
Aku membuka mataku dan melihat langit-langit yang asing, kepalaku masih terasa sakit.
Saat aku ingin memegang kepala terasa ada sesuatu yang menahan tanganku, aku menoleh ke sisi lain dan melihat tanganku yang terikat, tiba-tiba ingatan kejadian di gang sempit itu menyadarkanku. Aku dengan panik bangun dan mendapatkan diriku yang terikat disebuah kursi, serta mulutku yang tertutup dengan perban.
Tunggu apakah aku sekarang diculik? Apakah ini mimpi? Aku berteriak dan berusaha melepaskan ikatan yang ada di tanganku. Mimpi buruk apa lagi yang ku alami sekarang, aku melihat sekeliling yang sepertinya merupakan kamar hotel namun tidak ada orang lain. hal itu membuatku semakin panik.
Hmmm! Hmmmm! Aku berteriak sekuat tenaga dan berusaha meloloskan ikatan yang ada ditanganku tapi tiba-tiba suara pintu kamar terbuka.
Aku melihat seorang pria asing menggunakan masker berjalan masuk, aku tidak mengenalnya. Rasa panikku semakin menjadi saat melihat ia berjalan mendekat kearahku.
Hmm! Hmmm! Aku kembali berteriak, Aku menendang-nendang untuk menjauhinya walau aku tau itu sia-sia,
"Lugna ner dig! Lugna ner dig!" Kata pria itu, Aku menggeleng tidak mengerti maksudnya dan mulai menangis,
Melihatku menangis Pria itu berhenti mendekatiku dan ia terlihat frustrasi. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu dan tiba-tiba dari ponselnya mengeluarkan suara khas Mbak g**gle translate
"Aku tidak menyakitimu, aku menutupi mulutmu tapi tidak berteriak" Aku terdiam dan memiringkan kepalaku karena tidak mengerti
Melihat reaksi aku pria itu menggaruk-garuk kepalanya dan kembali mengetik sesuatu
"Aku bukan penjahat, jangan takut" Ia mengikatku seperti ini dan minta aku jangan takut?
"Jangan nangis" karena takut aku mengangguk dan langsung berhenti menangis, ia memberiku jempol kemudian ia menelepon seseorang menggunakan bahasa aliennya dan setelah ia selesai dengan teleponnya dia kembali mengetik sesuatu di ponselnya
__ADS_1
"Tunggu, dia akan tiba dalam 5 menit" Kali ini Ia memberiku kode OK dengan jarinya, walau tidak mengerti siapa yang dimaksud tapi aku kembali mengangguk.
Setelah itu pria tersebut pun melangkah keluar dari kamar meninggalkan aku yang kebingungan.
Aku berpikir keras dan memahami kondisi saat ini. Sepertinya ini bukan penculikan yang aku bayangkan, pria tadi mengetahui aku orang Indonesia, jika dilihat dari design interior kamar hotel ini jelas ini bukan hotel abal-abal dan aku juga melihat semua barang pribadi ku seperti tas diletakkan dengan rapi di atas meja. Sudah jelas bukan harta yang mereka inginkan dariku dan kemungkinan besar orang yang melakukan ini mengenaliku.
Tidak lama pintu kamar kembali terbuka dan pria bermasker tadi kembali melangkah masuk tapi kali ini ada orang lain dibelakangnya. Ia menggunakan setelan jas rapi dan kacamata hitam, aku tidak mengenalnya tapi yang jelas ia adalah orang Asia. Ia melepaskan kacamata nya dan melihat ku dengan ekspresi kaget.
Hal tidak terduga setelahnya adalah Ia meneriaki pria bermasker tadi dengan bahasa yang aku tidak mengerti dan beberapa kali aku melihat ia memukul kepalanya. Sedangkan pria bermasker itu hanya diam saja menerima semua pukulannya. Setelah selesai memarahi rekannya, pria itu berjalan mendekatiku dan hal itu membuatku panik. Aku pun menggeleng-geleng dan mengeluarkan suara dengan mulut tertutup.
