
Aku membantingkan badanku pada sofa, mengecek ponselku beberapa kali untuk melihat apakah sudah ada kabar dari Joline dan aku melempar ponselku dengan kecewa.
"I will call back!"
Itu adalah kabar terakhir darinya dan sudah lebih dari 24 jam Ia tidak memberi kabar terbaru. Aku ingin menelponnya tapi biasanya jika Joline sudah bilang akan telepon kembali maka Aku tidak dibenarkan menelponnya, karena Ia pasti sedang sibuk atau ada sesuatu.
Aku menghelas nafas menatap langit-langit apartement yang kembali suram setelah Joline balik ke Indonesia. Padahal sebelumnya suasanannya sangat hangat dan terang tapi sekarang terasa begitu dingin dan suram. Hanya karena kehadiran malaikat kecilku itu, duniaku bisa berubah sejauh itu. Apalagi sekarang musim dingin yang membuat mayoritas penduduk utara gampang terserang depresi karena waku paginya sangat pendek.
Wanita yang telah mencuri hatiku itu seperti ditelan bumi, Ia hilang tidak ada kabar, Aku kangen dan juga cemas setengah mati karenanya, tapi Ia juga tidak mengizinkan aku menelponnya. Ternyata seperti ini rasanya digantung, seumur hidup aku Kenapa aku harus menanggung rasa menderita ini. Aku Cesper yang tidak memiliki keterikatan dan apapun kenapa bisa berakhir seperti ini. Rasanya ingin langsung terbang ke Indonesia dan langsung memeluknya, kalimat terakhir seperti memberiku inspirasi. Benar, I am Cesper! I can do whatever i want.
Detik selanjutnya aku mengambil jaket dan menelpon ponselku
"Siapkan penerbangan ke Indonesia sekarang!" Kataku seraya menggunakan kacamata hitamku dan melangkah keluar kantor
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah penerbangan yang cukup panjang aku touch down di Indonesia! perbedaan suhu yang luar biasa,
"Tujuan Anda Tuan?"
"Office" Jawabku singkat pada supir pribadiku
Aku melihat sekilas jam di ponselku yang menunjukan pukul 14.00 WIB yang berarti wanita yang membuat merebut hatiku itu pasti sedang di kantor.
"I will come to you"
Aku mengirim pesan singkat itu ke Joline dan Aku tersenyum puas karena merasa bangga pada diriku sendiri. Kira-kira seperti apa ya ekspresi wajahnya ketika melihat kemunculanku yang tiba-tiba? Apa Ia akan kaget? Senang? Terharu? Atau jangan-jangan marah?
Tiba-tiba aku jadi panik, apa aku terlalu berlebihan? Tidak! tidak ada yang salah dengan seorang pacar yang menempuh perjalanan 10.000 km karena kangen dengan orang yang di cintaiinya. Kataku cepat menghapus kekhawatiran yang tidak di perlukan itu. Pas sekali besok adalah weekend, akan ku pastikan malaikat kecilku itu tidak akan bisa keluar selangkah pun atau bahkan turun dari tempat tidurnya sebelum aku puas melepas kangen.
__ADS_1
Saat menunggu lampu merah, aku melihat ada yang menjual bunga mawar di simpang lampu merah. Karena bunga tulip tidak bisa hidup di daerah tropis maka tidak ada pilihan lain. Aku pun memutuskan membeli bunga mawar merah hati dan berharap Joline menyukaiinya. Karena buru-buru aku tidak membeli apa-apa dari Stockholm.
Tidak lama kemudian kami pun tiba di kantor,
"We are here" Kata supirku
Aku keluar dari mobil dan mengabaikan tatapan maupun teriakan kecil dari orang sekitar dan langsung masuk ke gedung HRD. Aku mencari-cari sosok kecil itu dan ketika sampai diruangannya Ia tidak ada ditempat. Yang aku dapati hanya tatapan dan suara ketawa kecil dari rekan kerjanya.
