CEO Rambut Emas

CEO Rambut Emas
Curious


__ADS_3

Aku membereskan semua berkas diatas meja dan bersiap untuk meeting selanjutnya. Rasanya agenda ku semakin padat, bahkan untuk makan siang saja tidak cukup. Aku melihat jam tangan sekilas, sepertinya masih ada waktu 15 menit. Akan ku pakai untuk minum segelas sereal, minuman manis yang sangat efektif dalam menahan lapar.


"Apa yang Anda lakukan Miss Joline" Suara Cesper mengagetkan ku, aku mengelus-elus dada karena merasa sedikit terganggu dengan kebiasaan Cesper yang suka muncul tiba-tiba.


"Anda harus makan bukan minum" Kata Cesper berhasil membuat ku memutarkan bola mata, semenjak kejadian kemarin Cesper sudah tidak lagi menghindari ku tapi malah sebaliknya. Ia selalu datang ke gedung A untuk makan siang dan tentunya di ruangan ku, hal itu menimbulkan beberapa rumor yang beredar di dept HR. Tidak hanya itu, kemunculan Cesper mengundang banyak pekerjaan wanita lainnya sehingga Dept HR selalu menjadi ramai menjelang jam makan siang. Ada kalanya aku merasa seperti hewan yang ada dikebun binatang, yang ditonton orang-orang orang baik dari pintu maupun sela sela kaca jendela.


"Apakah Anda tau kalau R&D ada ruang makan juga" kataku dengan nada sarkasme, aku bukannya tidak senang hanya saja sedikit terganggu dengan tatapan tajam dari pekerjaan wanita lainnya. Aku hanya ingin makan siang dengan tenang seperti hari-hari sebelumnya.


"Apakah Anda tau kalau ini adalah jam makan bukan jam ngopi?" Balas Cesper tidak kalah sarkasme


Aku mengabaikan perkataan dan melanjutkan kegiatan buat sereal ku, tiba-tiba Cesper menahan tanganku dan mendorongku duduk kembali


"Saya tadi beli makan siang, ada promo buy one get one jadi Anda harus bantu saya habisin ini" Perintah Cesper


"Come on, aku beneran harus selesaikan ini sebelum jam 3 nanti" Mohon ku sama Cesper, Cesper kemudian melihat sekilas dokumenku dan dengan cepat aku menutupinya. Segala sesuatu yang saya kerjakan bersifat rahasia karena berhubungan dengan data kayawan dan tidak seharusnya dilihat oleh orang lain selain HR.


"Apa yang Anda lakukan?" Kataku dengan nada sedikit tinggi, hal itu membuat Cesper tertawa.

__ADS_1


"Maaf, aku hanya berusaha bantu, jika dilihat dari dokumen tadi sepertinya Anda kesulitan membuat report" Aku menaikan sebelah alisku, memang benar seperti kata Cesper. Semua data yang diminta sangat detail hal itu bukan hal yang sulit hanya saja perlu waktu untuk dituangkan dalam bentuk report. Bukan hal yang sulit tapi karena perlu di sajikan harian sehingga cukup memakan waktu. Aku pun menceritakan kesulitan secara garis besar ke Cesper dan ia mendengarkan dengan sangat serius.


Hal ini juga membuat ku kagum dari seorang Cesper, ia akan menjadi pribadi yang sangat berbeda jika berhubungan dengan pekerjaan, dari tatapannya dan ingin membantu disini bukan hanya basa-basi tapi ia sungguh bermaksud membantu dan akhirnya hanya dalam waktu kurang dari 5 menit ia berhasil membuat kode di macro yang bisa menyelesaikan report dalam hitungan detik, padahal biasanya aku butuh waktu paling cepat 2 jam untuk menyelesaikan report tersebut.


"Sekarang Anda tidak ada alasan tidak makan, yuk sini" Kata Cesper dengan santai seperti itu bukan masalah besar dan membawa makanannya yang bahkan masih hangat ke meja. Aku masih terkesima dengan karyanya yang begitu rapi dan sempurna, padahal report yang diminta tergolong rumit tapi ia berhasil menyelesaikannya dengan segampang ini.


Belum selesai dengan melihat maha karya nya tiba-tiba kedua tangan besarnya menyentuh pipiku dan memutarkan arah pandanganku dari komputer ke mukanya. Aku menahan nafas tanpa sadar


"Saya tidak suka mengulangi kalimat yang sama Miss Joline, jadi apakah kita boleh makan sekarang?" Kata Cesper dengan nada perintah


Karena kaget dan jarak wajah kami membuat mukaku terasa panas, aku yakin Cesper menyadarinya karena ia tersenyum manis dengan alis terangkat sebelah. Aku akhirnya menuruti apa maunya karena tidak ingin ia melakukan sesuatu yang lebih dari ini, debaran jantungku tidak mampu menerima semua kejutan ini.


"Tentu saja ikut pesta malam tahun baru dari CC Group" Jawabku seraya mengangkat kedua bahuku, karyawan mana yang akan melewati pesta tersebut, salah satu pesta mewah yang digelar CC Group untuk mengapresiasi seluruh pekerja. Bisa di bilang acara malam tahun baru merupakan acara tahunan favorit bagi seluruh pekerja karena selain makan malam mewah di hotel bergengsi, biaya yang dikeluarkan untuk door prize juga tidak tanggung-tanggung.


"Saya kasih bocoran, kalau hadiah utama door prize tahun ini adalah tiket berlibur ke Eropa" Bisiku pada Cesper


"Hmm" Cesper hanya mengangguk tidak terlihat tertarik sama sekali, reaksi seperti apa ini? Sebelum sempat aku berkomentar, aku mengingat Cesper yang merupakan salah satu pendatang dari Eropa tentu saja tidak tertarik dengan itu.

__ADS_1


"Bocoran lain, infonya tahun ini akan dihadiri tamu penting" Kata ku lagi dan Cesper terdiam sejenak sebelum melirik ke arahku


"Tamu penting?" Akhirnya ia menunjukan sedikit ketertarikannya


"Aku tidak yakin karena masih menunggu konfirmasi, kemungkinan besar CEO CC Group karena Beliau pas ada agenda di Indonesia hari itu" Kataku cuek tanpa menyadari perubahaan ekspresi Cesper.


Walaupun acara malam tahun baru merupakan acara tahunan tapi tidak pernah dihadiri oleh CEO CC Group karena yang bersangkutan tidak berkantor di Indonesia. Sehingga kehadiran CEO di acara nanti menjadi hal yang sangat langkah, hal itu juga yang menjadikan topik hangat di kalangan karyawan belakangan ini. Kesempatan bertemu langsung dengan CEO, selama aku bekerja dengan CC Group tidak pernah sekalipun bertemu langsung dengan Beliau dan itu juga yang membuat acara tahun ini sangat spesial.


"Tidak mungkin, Dia kan lag...." Cesper tiba-tiba terdiam dan terlihat salah tingkah


Aku menatap tajam ke arahnya dengan curiga dan sebelum ku menanyakan maksud pernyataannya


Triiing Bunyi telepon Cesper menghentikan obrolan kami, Cesper melihat sejenak ponselnya


"Miss Joline, saya harus pergi sekarang, pastikan Anda menghabiskan makan siangnya ya" Kata Cesper dengan buru-buru dan pergi meninggalkan ku yang rasa penasaran dengan maksud pernyataannya.


Apakah Cesper punya informasi yang lebih update ? Ia menyebut CEO dengan sebutan 'dia' apakah mereka dekat?

__ADS_1


Berbagai pertanyaan muncul dikepalaku.


__ADS_2