
Aku membalikkan badanku ke sisi kanan untuk membelakangi jendela dan memeluk gulingku. Tapi ada yang aneh dengan gulingku, Aku meraba-raba tanpa membuka mata, ternyata guling luar negri itu tidak empuk dan bentuknya bidang, aku mendekatkan wajahku karena hangatnya membuatku nyaman. Tidak hanya hangat tapi aku juga menyukai aromanya, aroma yang sangat khas dan familiar.
"Hei" Ah! Suara berat ini juga terdengar familiar, aku menyukai suara ini.
"Hmmm!" Aku menjawab dengan merapatkan tubuhku pada guling itu
"I can't help myself if you touch more than this" Kalimat itu membuatku membuka mata dan pemandangan pertama adalah dada yang bidang dan perut kotak-kotak. Aku ingin melihat ke arah bawah tapi akal sehatku memintaku lihat ke atas
Saat mengangkat kepalaku, aku melihat pemandangan yang bergitu indah, wajah Cesper yang sangat sexy. Setelah nyawaku akhirnya terkumpul dan mendapatkan diriku yang memeluk erat tubuh Cesper, mukaku langsung terasa panas mengingat kejadian panas kemarin malam. Karena malu aku menutup mukaku dengan selimut.
"Kemana si harimau kemarin malam?" Goda Cesper membuatku makin malu
"Ternyata kamu sangat aggressive" Lanjut Cesper
"Kenapa sekarang malah berubah menjadi kucing?" Aku yang sudah tidak tahan akhirnya membuka selimut untuk membalas perkataan Cesper tapi kata-kata itu tertahan karena Cesper langsung mencium bibirku. Ciuman yang sangat lembut, pelan dan intim. Membuatku kembali lemas dan kehilangan kata-kata.
Curang, Ia benaran unggul dalam segala hal. Sepertinya kedepannya aku harus membiasakan diri dengan sifat Cesper yang suka main nyosor begini.
"Morning!" Katanya setelah berhasil membuatku mabuk. Tidak puas hanya aku saja yang dipermalukan akhirnya aku kembali masuk kedalam selimut dan menyerang dari bawah.
-------------
Akhirnya kami baru benar-benar bangun pukul 10 pagi dan sekarang sedang menikmati FIKA*
"Jadi kenapa Anda bisa kesini?" Kataku seraya meletakan piring yang berisi cinnamon buns diatas meja
"Anda?" Kata Cesper mengoreksi penggunaan kataku, aku masih belum teribiasa
"Kenapa kamu bisa tiba-tiba kesini?" Aku mengulangi pertanyaanku
"Karena Ini" Kata Cesper menunjukan layar ponselnya yang menunjukan foto aku sedang makan malam dengan Pak Chronicles,
Hatiku langsung meleleh, Cesper pasti sangat khawatir sampai langsung terbang kesini, Ia bahkan tidak membawa koper atau apapun, bahkan pakaian yang ia gunakan kemarin merupakan seragam kantor yang sangat tipis.
__ADS_1
"Jadi apa yang kalian bicarakan?" Kata Cesper sambil meminum kopinya dengan telanjang dada, Karena tidak ada pakaian yang bisa Ia gunakan saat ini.
"Hei, sepertinya Kamu sangat terobsesi sama roti-roti ini ya" Aku terciduk memperhatikan roti sobek yang terpahat sempurna. Roti-roti itu memang terlihat beribu kali lipat lebih menarik dibanding cinnamon buns yang ada di tanganku
"Ia menceritakan semua" Katakuseraya mengangkat kedua bahuku
"Semua?" Cesper melirik curiga ke arahku, seolah-olah mempertanyakan 'semua' yang aku maksud itu sejauh mana
Akupun menceritakan semua yang kudengar dari Pak Chronicles kepada Cesper, tapi tentu saja aku tidak menceritakan bagian bagaimana cara mereka membawaku ke hotel. Karena aku tidak ingin menambah list alasan Cesper membenci ayahnya.
Awalnya Cesper hanya diam mendengar semua ceritaku, aku penasaran apa yang Ia pikirkan sekarang karena dari mukanya ia tidak menunjukan ekspresi apapun.
"Beraninya dia memperkenalkan dirinya sebagai ayahku" Itulah kalimat pertama yang keluar dari mulut Cesper, ternyata rasa benci Cesper jauh lebih dalam dari yang ku bayangkan
"Intinya ia minta kamu membujuk ku" Kata Cesper sambil tersenyum miris
"Sialan, Dia memang hanya memikirkan dirinya saja" Aku hanya terdiam, Cesper sudah bisa menyimpulkan semua itu dengan cepat. Benar, semua yang Pak Chronicles lakukan hanya untuk kepentingan dirinya.
