
Aku tiba di sebuah gedung merah yang terletak di salah satu sudut kota Stockholm, aku mengecek kembali apakah benar dengan alamat yang tertera di peta. Gedungnya merupakan gedung tua dengan dinding batu bata merah dan beberapa akar tanaman merambat disekitarnya, akar tersebut tidak berdaun karena sekarang adalah musim dingin. Gedung tersebut hanya memiliki 2 lantai dan memiliki 2 jendela berbentuk setengah lingkaran yang menggunakan warna chat cream mudah, senada dengan pintu masuknya.
Aku mengecek kembali nama yang tertera di pintu masuknya dengan tulisan di ponselku, setelah memastikan ini adalah gedung yang benar aku pun memasukin nomor sesuai email yang aku terima dan di akhiri tanda #, tidak lama kemudian pintunya terbuka. Begitu memasuki gedung badanku kembali terasa hangat karena pemanas ruangan, aku melihat sekeliling dan mencari apakah ada penghuni dalam gedung tersebut.
"Hej hej" Sapa seorang wanita yang sepertinya merupakan resepsionis digedung tersebut.
"Good morning! My name is Anjelica Joline, i am here for Hero Tech" Akhirnya aku menyampaikan tujuan kedatanganku pada wanita itu yang ternyata seorang resepsionis dan setelah Ia memintaku tunggu disebuah sofa yang terletak di sisi kanan ruangan selagi Ia mengecek dan menelpon untuk konfirmasi. Hero Tech ini adalah perusahan start up yang akan menjadi kantorku nanti, memang bukan perusahaan besar seperti CC Group dan sesuai namanya ini merupakan industri yang bidang teknologi.
Yang membuat Hero Tech ini menarik adalah system HR mereka yang sudah 90% berbasis Artificial Intelligence (AI), mengingat industri akhir akhir ini sudah mulai bergerak ke arah sana membuatku ingin mendalami hal itu. Apakah mesin benar bisa menggantikan manusia? Bahkan dari segi penyeleksian karyawan? Itu merupakan hal yang membuatku tertarik masuk ke perusahaan ini.
Aku seharusnya baru efektif jadi karyawan disini bulan depan tapi karena manager Hero Tech mengetahui aku sedang berada di Stockholm langsung mengajaku bertemu dan sekaligus melihat-lihat kantor mereka, aku sedikit gugup dan juga semangat karena sudah tidak sabar mempelajari hal baru yang ada disini. Dari bangunan hingga suasana kerja sejauh ini sangat menyenangkan.
"Halo Anjelica" Sapa seorang pria membuyarkan pikiranku,
"Halo" Aku menjawabnya seraya menebak, apakah ini Jakop yang selama ini mengirim email dengan ku?
"Jakop Törnel" Sambungnya
Jakop merupakan penanggung jawab Hero Tech cabang Stockholm, Ia ternyata masih mudah dan tampan tentunya. Pria timur beneran surga, semua penduduknya semua good looking dan sangat pintar dalam bergaya. Jakop menggunakan kacamata, rambut pirang kecoklatan, mata biru, kulit putih dan brewokan. Badannya tidak begitu berisi tapi juga tidak kurus, Ia terlihat sangat cocok dengan baju rajut panjang warna abu-abu dengan kemeja putih didalamnya, celana berwarna cream dan sepatu warna coklat membuatnya terlihat sangat rapi.
"Salam kenal Mr Jakop" Kataku seraya menjabat tangan
"Just call me Jakop" Katanya dengan sopan dan senyum tipis, akhirnya kami berkeliling kantornya dan diluar dugaan kantornya hanya memiliki 4 anggota, sangat berbeda dengan CC Group.
