CEO Rambut Emas

CEO Rambut Emas
Gosip


__ADS_3

Aku telah siap mengemasi barang-barangku dan berjalan keluar, terlihat Cesper yang berdiri disamping mobil sport warna biru gelap, seperti biasa Ia terlihat seperti model yang melakukan sesi foto iklan mobil sport. Ia menggunakan jaket tebal warna hitam di padu dengan syal warna merah, lengkap dengan kacamata hitam yang menggantung di hidungnya yang terpahat sempurna. Sarung tangan kulitnya membuat Ia terlihat sangat baddas. Ia meneguk kopi panasnya, seketika aku ingin menjadi gelas itu dan merasakan sentuhan bibir kenyal nya.


Ketika Aku masih berdebar dan terpesona dengan ketampanannya, tiba-tiba Ia menatap kearahku. Dengan tangan yang masih bebas Ia menurunkan sedikit kacamata hitamnya, terlihat mata biru yang begitu indah yang mengintip dari balik kaca mata itu. Cesper tersenyum dengan alis terangkat sebelah, melihat semua pemandangan ini membuatku jantung ku berdebar hingga salah tingkah.


"Kenapa kamu diam saja?" Katanya dengan wajah yang tersenyum nakal, padahal Ia sudah tau jawabannya


Lagi-lagi aku ketahuan terpesona dengan penampilannya, aku pura-pura tidak dengar pertanyaannya dan berjalan kearahnya.


"Sepertinya tidak hanya cuaca hari ini saja yang buruk" Kata Cesper saat kami dalam perjalan ke Bandara


Aku memutar kan bola mata menanggapi sindiran Cesper karena aku tau Ia sedang membahas suasana hatiku yang tidak kalah buruk.


Benar, hari ini aku akan kembali ke Indonesia karena liburannya sudah berakhir. Hal itu membuatku sangat sedih, ditambah harus berpisah dengan Cesper selama beberapa minggu. Cesper masih belum bisa kembali ke Indonesia karena masih ada yang harus di urus di kantor dan juga soal rumah sakit yang merawat ayahnya. Padahal aku dalam waktu dekat aku akan datang lagi tapi tetap saja sedih harus meninggalkan kota Stockholm.


Terdengar suara ketawa kecil Cesper, hal itu sama sekali tidak membantu.


"Kenapa Kamu masih bisa terlihat lucu walau dengan muka cemberut begitu?" Kata Cesper


Aku tersenyum kecil dan kemudian menghelas nafas panjang, rasanya aku seperti anak kecil yang ngambek karena harus meninggalkan Disney land. Aku melihat kearah luar jendela mobil saat kami melintas diatas jembatan, pemandangan sungai yang begitu indah, aku tiba-tiba ingat perbedaan zona waktu Indonesia dan Swedia yang selisih 5 jam. Hal itu membuatku semakin sedih karena aku tidak bisa menelpon Cesper sesuka hatiku.


Kenapa aku bertingkah seperti anak puber? jadi begini yang dirasakan pasangan LDR? Aku yang berpisah dengan Cesper untuk waktu singkat saja sudah sesedih ini apalagi mereka yang harus berpisah hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.


"Hei, senyum dong" Kata Cesper saat kami telah tiba di bandara, aku hanya memberi senyum tipis karena mengingat sebentar lagi harus masuk ke ruang tunggu yang artinya harus berpisah dengan Cesper.


"Hei tell me what wrong?" Kata Cesper seraya memegang kedua pipiku, aku menatap kedua mata Cesper yang begitu indah.


"Aku sedih karena harus berpisah" Kataku sambil memeluk Cesper,


Tanpa bisa menyembunyikan perasaan ku yang sedih karena harus berpisah dengan Cesper sebentar lagi. Aku merasa sangat payah, padahal sudah umur segini tapi kenapa sikapku masih seperti anak kecil. Padahal kami hanya akan berpisah beberapa minggu kenapa aku bersikap berlebihan begini? Entahlah, rasanya sangat berat jika harus berpisah dengan orang di depanku ini walau hanya sedetik.


Cesper terdiam sejenak dan kemudian Ia tertawa, aku tidak menyalahkan nya karena sikapku memang tidak pantas di maklumi.