"Keputusan yang tepat, siapa yang masih bisa percaya sama perusahaan yang mempermainkan karir seseorang semudah itu"
"Itu salah satu alasanku tapi alasan utamaku karena kamu Cesper" Aku menggenggam tangan Cesper
"Aku tidak mau kamu dikekang karena aku" Cesper mempererat genggaman tangan kami
"Walau menyebalkan tapi berkat aya.., maksudku berkat Pak Chronicles juga aku jadi tau semua pengorbananmu, oleh karena itu aku tidak akan mempermasalahkan semua yang ia lakukan padaku"
"Jika kamu meninggalkan CC Group, maka tidak ada alasan buatku untuk tetap tinggal disana"
Aku langsung melepaskan genggaman tangan Cesper, bukan itu yang ku inginkan.
"Tunggu, aku keluar dari CC Group demi kamu Cessper. Agar kamu bisa melangkah bebas tanpa dikekang Pak Chronicles"
"Tapi alasan kenapa aku masuk CC Group itu karena kamu Joline, jika bukan karena ada kamu aku tidak akan pernah mau menginjak kakiku di kawasan tua bangka itu" Aku terdiam,
__ADS_1
Coba kita luruskan benang yang mulai kusut ini, Pak Chronicles yang berusaha menahan Cesper di CC Group jika mengetahui Cesper akan meninggalkannya demi aku gimana ya reaksinya? Sekarang sepertinya kondisi malah terbalik, aku lah yang memegang kartu AS disini, Tiba-tiba sebuah ide brilian muncul di kepalaku
"Kenapa tersenyum seperti itu?" Kata Cesper membuatku tersadar
"Senyumanmu membuatku takut Joline" Lanjut Cesper
"Rencanamu apa setelah keluar dari CC Group? Apakah Kamu akan jadi pengangguran?" Tanyaku pada Cesper, aku memang menyukai Cesper tapi bukan berarti siap menjalani hubungan dengan seorang pengangguran
Cesper tersedak kopi yang ia minum sebelum tertawa renyah mendengar pertanyaanku, Ia mencubit pipi kananku dan bilang
"Ini lah salah satu alasanku tergila-gila padamu Joline, kamu selalu menggunakan logika dan akal sehatmu dengan baik" Puji Cesper,
Tentu saja, jatuh cinta dan hidup selamanya itu dua hal yang berbeda, manusia itu tidak bisa hidup hanya dengan cinta saja. Aku adalah orang yang realistis. kami berdua tidak boleh kehilangan sumber pemasukan disaat bersamaan. Aku sih sanggup menghidupin Cesper dan dengan kemampuan Cesper aku yakin mendapatkan pekerjaan baru bukan kendala besar bagi Cesper. Tapi tetap saja harus di rencanakan agar bisa menghindari kejadian terburuk yang ada.
"Itu karena aku tidak tau apa-apa soal kamu, aku takut kamu bakal hilang tiba-tiba seperti sebelumnya" Kata ku berhasil membuat Cesper terdiam dan kami kembali berpelukan, pelukan Cesper memberiku rasa nyaman.
"Maafkan aku Joline, selama ini aku merahasiakan semua itu karena takut hubungan ku dengan tua bangka itu diketahui orang lain" Aku membalas pelukan Cesper dan kali ini ia benar-benar memberiku rasa aman
"Mulai sekarang apa yang ingin kamu ketahui akan ku ceritakan semua" Kata Cesper menghiburku
"Aku juga sedikit tersinggung karena kamu meragukan finansial aku" Kalimat Cesper berhasil membuatku tertawa
"Mampung kita sudah di Stockholm, mau ku main-main ke perusahaan ku?" Aku menoleh ke arah Cesper,
"Kamu punya perusahaan disini?" Tanyaku bingung
"Kamu pikir kenapa aku menolak jadi CEO CC Group? Karena aku sudah jadi CEO di perusahaan yang tidak kalah besar dari CC Group" Mendengar itu membuatku sadar, ternyata ini alasannya kenapa Cesper memiliki sifat angkuh dan hawa intimidasi yang begitu kuat
"CEO Berambut Emas" kalimat itu keluar begitu saja dari bibirku
------------------------------
*FIKA : FIKA sebuah kata yang terbilang masuk dalam deretan bahasa slang pada zamannya di Swedia. Sampai sekarang pun masih dipakai sebutan slang ini di hampir tiap tempat di Swedia. Walaupun kata fika tidak masuk di kamus bahasa di Swedia, menurut makna kata benda, fika; berarti kopi dan jika menurut makna kata kerja, fika; merupakan sebutan untuk minum kopi / coffee break. (sumber:https://majalah.ottencoffee.co.id/fika-rahasia-dibalik-tradisi-ngopi-di-swedia/)
__ADS_1