan pelaku utama yang memulai bencana ini, tindakan Ben seperti menaburi garam pada luka Cesper. Cesper bahkan tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karena takut aku terluka dengan busuknya niat Pak Chronicles.


Apa yang sudah aku lakukan? Aku tau bahwa Cesper adalah korban tapi aku juga tidak bisa melakukan apa yang diminta Pak Chronicles. Karena bisa jadi kedepannya Pak Chronicles akan kembali memanfaatkan ku untuk menyakiti Cesper, Cesperku yang malang, aku yang selama ini menganggap diriku adalah korban padahal Cesper melakukan semua itu demi melindungi ku.


Aku sekarang harus bagaimana? Apakah Cesper sekarang baik-baik saja?


Ting Tong! Ting Tong! Bunyi bel kamarku menyadarkanku,


Siapa yang mengunjungi ku? Apakah Pak Chronicles melupakan sesuatu?


Saat aku buka pintu, aku melihat dia, orang yang barusan ada dipikiranku. Lagi-lagi Ia seperti makhluk gaib yang bisa muncul didepanku tiap kali aku memikirkannya.


"Cesper" Kataku tanpa sadar air mataku sudah mengaliir


"Ada apa? apakah tua bangka itu menyakitimu?" Itu kalimat pertamanya, Ia terlihat sangat khawatir. Padahal aku sudah menyakitinya


"Sialan, akan ku hancurkan tua bangk..." Kalimat Cesper terputus karena aku mendaratkan bibirku pada bibirnya.


Aku sudah tidak bisa berpikir jernih lagi, yang aku rasakan adalah aku menginginkan Cesper.


Cesper diam sejenak dan detik selanjutnya ia membalas ciumanku, pelahan-lahan ciuman itu menjadi semakin intim. Cesper memelukku dan kini tidak hanya bibir kami yang bersentuhan, Cesper memasuki lidahnya kedalam mulutku, Aku membalas setiap sentuhan darinya. Rasanya seperti ada kupu-kupu dari perutku, makin lama makin memabukan. Akhirnya kami masuk kedalam penginapanku tanpa melepaskan satu sama lain dan aku bahkan tidak ingat untuk mengunci pintu.

__ADS_1


__ADS_2