Setelah berkeliling dua jam Jakop mengajaku FIKA di salah satu caffe dekat kantor tadi, Jakop merupakan Pria yang sangat pendiam. jika diuraikan dalam kalimat bisa dibilang dialog terpanjangnya tidak pernah lebih dari 4 kalimat, semua yang di ucapkan itu sangat singkat padat dan jelas. Apakah karena Ia berasal dari jurusan IT sehingga membuatnya tidak terlalu banyak berbicara? Sama seperti sekarang
"Cinnamon buns, black coffe, Thanks" Pesannya pada kasir
"Jadi bagaimana liburan anda?" Ini pertama kalinya Ia bahas sesuatu diluar kerjaan
__ADS_1
"Sejauh ini sangat menyenangkan, saya sangat menikmati keindahan bangunan disini termasuk kantor Anda" Kataku jujur
"Jika Anda pecinta bangunan tua maka cobalah ke Gamla Stan" Sarannya
"Gamla Stan! Sungguh seperti surga di Bumi, saya sudah pernah kesana tapi Saya akan mengunjunginya lagi karena rasanya kemarin masih banyak sudut yang belum ter jelajahi. Selain bangunannya yang eksotis, disana juga banyak menyimpan sejarah menarik"
"Jika Anda pecinta sejarah maka cobalah ke Museumnya"
"Oh ya museum, saya lihat ada banyak sekali museum disekitar sana tapi saya bingung harus mulai dari yang mana. Semua terlihat sangat menarik, saya belum sempat melakukan pencarian soal museum-museum sini, semua museum sini menceritakan sejarah yang berbeda. Tapi ada satu yang sangat menarik perhatianku yaitu Naturhistoriska Museet walaupun aku belum tau museum apa itu tapi sepertinya ini museum yang bahas budaya Stockholm" Kataku sambil melihat peta dari HPku
"Bukan, Naturhistoriska Museet adalah museum yang membahas sejarah alam" Jelas Jakop
"Oh ya? Bagaimana dengan Nationalmuseum? Apakah ini museum yang membahas soal kerjaan?" Kataku
"Bukan, Nationalmuseum adalah museum yang membahas seni" Jelas Jakop lagi
"Ini tidak bagus, sepertinya aku harus melakukan reset dulu sebelum mengunjungi museum-museum ini" Kataku dengan kening berkerut karena frustasi
"Terima kasih' Kataku dan memberi senyuman manis pada pelayan wanita tadi, pelayanan disini juga sangat cantik. Saya semakin penasaran kenapa Cesper bisa jatuh padaku padahal Swedia memiliki begitu wanita cantik. Aku tidak bisa berhenti memperhatikan pelayan itu karena sangat kagum dengan kecantikannya.
"Angelica Anda orang yang sangat ekspresi" Kalimat Jakop mengalihkan pandangaku, Jakop tersenyum saat mengatakan itu,
Aku membalas ucapan Jakop dengan senyum tipis seraya mencicipi kopiku. Aku sedikit shock dengan pernyataannya yang sangat rendom dan aku tidak tau apakah itu hal positif atau Ia sedang menyindirku?
"Itu pujian" Sambungnya singkat, hal itu membuatku tertawa kecil
"Terima kasih, Saya pikir tadi Anda menyindir ku karena terlalu banyak bicara" Kataku jujur
"Tidak masalah, saya menyukai orang yang ekspresif" Lanjut Jakop kembali membuatku tertawa, rasanya sangat aneh mendengar langsung mulut dari seseorang yang seperti Jakop. Karena Jakop adalah orang yang tidak banyak berekspresi, sangat berlawanan denganku. Ekspresi nya terlihat sama dari awal kami bertemu hingga sekarang.
__ADS_1
"Ternyata Anda bisa bercanda" Kataku, saat Jakop ingin menjawab tiba-tiba ponselku berbunyi
Ternyata telepon masuk dari Cesper
"Maaf tunggu sebentar" Kataku dan mengangkat telepon
"Halo" Kataku
"Sudah selesai? Kapan bisa ku jemput? Aku merindukanmu" Kalimat pertama Cesper membuatku memutarkan bola mata, aku melihat jam tangan yang sudah pukul 10.30
"Setengah jam lagi selesai" Jawabku
"Berdasarkan informasi Go*gle Map, jarak tempuh dari kantor ku ke sana memakan waktu 30 menit, oleh karena itu aku akan berangkat sekarang" Kata Cesper berhasil membuatku tertawa
"Baiklah" Jawabku pasrah
"Maaf sampai mana kita tadi?" Kataku pada Jakop setelah mengakhiri teleponku
"Tidak apa-apa" Jakop kembali tersenyum dan kami pun balik ke kantor untuk melakukan agenda terakhir hari ini.
Sesuai pernyataannya sebelumnya, Cesper tiba tepat jam 11.00 dan kini sudah diluar gedung. Aku berjalan keluar diantar oleh Jakop.
"Terima kasih untuk hari ini, kedepannya mohon bantuan Anda" Kataku seraya menjabat tangan Jakop
"Sama-sama Angelica" Balas Jakop dan aku pun berjalan ke arah mobil Cesper. Seperti biasa kekasihku yang manis ini membukakan pintu mobil ku
"Terima kasih" Kataku dan Cesper tiba-tiba memeluk ku
"Sama-sama" Katanya dan aku pun memasuki mobil.
__ADS_1
Cesper melihat beberapa detik kearah Jakop, aku tidak bisa melihat ekspresinya karena Ia membelakangi ku. Setelah itu Cesper masuk kedalam mobil dan berkata
"Jadi serangga itu bos barumu?"