
Sesuai rencana kami, Aku hari mengunjungi perusahaan Cesper dan sekarang aku tau kenapa Cesper bisa tiba di Swedia dengan waktu yang sangat cepat, ternyata Ia menggunakan pesawat pribadinya. Aku melonggo melihat perusahaan start up raksasa yang di kelolah Cesper, ini benar-benar diluar ekspektasiku. Dia tidak hanya kaya tapi sangat kaya.
Apakah aku langsung nikah saja ya? Batinku
Suara ketawa Cesper menyadarkanku,
"Bagaimana? Apakah masih ada pertanyaan atau keraguan soal finansial saya?" Goda Cesper,
"No comment" Jawabku singkat seraya meminum kopiku,
Kami sedang makan siang di salah satu restoran Itali di salah satu sudut kota Stockholm, restoran yang sederhana tapi masakannya sungguh luar biasa. Masakan Itali memang tidak pernah mengecewakan.Awalnya Cesper ingin mengajakku makan di restoran mewah dengan pemandangan eksotis tapi aku menolak. Dibandingkan pemandangan aku lebih memilih rasa masakan, biasanya restoran-restoran mahal seperti itu memiliki porsi makanan yang sangat kecil tapi anehnya harganya sangat mahal. Aku lebih nyaman di tempat sederhana seperti ini. enak, porsi banyak dan murah meriah.
"Jadi apa rencanamu Joline?" Pertanyaan Cesper mengalihkan pikiranku
"Jika kamu tidak keberatan, kamu bisa kerja di peru........"
"Tidak" Jawabku cepat memotong kalimat Cesper
Aku tau kemana arah pembicaraan ini, Cesper tersenyum tipis seolah-olah sudah tau aku akan menjawab seperti itu
"So?" Kata Cesper menggantung
"Aku harus bertemu dengan Pak Chronicles" Kalimatku berhasil membuat Cesper menoleh,
"Ada beberapa hal yang harus ku selesaikan dengan Pak Chronicles"
-------------
Akhirnya aku tiba di sebuah villa yang berada di dekat salah satu pelabuhan, sepertinya ini kediaman Pak Chronicles jika berada di Swedia, Villa tersebut memiliki taman yang luas, sayangnya karena sekarang adalah musim dingin sehingga aku tidak bisa melihat tanaman itu berbunga. Tapi jika dilihat dari batu dan rantingnya aku yakin akan terlihat sangat indah pada musim semi. Sepertinya kebiasaan orang timur yang senang bercocok tanam juga di gemari oleh Pak Chronicles.
"Izinkan saya mengambil pakaian luar Anda" Sapa seorang pelayan begitu aku memasuki villa tersebut dan membantuku menggantungkan pakaian luarku.
__ADS_1
Setelah selesai Ia menuntun ku ke sebuah ruang tamu yang memiliki suasana khas eropa,
"Silakan tunggu sebentar disini Nona, saya akan ambil kan minuman hangat. Tuan sebentar lagi akan tiba" Aku berterima kasih dan memberi senyuman ramah. Rasanya sangat tidak nyaman di layani seperti ini.
Setelah Ia pergi, aku melihat sekeliling. Dibanding villa ini lebih tepatnya di sebut rumah. Karena terlihat beberapa foto keluarga yang terpajang di beberapa sudut ruangan. Aku memutuskan berjalan dan melihat lebih dekat foto-foto tersebut, semua foto itu adalah orang yang sama. Seorang wanita cantik yang terlihat sangat mirip dengan Cesper, rambut pirang lurus, mata biru yang jernih dan kulit putih. Ia sangat cantik, semua fotonya terlihat seperti hasil lukisan.
"Itu adalah Ibu Cesper" Suara Pak Chronicles mengangetkan ku,
Ibu Cesper? Ternyata ketampanan Cesper merupakan hasil warisan Ibunya,
"Ia sangat cantik" Komentarku
Tapi ada yang aneh, Jika dilihat dari fotonya Ia terlihat seumuran denganku dan yang kusadari sepertinya semua foto yang dipajang merupakan foto lama. Kenapa tidak ada foto terbarunya?
