
Cesper terlihat sangat buru-buru dan tidak tenang, aku penasaran apa yang ditulis di dalam surat itu namun aku juga tidak berani bertanya, Apapun itu aku berharap itu merupakan sesuatu yang positif,aku kembali memikirkan cerita yang di ceritakan Pak Chronicles. Cesper yang bahkan tidak tau seperti apa wajah Ibunya sedangkan Pak Chronicles yang kami ketahui di Singapura bersama keluarganya. Jika begitu siapa yang merawat Cesper selama ini?
Apakah hubungan orang kaya memang selalu serumit ini? Semenjak mengenal Cesper rasanya kehidupanku berputar 180 derajat, tidak ada lagi kata "normal" dalam keseharian yang ku jalani. Aku benar-benar harus terbiasa dengan kehidupan yang penuh kejutan seperti ini jika berada di sisi Cesper. Disaat seperti ini membuatku sadar bahwa kehidupan biasa-biasa yang kita jalani bahkan sering kita keluhkan itu merupakan sebuah kehidupan yang begitu berharga bagi beberapa orang. Mulai saat ini Aku berjanji harus lebih banyak bersyukur bahkan untuk hal sekecil apapun.
"Ini tidak masuk akal" Tiba-tiba suara Cesper memecahkan renunganku
"Ada apa?" Tanyaku
"Tua bangka itu mengatakan foto yang barusan adalah Ibu ku" Aku yang sudah mengetahui hal itu memilih diam saja dan menunggu kelanjutan kalimat Cesper
"Tapi orang yang di foto ini berbeda dengan Ibuku yang sekarang di Indonesia"
"Apa?!" Kataku dengan nada setengah teriak,
Oh Tuhan apa-apaan ini?, maksudnya Cesper punya Ibu lain di Indonesia? Kepalaku sakit memikirkan hubungan keluarga Cesper.
"Kenapa reaksimu lebih heboh dariku?" Kata Cesper dengan setengah tertawa
Sepertinya Cesper sudah sedikit tenang karena Ia sudah bisa tertawa, tapi apa-apaan ini?
"Paling ini lelucon baru yang dibuat-buat tua bangka itu agar aku mau menemuinya" Kata Cesper
"Apa aku boleh membaca suratnya?" Aku meminta izin ke Cesper terlebih dahulu, Cesper memberi izin tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.
Untuk Cesper,
Foto yang kamu lihat sekarang adalah Ibumu, wanita yang sangat aku cintai. Aku yakin setelah baca surat ini Kamu pasti sangat bingung karena wanita di foto ini merupakan wanita yang berbeda dengan orang yang sudah merawat mu selama ini. Aku minta maaf karena telah merahasiakan semua ini, jika kamu sudah siap mengetahui kebenarannya kamu bisa datang padaku kapan pun kamu mau.
Chronicles
Bukannya mendapat jawaban tapi malah muncul pertanyaan baru, surat Pak Chronicles tidak menjelaskan banyak hal tapi yang jelas ada wanita lain yang merawat Cesper di Indonesia. Ada apa dengan keluarga ini? Kenapa tidak ada yang normal sama sekali? Semakin sering aku menghabiskan waktuku dengan mereka rasanya umurku akan semakin pendek. Karena ada begitu banyak kejutan yang tidak terduga.
"Aku yakin ini bukan lelucon Cesper" Kataku yakin
"Apa maksudmu?"
__ADS_1
"Karena dikediaman Pak Chronicles tadi dipenuhi oleh foto wanita ini" Lanjutku,
Aku tidak mengerti siapa wanita di Indonesia yang Cesper maksud tapi aku yakin wanita yang di foto ini adalah Ibu Cesper karena dari wajah dan senyumannya sangat mirip dengan Cesper. Ditambah ekspresi Pak Chronicles saat menatap dan merawat setiap foto yang ada disana begitu tulus.
"Sungguh?" Cesper terlihat terkejut, reaksi Cesper membuktikan bahwa Ia tidak pernah mengunjungi rumah itu.
"Apapun itu, akan terjawab jika kita bertemu dengan Pak Chronicles" Kata ku dan kami pun langsung melaju ke rumah Pak Chronicles
------------
Saat tiba di kediaman Pak Chronicles kami buru-buru turun dari mobil dan menekan bel, diluar dugaan pintunya langsung terbuka dan yang membuka pintu adalah pelayan tadi.
