
"Aku keluar sekarang" Kataku pada ujung telepon dan bersiap bertemu dengan Cesper yang sudah jemput,
Padahal Ia cukup sibuk dan aku yakin Ia juga tidak nyaman harus bertemu dengan Pak Chronicles tapi Cesper bersikeras menjemputku dengan alasan tidak ingin aku berlama-lama berurusan dengan ayahnya
"Saya permisi Pak" Kataku berpamitan dan tentu saja Pak Chronicles dengan sigap ingin mengantarku keluar, melihat dirinya yang sedikit grogi karena sebentar lagi akan bertemu dengan anaknya membuatku tersenyum geli.
Aku melihat sebuah mobil mewah yang sudah parkir di depan rumah dan tidak lama Cesper keluar untuk membukakan pintu mobil, Ya Tuhan! Aku masih tidak percaya Pria sexy yang sekarang berdiri didepanku sekarang adalah kekasihku. Cesper menggunakan coat hitam, syal coklat dan celana warna cream. Pria utara memang terkenal sangat pintar dalam urusan berpakaian ditambah postur tubuh sempurna Cesper membuatnya terlihat seperti top model yang melakukan sesi foto shot untuk musim dingin.
Sebelum mempersilakan aku masuk mobil Ia memberiku sebuah kopi panas dan memperbaiki topiku agar menutupi telingaku sepenuhnya, walau sekarang udara sangat dingin tapi kehangatan yang Cesper bawakan dapat membuatku badanku hangat tanpa merasa kedinginan sama sekali. Aku tersenyum manis pada Cesper sebagai tanda terima kasih.
"Cuma senyum saja?" Protes Cesper membuatku salah tingkah, padahal ada Pak Chronicles yang sedang menyaksikan kami, Cesper benar-benar menganggapnya udara. Aku mencubit kecil perut Cesper dan itu berhasil membuat ia meringis, Aku membalikan badan dan berpamit pada Pak Chronicles, P.ak Chronicles membalasku dengan melambaikan tangan. Akhirnya kami pergi meninggalkan kediaman Pak Chronicles, bisa dilihat dari kaca mobil kalau Pak Chronicles masih tetap berdiri diluar hingga mobil kami benar-benar hilang diujung jalan. Apapun yang terjadi sebelumnya, aku berharap suatu hari nanti hati Cesper bisa mencair untuk ayahnya.
Tidak lama Cesper menepikan mobilnya dan melepaskan sabuk pengaman, aku menoleh kiri kanan karena bingung
"Ada ap..." Aku tidak bisa menyelesaikan ucapanku karena Cesper mendaratkan bibirnya tepat dibibirku, kami berciuman dan lagi-lagi sensasi kupu-kupu dalam perut membuat otakku menjadi jelly
"Hukuman karena sudah mencubitku" Kata Cesper dan tersenyum puas, Aku akan semakin senang mencubitnya jika hukumannya semanis ini.
-------------
Kami hari ini memutuskan pergi ke Montelliusvägen untuk menikmati pemandangan eksotis kota Stockholm, salah satu tempat yang ada dalam list aku. Walau akses kesana butuh sedikit effort mendaki tapi dengan pemandangan secantik ini semua terasa setimpal. Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku karena aku ingin merekam semua keindahan yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Melihat dengan mata langsung memang jauh lebih indah dibanding foto hasil jepret kamera mahal manapun.
Namun sepertinya tempat ini kurang cocok dikunjungi saat musim dingin, karena letaknya di puncak sehingga angin laut menerpa langsung membuatku menggigil kedinginan. Cesper sudah memberiku peringatab soal suhunya tapi karena penasaran aku tetap ngotot mau mengunjungi. Berbeda denganku, Cesper terlihat biasa saja, pasti karena Ia sudah terbiasa hidup di kota ini.
"Minum ini" Kata cesper sambil memberiku sebotol kopi hangat dari termos yang kami beli tadi, kemudian Ia memeluku dari belakang bersama dengan coatnya membantuku menghangatkan tubuh. Cesper benar-benar sangat perhatian, semua tindakan dan persiapan yang Ia lakukan begitu manis. Ia mempersiapkan segalanya hingga ke hal sekecil apapun.
"Apakah kamu sungguh tidak mau bekerja diperusahaanku?" Kata Cesper mengalihkan pandanganku, kini kami berpelukan berhadapan.