"Miss Joline tidak masuk hari ini" Suara Pak Fendi mengalihkan penglihatan ku
Aku memiringkan kepala dan menunggu Ia melanjutkan kalimatnya.
"Pagi ini Ia mengirimkan ku pesan singkat bahwa Ia ada halangan masuk kantor dan izin kerja dari rumah" Jelas Pak Fendi.
Aku pamitan dengan Pak Fendi dan memutuskan pergi kerumah Joline, Aku sedikit kecewa karena tidak berjalan sesuai rencanaku tapi rasa khawatir ku lebih besar. Aku mengecek poonselku dan wanita itu ternyata belum membaca pesan singkat yang ku kirim terakhir. Pak Fendi bilang Ia berhalangan ke kantor, apakah Ia tidak enak badan? Apa terjadi sesuatu padanya?
Aku kembali menelpon supir pribadiku dan mengarah ke alamat rumah Joline, sebenarnya dimana sih dia? Kenapa jago sekali buat orang khawatir. bahkan sudah menempuh jarak 10.000 km belum cukup untuk bertemu dengannya. Moodku kembali jelek dan berharap Ia baik-baik saja dirumah.
"Surprise" Kataku masih dengan posisi bunga yang menutupi wajahku
"Cringe"
Tunggu, kenapa reaksinya sangat berbeda dan lagi suara menyebalkan ini terdengar sangat familiar. Setelah melihat sosok pemilik suara itu, senyuman ku langsung hilang
"Muka mu terlihat seperti mayat"
"Kenapa kau ada dirumah Joline" kataku langsung menarik kerah bajunya
"Siapa?" samar - samar aku mendengar suara malaikat kecil ku dan tidak lama Ia muncul dari belakang
__ADS_1
"Oh My God!" Joline terlihat sangat kaget entah dengan kedatangan ku atau dengan posisi kami sekarang
"Let me ask you again, why you're here? Ben?" Kataku lagi dengan cengkraman yang makin kuat
"Cesper!" Joline berlari kecil ke arah kami dan berusaha menjauhi ku dan Ben
Ben terlihat pasrah dan tidak menunjukkan sedikit niat untuk menjawab, itu membuat ku jauh lebih emosi.
Apa-apaan ini? saat aku sedang khawatir seperti orang gila menunggu kabar dari Joline, ternyata Ia malah sedang bersama dengan makhluk ini. Dirumahnya? hanya berdu....
"Ada apa?" Tiba-tiba ada suara lain yang terdengar dari belakang Joline
"Calm down Cesper" Kata Joline dan berhasil membuat ku menjauh dari Ben
Aku melihat sosok Nita yang menyusul ke arah kami, ternyata mereka tidak berduaan saja dirumah. Ada begitu banyak pertanyaan dikepala ku dan juga emosi yang sudah di ujung kepala
"I miss you" Kata Joline seraya memeluk ku, pelukan Joline bagaikan bom es yang mendinginkan gunung yang siap meledak
"I miss you too" Aku membalas pelukan Joline dan mencurahkan semua kerinduanku padanya, padahal tadi emosiku sudah diambang batas tapi begitu dengar suaranya semua itu lenyap begitu saja.
Ternyata seperti ini rasanya jadi Bucin*, aku bahkan melupakan sosok Ben dan Nita yang masih berdiri dihadapan kami dan menyaksikan tingkah kami dengan tatapan jijik.
"Hello! We are here!" Akhirnya Nita bersuara setelah kami berpelukan cukup lama
Joline pun melepaskan pelukan kami dengan sedikit salah tingt tapi dengan cepat aku menarik kembali pinggulnya agar Ia tetap menempel padaku
"exactly! Why you're here?" kataku melemparkan pernyataan Nita ke arah Ben,
Aku menunjukkan tatapan mengancam, keberadaan Ben bukan hal yang wajar disini. Hubungan Ben dan Joline tidak sedekat hingga bisa membuatnya bisa berada di sini
__ADS_1
Sebenarnya apa yang terjadi?