"Benar, Ia seperti bunga yang bisa membuat siapapun tersenyum jika melihatnya. Sayangnya bunga secantik ini tidak memiliki umur yang panjang" Kalimat Pak Chronicles membuatku terdiam
"Bunga yang gugur setelah melahirkan putranya" Kata Pak Chronicles membuat menahan nafas,
Aku kembali melihat sosok wanita itu, apakah Pak Chronicles adalah orang yang menjepret semua foto ini? Jika benar maka mereka pasti sangat menyayangi satu sama lain karena dari semua fotonya Ibu Cesper telihat tersenyum begitu bahagia. Ternyata Cesper besar tanpa seorang Ibu tapi Ia juga enggan mengakui Pak Chronicles sebagai ayahnya. Sebenarnya seberapa besar rasa benci Cesper terhadap ayahnya hingga lebih memilih jadi anak yatim piatu. Apa yang terjadi antara mereka? Apa penyebab keluarga yang awalnya sehangat musim semi bisa gugur hingga sisa ranting begini? Mungkah itu alasan kenapa Cesper sangat menghargai wanita? Pasti Ia sangat menderita selama masa kecilnya.
"Mohon maaf atas kehilangan Anda Pak Chronicles" Ucapku tulus
"Tidak masalah, aku sudah merelakan nya" Kata Pak Chronicles dengan senyum ramah
Jika dilihat dari dekat sepertinya Cesper bentuk wajah merupakan hasil warisan dari Pak Chronicles, Rambut dan kumis Pak Chronicles yang sudah memutih dan juga kerutan yang ada di wajahnya tidak menutupi karisma yang dimilikinya. Tiba-tiba aku jadi kangen ayahku, aku janji akan melakukan video call dengan orangtua ku setelah ini.
"Maaf suasana malah jadi suram begini" Kata Pak Chronicles berusaha mencairkan suasana
"Jadi apakah maksud kedatangan Anda hari ini Miss Joline?" Kata Pak Chronicles setelah kami kembali duduk di kursi ruang tamu
"Benar, saya mau menyerahkan ini Pak" Kataku sambil menyerahkan sebuah amplop coklat,
__ADS_1
"Apakah saya boleh membukanya sekarang?" Izin Pak Chronicles sebelum aku mengangguk
"Mengundurkan diri? Apakah Anda marah karena saya.."
"Tidak Pak" Kataku cepat karena melihat Pak Chronicles yang terlihat panik dan merasa bersalah
"Saya mengundurkan diri bukan karena marah sama Bapak"
"Aku apa yang kulakukan sebelumnya itu memang tidak termaafkan tapi kamu adalah orang yang ber talenta, kehilangan kamu sama saja seperti kehilangan aset berharga bagi CC Group" Jelas Pak Chronicles
Aku hanya tersenyum dan balas
"Soal itu saya sudah tidak mempermasalahkan Pak, saya mengerti Bapak melakukan itu karena kondisi yang mendesak" Pak Chronicles terlihat kaget dengan jawabanku
"Terima kasih sudah mau mengerti Joline, ternyata selain wajah Anda juga punya hati yang cantik, aku merasa sangat buruk sekarang" Kata Pak Chronicles seraya menundukkan kepalanya
"Jika bukan karena ini, apa alasan Anda keluar dari CC Group?" Pak Chronicles
"Karena aku tidak ingin menjadi beban buat Cesper" Pak Chronicles terdiam dan menunggu ku untuk melanjutkan maksud dari kalimat ku
"Seperti yang Bapak ketahui, Cesper masuk CC Group karena Aku dan Aku yakin Bapak tahu soal itu" Pak Chronicles kembali menundukkan kepalanya
"Dan aku yakin Bapak sangat mengerti bahwa memanfaatkan saya untuk menahan Cesper agar tetap berada disisi Anda tidak akan menyelesaikan apa-apa Pak" Kataku jujur
"Saya tidak tau apa yang terjadi dimasa lalu tapi yang saya yakin bahwa rasa sayang Bapak terhadap Cesper itu nyata" Pak Chronicles melihatku dengan tatapan tidak percaya
"Bapak harus membuka hatinya dan itu hanya bisa dilakukan oleh Bapak sendiri, saya yang merupakan orang luar tidak bisa masuk ke area itu. Jadi soal membujuk Cesper saya minta maaf karena tidak bisa melakukannya"
"Sekarang aku mengerti kenapa Cesper yang sedingin es itu bisa mencair didepanmu Joline" Aku hanya tersenyum membalas pujiannya
"Terima kasih atas semuanya, walau sangat disesali tapi aku menghargai semua keputusanmu"
__ADS_1
"Tapi jika Anda berubah pikiran, CC Group selalu siap menjadi tujuanmu untuk pulang"