Tapi ada yang aneh, pelayan itu terlihat pucat dan berkeringatan.
"Nona Joline" Katanya dengan suara gemetar sambil memegang tanganku
"Ada apa?" Tanyaku bingung
"Tolong, Tuan Chronicles, Tuan Chronicles. ...." Cesper langsung masuk kedalam rumah tanpa menunggu pelayan itu menyelesaikan kalimatnya. hatiku berdebar kencang karena rasa panik. Aku ikut berlari masuk mengikuti Cesper dan mendapatkan Pak Chronicles yang berbaring dilantai dan Cesper yang sedang memeriksanya disamping
"Sudah tapi mereka baru akan tiba 1 - 2 jam lagi" Jelas pelayan itu
"Bukakan pintu mobil" pinta Cesper langsung menggendong ayahnya
Aku menuruti semua perkataan Cesper dan kami pun berlari keluar kearah mobil Cesper.
Semua terjadi begitu cepat, Cesper terlihat sangat khawatir dan suasana dalam mobil begitu tegang
"Apa yang terjadi?" tanyaku pada pelayan tadi
"Aku tidak tau, saat itu sedang menyuci di dapur dan tiba-tiba mendengar suara gelas yang pecah diruang tamu. Saat aku keluar Pak Chronicles sudah terbaling di lantai" Jelas Pelayan itu
"Serangan jantung" Kata Cesper singkat
Ternyata Cesper cukup perhatian, walaupun dari luar ia terlihat dingin tapi ternyata didalamnya Ia sangat meghawatirkan ayahnya. Bisa dilihat reaksinya sigapnya dan juga cara dia menggendong ayahnya. Bahkan Ia yang sekarang terlihat sangat panik.
__ADS_1
Akhirnya kami tiba di sebuah rumah sakit dan lagi-lagi Cesper menggendong ayahnya berlari ke ruangan emergency untuk mendapatkan pertolongan pertama. Cesper melakukan obrolan singkat dengan salah satu tenaga medis disana dan tidak lama terlihat dokter dan beberapa tenaga medis lainnya melakukan pekerjaan mereka dengan sangat sigap.
Kami di minta tunggu diluar dan menunggu tim medis Cesper yang sedang bekerja keras melakukan tindakan pertama. Cesper terlihat sangat tidak tenang karena beberapa kali ia terus menanyakan update pada suster yang keluar masuk ruangan emergency.
Setelah 20 menit kami menunggu dokter tidak kunjung keluar dan hal itu membuat kami semakin tidak tenang, Terutama Cesper, Ia duduk dengan kepala menunduk dan memejamkan matanya.
"Hei semua akan baik-baik saja" Kataku berusaha menenangkan Cesper, aku menggenggam tangannya erat dan Cesper membalas genggaman tahanku dan tersenyum tipis
"Thank you Joline" Katanya
Tidak lama pintu emergency terbuka dan seorang dokter keluar, dengan cepat kami mendekati dokter itu
Aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan karena mereka menggunakan bahasa Swedish setelah selesai Cesper terlihat lega dan terduduk lemas
"Bagaimana?" Aku menanyakan Cesper
"Mereka bilang pasien sudah melewati masa kritisnya, syukurlah kita mengantarnya tepat waktu" Aku ikut lega mendengar itu semua.
Walaupun sudah melewati masa kritis tapi Pak Chronicles masih belum menyadarkan diri, setelah itu kami masuk ke ruangan rawat inap dan terlihat Pak Chronicles yang terbaring lemas dengan beberapa alat medis yang terpasang di badannya.
"Dasar tua bangka yang merepotkan" Komentar Cesper setelah melihat ayahnya
Hal itu membuat hatiku menghangat, sepertinya semua sudah dalam kendali. Cesper juga terlihat legah.
"Jika bukan karena surat itu, aku tidak sudi menolongmu" Ketus Cesper pada ayahnya, hal itu membuatku tertawa kecil.
Tsundere - *Batinku
------------------------
*Tsundere (ツンデレ) adalah istilah bahasa Jepang mengenai proses pengembangan karakter yang menggambarkan perubahan sikap seseorang yang awalnya dingin dan bahkan kasar terhadap orang lain sebelum perlahan-lahan menunjukkan sisi hangatnya. (Sumber : Wikipedia)
Hayo,
Kira-kira ada yang bisa menebak apa maksud dari surat Pak Chronicles?
__ADS_1