"Kenapa?" Kataku
"Aku ingin selalu berada disisimu seperti ini" Kata Cesper membuatku tertawa kecil
__ADS_1
"Aku ingin selalu meletakanmu di tempat yang selalu terlihat olehku" Kata Cesper membuatku memutarkan bola mata,
"Jadi aku akan dapat ruangan khusus dong?" Kataku bercanda
"Tentu saja tidak, tapi kamu akan duduk tepat disamping meja kantorku" Balas Cesper, ini anak tingkat Bucinnya tidak main-main -batinku
"Justru itu alasanku tidak mau kerja diperusahaanmu" Aku tidak ingin mendapat perhatian kusus dari CEO, karena jika itu terjadi maka semua usaha dan kerja kerasku tidak akan dianggap oleh siapapun.
Aku tidak ingin sukses dengan jalur karena ada "orang spesial" tapi aku ingin sukses dengan prestasiku sendiri.
"Jadi mulai besok resmi jadi pengangguran dong?"
"Last day masih sampai akhir bulan nanti kok" Balasku berhasil membuat Cesper tertawa
"Tapi serius apa rencanamu?" Tanya Cesper
"Sebenarnya Aku sudah diterima salah satu company start up yang di Stocklom" Cesper langsung kaget mendengar ucapanku
"Iya, aku sudah apply dari awal tahun kemarin yang kebetulan mereka ada buka lowongan untuk perusahaan cabang Stockholm dan syukurlah aku lolos" Lanjutku
"Kenapa kamu bisa melakukan begitu banyak hal dalam waktu sesingkat ini?" Puji Cesper
"Tunggu! Kamu bilang awal tahun, jadi kamu memang sudah punya niat buat resign dari CC Group?" Aku terdiam karena ketahuan punya rencana kabur dari Cesper
"Anyway saya terkendala di akomodasi, sangat sulit mencari akomodasi disini" Lanjutku untuk mengalihkan pembicaraan ini
"Tinggal di tempatku saja" Kata Cesper penuh antusias
"Jika Anda mengizinkan saya akan merasa sangat berterima kasih" Balasku dan Cesper seperti anak kecil yang memenangkan hadiah undian, Ia memelukku hingga kakiku terangkat dan berputar-putar.
"Jadi kamu juga akan meninggalkan CC Group?" Tanyaku
__ADS_1
"Iya, tidak ada alasan aku menetap disana lagi" Jawab Cesper tanpa berpikir dua kali
Aku jadi penasaran satu hal,
"Sebenarnya sejak kapan kamu mulai menyukaiku?" Tanyaku pada Cesper
"Sejak pertama kali kita bertemu, aku jatuh cinta pada pandangan pertama" Jawaban Cesper berhasil membuatku merona
"Tapi kan pertemuan pertama kita itu setelah kamu jadi karyawan CC Group?" Pertanyaanku berhasil membuat Cesper tertawa kecil
"Tidak,itu pertemuan kedua kita" Jawaban Cesper berhasil membuatku otakku roaming, aku berusaha mengingat dan aku yakin pertemuan pertama kami itu adalah saat Cesper sudah jadi karyawan. tidak mungkin aku bisa melupakan pertemuan dengan seseorang setampan Cesper
"Tapi aku tidak yakin kita pernah bertemu sebelumnya" Tiba-tiba hatiku menjadi panik, apakah Cesper salah mengenal orang? Ini tidak lucu sama sekali
"Pertemuan pertama kita itu ditengah hutan, masih ingat kejadian babi hutan itu?" Kalimat Cesper berhasil membuat mulutku membentuk O
"Jadi sosok hantu rambut pirang yang aku lihat itu? Kamu?!" Kataku sambil menutup mulutku, sulit di percaya. Bagaimana bisa?
Akhirnya Cesper menceritakan bahwa saat itu Ia yang iseng main-main ke CC group karena penasaran apa yang membuat ayahnya begitu membanggakan perusahaan yang dikelolahnya. Dimana saat itu CC Group sedang mengadakan kegiatan kerja bakti, Cesper yang gemar bertualang mencoba mengikuti acara tersebut.
"Saat sedang berjalan menuju kearah sungai aku melihat kamu, kamu terlihat seperti makhluk dari dunia lain yang muncul ditengah hutan"
Sekarang aku mengerti kenapa Cesper bisa memiliki fotoku yang ada dihutan itu, setelah pertemuan itu Cesper mencari tahu identitas aku dan akhirnya mengetahui bahwa aku adalah salah satu karyawan di CC Group. Aku yang sangat terkejut berhasil membuat Cesper tertawa.
"Jadi kamu sudah menyukaiku selama itu?" Kataku masih tidak percaya dan Cesper membalasku dengang menganggukkan kepala
"Jadi apa lagi yang ingiin kamu ketahui Joline?" Kata Cesper seraya menempelkan hidungnya pada hidungku yang sudah merah
-------------------------
Pemandangan dari Montelliusvägen
__ADS_1