"Hei hei, tenang lah kita tidak akan menyakitimu" Aku terdiam karena ia menggunakan bahasa Indonesia
"Mohon maaf sebelumnya, aku akan melepaskan penutup di mulut Anda tapi Anda jangan berteriak" Lanjutnya dan aku mengangguk mengerti
Akhirnya ia pun melepaskan penutup mulutku dan Ia juga melepaskan ikatan kaki dan tanganku
"Mohon maaf Miss Joline karena ada komunikasi yang kurang jelas Anda jadi harus menerima semua perlakuan kasar ini" Jawabannya kembali mengejutkan ku
"Kalian mengenaliku?" Ada banyak sekali pertanyaan di otakku tapi sebelum aku menanyakan semua itu
"Oh benar, saya belum memperkenalkan diri" Aku hanya diam membiarkan ia menyelesaikan kalimatnya
"Namaku Dio, aku diminta membawa anda kesini karena ada yang ingin di bicarakan Bos pada Anda" Bos? siapa? belum sempat aku menanyakan hal itu
__ADS_1
Triiiiing! Suara ponsel Dio memutuskan pembicaraan kami
Dio pun minta izin dan mengangkat teleponnya
"Baik Pak, akan saya antar Miss Joline ke ruangan Anda" Kata Dio dan mengakhiri teleponnya
"Maaf Miss Joline, sepertinya kita tidak punya waktu untuk menjelaskan semuanya tapi sebagai gantinya Bos yang akan menjelaskan langsung pada Anda, silakan ikuti saya sebelah ini" Kata Dio memintaku mengikutinya
Aku memilih ikuti apa kata Dio, sepanjang jalan aku terus memikirkan siapa Bos yang dia maksud? firasat ku tidak enak, apakah ini ada hubungannya dengan Cesper?
Sialan kenapa liburan ku yang seharusnya menyenangkan malah berakhir menjadi sesuatu yang menyeramkan begini, jika benar semua ini adalah ulah Cesper maka akan ku pastikan ia menerima balasan yang setimpal. Aku melihat sekeliling dan ini jelas adalah standard hotel bintang lima. Selain Dio, dibelakangku juga ada beberapa pengawal yang berbadan besar, menggunakan setelan jas dan berkaca mata hitam.
Rasanya seperti yang ku lihat di drama-drama mafia dimana aku adalah tahanan mereka, aku menelan ludah saat melihat sebuah ruangan yang didepan pintunya di jaga oleh dua pengawal. Aku yakin didalamnya ada Bos yang mereka maksud.
Dio mengatakan sesuatu pada kedua pengawal dan tidak lama kemudian mereka membuka pintu mempersilakan kami masuk. Ruangan ini jauh lebih mewah dari kamar yang ku tepati sebelumnya, design interior yang menggabungkan suasana 1900an dengan furniture modern. di sisi kiri terdapat kaca full yang pemandangan nya menghadap pelabuhan. Rasa kagumku sempat membuatku lupa tujuan aku kesini.
"Pak, Miss Joline sudah disini" Suara Dio menyadarkan dan aku hampir menabrak Dio yang berhenti di depan sebuah meja kerja. Aku mengintip dari belakang Dio untuk melihat siapa orang yang dia maksud, saat melihat sosok yang duduk dibalik meja itu kakiku refleks mengambil langkah mundur
"Selamat sore Joline" Sapanya, aku terlalu shock untuk menjawabnya
"Apakah Anda mengenali ku?" Tanyanya dan dengan cepat aku menjawab
"Te.. tentu saja, Selamat sore Pak Chronicles" Kataku sambil membungkuk 90 derajat
__ADS_1
"Santai saja, Anda terlihat jauh lebih cantik dari foto" Katanya sambil tersenyum ramah
Seseorang tolong jelaskan kenapa seorang CEO CC Group bisa berada di depanku saat ini?