"Coba tutup mata sebentar" Kata Cesper dan aku hanya menuruti apa katanya


Tidak lama aku merasakan sesuatu yang dingin menyentuh kulit leherku, reflek aku membuka mata dan terlihat Cesper yang sedang mengaitkan sebuah kalung di leherku. Kalung tipis berbentuk matahari kecil yang dihiasi beberapa mutiara berwarna rose gold, kalung yang sangat indah


"Cantik sekali" Kataku tanpa mengalihkan pandangan dari kalung tersebut


"Nah akhirnya tersenyum juga" Kata Cesper sambil merapikan rambutku

__ADS_1


"Jadi setiap kali kangen, lihat aja kalung ini" Kata Cesper sambil mengelus kepalaku.


Aku menggenggam erat kalung itu sambil tersenyum ke arah Cesper, terharu dengan semua perhatian yang ia berikan.


"Aku ingin makan kebab" Kataku setelah itu, hal itu membuat Cesper tertawa keras.


------------------


Aku sudah tiba di rumahku dengan selamat 


Aku mengirim pesan singkat pada Cesper begitu sampai rumah, seperti biasa setelah penerbangan panjang badanku seperti mau patah.Apalagi aku tidak bisa tidak bisa tidur dengan nyenyak karena cuaca yang kurang baik membuat penerbangan kami mengalami turbulensi yang cukup parah.


Ting!


Good! send me pict___ Cesper


Balas Cesper, aku tidak menyangka Cesper membalas secepat ini. Aku kemudian mengecek jam yang menunjukan pukul 7 pagi yang berarti di Stockholm jam 2 tengah malam.


Kamu masih belum tidur?__ Joline


Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak sebelum kamu selamat sampai rumah___ Cesper


Aku tersenyum tipis membaca balasan Cesper


Aku kembali tertawa membaca pesan Cesper dan aku mengambil foto selfie dan mengiriminnya


Good night! Balasku


Dua orang dewasa yang bertingkah seperti anak remaja, Aku tersenyum geli dengan tingkah kami. Apakah ini yang di sebut budak cinta? mengelikan tapi rasanya juga menyenangkan, rasa lelah tadi langsung hilang begitu saja.


Ting!


Aku buru-buru melihat ponsel dan senyumanku langsung hilang begitu baca isi pesannya


Selamat datang kembali sobat jastipku\, barang yang aku titip tidak ketinggalan kan?___ Nita


Aku pun membalas dengan muka datar


Total biaya jastip : XX,XXX,XXX IDR

__ADS_1


No rekening : XXX-XXX-XXX-X


Bank Manduduk


Atas nama : Angelica Joline


Hei!___ Nita


--------------


Akhirnya aku tiba di kantor keesokan harinya, aku membawa beberapa kantong yang berisi macam-macam barang teamku. Dari souvenir hingga makanan semua lengkap, karena bisa dibilang ini menjadi hadiah perpisahanku juga karena sebentar lagi aku akan meninggalkan CC Group.


Aku tersenyum membayangkan reaksi mereka yang pasti menyerbu kantong-kantong ini seperti semut yang menemukan gula favorit mereka


Seperti dugaanku, junior-junior ku menyerbuku begitu aku melangkah masuk ke ruangan HRD.


"Kak Joline!" Teriak mereka dan aku tersenyum sambil menunjukan barang bawaanku ke mereka


Tapi ada yang aneh dengan suasana HRD, mereka tidak menunjukan ekspresi antusias seperti dugaanku melainkan memperlihatkan wajah cemas dan panik. Dalam perjalanan dari parkir ke kantor aku juga sudah merasakan hawa yang berbeda seperti biasanya.


"Kak Joline, apakah benar soal gosip itu?" Tanya salah satu dari mereka


"Gosip? Gosip apa?" Tanyaku bingung masihberdiri di pintu masuk ruangan HRD


"Jadi Kak Joline belum dengar?" Komen mereka lagi


"Dengar soal apa?" Tanyaku


"Ada gosip terbaru selama Kak Joline tidak ada!" Kata seseorang lagi yang semakin membuatku penasaran


"Gosip soal perselisihan antar pemegang saham CC Group" Komentar yang lain


"Hah?" Kataku dengan nada setengah teriak


Sebenarnya apa yang terjadi selama aku tidak ada?


\=================


Halo jangan lupa tinggalkan like, komen dan favorite ya

__ADS_1


Biar Saya makin semangat update


Thank you


__ADS_2